Persahabatan yang sudah terjalin selama 20 tahun antara Moetia dan Manda diambang kehancuran karena kehadiran seorang pria bernama Bagas.
Manda yang sudah mencintai Bagas sejak kuliah tidak mengetahui jika Bagas adalah atasan Moetia di kantor nya.
Dan saat Moetia mulai jatuh hati pada Bagas, dia baru tahu bahwa sahabatnya juga mencintainya
Lalu siapakah yang dicintai Bagas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menerima Penjelasan
Moetia tersenyum getir karena Bagas tak kunjung menjawab pertanyaan darinya.
Dia beranjak dari duduk nya dan mengambil tas serta kunci mobil nya.
Bagas menghalanginya di depan pintu
" Kamu marah lagi? " tanya Bagas
Moetia tersenyum kecut
" Untuk apa? aku pernah dengar bahwa bersaing dengan orang yang dibenci lebih sulit daripada bersaing dengan orang yang dicintai " ucap nya getir
Bagas menghela nafasnya berat
" Aku tidak jujur jika mengatakan aku tidak membencinya " jawab nya
" Kamu sekarang akan katakan kamu membencinya, tapi saat dia kembali lalu datang padamu dan meminta untuk kembali padamu, maka dengan mudah kamu akan menerimanya dan menyingkirkan aku " tegas Moetia
" Moetia! " teriak Bagas
Moetia menutup ke dua telinganya dengan tangannya.
Moetia bertambah kesal
" Kenapa berteriak? " teriak Moetia balik
Bagas memukul pintunya dan membuat Moetia tersentak.
Moetia memalingkan wajahnya dari Bagas dan berdiri membelakangi nya.
Moetia berusaha mengendalikan emosinya, dia menghirup nafasnya dalam-dalam.
Moetia lalu mendorong Bagas dan menekan kode password kunci pintu apartemen.
" Minggir " seru Moetia
Tiba-tiba kunci otomatis itu mati dan pintunya sama sekali tidak bisa terbuka.
Moetia melotot ke arah Bagas.
" Kamu ! " seru nya lalu berjalan menuju sofa dan menjatuhkan dirinya diatas sofa.
Bagas mengambil ponselnya, entah dia sedang mengetik pesan apa dan pada siapa.
Bagas meletakkan kembali ponselnya dan duduk di sebelah Moetia.
" Maaf Moetia, aku hanya ingin menjelaskan semuanya, dan jika kamu terus menghindar juga berprasangka buruk terus padaku, maka masalah diantara kita tidak akan pernah selesai " terang Bagas
Moetia masih diam dan enggan menoleh ke Bagas.
Melihat Moetia hanya diam, Bagas memutuskan untuk melanjutkan ceritanya.
" Saat kami mencintai seseorang dengan sepenuh hati selama bertahun-tahun, bukankah saat dia mengkhianati mu akan sangat wajar jika kamu akan membencinya " lanjut Bagas
Moetia masih tetap diam
" Saat dia meninggalkan ku duniaku seperti berakhir Moetia, bahkan aku nyaris menghancurkan perusahaan milik ayah ku, aku terpuruk hampir setengah tahun, tapi kemudian aku menyadari bahwa orang-orang disekitar ku saat itu terlihat lebih hancur daripada aku " Bagas memutus kalimatnya karena teringat situasi pada saat itu
" Ibu ku sampai sakit karena memikirkan aku, ayah ku bahkan kehilangan beberapa usahanya karena mengganti rugi segala kerusakan yang aku buat saat aku emosi, aku menyesali nya Moetia " lirih Bagas
Moetia mulai menoleh dan memandang Bagas
" Hingga aku menyadari kesalahan ku itu, aku bahkan mengharapkan dia hanya sedang tidak sadar, dan saat dia menyesal dia akan kembali padaku seperti katamu, tapi kenyataannya dia sangat bahagia dan menyiarkan nya di seluruh dunia " ucap Bagas sangat kesal
" Saat itulah aku memutuskan untuk melupakannya, me nyia-nyia kan hidupku selama setengah tahun sudah cukup bagiku, tapi sungguh Moetia jika untuk tidak membencinya aku tidak bisa! " tegas Bagas
Bagas mendekati Moetia dan menggenggam tangannya dengan erat.
Moetia tidak menolak hanya saja dia masih tidak ingin bicara.
" Dalam setahun ini aku sudah buktikan bahwa aku bisa bangkit lagi, aku sudah tidak mengingat nya lagi sampai kamu menanyakan pertanyaan itu... "
Moetia menyela Bagas
" Maaf " ucap nya sambil memalingkan wajah nya
Bagas tersenyum, dia tahu bahwa Moetia sudah mengerti tentang situasi yang dihadapinya.
Bagas meraih dagu Moetia agar menatap nya
" Aku yang seharus nya minta maaf! " seru Bagas
Moetia menghela nafasnya panjang
" Tapi kenapa kamu masih menyimpan fhoto nya di kantor mu? " tanya Moetia agak kesal
" Aku bahkan lupa tentang fhoto itu, tapi aku sudah meminta Reno membakarnya dihadapan ku " jelas Bagas
Moetia menunduk sedih
" Apa aku menyakiti mu? " tanya Moetia
Bagas merengkuh Moetia ke pelukannya
" Tidak sayang, aku hanya takut kamu meninggalkan ku " lirih Bagas
Moetia membalas pelukan Bagas, beberapa saat mereka saling menumpahkan rasa rindu dan menyingkirkan kesalahpahaman mereka.
Moetia merasa sangat lelah hari ini, hingga dia tertidur di pelukan Bagas.
Bagas malah tersenyum melihat Moetia yang sedang tertidur.
Hingga ponsel Moetia berdering, Bagas ingin mengambilnya dari tas Moetia tapi Moetia lebih dulu terbangun.
" Ada apa? " tanya Moetia
" Ponsel mu berdering! " jawab Bagas
Moetia mengambil ponselnya dan memeriksanya.
Soraya menghubunginya
" Halo mama " sapa Moetia
" Sayang, ini sudah sangat malam! cepat pulang! " tegas Soraya
" Iya ma " Sahut Moetia
Tapi Bagas mendekatinya dan berbisik
" Pintunya tidak bisa dibuka, kuncinya rusak " baiknya pelan di telinga Moetia
Moetia membulatkan matanya pada Bagas
" Ma, sepertinya Moetia harus menginap, Moetia tidak bisa pulang sekarang! " jelas Moetia
" Apa sangat parah sakit nya? " tanya Soraya
" Mungkin sudah tidak bisa tertolong lagi ma " jawab Moetia menjulurkan lidahnya mengejek Bagas
" Baiklah sayang, tapi kamu tetap harus hati-hati ya " ujar Soraya
" Baik ma " jawab Moetia
Moetia menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas nya.
Bagas mencubit pipi Moetia
" Aw, sakit " protes Moetia menepis tangan Bagas
" Apa maksud nya sudah tidak tertolong lagi? " protes Bagas
" Aku benarkan kamu memang sudah tidak tertolong lagi " sahut Moetia
Bagas hanya menaikan alis mata nya
" Jadi, kamu akan menginap malam ini? " tanya Bagas
" Apa maksud mu? bukannya pintu nya rusak lalu bagaimana aku bisa keluar dari sini? " tanya Moetia balik
" Aku sudah meminta Reno melaporkan nya pada petugas apartemen, besok pintunya baru akan diperbaiki " sahut Bagas santai
" Heh, jika bukan karena kamu merusaknya pintu itu juga tidak akan rusak kan? " cetus Moetia
" Kamu menyalahkan aku ? " balas Bagas
Moetia menepuk jidatnya sendiri
" Bukan tuan besar, semua ini salah ku! PUAS " seru Moetia
Bagas hanya tersenyum dan memperhatikan tingkah Moetia.
Moetia menggeleng kan kepalanya berkali-kali lalu duduk di depan sofa ruang TV.
Dia menyalakan TV dan menonton nya dengan serius, kadang senyum sendiri dan membuat Bagas juga tersenyum.
Kadang memasang wajah serius dan takut, ekspresi yang begitu lepas.
Bagas kembali mengingat saat pertama kali bertemu Moetia.
Mobil Moetia menyenggol motor yang dikendarai oleh Bagas.
Lalu saat Moetia keluar, dan Bagas membuka helm nya, Moetia memasang ekspresi wajah yang begitu aneh.
Ekspresi terkagum-kagum hingga tak berkedip.
Bagas menanggapinya dengan santai, lalu pertemuan kedua mereka, Bagas melihat ekspresi berbeda lagi dari Moetia, ekspresi wajah serius saat meeting, bahkan dia sama sekali tidak menyadari keberadaan Bagas di ruangan itu.
Dan saat itu Bagas mulai sedikit tertarik.
Lalu saat di kantin, Moetia menampakan ekspresi takut dan tidak nyaman, membuat Bagas merasa bahwa Moetia adalah wanita polos yang tidak bisa menyembunyikan perasaan nya, hingga semua isi hatinya seperti tergambar jelas di wajah nya.
Dan saat itu, Bagas mulai terus memikirkannya.
Hingga pertemuan mereka di toko kue, Bagas menyadari bahwa ini semua bukan kebetulan, saat itulah Bagas ingin lebih dekat dengan Moetia.
Smga jg bagus sprti ke 3 novel yg sdh ak baca 😊
♥️
⭐⭐⭐⭐⭐