Apa jadinya jika adik ipar ternyata ada mantan kekasih?
Hal itulah yang dialami Natalie Mckent. Ia dihadapkan pada kenyataan kalau sang adik ipar adalah mantan kekasihnya dulu yang ia putuskan secara sepihak 6 tahun silam.
Dan belakangan Natalie baru mengetahui kalau sang adik ipar menikahi adiknya hanya untuk pembalasan dendam.
Bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vigiani Nurike, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sekretaris mengagumkan
"Selamat pagi, Natalie," sapa sebuah suara dari belakang saat aku melangkahkan kakiku menuju meja kerjaku pagi itu.
"Hay, James selamat pagi," balasku menyapa saat kulihat James Woods rekan kerjaku menyapa dengan senyum secerah paginya.
"Kau cantik sekali pagi ini, Natalie. Apakah karena ini hari pertamamu presentasi jadi kau begitu mengagumkan seperti ini?" godanya padaku dengan senyum lebarnya melihat penampilanku dari atas hingga ke bawah dengan tatapan berbinar.
Mendengarnya aku pun menjadi tertawa dengan canggung.
"Apa terlihat seperti itu, James? Aku hanya ingin yang terbaik untuk hari ini saja," sahutku asal.
"Nice, Natalie! Aku mendukungmu. Semoga lancar dan sukses ya nanti! Karena kudengar klien bisnis Mr.Jones kali ini bukan pengusaha biasa namun dia adalah pengusaha besar yang hampir menguasai wilayah amerika hingga eropa di usianya yang masih muda. Bukankah itu menakjubkan!" James berkata dengan penuh semangat.
"Iya, kudengar juga begitu. Terima kasih ya, James. Kau membuatku semakin bersemangat hari ini!" sahutku dengan senyum sumringah dan James membalasnya dengan mengacungkan dua jempol tangannya padaku dengan penuh semangat dan senyum merekah.
Setelah itu aku pun duduk seraya menghembuskan nafas dalam-dalam, entah kenapa aku sangat gugup hari ini?
Apakah benar karena ini presentasi pertamaku atau ada hal lain yang memang benar-benar membuatku gugup?
Ingat ucapan James tadi membuatku teringat dengan seseorang, pengusaha muda yang sukses dan hebat. Semoga saja itu bukan 'dia'.
..
..
"Hey, kau lihat tidak tadi klien bisnis baru Mr. Jones?"
"Ya, aku melihatnya! Sungguh keren, dia sangat tampan! Kurasa Mr. Jones akan kebakaran jenggot karena mendapatkan rival baru yang setingkat dengan dia, hihihii..."
"Andai saja aku bisa mendapatkan pria seperti itu, aku akan menjadi wanita paling beruntung di dunia ini."
"Haaiiss, kau jangan asal bicara, dia sudah beristri dan pasti istrinya itu selevel dengannya bukan seperti kita ini yang hanya karyawan biasa."
Sekilas aku mendengar percakapan beberapa karyawan wanita di kantin kantor saat aku tengah mengambil minum pagi itu.
Kurasa calon investor proyek Denver sudah datang tepat waktu seperti yang dikatakan Mr. Jones kemarin. Aku harus bersiap-siap.
"Semangat Natalie, kau pasti bisa!" Asley menyemangati saat aku bersiap-siap masuk ke ruang rapat kantor dan aku hanya membalas Asley dengan bahasa isyarat ucapan terima kasih.
Maka dengan penuh keyakinan dan percaya diri aku pun mulai membuka pintu besar ruang rapat di depanku.
Kulihat beberapa orang sudah berkumpul dan duduk di masing-masing tempat mereka.
Beberapa direksi dan investor lain yang sudah siap dengan penampilan terbaik mereka, jas mahal dan rambut klimis mereka seakan menunjukkan status sosial mereka yang tinggi.
Beberapa orang dari mereka menatap ke arahku saat aku melangkah masuk ruangan dengan nafas sedikit tertahan, senyum ramah berusaha aku tampilkan sebaik mungkin di depan mereka sekarang satu persatu.
Hingga pandanganku berhenti pada sosok yang tampak duduk di sebelah Mr. Jones.
Seseorang yang amat kukenal, tatapan itu begitu tajam saat menatap ke arahku.
Aku terpaku sejenak saat melihat kehadirannya di sini, hingga nafasku serasa terhenti selama sekian detik dengan jantung yang berpacu kencang tak bisa kuhindari lagi.
"Kau sudah datang, Miss. Mckent. Perkenalkan Mr. Raven, ini Natalie Mckent sekretaris saya yang akan memberikan presentasi kepada Anda dan semua yang orang yang hadir di sini, semoga tidak mengecewakan anda nanti." Mr. Jones mencoba memperkenalkanku pada pria berjas abu gelap yang duduk sejak tadi menatapku tanpa berkedip itu.
Aku yang berusaha untuk sadar dari kenyataan pun berusaha tersenyum dan menyembunyikan wajah terkejutku saat ini.
"Hallo, Mr. Raven senang berjumpa dengan Anda dan selamat datang di New York. Mohon bimbingannya jika nanti saya banyak melakukan kesalahan dalam presentasi nanti," ucapku seraya membungkukkan setengah badanku di depannya.
Tanpa aku duga pria yang ternyata orang yang paling kuhindari itu pun berdiri dari tempat duduknya dan mengulurkan tangannya padaku untuk berjabat tangan.
"Senang berjumpa dengan Anda Miss. Mckent semoga kedepannya kita bisa bekerja sama dengan baik nanti," ucap Chris Raven penuh percaya diri dengan menunjukkan senyuman memikatnya yang menjadi andalannya selama ini.
"Tentu saja Mr. Raven. Saya harap Anda tidak kecewa dengan presentasi saya nanti," sahutku seraya membalas jabatan tangannya dengan senyum yang di paksakan.
"Baiklah, bisa kita mulai sekarang presentasinya Miss. Mckent," Mr. Jones memberikan perintah.
Aku yang saat itu sudah siap dengan segala sesuatunya bahkan kenyataan terburuk yang sejak kemarin aku takutkan menjadi kenyataan, akhirnya pun memulai presentasiku dengan berusaha tetap bersikap profesional di depan mereka semua yang hadir di ruangan rapat ini.
Dapat kulihat tatapan tajam Chris Raven yang seperti tak pernah lepas saat menatap ke arahku yang saat itu tengah memberikan presentasi proyek Denver. Namun, aku berusaha tak ingin lengah ataupun terpengaruh dengan kehadirannya sekarang.
...***...
kenapa harus mati,kenapa😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
lin dan nath hanya korban keegoisannya