NovelToon NovelToon
SUATU HARI NANTI

SUATU HARI NANTI

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:92k
Nilai: 5
Nama Author: Neng Neng

Suatu hari nanti, anganmu akan menjadi nyata, mimpimu akan terwujud, dan do’amu akan terkabul.

Liliana Pramesti, seorang gadis yatim piatu yang hidup dalam sebuah kemiskinan, menjadi tulang punggung bagi adik semata wayangnya yang menderita penyakit down syndrom, tentu saja adalah hal sulit baginya.

Namun, kerasnya hidup, tidak lantas menyurutkan keyakinan dan perjuangannya untuk tetap bertahan.

Hingga ... suatu hari, dia terpaksa harus menikah dengan cinta pertamanya sedari kecil, semenjak itu, dunianya berubah, jungkir balik, kedamaiannya terenggut begitu saja.

“Bang Ilham itu, seperti batu, dan aku seperti air, batu dan air bisa hidup berdampingan, meski batu memang memiliki karakter yang keras, dan air memiliki karakter yang lembut, namun tidak tersentuh. Tapi suatu hari nanti ... air mampu menghancurkan batu”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Neng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tolong Maafkan Aku

Sejatinya, sekolah itu adalah tempat seluruh siswa menimba ilmu, tapi nyatanya, di sekolah terdapat banyak cerita yang tida bisa di lupakan. Beberapa dari mereka menemukan sahabat sejatinya di sekolah, beberapa lagi mendapatkan cinta pertamanya di sekolah, beberapa lagi mendapatkan pengakuan kepandaiannya di sekolah, dan beberapa dari mereka mendapatkan kebencian dari sekolah. Seperti aku, apa yang harus kubanggakan dari pengalaman di sekolahku? Selain aku yang selalu di abaikan, ini menorehkan rasa sakit yang mendalam di hatiku, kamu tahu?? Rasanya diabaikan?? Itu sakit!.

Hari ini, seperti biasa, setelah sebelumnya menitipkan Irfan pada tetangga, aku kembali berangkat ke Sekolah. Berjalan pelan, sambil menunduk. Rasanya sungguh malas berangkat kesekolah.

Perlahan, dengan sangat tidak percaya diri, aku kembali memasuki kelas. Aku duduk di bangku, terdengar banyak bisikan di telingaku. Tapi, layaknya air yang jatuh menimpa batu, lama-lama batu akan pecah juga. Sama sepertiku, sekian lama dihina dina, aku menjadi terbiasa dengan semua itu.

Hari ini, Rudi tidak masuk sekolah, entah kenapa? Semua murid tidak ada yang tahu, bahkan guru-pun tidak ada yang membahasnya. Aku diam, aku kembali mengikuti pelajaran seperti biasanya.

Di waktu istirahat, aku kembali memasuki ruangan perpustakaan, hanya saja duduk di bangku pojokan perpustakaan menjadi tidak seseru ketika ada Rudi, biasanya akan ada bayangan yang sedang membolak balik buku, tapi sekarang bayangan itu hilang. Apa Rudi sakit?? Fikiran itu sempat terlintas di fikiranku.

Tapi, apalah dayaku?? Aku tidak tahu banyak tentang Rudi, pada kenyataannya ternyata kami tidak sedekat itu, sampai harus tahu alamat rumah dan nomor ponsel masing-masing. Lagi pula, aku tidak memiliki ponsel keren seperti yang dimiliki oleh teman-temanku. Sungguh memalukan, ponselku, masih ponsel berjenis tombol, yang hanya bisa di gunakan untuk sms dan telpon saja, itupun aku beli dengan hasil jerih payahku dari hasil mencuci baju.

Sementara ponsel teman-temanku, sudah berjenis iphone, paling minimal ya ponsel berjenis smartphone lainnya. Yang ada kamera depannya, yang bisa mendownload berbagai aplikasi keren lainnya. Mereka semua terlihat sangat keren.

Tiga hari sudah, Rudi tidak masuk sekolah, aku semakin penasaran, tapi harus kukatakan kepada siapa setiap pertanyaan dan setiap rasa penasaranku ini?.

Aku semakin hampa, rasanya duniaku semakin sepi. Entah kenapa?.

“Lia, sudah selesai nyucinya??” Aku mengerjap, kala Bu Fatimah menyapaku.

“Iya, sudah bu” aku mengangguk menatapnya.

“Boleh Ibu bicara sebentar dengan Lia??” tanya Bu Fatimah.

“Boleh” Aku mengangguk.

Bu Fatimah menuntunku, untuk duduk di kursi makan, kami duduk berhadapan.

“Lia, sebentar lagi Lia akan ujian ‘kan??” tanya Bu Fatimah lembut.

“Iya Bu” Aku mengangguk, lalu menunduk, sadar entah apa yang akan kulakukan setelah lulus sekolah, sementara teman-teman lainnya sudah sibuk menata keinginan, menghayal, dan menentukan akan kuliah dimana.

“Lia, mau melanjutkan kuliah dimana??” sedikit lucu pertanyaan dari Bu Fatimah.

Aku menggeleng “Lia tidak akan melanjutkan kuliah Bu” jawabku.

“Loh kenapa??” Bu Fatimah mengernyitkan dahinya.

“Tidak apa-apa Bu, mungkin Ibu sendiri tahu, Lia tidak punya cukup biaya untuk kuliah” jawabku jujur, harusnya Bu Fatimah sudah tahu itu, dan tidak perlu bertanya lagi.

“Lia, kalau Lia mau melanjutkan kuliah, Lia kuliah aja, biar semua biaya Ibu yang tanggung” tawar Bu Fatimah, jujur aku bahagia, tapi di lain sisi aku sadar aku bukan siapa-siapa.

“Tidak Ibu, Lia tidak mau membebani siapapun” jawabku singkat.

“Loh?? Tidak apa-apa Lia, Lia mau kuliah dimana??” tanya Bu Fatimah lagi, wanita berhati malaikat ini terus bertanya padaku, membuatku semakin tidak nyaman.

“Tidak Bu, Lia tidak ingin merepotkan siapapun” Aku masih kukuh menggeleng.

“Kalau Lia tidak kuliah, Lia mau bagaimana??” tanyanya, aku tahu Bu Fatimah sedang menghawatirkan masa depanku.

“Aku mungkin mau mencari pekerjaan Bu” jawabku, menerawang jauh.

“Pekerjaan?? Lalu Irfan bagaimana Lia??” tanya Bu Fatimah menatapku lekat.

“Lia masih bisa menitipkan Irfan di tetangga kalau Lia sedang bekerja” jawabku enteng.

“Lia, mau sampai kapan??” sekilas Bu Fatimah melirikku, aku tahu dia meragukan kemampuanku.

“Sampai Lia mampu membiayai Irfan sekolah di tempat anak berkebutuhan khusus” jawabku.

“Itu cita-cita Lia bukan??” tanya Bu Fatimah menatapku.

“Iya, itu cita-cita Lia, ingin menyekolahkan Irfan di tempat yang layak, Lia ingin Irfan mendapatkan pendidikan yang layak” lanjutku mantap.

“Kalau begitu, Lia harus menjadi Kakak yang tangguh” Bu Fatimah menajamkan pandangannya.

“Tentu saja Bu” jawabku penuh dengan keyakinan.

“Ibu bangga sama Lia, Lia anak yang baik, Lia memiliki semangat juang yang tinggi” Bu Fatimah memelukku dengan rasa haru dan bangga. Lagi, rasanya begitu nyaman di peluk Bu Fatimah.

“Andai Lia itu adalah anak Ibu” tiba-tiba Bu Fatimah bergumam.

“Emh kenapa Bu??” Aku mendongakkan kepala menatapnya.

“Lia, kalau butuh sesuatu, Lia harus kasih tahu Ibu ya” pinta  Bu Fatimah.

“Sebelumnya terimakasih banyak Bu” Aku memanggutkan kepala, dan di balas oleh Bu Fatimah.

Lalu percakapan kami berakhir kembali dengan sebuah pelukan hangat, pelukan ternyaman setelah pelukan almarhum Ibu.

Dalam perjalanan menuju rumah, aku menjemput Irfan di rumah tetangga yang di titipi Irfan.

“Kak!!” teriaknya riang sambil menggendong Mocha.

“Anak pintar, Irfan tidak nakal bukan??” Aku mengelus kepalanya.

“Pal Kak!“ teriaknya.

“Apa??” tanyaku bingung.

“Pal!!” serunya sambil mengelus perutnya.

“Irfan lapar??” tanyaku.

Irfan mengangguk, “Hum” jawabnya.

“Baiklah kita pulang, Irfan mau makan apa??” tanyaku sambil menuntun tangannya, sementara itu Mocha masih dalam dekapan Irfan, kini Mocha dan Irfan sudah seperti sahabat yang tidak bisa di pisahkan. Kemanapun Irfan pergi, dia selalu memeluk Mocha.

“Mie!!” jawabnya yakin.

“Baiklah, kita masak mie, Irfan mau di suapi Kakak??” tanyaku sambil mengopat apit tangannya.

“Hum” jawabnya mengangguk, aku tersenyum, sambil terus berjalan, hari ini aku pulang lebih awal, tidak terlalu banyak pekerjaan di rumah Bu Fatimah.

Hingga tiba di depan pagar rumahku,

“Lia!!” suara itu ...

Aku memutar tubuhku, menoleh kebelakang.

“Lia tunggu” Sisil berjalan tergesa menghampiriku.

Aku memutar kedua bola mataku, rasanya begitu malas bertemu dengannya, duniaku terasa menjadi neraka setelah pertengkaran dengannya.

“Lia, bisa kita bicara sebentar??” tanyanya. Mau apalagi dia??.

“Apa?” tanyaku menatapnya.

“Lia, tolong maafkan semua kesalahanku” pintanya tiba-tiba, apa dia sedang menjebakku?? Hatiku meraba-raba, apa yang akan di lakukan wanita licik di hadapanku.

“Kenapa??” tanyaku.

“Lia, aku tahu, aku sadar, aku telah melakukan banyak kesalahan, aku merasa tidak tenang karena sudah menyakitimu, sekali lagi maafkan aku Lia” mohon Sisil.

Tidak tenang?? Bukankah selama ini dia terlihat sangat nyaman ketika sedang mendzalimiku??.

“Lia, kamu mau ‘kan memaafkan semua kesalahanku?? Kita sahabatkan Lia??” tanyanya lagi, membuatku semakin muak melihatnya.

“..................”

Bersambung .................

Next???

1
Ruzita Ismail
Luar biasa
Ai Oncom
luar biasa.. Bagus banget ceritanya..
Beauty JK
😘
elen situmorang
tetap semangat thor..senang dgn karyamu..suatu hari nanti..akan ada ribuan like untuk mu..jgn menyerah..teruslah buat cerita baru
elen situmorang
cerita bagus kog jempol dikit...
elen situmorang
jatuh cinta di kepalsuan cinta..aku mampir ya thor
Nani Desmiwati
keren
Mirfatin Khanani
dibodohi trs
Hersus
jgn ambil Lia Thor poko y Ending y harus happy jgn ky Mira ending y bikin nyesek 😭😭😭
Hersus
😭😭😭😭
Risfa
siapp teteh 🤗🤗
Kadek Bella: lanjut thoor
total 1 replies
sitiazzahra
di tunggu novel berikut nya
Yuna Rahma Azaria
makasih teh untuk cerita2nya...

jujur saya lbh suka cerita yg real life drpd yg haluu....


semua cerita teteh bagus2 kok. semangat terus ya teh....🥰🥰🥰🥰
Risfa
Makasih tetehh sudah buat cerita yang buat aku selalu terharu, nggak pernah berhenti mengucap syukur. Pelajaran hidup yang sangat berarti, lewat sosok perempuan muda bernama Lia. Ketegarannya, kesabarannya, keikhlasannya dalam mnjalani hidupnya yang sangat sangat tidak mudah, sampai tiba suatu hari Lia menerima, menikmati, hasil manis perjuangan hidupnya selama ini.

Sehat terus tetehku, terus lah berkarya. Love you 🤗🤗🤗
ᵇᵃˢᵉ™
wa'alaikumussalam warohmatullah wabarokatuh...
semangat berkarya Teteh, ttp sehat & bahagia, maafin para readers yg suka komplen ky netizen😌
tapi percayalah, aku menikmati cerita Lia yg bnyk bgt beri pelajaran bt kita. makasih Teteh🤗
ᵇᵃˢᵉ™Ꭼ𝔩𝔦𝔫⌥
Waalikumussalam.... Terimakasih sudah memberikan cerita-cerita yang membuka mata hati kita, bahwa kita harus terus bersyukur atas segala nikmat yang Tuhan berikan.. Semoga Teteh, sehat terus. Dan terus menulis di manapun...
...
ᵇᵃˢᵉ™Ꭼ𝔩𝔦𝔫⌥
kalau jodoh g akan kemana.. Yang penting iklas. Perbaiki diri. Allah akan memantaskan diri kita dengan jodoh kita..
Risfa
Tidaklah Allah mengambil sebuah nikmat, kecuali Allah akan siapkan pengganti yang lebih baik selama ia bersabar dalam mnghadapi musibah 🤗🤗🤗
Risfa
Mimpimu sudah terwujud Rudi, jadi Chef ternama dan bertemu dengan Lia.
ᵇᵃˢᵉ™𝒔𝒂𝒎𝒚
bakal up judul baru kah teh 👀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!