Area Dewasa 17+
Bryan Hendrawan, Seorang CEO Arogan dari perusahaan Hendrawan.
Suatu hari, ia dijebak seseorang hingga ia merenggut kesucian seorang gadis yang sangat dibenci nya.
"kau manusia brensek Bryan!!" teriak gadis itu.
"mari kita membuktikan ucapan mu. aku akan membuat kata 'brensek' itu menjadi kenyataan" jawab Bryan dengan seringai licik nya.
gadis yang dibenci Bryan ternyata menyimpan sejuta luka dimasa lalu nya.
apa yang menyebabkan Bryan begitu membenci gadis itu?
bagaimana nasib gadis malang itu setelah di renggut kesucian nya oleh Bryan?
dan bagaimana reaksi Bryan ketika tau bahwa gadis yang dibenci nya hanya dijadikan kambing hitam oleh orang tua nya?
nantikan kisah nya di Tuan Arogan Suamiku.
Dilarang plagiat.. jika tidak suka, nggak usah baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANIVITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kehamilan Mia
Ia mengajari Mia cara memegang sapu yang benar. Mia pun mempraktekan nya dan benar saja ia bisa menyapu dengan bersih.
"Oh pantesan kalau aku nyapu sering nggak bersih, ternyata aku salah cara pakek nya" ucap Mia sambil terkekeh menertawakan diri nya sendiri.
Mobil Bryan masuk ke mansion itu.
Mia tidak memperdulikan Bryan yang baru saja datang.
Ia melanjutkan menyapu yang menurutnya sangat menyenangkan.
Bryan terlihat cuek dengan apa yang sedang dilakukan Mia.
Beberapa saat kemudian, Mia di panggil oleh Bryan.
"Maaf nyonya, tuan Bryan memanggil anda untuk segera ke kamar" ucap pelayan itu sopan.
Mia pun berjalan melewati tangga.
Ketika sampai di tengah tengah, ia merasakan perut nya sakit.
"Aduhh, kok perutku tiba tiba sakit gini?" Gumam nya pelan.
Ia melanjutkan langkah nya agar segera sampai di kamar.
"Ada apa?" Tanya Mia to the point pada Bryan.
"Siapkan air mandi dan pakaian ku" titah Bryan.
Mau tidak mau Mia menyiapkan segala kebutuhan Bryan.
Mia sedang menyiapkan air untuk Bryan.
Tiba tiba Bryan ikut masuk ke dalam kamar mandi itu.
"Ke kenapa kau masuk? Air nya belum siap" ucap Mia gugup.
Dengan tanpa malu nya Bryan menanggalkan semua pakaian nya.
Ia segera masuk ke dalam bathup, Mia pun beranjak keluar dari kamar mandi itu.
Namun naas, tangan Mia lebih dulu di cekal Bryan hingga ia terjembam ke bathup.
"Kamu kenapa tarik aku?! Baju ku kan jadi basah" kesal Mia.
"Lepaskan pakaian mu" titah Bryan.
Mia membulatkan matanya
"Tidak!!" Tolak nya.
"Kau lepas kan sendiri atau..."
"Iya iya aku lepas" potong Mia.
Ia segera ikut masuk ke bathup itu. Ia tau apa yang di inginkan suami nya saat ini.
"Bryan, berhenti perutku sakit" ringis Mia ditengah permainan Bryan.
Bryan tak menghiraukan permintaan Mia.
"Bryan, kumohon, perutku sakit sekali" ringis Mia.
Mata nya sudah mulai mengeluarkan cairan bening.
Bryan tau bahwa Mia sedang tidak baik baik saja.
"Ada apa?" Tanya Bryan.
"Bryan tolong, perut ku sakit" Mia semakin mengerang kesakitan.
Dengan sigap Bryan segera menggendong Mia lalu segera memakaikan nya pakaian.
Ia akan membawa Mia ke rumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit, Mia langsung di tangani dokter.
Mia terus saja mengerang kesakitan
"Dokter, perutku sakit dok" keluh Mia.
Dokter pun segera mengambil tindakan.
Beberapa saat kemudian perut Mia sudah tak sesakit tadi lagi.
Mia mencekal tangan dokter yang akan keluar dari ruangan Mia.
"Ada apa dengan ku dok?"
"Anda hampir saja keguguran nyonya. Untung saja anda segera dibawa kerumah sakit" ucap dokter itu.
Mia membelalakan mata nya kaget
"Keguguran dok? Memangnya A aku hamil dok?" Mia kaget.
"Sudah 4 minggu nyonya" ucap dokter itu.
"Dok, kumohon, saat anda keluar jangan katakan apapun pada suamiku. Katakan saja kalau aku hanya butuh istirahat" pinta Mia.
"Tapi nyonya.."
"Saya ingin memberi surprize pada suami saya nanti" Mia berbohong.
Dokter itupun mengangguk setuju.
Dokter itupun keluar dari ruangan Mia.
"Pasien hanya kelelahan. Sebaik nya pasien jangan bekerja terlalu berat. Setelah infus habis pasien boleh pulang malam ini juga" ucap Sang Dokter.
Bryan pun mengangguk mengerti.
Di dalam ruangan Mia
Mia mengusap usap perut ratanya.
jangan Lupa like dan komen yha guyssss