Sarah adalah gadis desa yang cantik dan polos, dia tertipu dengan cinta palsu Frans.
Frans seorang pria muda, tampan, dan kaya raya yang menikahi Sarah karena taruhan yang dia buat dengan temannya.
Tidak lama setelah menikah Sarah hamil, tapi Frans tidak mau bertanggung jawab pada anak yang dikandungnya.
Frans meninggalkan Sarah yang tengah mengandung anaknya, dan kembali ke Jakarta.
Penderitaan Sarah tidak cukup sampai disitu, Sarah divonis dokter menderita kanker otak. Dokter menyarankan dia untuk menggugurkan kandungan demi kebaikannya. Tuhan tidak pernah membiarkan ketidak-adilan pada hambanya.
Suatu hari Frans mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dia tidak bisa punya anak seumur hidupnya. Karena hal itu Frans harus membawa Sarah ke Jakarta, karena anak yang dikandungnya itu satu-satunya yang akan menjadi penerusnya.
Bagaimanakah nasib Sarah selanjutnya? Akankah dia memilih keselamatannya atau bayi yang dikandungannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cussie°®, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19
"Frans..." panggil Sarah dengan tersenyum.
Tapi Frans tidak menghiraukan panggilan Sarah dan melewatinya begitu saja.
"Siapa Dia Frans? Apa kamu mengenalnya?" tanya Clara penasaran.
"Mana mungkin aku kenal Dia, lihat saja penampilanya yang kampungan itu, tidak mungkin aku mengenalnya." jawab Frans menghina Sarah.
"Oh ya...lalu bagaimana Dia tahu namamu Frans?" tanya Clara.
"Mungkin Dia salah satu wanita yang tergila-gila denganku. Sudahlah...jangan pikirkan Dia, yang penting sekarang kamu ada di sini." kata Frans sambil memegang dagu Clara dan mencium bibirnya.
Sarah melihat itu sebelum pintu lift yang dinaiki Frans tertutup, Ia meneteskan air matanya sedih melihat kelakuan Frans, suaminya tapi tidak mau mengakuinya dan bermesraan dengan wanita lain.
"Maaf Sarah aku tidak tahu jika Frans membawa wanita ke kantornya hari ini." kata Aldo.
"Ini...saya permisi dulu." kata Sarah menyerahkan berkas di tangannya kepada Aldo.
Aldo tidak bicara apapun karena mengerti perasaan Sarah sedang terluka. Setelah itu Sarah pergi dari kantor Frans dengan tatapan sedih dan merana.
Di atas gedung Frans melihat kepergian Sarah dengan tatapan dingin. "Seharusnya kau tidak pernah mencariku, supaya aku tidak menyakitimu." kata Frans dengan tatapan dingin.
Setelah rapatnya selesai dengan Direktur PT. Banyuraga, Frans terus-terusan kepikiran dengan Sarah, untuk melupakan itu Dia pergi ke klub malam ditemani dengan Clara dan minuman alkohol.
"Frans...aku sangat mencintaimu, bolehkah aku menjadi kekasihmu?" tanya Clara menggoda manja.
"Tentu boleh, kamu adalah wanita tercantik yang pernah aku temui Sarah." jawab Frans dengan tersenyum, dia mabuk jadi pandangan matanya kabur.
"Siapa Sarah? Aku Clara Frans." tanya Clara sambil menempelkan tubuhnya pada Frans.
Frans tersadar dari rasa mabuknya jika itu bukanlah Sarah namun Clara, Dia diam saja dan berpikir dalam hati.
"Mengapa aku masih teringat wanita itu, padahal sudah satu bulan ini aku berusaha menjauhinya dan bermain-main dengan wanita lain hanya untuk melupakannya dari pikiranku. Tapi mengapa aku masih memikirkannya terus, disaat aku bersama wanita lain, aku pasti sudah gila."
Frans tiba-tiba berdiri dari posisinya, sehingga Clara yang tadinya bersandar di dadanya jatuh. "Aduh...Frans kamu kok kasar sih, sini mainnya pelan-pelan aja sama aku, malam masih panjang kok." kata Clara merayu.
Frans tidak menghiraukan Clara dan pergi meninggalkannya sendirian. Di jalan Dia teringat terus dengan wajah Sarah yang menangis siang tadi.
"Apa yang sudah kau lakukan padaku Sarah, kenapa aku tidak bisa melupakanmu." teriak Frans di dalam mobilnya.
Sesampainya di rumah, Frans yang masih di bawah pengaruh alkohol, dia melenggang masuk ke dalam kamar Sarah. Dia melihat Sarah yang sedang tidur pun terlihat cantik.
Frans mendekati Sarah dan tiba-tiba menciumnya, Sarah yang tidak bisa bernafas karena ciuman Frans terbangun dari tidurnya.
"Apa yang kamu lakukan Frans? Lepaskan aku, pergilah...!" kata Sarah menolak sambil mendorong tubuh Frans.
Frans yang merasa ditolak segera mengunci kedua tangan Sarah di atas kepalanya dan tubuhnya menindih di atas tubuh Sarah.
"Sarah...aku suamimu...apa aku tidak boleh mendapatkan hakku?" kata Frans merayu.
"Lepaskan aku Frans...kamu sedang mabuk...lepaskan aku...besok saja bicaranya, kamu kembalilah ke kamarmu!" kata Sarah meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari cengkraman tangan Frans.
up
up