Masa remaja Natasya yang indah, harus berakhir menyedihkan. saat mahkota yang selama ini dijaganya, direnggut oleh laki-laki yang merupakan cinta pertama dan sahabat sekelasnya Farrel.
Bagaimana kisah perjalanan pernikahan dini mereka berdua? yang dipenuhi bumbu-bumbu pertengkaran, hingga cinta itu benar-benar hadir diantara mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ritasilvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ancaman mam
Farrel menutup berkas-berkas pekerjaan papa yang beberapa hari ini dia gantikan, ternyata memimpin perusahaan tidaklah semudah yang dibayangkan Farrel selama ini, dia juga harus memantau dan meninjau langsung proyek baru yang akan menjadi cabang perusahaan mereka nantinya.
"Sudah larut."
Farrel melirik jam besar yang terdapat ditengah-tengah ruangan utama ruang kerja kantor yang mewah dan luas, nampak foto keluarga Mama dan papanya terpajang disana.
"Syukurlah, sekarang kedua orang tua ku sudah kembali bersama. dan perempuan yang menjadi pelakor dalam Rumah tangga kedua orang tua ku sudah pergi." Gumam Farrel tersenyum. namun tiba-tiba dia tercekat ketika teringat.
"Natasya, gadis manja. yah bagaimana pun juga dia sekarang mengandung anakku?"
Farrel tersadar jika sekarang istri imutnya, pulang kerumah orang tuanya, segera dia menutup laptopnya, dan bersiap untuk pulang kerumah orang tua Natasya, berniat menjemput istri nya, mengingat amanat orag tua nya yang selalu mengingat kan agar Farrel bisa menjaga Natasya.
Saat hendak beranjak, Ponsel Farrel berdeing tertera panggilan masuk dari Mama.
"Hallo ada apa ma?" menjawab dengan nada malas, karena dia tahu jika ujung-ujungnya pasti bakal diomelin.
"Hey anak durhaka kamu, orang tua menghubungi bukan nya dijawab salam dulu, malah ditanya dengan nada ketus, sekarang kamu dimana dan mana menantu kesayangan mama Natasya?" ucap mamanya yang ikutan kesal melihat tingkah anaknya yang selalu berjanji berubah.
"Iya...iya maaf, ada apa ma?" ulang Farrel melunak.
"Mana menantu mama?"
"Katanya kangen pulang kerumah orang tua nya ma."
"Apa?"
Teriak Mama Farrel panik dan kaget, dia berfikir sudah terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, sehingga menantu kesayangan telah kabur.
Farrel menjauhkan posisi ponsel ditelinga nya, teriakan dan nada suara Mama yang keras seakan-akan menusuk kupingnya.
"Biasa aja ma,ngapain berteriak dan panik gini." jawab Farel tenang dan santai.
"Gimana bisa tenang, Natasya pulang kerumah orang tua nya. dan kamu bukanya menemani isteri mu malah keluyuran."bentak mama.
"Ma, siapa yang keluyuran. Farrel masih kerja diperusahaan."
"Ya, tapi ini sudah jam berapa? Kasian istri mu lagi hamil malah tidak pernah mendapatkan perhatian dan kasih sayang mu, cepat pulang dan jemput dia. Mama tidak ingin kedua orang tua Natasya berfikir macam-macam nantinya terhadap hubungan kalian." membentak Farrel.
"Mama tau sendiri masalah kami berdua, jadi untuk apa aku harus memberikan kasih sayang ku pada wanita manja itu, nantinya bakal ngelunjak."
"Apa kamu yakin dengan ucapan mu, apa lain dibibir dan lain dihati. jujur lah nak pada perasaan mu sendiri, sebelum semuanya terlambat." nasehat Mama.
"Farrel bakal belajar ma."
"Farrel dengar, Natasya tengah mengandung anak mu, cucu pertama kami. jadi Mama minta belajar lah untuk membuka hati dan mencintai Natasya, lagian dia wanita baik dan sangat cantik, apa lagi yang kamu cari?"
"Ya udah, Farrel jemput Natasya dulu ya ma."
"Pokoknya kamu harus segera pulang dan jemput menantu mama, jika masih ingin dianggap anak, jangan sampai seluruh aset keluarga kita di serahkan semua pada anak Natasya. cucu kami." ancam Mama dan papa Farrel sambil menahan senyum, karena mereka tahu jika Farrel pasti sudah kebakaran jenggot sekarang.
"Ngak Bisa gitu dong ma,"
"Bisa lah, karena kami lebih mencintai dan menyayangi cucu kami, dari pada anak bandel dan nakal seperti kamu." ancam Mama dengan nada serius.
"Jangan ma, baik aku akan kembali pulang dan menjemput menantu mama itu." Farrel memutuskan panggilan, berjalan sambil mendengus kesal menuju pelataran parkir mobilnya, melaju kencang menuju arah Rumah kedua orang tua Natasya.
"Keenakan banget tuh cewek. jika Mama benar-benar menyerahkan seluruh asetnya, aku bakal kehilangan semuanya, tidak...tidak..tidak akan aku biarkan semua hilang sia-sia," memukul kemudi mobilnya sambil mengusap kasar wajahnya.
***