Sebelum membaca mari jadikan favorit biar tidak ketinggalan ceritanya☺️
Seorang gadis SMA yang tidak sengaja bertemu dengan CEO dingin di sebuah toko roti dan di pertemukan lagi di sebuah perjamuan pesta.
Tapi siapa sangka dipertemukan dengan kejadian yang tak terduga!!!
Sikap dinginnya malah membuat gadis yang bernama Sherly Cristine ini semakin tertarik ingin terus mengejarnya
Akankah gadis ini berhasil meluluhkan hati seorang CEO yang dingin? atau sebaliknya
Takdir apa yang sudah menunggu mereka di depan sana?
Penasaran ???? ayo ikuti terus jalan ceritanya 😉
.
.
Jangan lupa like, komentar dan vote untuk selalu mendukung author dan dijadikan favorit juga biar nggak ketinggalan jalan ceritanya. Terimakasih pengertiannya 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aliya02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mendapat bantuan
✨ Happy Reading ✨
.
.
.
"Auww...sakit, bisa nggak sih nggak nyubit orang! sakit tau... kebiasaannya deh" Ucap Veny kesal dan menghentikan memainkan ponselnya.
"Udah tadi di chat, lagian orang tua ku boleh-boleh aja kok" Ucap Veny santai.
"Oh ya...Ghia, aku mau ngomong satu hal ke kamu tentang Sherly," Ucap Veny serius.
"Mau ngomong apa emangnya?" Ghia menoleh ke arah Veny.
"Tapi...nanti aja deh! soalnya nunggu Herry kesini dulu. Nanti baru akan aku kasih tau" Ucap Veny kembali memainkan ponsel genggamnya.
"Isss...nih anak! bikin tambah kesal aja orang dibuatnya, bilangnya setengah-setengah" Ucap Ghia sembari menjentikkan jarinya ke dahinya Veny.
"Aduh... Ghia! baru di bilangin tadi malah ngulangin lagi" Ucap Veny menggerutu kesal.
Ceklek...
Terdengar suara pintu, mereka menoleh dan melihatnya ternyata Herry yang sedang mentengteng 3 kantong plastik putih yang dalamnya ada makanan sekaligus minuman.
"Oh...kirain siapa?"
"Ini makanannya dah sampai" Herry mengulurkan tangannya yang sedang mentengteng kantong plastik.
"Wah, makasih Her" Ghia mencium aroma makan yang semakin membuat perutnya mengelonjak minta diisi, yang sudah dari tadi pagi belum makan.
"Makasih Her" Veny langsung menuju ke meja yang terletak antara pembatas ruang ranjang pasien dengan sofa tamu yang begitu luas itu.
"Sher kami makan dulu ya, soalnya nunggu kamu bangun. Nggak tau kapan bangunnya" Gumam Ghia polos.
Herry hanya menggeleng-geleng dan terkekeh kecil mendengar perkataan Ghia yang begitu polos.
"Sher bangun ya!!! kami disini" Ucap Herry sesekali menoleh ke arah Sherly yang lagi terbaring.
"Ven...tadi katanya mau ngomong kalau udah ngumpul, emang mau ngomong apaan" Ucap Ghia menaikan alisnya.
"Eh, hampir lupa tadi. Karena asyik makan nih jadi lupa hehehehe" Ucap Veny cengengesan.
"Mau ngomong apa?" Ucap Herry bingung yang sedari tadi tidak tahu, kemana arah pembicaraan mereka.
"Gini..." Veny menghentikan katanya dan mengambil minumnya di meja.
"Apa" Ucap Ghia tak sabar menunggu apa yang sebenarnya yang mau di katakan oleh Veny.
"Sabar, orang lagi minum kok" Ucap Veny santai.
Herry hanya menatap bingung ke arah mereka berdua
"Tadi pas kalian berdua temanin Sherly kan, aku keluar sebentar nyusul tuan itu dan aku menanyakan apa yang telah terjadi sebenarnya pada Sherly," Ucap Veny serius dan mereka berdua mendengarkan dengan sangat serius saking penasarannya.
"Apakah kalian tau apa kata tuan itu?" Mereka berdua menggeleng-geleng kepala.
Veny menceritakan informasi yang ia dapat melalui tuan itu kepada mereka berdua, dan mereka berdua terlihat syok dengan mata membulat tak percaya. Apa yang telah di dengarnya.
"Apakah kau bilang tadi! Sherly di tusuk pisau oleh seseorang!" Ucap Herry penuh amarah.
"Iya!!" Veny membenarkan perkataan dengan tegas.
"Kalian berdua tenang! ini bukanlah waktu yang tepat seperti ini!" Ucap Ghia keras.
"Sial" Umpat Herry
"Oke, sekarang tenangkan lah diri kalian!! kalian akan membuat Sherly semakin terganggu dengan kebisingan kalian" Ghia memarahi mereka berdua yang hanya membatu.
"Ya... bukan kalian aja yang terkejut mendengarnya tau!" Ucap Veny kesal dengan muka masam.
"Sherly... sebenarnya siapa yang amat membencimu sehingga berani mengambil tindakan seperti ini?" Batin Ghia bertanya-tanya setaunya temannya ini tidak pernah membuat orang sangat membencinya.
"Aku harus menemukan siapa pelakunya? apapun yang terjadi" Pikir Herry serius dan tenggelam dalam lamunannya.
"Pokoknya jangan beritahu orang tuanya dulu, karena aku takut membuat orangtuanya sangat khawatir dengan keadaan Sherly yang seperti ini" Ucap Ghia sedih dan tidak harus ngapain.
Mereka mengangguk setuju apa yang di katakan Ghia, ada benarnya.
"Apakah kamu dapat informasi selain ini?" Tanya Herry menatap serius
"Nggak ada" Veny menggeleng kepalanya.
"Kita harus buat rencana untuk mencari siapa di balik semua ini" Ucap Herry yang sambil memikirkan sesuatu.
"Oke, setuju!" Kata Ghia dan Veny dengan penuh semangat.
"Seperti kita harus menemui tuan itu lagi, untuk menanyakan yang lebih jelas lagi, bagaimana?" Ucap Herry meminta pendapat mereka berdua.
"Aku ada kartu namanya, dan untung aku memintanya" Ucap Veny mengeluarkan kartu itu dari sakunya.
"Bagus, besok setelah pulang sekolah" Ucap Herry.
****
Keesokan harinya seusai pulang jam 3 sore, mereka bertiga janjian ketemu di depan gerbang sekolah. Seperti apa yang di katakan Herry semalam.
"Veny...mana kartu namanya? apa kau membawanya?" Tanya Ghia.
"Ada, bentar" Ucap Veny sembari mengeluarkan kartu namanya di balik sampul ponselnya.
"Aku akan meneleponnya" Ucap Ghia sambil menyalin nomornya Felix ke ponselnya.
*****
Disisi lain...
"Tuan, tadi nyonya menyuruhku untuk menyampaikan ini kepada mu," Ucap Felix di dalam kantor ruangan kerjanya Kenzie bekerja.
"Nyonya menyuruh anda, pulang kerumah malam ini. Sudah seminggu anda belum pulang kerumah." Jelas Felix hati-hati.
"Beritahu kepadanya!, aku masih ada kerjaan yang belum terselesaikan!" Ucap Kenzie dingin sembari menatap layar monitornya dengan serius.
"Tuan, kumohon janganlah mempersulit kan ku huhu... bagaimana aku akan menyampaikan ini kepada nyonya dan bagaimana pula aku membuat tuan berhasil pulang malam ini" Batin Felix tertekan.
Kring...kring...kring....
"Angkatlah" Ucap Kenzie datar.
"Temannya nona Sherly menelepon saya, sepertinya ia mau mengatakan sesuatu tuan."Jelas Felix.
"Baiklah! kau bantulah mereka sebisa mungkin" Ucap Kenzie dingin.
"Sepertinya tuan peduli kepada nona Sherly walaupun canggung mengatakannya secara langsung" Batin Felix terkekeh.
"Baik" Ucap Felix sopan, melangkah mundur dan keluar untuk mengangkat teleponnya Ghia.
"Kenapa wanita itu, setiap kali ketemu selalu aja ceroboh bahkan sampai menyinggung orang" Batin Kenzie heran.
"Apakah caranya untuk menarik perhatianku" Pikir Kenzie.
"Biarlah...lagian ada Felix yang membantunya, mengapa aku memikirkan hal yang tidak perlu" Gumam Kenzie berusaha fokus ke pekerjaannya.
*****
"Halo tuan, apa benar dengan tuan Felix?" Ucap Ghia sopan dan menggali informasi dari Felix.
"Iya" Ucap Felix dibalik telepon.
"Maaf sebelumnya, sudah menganggu waktu anda," Ucap Ghia.
"Begini tuan ini mengenai Sherly temannya saya, apakah tuan tau dimana ia berada saat tuan anda membawa Sherly saat kondisinya seperti itu?" Tanya Ghia menunggu jawaban dari Felix.
"Kejadiannya pada malam hari saat perjamuan pesta di Cheryler Building, saat itu tuan menemukannya sudah tergeletak dilantai" Jelas Felix.
"Apakah anda ada merasakan sesuatu yang mencurigakan pada malam itu?" Tanya Ghia memastikan.
"Tidak, saya rasa tidak ada mencurigakan pada malam hari itu" Ucap Felix yakin.
"Saya akan membantu kalian mencari informasi tentang kejadian yang terjadi pada nona Sherly" Ucap Felix menawarkan bantuan berkat suruhan tuannya itu, karena ia tidak sembarang menolong orang yang bukan orang yang dianggap penting apalagi orang luar.
"Terima kasih banyak tuan, anda mau membantu kami" Ucap Ghia senang.
"Panggil saya Felix aja, kalau tuan sepertinya agak terlalu aneh" Ucap Felix.
"Baiklah Felix, kalau gitu saya tutup dulu teleponnya" Ucap Ghia sembari memtuskan sambungan teleponnya.
.
.
.
✨ Happy Reading ✨
Jangan lupa terus dukung author dengan like setiap partnya dan tinggal kan jejak.
Jadikan Favorit 🤭 maaf bila ada kekurangan , kasih tau ya dengan kritik and saran. Terima kasih 🙏**
mampir juga ya kak hehe
maaf jika kurang sopan nyempil promo di sini.
Judul ceritanya "TWINS FLAME"
"perjalanan hidup Eden"
nanti difeedback kok
lope2 deh..😍
salam dari Duke's Evil Daughter
Semangat terus thor
Masih lama tunggu kelanjutannya lagi