NovelToon NovelToon
AKU MADU IBUKU

AKU MADU IBUKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / CEO / Pelakor / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Febriliani

Menceritakan seorang gadis cantik yang bernama Halwatu Zahra terpaksa menikah siri dengan seorang pria yang dikiranya duda. Karena sebuah kesalahpahaman. Ternyata pria yang dinikahinya mendadak itu, adalah ayah tirinya.

Akankah Zahra akan terus jadi madu sang ibu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febriliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengukur kemampuan

Deburan ombak, pasir pantai, angin sepoi-sepoi, dan pemandangan indah, cukup membuat suasana hati Zahra membaik. Sudah lebih dari sepuluh menit dirinya diam seribu bahasa duduk di bangku beton, di sebelah Ferdy.

Ya Ferdy membawa Zahra ke taman Hotel keluarganya. Hotel terbesar milik keluarganya Ferdy terletak di bibir pantai.

"Masalah hidup seperti ombak di tepi pantai. Ia akan datang, tapi pada saatnya, ia akan pergi." Zahra memalingkan pandangannya dari hamparan laut luas, dan kini menatap serius Ferdy yang duduk di sebelahnya. Kalimat yang keluar dari mulut pria yang begitu baik padanya itu, terdengar penuh dengan makna.

"Seandainya kamu cerita padaku saat malam kejadian itu, mungkin ini semua tidak akan terjadi." Kini Zahra menundukkan pandangannya, merasa malu kepada Ferdy. Jelas dia malu, pasti Ferdy sudah melihat video yang sudah tersebar itu.

"Tak ku sangka ayah dan anak itu kumpulan keluarga gila." Zahra yang terkejut mendengar ucapan Ferdy Langsung menoleh kepada pria itu. Dari mana Ferdy tahu, pria yang bersamanya malam itu adalah Ayahnya Rara? video yang tersebar, wajah si pria kan di blur.

"Kenapa kamu tahu Fer, kalau pria itu ayahnya Rara?" Zahra yang penasaran tingkat tinggi itu pun, akhirnya buka suara. Dia sudah tidak mau memikirkan rasa malunya lagi.

"Aku cari data tamu hotel yang menginap di kamar itu Ra." Zahra memalingkan wajahnya dari tatapan Ferdy. Karena kini matanya yang berkabut, akan luruh.

,

"A-ku, aku harus bicara apa pada nenek Fer. Aku pasti dikeluarkan dari sekolah." Tubuh Zahra bergetar, karena menahan isakan. Masa depannya telah hancur.

Ferdy mengepal kuat tangannya, dia geram pada Rara dan ayahnya itu.

"Nenek orangnya bijak dan kuat Ra. Kamu tidak boleh putus asa gitu. Masih ada aku yang selalu ada untukmu." Menatap lekat wajah Zahra yang sudah dibanjiri air mata itu. Tangannya tergerak melap air mata itu dan sejurus kemudian, Zahra memalingkan wajahnya. Sehingga kini tangannya Ferdy mengarungi di udara.

"Aku gak mau kamu ikut terlalu dalam pada masalah ku Fer. Kamu mau mendengarkan ku saja, sudah buatku sedikit tenang." Ujar wanita itu, masih memalingkan wajah sedihnya. Tentu saja Zahra tidak mau Ferdy ikut campur dalam masalahnya. Dia tidak mau merepotkan Ferdy, bisa-bisa keluarga Ferdy juga akan membencinya nanti.

"Ra, aku menyukaimu, mencintaimu. Mana mungkin, aku diam saja melihatmu dalam masalah." Sontak Zahra menoleh cepat ke arah Ferdy, yang kini menatap wajahnya dengan penuh cinta itu. Ketulusan terlihat jelas di netra hazelnya Ferdy. Ya manik mata pri itu sangat indah dan langkah, warna hazel.

"Masih pagi Fer, kamu jangan ngaur." Memutus kontak mata keduanya. Zahra tidak mau terbawa suasana dengan pernyataan cinta yang mendadak itu. Walau dia juga sangat menyukai pria yang baik di sebelah nya ini. Tapi, bukan saatnya membahas perasaan. Ada masalah yang lebih pelik yang sedang dihadapinya saat ini.

"Aku gak ngaur Ra." Meraih jemari Zahra yang berada di atas paha wanita itu. Tentu saja Zahra Kembali dibuat jantungan karena tangannya yang sudah digenggam lembut. Dan keduanya kembali bersitatap.

"Aku gak perlu jawaban dari mulutmu. Aku tahu, kamu juga suka padaku kan?" Zahra yang masih terkejut batin itu hanya mengangguk, sembari berusaha rileks, karena jantungnya berdebar tak menentu. Kenapa hari ini begitu banyak kejadian yang menguras emosi.

Dug

Dug

Dug

"Bukan kamu saja yang merasakan debaran jantung yang tak normal itu Ra. Tapi, aku juga." Menempatkan tangan Rara di dada bidangnya Ferdy yang masih berdebar-debar itu.

"Kamu jangan banyak pikiran. Percaya padaku Ra. Aku akan bantu kamu, cari sekolah yang mau nerima kamu. Jikalau sekolah kita memberhentikan kamu. Atau, kita nikah saja. Aku mau koq!" Zahra langsung berontak agar tangannya lepas dari genggaman Ferdy yang di tempelkan di dada pria itu. Lagi-lagi Zahra dibuat terkejut dengan ucapan yang terdengar spontan itu.

"Kamu ya masih mengajak bercanda disaat situasi tegang seperti ini." Menggeleng lemah dan tersenyum kecut pada Ferdy, yang kini mengulas senyum manis padanya.

"Siapa yang bercanda. Abang serius loh dek." Mencolek dagunya Zahra yang terbelah. "Manis banget sih dagumu dek." Menggoda Zahra habis-habisan, bahkan kini Ferdy ingin dipanggil Abang. Tentu saja kelakuan Ferdy yang konyol itu, membuat Zahra akhirnya tertawa.

"Gitu dong... Pokoknya kamu siap-siap saja, kita akan menikah dalam waktu dekat."

"Iihhh.. kamu jangan ngacoh deh Fer. Kamu itu masih anak sekolah." Menarik napas, karena merasa geram dengan ucapan Ferdy yang terdengar asbun alias asal bunyi.

"Aku tu punya cita-cita nikah muda. Asyik kali ya, nikah muda. Atau nikah lari gitu." Menatap langit yang cerah berwarna biru.

"Mana ada nikah lari, yang ada kawin lari." Ketus Zahra, sesaat dia lupa dengan masalahnya. Karena, Ferdy yang selalu berujar dengan kalimat tak terduganya.

"Kawin lari? gimana caranya itu?" menggiring pembicaraan ke arah itu itu.

"Sudah aahhkk.. Malas bahas gituan. Dasar cowok, otaknya ngeres melulu." Ujar Zahra, melap mengusap wajahnya yang tadi sempat kaku, karena kebanyakan menangis.

"Dek, abang serius loh!"

"Tahu aakkhh gelap." Zahra pun bangkit dari duduknya. Dia berlari ke bibir pantai. Dan Ferdy pun mengekor. Dan kini keduanya berjalan bergandengan tangan menyisir bibir pantai.

"Aku berharap ibu tidak tahu masalah ku ini Fer." Ucap Zahra, keduanya masih berjalan di bibir pantai.

"Panggil Abang Dong!' Zahra yang serius, kini menimpuk bahu pria yang tak pernah serius itu.

"Iya, iya Abang." Jawabnya, kini merentangkan kedua tangannya. Menghirup dalam udara pantai, yang punya bau khas itu.

"Ya untuk sementara jangan cerita pada ibu mertua dulu. Kita lihat perkembangan kasusmu duku Dek. Abang sih rencananya mau laporkan Zahra dan ayahnya."

"Apa? jangan-jangan Fer."

"Abang..!" tegas Ferdy menyela ucapan Zahra yang ingin dipanggil Abang.

"Iya bang, jangan. Aku gak mau membahas dan mengungkit kejadian itu. Tak akan ada gunanya. Yang ada nanti, masalah jadi semakin rumit. Mereka bukan tandingan kita." Zahra memelas menatap Ferdy. Dia ingin kasus itu ditutup saja. Tak usah diperpanjang lagi.

Toh jika dilaporkan, dia juga akan dibawa-bawa lagi. Kapan selesainya.

Ferdy diam, melihat kecemasan Zahra yang terlalu berlebihan.

"Aku gak mau memperpanjangnya. Biarlah Allah, yang akan memberi balasan pada kejahatan ayah dan anak itu. Dasar gak punya moral." Terkadang kita harus mengalah, karena kita sudah mengukur kemampuan kita sendiri.

Ferdy terhenyak mendengar ucapan Zahra. Wanita yang dicintainya itu memang bijak. Tapi, Ferdy tidak akan tinggal diam. Dia akan memberi pelajaran pada Rara dan sang ayah.

"Fer, kita pulang saja yuk!" Ferdy merengut, Zahra pun tertawa kecil. Dia tahu apa alasan Ferdy cemberut.

"Bang, pulang yuk!" keduanya pun tertawa, meninggalkan pantai itu. Tapi, Ferdy malah menarik Zahra masuk ke restoran hotel.

"Kita makan dulu."

TBC

1
Eka Aphalah Aphalah
ada gitu cucunya di dukung jd pelakor,, walaupun alasan apapun itu
emang gak sakit hati istri pertama nya nanti kalo ketauan,,
si Zahra az cemburu kalo ibunya telponan Ama kakinya
l apa kbr sama ibunya,,,untung ibunya blm di garap juga Ama si bandot😅😅😅 kalo gk,,dosaa besaaaarrr tu
Puji Rahayu
pengalaman...mantan terindahku mo jd misua gk jd jg org batak sayyy...
tp dy islam se iman sm akoh.
jd gk masalah keless...
nm nya dunia nopel ya halu
ikut aja alur crita authornya.
kl gk mo bc ya sudah tp jgn mnghina n berkata kasar.
ni karya org d bkn susah payah tlg hargai..
🍁NuNa🌹 ❀ ⃟⃟ˢᵏ
wakkk nyungsep
Noer Hasanah
Cerita dlm Novel mah bebas ya...mau pestax dibuat lbih meriah dri pernikahan pangeran Charles dan Lady Diana pun ok lah ya
febriliani: hihihi.. iya kak. moga suka ceritanya. Terima kasih sudah mampir
total 1 replies
Sulastri Tri
aku enggak suka thor untuk ezra nya, terlalu tua.
🍁NuNa🌹 ❀ ⃟⃟ˢᵏ
cerita yg bikin penasaran
Elminar Varida
iiissh..gw mah ohah😅😅
Elminar Varida
astaga...aku yg baca ikutan tegang bayangin ada pempakan gitu😄😄😄
Angel Cristin noel
cerita nya menarik
mommyanis
lanjut....👍👍👍👍👍👍👍👍👍
febriliani: baca novelnya kk
total 1 replies
Mega
kl membaca dr judulnya AKU MADU IBU KU. brti seharusnua anaknya lah yg harus keluar dr lingkup dosa yg tidak di sengaja,apa pun itu alasannya biar cinta mati sm suaminya dan tidak di sengaja itu pasti akan ada salah 1 yg tersakiti,kl mau mundur harus anak dan ibu mundur semua biar tdk ada hati yg tersakiti,kl yg tersakiti si suami itu resiko dia yg main menikah2 aja kayak beli kucing dalam karung ngk tau apa2 main nikah aja,,, jd kl menurut sy sndri si kl mau ada yg mundur ya harus anak sm ibu mundur bareng,kl cmn 1 yg mundur itu bukan pengorbanan tp egois buat dr sendiri,,,,,
Mega
bagus zahra,kl blh jujur jg yg harus mengalah itu zahra,kl bicara mslh cinta mmg zahra sm ezra sama2 cinta,lalu sblm ada zahra ezra cinta ngk sm anin,,, di sini mmg org ke 3 itu jg zahra si anak,dan memang buasanya orang tua mengalah buat kebaikan anak,tp lihat dr awal lg,apa pantas seorg anak merebuat suami ibu kandungnya sndri,,,, dan dlm hukum jg tdk di perbolehkan,,,, ibu anin udh sakit2an mkn hanya pingin merakan kebahagiaan walau pun hanya sebentar,sdgkan zahra,maaa depannya msh panjang msh bisa mncari kebahagiaan yg lain, dan udh jelas jg yg salah ezra main nikah2 aja ngk pernah mau tau keluarga anin atau pun zahra,buat apa katanya org kaya tp ngk bisa mencari info yg sangat mudah sptri itu,konyol kan jdnya,,, anak dan ibu jd ke egoisan ezra,,,,
Tarrie Sidik
maaf ya toorrr...biasanya orang batak itu manggil mantunya itu bukan bere tapi hela at kela buat orang batak karo.
febriliani: ini batak angkola kk, beda kk
total 1 replies
Chy Teteh Bhawel
pak arif digantara nih
Calista
semangat terus yaa tor buat nulis cerita yg baru lagi...
Calista: yo I say...
total 2 replies
Imes Maesaroh
baik
Calista
kutunggu karya terbaru mu slalu...
Calista
sungguh karya yg baik karna banyak mengajarkan tetang cara bersikap lebih baik menghadapi semua situasi... Semangaaaaat terus yaaa tor buat berkarya... sukses slalu buat mu... 😘😘😘
febriliani: iya kak, buka profilku kak, aku sdh ada 9 novel
total 1 replies
Hence Mamanya Ramadhan
tambah seru nih cerita nya
Hence Mamanya Ramadhan
mantap Thor lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!