Kakak angkat ini bertemu setelah 10 tahun berpisah dengan adik angkatnya, bagaimana jadinya setelah pertemuan mereka tumbuh benih - benih cinta.
Lama kelamaan mereka menjalin hubungan backstreet sebagai kekasih bukan hubungan sebagai saudara tanpa diketahui oleh siapapun.
"Ini tidak benar Fer, apa yang kita lakukan salah...dan tidak seharusnya kita melakukan hal sejauh ini...."ucap Alya Putri Pratiwi dengan isak tangis dalam pelukan sang kekasih.
"Ststst....Cinta tidak pernah salah....dan apa yang kita lakukan atas dasar cinta tanpa adanya paksaan....i love you..." hibur Ferdi sang adik sekaligus kekasih Alya.
Hingga hubungan mereka terbongkar oleh orang tuanya. Bagaimana kisah cinta mereka? apakah mereka harus berpisah atau cinta mereka semakin kuat tak terpisahkan?
Ayo baca terus agar tidak penasaran dengan kelanjutan hubungan mereka.
Ini karya pertamaku semoga dapat menghibur para pembaca dan dukung terus dengan like dan votenya ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aura Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Galau
' Gak..!! jangan tinggalin gue....!!' teriak Ferdi
' Alya jangan tinggalin gue...! gue sayang sama lo...!!' teriak Ferdi.
" Alya…..!!!" Ferdi bangun tidurnya dan berteriak memanggil nama Alya dengan kencang.
Ferdi menarik nafas berat dan berusaha mengaturny nafasnya agar teratur, dan masih belum mengerti kenapa dia bisa mimpiin Alya, bahkan dia bilang kalo dia sayang dan mencintai Alya.
" Kenapa gue mimpiin cewek itu...?" masih bingung dan mengatur nafasnya.
" Ini cuma mimpi, gak mungkin gue suka sama cewek itu..." menyanggkal perasaan yang sudah sedikit tumbuh dihatinya.
" Gak... gak mungkin, ini hanya mimpi." menggelengkan kepalanya
" Baru sehari lo tinggal dirumah gue tapi lo udah bikin gue kacau." hatinya benar benar kesal.
" Gue harus secepatnya usir dia dari rumah." berbicara sendiri dengan mengangguk.
" Siapa yang mau lo usir dari rumah??" tiba tiba Bian bertanya dibelakang Ferdi.
Ferdi menoleh kebelakang dan dilihat ketiga sahabatnya datang menyusulya ke rooftop. Mereka akan mengajak Ferdi pulang karena memang sudah diperbolehkan untuk pulang, saat mereka masuk terdengar Ferdi sedang berbicara sendiri akan mengusir seseorang dari rumahnya.
" Kalian disini…?" sahut Ferdi tanpa menjawab pertanyaan Bian, mereka mendekati Ferdi dan duduk dibangku yang sama dengan Ferdi.
" Kenapa kalian disini...? tanya Ferdi.
" Iya...kita mau ajakin lo pulang." jawab Beni
" Ya udah, yuk pulang..." sahut Roni, menepuk bahu Ferdi.
" Gimana kalo kita ke base camp aja dulu?" ajak Ferdi diangguki ketiga sahabatnya.
" Oke...yuk langsung cabut..." sahut Bian dengan semangat.
Mereka berempat beranjak keluar dan berjalan menuju tempat parkir.
Ferdi mengajak sahabatnya ke base camp untuk nenangin pikirannya dan nglupain mimpinya tadi.
" Kalian ada baju ganti kan..?" tanya Ferdi sebelum masuk mobil.
" Yoi..." sahut Bian.
Mereka berempat masuk kedalam mobil mewahnya masing masing, lalu mengganti seragam atasan mereka dengan kaos yang selalu ada didalam mobil mereka.
Mereka mengemudikan mobilnya menuju base camp mereka. Sebenarnya bukan base camp sig, lebih tepatnya sebuah cafe dan stand billiard disalah satu mall terbesar di Jakarta.
Mereka sampai dan memarkirkan mobilnya langsung dilantai atas dan masuk kedalam lewat pintu belakang, kalo lewat pintu depan mereka pasti dilihatin banyak orang yang berkunjung ke mall.
Ferdi masuk dan menyewa ruangan billiard VIP, karna ingin memiliki privasi tanpa terganggu pengunjung yang lain. Dan beberapa minuman beralkohol dan makanan ringan.
Diruangan tersebut tertutup dan kedap suara sehingga hanya suara mereka saja yang terdengar. Disana tersedia sebuah meja bilyard dan sofa serta meja, juga tv led 60 inch menempel didinding untuk menonton atau berkaraoke. Disana juga ada 2 pegawai yang bertugas menata bola bilyard serta melayani kebutuhan mereka lainnya.
Ferdi langsung menjatuhkan tubuhnya di sofa, lalu menyalakan tv menunggu pesanannya datang.
" Lo gak maen Fer…." tanya Roni mengambil stik bilyardnya.
Ferdi hanya menggeleng malas dan memejamkan matanya sejenak dan dia langsung memikirkan tentang Alya lagi.
Ketiga cowok itu bermain bilyard tanpa bertanya lagi. Tidak lama datang beberapa pegawai membawa makanan serta minuman yang sudah dipesan dan meletakkannya dimeja.
Ferdi membuka matanya setelah pesanannya datang, dan dia langsung meneguk sedikit minuman yang ada di meja tersebut dan melahap makanannya.
Tiba tiba masuk seorang cewek cantik berambut sebahu memakai rok ketat ditengah paha dan tank top hingga memperlihatkan lekuk tubuhnya.
Cewek itu hanya teman kencan Ferdi jika dia sedang galau, tadi Ferdi menghubungi cewek yang bernama Clara.
" Hai sayang..." sapa Clara langsung duduk disamping Ferdi dan langsung mencium bibirnya sekilas.
Ferdi diam saja tanpa membalas membalas ciuman Clara dan mendorong bahu Clara agar menjauhinya dan melepaskan ciumannya.
Biasanya Ferdi sudah terbiasa melakukan itu didepan sahabatnya tanpa malu ataupun sungkan karna mereka sudah sering melihatnya, tapi entah kenapa hari ini dia gak melakukannya.
Dia melepas ciuman Clara karna dia teringat dengan wajah Alya yang tanpa sadar Ferdi malah memikirkan Alya dan membayangkan wajah Alya yang sedang mencium dirinya dan menghela nafas berat.
' Kenapa gue malah bayangin ciuman bersama Alya..?' tanya Ferdi dalam hati bingung masih dengan pikirannya hari ini.
' Gue ngajak Clara kesini buat ngilangin Alya dari pikiran gue tapi kenapa dia selalu datang dalam pikiran gue..!!' batinnya mengusap wajahnya kasar.
' Kenapa rasanya berbeda, tidak semanis seperti saat gue nyium Alya meski cuma sekilas' gumam Ferdi mengelap bibirnya dengan ibu jari.
Entah kenapa saat didekat Alya dia merasa ada sesuatu yang membuatnya bahagia dan jantungnya selalu selalu berdebar jika berdekatan dengan Alya.
Ferdi menghela nafas panjang menyesap minumannya lagi lalu beranjak berdiri merebut stik bilyard Roni. Dan Roni hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan Ferdi hari ini.
" Katanya gak mau maen..." tanya Bian heran.
Biasanya kalo sudah ada Clara, Ferdi justru gak mau maen tapi ini Clara malah ditinggalin.
Ferdi diam tanpa menyahuti dan mulai menyodok bola bilyard. Roni duduk diseberang Clara yang sedang menerima telpon dari seseorang dan menyesap minumannya sedikit.
" Sayang gue pulang dulu ya..nyokap nyuruh gue pulang..." pamit Clara setelah mendapatkan telpon dari seseorang lalu menghampiri Ferdi dan mencium pipinya.
" Hmm..." gumam Ferdi menganggukan kepalanya.
Setelah Clara pergi Ferdi berjalan kesofa dan memberikan stiknya lagi pada Roni, duduk disofa lagi.
" Apa yang terjadi sama gue...?" ucapnya lirih hanya bisa didengarnya sendiri karna memang diruangan itu sedang diputar lagu dengan suara keras.
" Kenapa gue masih mikirin cewek itu..?" bingung Ferdi berucap sendiriandengan mengusap wajahnya.
" Gue harus tetap dengan tujuan awal ngusir dia dari rumah, jangan sampai dia membuat gue suka sama dia.." mendesah panjang.
" Gue harus secepatnya memikirkan cara buat ngusir Alya." ujarnya yakin bisa ngusir Alya, menyesap minumannnya lagi.
" Lo kenapa sih Fer... ngelamun aja dari tadi?" tanya Beni duduk didepan Ferdi.
"Hah gue..gue... gak pa pa kok.." sahut Ferdi dengan terbata.
" Iya kayaknya dari tadi sikap lo aneh deh.." Roni menepuk bahu Ferdi duduk disebelahnya.
" Datang kesekolah senyum sendiri, di rooftop lo bicara sendiri lalu ngajak kita kesini tapi gak mau maen. Ada Clara tapi lo cuekin gak kayak biasanya deh..." sahut Bian sudah duduk di sebelah Beni.
" Cerita deh kalo emang lo ada masalah.." kata Beni diangguki Roni dan Bian.
" Gue gak pa pa kok...udah yuk minum dulu, habis itu kita maen lagi..." ujar Ferdi mengalihkan pembicaraan.
Mereka berempat minum dan makan bersama , lalu mereka melanjutkan maen sampek mereka lupa waktu, begitupun Ferdi yang sudah sedikit terobati kegalauannya memikirkan Alya sedari tadi.
Setelah puas bermain bilyard sampai sore mereka pulang kerumah masing masing
' Kenapa sekarang kepikiran wajahnya lagi.' gumamnya setelah memarkirkan mobilnya ke dalam garasi
** Buat para reader tolong kasih komentar, like dan votenya yang banyak untuk novel perdanaku ini, terima kasih.
eh tunggu2 kok ada nama tiara yg sllu disebut oleh author🤔