NovelToon NovelToon
Tawanan Sang Mafia

Tawanan Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Badboy / Mafia / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: Dhea Novita

Bagaimana jadinya jika seorang Mafia berhati dingin memiliki tawanan cantik namun bermulut tajam?

“Arabella, nama yang cukup indah,” gumam Axton dengan nada mengejek. Memang benar nama itu cukup indah, namun tidak dengan nasibnya.

“Nama ku tidak lagi indah saat kau yang menyebutkannya,” desis Arabella dengan tatapan tajam.

Axton tersenyum miring, ia menatap Arabella dengan tatapan kagum. “Tawanan yang cukup menarik, mari kita lihat setajam apa mulut ini dibawah kendali ku.”

Dengan percak-percik yang mewarnani setiap pertemuan mereka, akankah Arabella bertahan dari godaan sang Mafia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhea Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Rasa Yang Membingungkan

“Dad!” Panggil Arabella dengan begitu semangat.

“Bella, astaga ini benar suara mu sayang? Maafkan aku, aku sudah berusaha menebus mu, namun mereka tak ingin melepaskan mu sebelum aku melunasi semuanya,” jawab James yang begitu terdengar putus asa.

“Apa kau sudah mencoba meminjam pada Paman—“

“Tidak ada yang ingin meminjamkan uangnya pada ku Bella, semua ini uang milik Daniel, ia sedang mencari pinjaman pada beberapa temannya. Aku benar-benar menyesal Bella, aku tidak akan menginjakkan kaki ku lagi ke tempat terkutuk itu.”

Mendengar nama Daniel membuat Arabella terdiam, ia cukup sedih, bagaimana bisa ia tak mengingat Daniel selama ada disini? Ia pun sudah tak merasa pantas untuk Daniel, tak ada lagi yang bisa ia berikan pada kekasihnya itu. Mungkin setelah Arabella bebas ia akan mengakhiri hubungannya bersama Daniel, Arabella akan bekerja dan menggantikan banyaknya uang yang Daniel keluarkan. Pria itu terlalu baik untuk Arabella, ia berhak mendapatkan wanita yang jauh lebih baik. Dan semua ini adalah karena ulah Ayahnya sendiri! Oh astaga, Arabella sudah sangat kesal namun ia tak bisa membenci ayahnya sendiri. “Kau memang selalu menyesal jika sudah seperti ini Dad! Bisakah kau menjalani hidup dengan tenang? Lihatlah sekarang sudah berapa orang yang terlibat dalam masalah mu,” ucap Arabella sambil menghela nafasnya.

“Ya Bella, aku sudah sangat menyesal, aku berjanji akan berubah, seminggu ini aku akan berusaha mengeluarkan mu dari sana. Mereka tidak menyiksa mu bukan? Apa kau diberi makanan yang layak? Kau tidak tidur dalam penjara bawah tanah bukan?” Tanya James penuh khawatir.

“Tidak Dad, aku baik-baik saja disini, jangan mencemaskan ku, fokus saja mendapatkan uang untuk menebus ku, jika aku sudah bebas aku akan membantu mu untuk melunaskan semua hutang, kau harus berjanji tidak akan mengulangi kejadian ini lagi.”

Baru saja Arabella akan mendengar jawaban James, sebuah notifikasi masuk. “Dad, sepertinya aku harus mengembalikan ponsel ini, jaga dirimu baik-baik.”

Setelah panggilan itu terputus, Arabella berbalik dan mendekati Axton dengan perlahan. ‘Terima kasih sudah mengijikan aku untuk berbicara dengan Daddy, ini ponsel mu, aku melihat ada notifikasi pesan masuk,” ucap Arabella. Tanpa menjawab ucapan Arabella, Axton mengambil ponsel miliknya dan mulai membaca pesan masuk dari Jack.

Arabella yang kebingungan hanya kembali duduk dan menunggu Axton selesai dengan ponselnya, pria itu tampak fokus jika dilihat dari raut wajahnya. Perlahan Arabella mengambil sebuah gelas yang ada disamping piringnya, ia tidak bisa memulai makan malam terlebih dahulu, hanya Axton yang berhak.

Tak lama, terdengar suara helaan nafas berat dari Axton yang berhasil membuat Arabella menoleh. Arabella bisa menilai jika pria itu tengah kesal, atau mungkin lelah? Entahlah, Arabella tak tahu pasti. “Habiskanlah makan malam mu Bella, aku harus pergi sekarang juga,” ucap Axton yang seketika berdiri dan mengambil jas yang di tahun diatas sandaran kursi.

“Ada apa? Kau mau kemana?” Tanya Arabella bingung, apakah ada sesuatu yang terjadi? Axton tak setenang biasanya.

Namun senyuman kecil yang Axton lontarkan membuat Arabella terdiam dan mengingat apa saja yang sudah ia katakan. “Apa aku harus memberitahu seorang tawanan kemana saja aku pergi?” Bagus, kata-kata itu berhasil membuat Arabella sadar dimana posisinya, lagi pula untuk apa ia bertanya seperti itu? Bukankah seharusnya Arabella merasa tak perduli dan merasa lega kerena pria itu akan pergi, malamnya jauh lebih tenang bukan jika Axton tak ada? “Lanjutkan saja makan malam mu Bella, ada pekerjaan yang harus aku kerjakan sekarang juga,” jawab Axton yang terdengar begitu lembut ditelinga Arabella. Astaga, sepertinya Arabella mulai gila dengan pikirannya sendiri.

\~

Jangan lupa like ya, Love u.

1
Umi Umi
Luar biasa
Yuni Herwani
bagus 👍bela kamu harus melawan
Yuni Herwani
cepat alur ceritanya tapi bagus
Alexander
Lumayan
Alexander
Biasa
jumriana ana
Kecewa
jumriana ana
Buruk
Shelly Tefa
yah begitulah ayah kalo anak perempuannya di sakiti 🥺🙏
Fifi A González
ngakak bgt bapaknya plisss😊🙏🏻
Queencntkptrr 16
KATA NYA MAFIA THOR HRUS NYA AXTON PALING BERKUASA DONG DAN GADA YANG BERANI NYURUH DIA TP KO INI DIA DI SURUH2 SI, JADII CERITANYA AXTON PALING BERKUASA DONG DAN LEKAKI AROGAN JD SEMUA ORANG TAKUT SM DIA
Fifi A González: itu keknya bukan nyuruh tp make jasa Axton sebagai pembunuh bayaran
total 1 replies
Fela Ayuningsih
good job ka
Maya Kitajima
👍👍
riska lisdiana
sangat baik
Rika Hari
Biasa
Rika Hari
Kecewa
Rika Hari
Biasa
Ananda
🤣🤣🤣
Sriyanti Yanti: capek2 in diri aja ya Thor/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Kyoot yt
saya sangat suka cerita nya❤😘
Rima baharudin
waduhhhh....... kalo liat visualnya kaya beginian auto mata terang ini 😂 😂 😂
munci
memberikan kopi untuk author karena cerita bab ini sangat mengharukan dan membahagia
Ig: Dheanvta: makasih kopinya kak❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!