Berawal dari ditemukannya seorang bayi oleh pasangan suami istri, Farhansyah Nataniel dan Inayah Givani di sebuah taman. Bayi tersebut mereka rawat dan diberi nama Reyhan Fier Nataniel hingga tumbuh dewasa.
Tiga tahun kemudian, Inayah mengandung dan melahirkan seorang putri yang diberi nama Gita Syafitri. Reyhan dan Gita tumbuh bersama dengan saling menyayangi satu sama lain.
Suatu ketika, Reyhan dan Gita dewasa menikah, dari sini segala cerita masa lalu mulai terkuak.
Bagaimana cerita keseluruhannya? Ikuti terus perjalanan cinta Reyhan dan Gita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Udden, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tetap Sahabat
Keesokan harinya....
Di ruang keluarga, telah berkumpul Rey, Gita dan kedua orang tua mereka. Hari ini Rey dan Gita izin tidak datang ke kampus lantaran menurut Rey, Gita belum terlalu vit, sedangkan yang dipikirkan Gita malah sebaliknya pasca peristiwa tadi malam.
Akan tetapi di tengah-tengah perbincangan keluarga itu, ada seorang pelayan yang memberi tahu bahwa ada tamu yang ingin bertemu Rey dan Gita, tamu tersebut mengaku sebagai temen kampus Rey dan Gita.
"Maaf Tuan muda, di luar ada tamu yang ingin bertemu tuan muda sama non Gita," ucap pelayan itu.
"Emangnya siapa, Bi?" tanya Rey.
"Engak tau, Tuan. Katanya teman kampus tuan," jelas pelayan itu.
"Yaudah, yuk kak kita temuin, kasian nanti kelamaan nunggu tamunya," ajak Gita.
"Yaudah, yuk!" Bangkit Rey dan tentu saja sambil memegang tangan Gita, menggandengnya berjalan ke arah luar, tetapi alangkah terkejutnya mereka saat melihat orang yang berada di luar adalah Anggi.
"Mau ngapain lo datang kerumah gue?" tanya Rey ketus.
"Kakak apaan sih! Kok main marah-marah aja, dengerin dulu itu!" ucap Gita geleng-geleng kepala melihat sikap kakaknya yang kasar terhadap orang yang mungkin sekarang menjadi ancaman bagi rumah tangganya.
"Dengerin gue dulu Rey, gue mau minta maaf sekaligus gue janji nggak bakal ganggu rumah tangga lo lagi, gue cuman mau minta bantuan sama kalian berdua hiks-hiks," ucap Anggi sambil menangis.
"Gue nggak percaya sama air mata palsu lo, palingan elo punya rencana di balik tangisan elo itu, iya kan?" ucap Rey yang masih tak percaya.
"Tolong percaya sama gue Rey, gue bener-bener udah lupain elo dari hidup gue, gue cuman mau minta tolong ... hiks," ucap Anggi yang masih setia menangis.
"Oke oke, gue percaya, emangnya elo mau minta tolong apa?" tanya Rey terpaksa karena sejak tadi dia diplototin terus sama Gita.
"Nah, gitu dong, sekarang katakan, kakak mau minta tolong apa sama kita?" tanya Gita tersenyum sedangkan Rey hanya menyebikkan matanya.
"Sebelumnya gue mau minta maaf sama kalian atas apa yang kuperbuat selama ini. Gue datang ke sini karena gue mau minta tolong sama kalian buat kasih gue pekerjaan, gue--" ucap Anggi terpotong.
"Emangnya elo kenapa pengen banget kerja?" tanya Rey.
"Gue ... Hamil Rey," ungkap Anggi yang membuat Rey dan Gita terbelalak sangking terkejutnya.
"Hah! Hamil?" ucap Rey dan Gita barengan.
"Bukan gue loh yang ngehamilin elo," ucap Rey nyeleneh takut dituduh. Akan tetapi, karena ucapan Rey setidaknya Anggi dapat tersenyum.
"Elo tenang aja, ini bukan anak elo kok, gue minta pekerjaan sama kalian karena gue udah berhenti kuliah, gue mau tetep pertahanin janin gue, please! tolong kasih gue pekerjaan!" pinta Anggi.
"Kakak yang sabar ya, ehmm gini aja, besok kakak dateng ke cafe kami, kebetulan aku dan kak Rey udah buat usaha kecil-kecilan semenjak SMA, nama cafenya Dont leave jalan mawar nomor tiga," suruh Gita.
"Beneran Git? Kamu nggak keberatan kan Rey?" tanya Anggi yang wajahnya telah sedikit menampakkan kebahagiaan.
"Yaudah deh, gue terserah Gita aja, tapi kalau boleh tau itu anak yang elo kandung, anak siapa?" tanya Rey hati-hati, tetapi tetap membuat wajah Anggi jadi murung kembali.
"Gur yang salah, gue terlalu percaya sama dia, tetapi pada akhirnya dia malah ngecampain gue." Anggi kembali bersedih.
"Maksud elo, Devan?" tanya Rey kembali yang di angguki oleh Anggi.
"Ehmmm, gue juga minta maaf sama lo, gue udah menjarain Devan, ayah dari anak lo ke penjara," kata Rey yang membuat Anggi terkejut.
"A-apa, kok bisa?" tanya Anggi gugup karena terkejut.
"Tadi malam, Devan sama adiknya ngerencanain hal yang ngebikin kami berpisah. Devan mencoba melecehkan istri gue, jadi, sebelum itu terjadi gue udah bawa polisi dan sekarang Devan sama adiknya udah ditahan pihak kepolisian," jelas Rey.
"Maaf ya, Kak!" Gita merasa bersalah.
"Enggak apa-apa kali, tapi bisa nggak kalia anterin gue buat ketemu Devan, please!" pinta Anggi lagi.
"Tentu, kita bakal anterin elo, yaudah, yuk kita pergi!" ajak Rey.
"Makasih ya, Rey, Git." Anggi tersenyum senang dan di balas senyuman tulus pula dari Rey dan Gita.
*******
KANTOR POLISI
"Saudara Devan!" Salah satu polisi itu memanggil Devan.
"Iya, saya, Pak!" sahut Devan.
"Saudara Devan, di luar ada yang ingin bertemu dengan anda, ayo ikuti saya!" suruh polisi itu setelah mengeluarkan Devan dari dalam sel.
Alangkah terkejutnya Devan, ternyata yang membesuknya adalah Rey, Gita, dan Anggi, orang yang telah dia sakiti. Setelah Devan duduk berhadapan langsung dengan Rey, Devan langsung membuka percakapan.
"Rey, maafin gue ya, gue khilaf. Maafin gue karena udah ngelecehin istri lo, gue nyesel!" ucap Devan dengan sorot mata yang memperlihatkan bahwa dia benar-benar menyesali perbuatannya.
"Gue juga minta maaf, gue ngelakuin hal ini biar elo jerah, dan nggak salah jalan lagi," ucap Rey berhati luas.
"Elo, maafin gue Rey?" tanya Devan tak percaya dan bangkit langsung memeluk Rey, menumpahkan tangisnya. Bagaimana dengan Rey? tentu dia juga membalas pelukan Devan.
"Makasih, Rey! Makasih, kita masih sahabatkan?" tanya Devan sambil menangis.
"Tentu bro, gue harap elo manfaatin kesempatan yang gue kasih," ucap Rey tulus.
"Tentu, dan kamu Git, maafin kakak ya! Kakak udah banyak salah sama kamu," pinta Devan meyorotkan pandangan ke Gita.
"Iya, Kak, aku udah maafin kakak," jawab Gita ikhlas.
"Anggi, kamu masih marah sama aku?" tanya Devan ke Anggi .
"Iyalah, dasar bodoh, karena elo gue putus kuliah?" jawab Anggi ketus.
"Maafin gue Nggi, maaf, gue janji setelah gue keluar dari sel, gue bakal tanggung jawab sama bayi kita," ucap Devan tiba-tiba berlutut dan menangis, tentu saja langsung membuat Anggi luluh.
"Hiks, kamu ... Beneran mau tanggung jawab?" tanya Anggi ragu.
"Iya, gue bakal tanggung jawab, tolong maafin gue!" pinta Devan yang masih setia berlutut.
"Hiks, iya, elo udah gue maafin, sekarang elo bangun dan elo harus janji bakal nikahin gue!" ucap Anggi lagi.
"Iya aku janji, aku bakal belajar mencintai kamu dan calon anak kita," ucap Rey. "Sehat-sehat ya di perut mama, Nak! Jangan ngerepotin mama ya!" sambung Devan mengelus perut rata Anggi.
"Kamu juga sering-sering datang ke sini, aku pengen lihat perkembangan anak kita!" pinta Devan yang membuat orang yang melihatnya terharu.
"Oh iya Git, kita kapan bikin dedek bayinya?" tanya Rey vulgar, sontak membuat semua orang melihat ke arahnya.
"Kakak apaan sih! Bikin malu aja!" ucap Gita dengan wajah yang telah memerah menahan malu.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Hai kaka reader, gimana chapter kali ini? Jangan lupa kasih aku hadiah ya! Tinggalin jejak kalian. Maaf tadi malam nggak up, aku nya setelah salat isya malah ketiduran, hehe.
Sampai jumpa besok.
SEE YOU ALL.