NovelToon NovelToon
Aura Story

Aura Story

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Afria Lusiana

[Sequel dari Novel "My Poor Wife"]

"Dulu kau seenaknya acuh, mengabaikan rasa hingga membuat aku tersiksa. Kini, kau kembali dan meminta untuk mengulang segalanya. Maaf, bagiku cinta tidak sebercanda itu"

"Ra. Please, kita bisa mulai semua dari awal lagi" Ucap Kevin memohon.

"Nggak bisa kak Kevin. Karena semuanya udah nggak kaya dulu lagi"

_______________________________________

"Lupakan segala hal yang telah menyakitimu, dan bahagialah bersamaku" @Faris Ananda Putra.

Aura, pernah menyukai seorang senior di kampusnya. Namun, gadis itu di sia siakan begitu saja. Hingga saat Aura telah melupakan segalanya, dan memulai kehidupan baru dengan seorang yang mencintai Aura dengan tulus, Kevin tiba tiba datang kembali ke dalam hidupnya. Meminta untuk mengulang segalanya.

Apakah Aura akan goyah dan kembali bersama Kevin? atau bertahan bersama Faris, seorang pria yang tulus mencintai Aura?


Copyright © Afrialusiana.
Dont copy my story. Ingat dosa!!

Jangan lupa Follow ig Author @Afrialusiana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afria Lusiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nggak Jelas

Saat tengah asyik membaca beberapa Tulisan Aura, Faris akhirnya kembali teringat, tujuan utama pria itu adalah mencari keberadaan Aura. Pria itu segera bergegas menutup kembali laptop tersebut. Keluar dari kamar, Faris kembali menelusuri setiap sudut tempat yang ada di Apartemennya. Namun, Faris masih belum menemukan Aura. Kemana gadis itu? Fikir Faris.

Kini, kecemasan benar-benar melanda Faris. Ia tidak tahu saat ini Aura berada di mana. Faris sempat berfikir Aura kabur dari Apartemennya. Namun, barang-barang gadis itu masih terlihat tertata rapi di dalam kamar.

Faris mengotak atik layar ponsel. Mencari nama Aura tertera di sana. Berkali-kali pria itu mencoba manghubungi nomor ponsel Aura, namun gadis itu masih tak menjawabnya.

Kali ini Faris benar-benar kehilangan akal. Faris benar-benar tidak tahu harus meminta tolong pada siapa. Beberapa kali ia juga berfikir, tentang apa kesalahan yang telah ia perbuat pada Aura. Tapi Faris rasa, semua biasa-biasa saja. Ia tidak merasa telah menyakiti gadis tersebut.

Tanpa berfikir panjang, Faris segera mengambil sweeter di dalam kamarnya. Pria itu bergegas hendak keluar dari Apartemen, namun langkah Faris terhenti tatkala dirinya mendapati Aura yang baru saja datang dari luar.

Gadis itu terlihat biasa-biasa saja. Tanpa merasa bersalah ataupun merasa takut. Aura tampak membawa satu kantong kresek di tangannya. Faris terdiam, pria itu memperhatikan Aura sejenak dari atas sampai ke bawah dengan tatapan yang tidak dapat di artikan. Entah marah, entah lega karena Aura yang sedari tadi ia cemaskan tidak kenapa-napa.

Aura yang terlihat risih dengan tatapan Faris, mengerutkan keningnya dalam.

"Kenapa liatin aku kaya gitu?" Tanya Aura jutek.

"Dari mana kamu?" Sahut Faris tanpa mengubris pertanyaan Aura.

"Hmm" Aura menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Gadis itu tampak berfikir sejenak.

"Dari luar" Sahut Aura lantang.

"Luar mana. Ngapain?"

"Hm cuma muter-muter Apartement aja. Aku bosen di kamar terus"

"Tapi kan aku udah bilang, kalo aku lagi kerja jangan kemana-mana"

"Tapi aku juga nggak mungkin Apartemen terus, aku juga mau liat suasana diluar" Bantah Aura.

"Tapi kamu belum tau jalanan di sini. Ini London Aura, bukan Indonesia!"

"Iya, aku tau kak Faris. Tapi aku udah dewasa!"

"Oo jadi kamu udah merasa dewasa. Terus kemaren saat kamu..."

"Iya iya aku salah." Sahut Aura sebelum Faris melanjutkan ucapannya.

"Terus itu apaan?" Faris menunjuk kantong kresek yang kini dipegang oleh Aura.

Aura mengalihkan pandangannya ke bawah. "Mmm ini, ini cuma makanan ringan, tadi aku beli di bawah"

"Makanan ringan? Bukannya di kulkas banyak makanan? Ngapain kamu beli lagi?" Tanya Faris.

"Aduhh kak Faris udah kaya detektif deh. Tau ah, aku capek mau istirahat" Elak Aura. Gadis itu hendak berlalu meninggalkan Faris. Namun, Faris yang menyadari akan sesuatu, menarik tangan Aura saat gadis itu berpapasan dengan dirinya.

Aura menoleh ke arah belakang, gadis itu menatap mata Faris dengan tatapan bingung.

"Ada apa lagi?" Tanya Aura.

Faris menatap Aura sejenak. Kening pria itu tertaut dalam. Merasakan ada sesuatu yang aneh dari Aura. Namun, ia juga tidak tahu apa.

"Kenapa tangan kamu dingin?" Tanya Faris.

"Ha? Dingin? enggak kok" Elak Aura menjauhkan tangannya yang semula dipegang oleh Faris.

"Muka kamu kenapa pucat?" Tanya Faris lagi dan lagi.

"Pucat apaan sih kak Faris nggak usah aneh-aneh deh. Ini Karena aku nggak pake make up. Tangan aku dingin juga karena aku habis dari luar. Ada-ada aja deh pertanyaannya."

"Enggak, tapi ini beda..."

"Beda apanya sih? Kak Faris belum makan ya? Makan dulu gih sana. Ngaco banget deh"

Aura berlalu meninggalkan Faris dari sana. Gadis itu bergegas untuk kembali ke dalam kamarnya.

"Haaaah"... Aura menghembuskan nafas lega saat gadis itu berhasil mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur. Aura memegangi dadanya yang masih berdetak begitu kencang. Sesaat kemudian, gadis itu segera menyembunyikan kantong kresek yang barusan ia bawa. Aura menyembunyikan bendak kecil yang ada di kantong tersebut ke sela-sela baju yang ada dalam lemarinya.

***

Tok tok tok

Tok tok tok

Suara ketukan pintu yang terdengar begitu nyaring, terdengar jelas oleh Aura yang kala itu masih terlelap akan tidurnya. Setelah mengerjap beberapa kali dan menyesuaikan pandangannya, Aura segera berdiri. Gadis itu berjalan menuju pintu kamar.

"Apaan sih kak Faris pagi-pagi gini gangguin orang lagi tidur aja" Ucap Aura dengan suara khas bangun tidurnya.

Bibir Faris tersenyum. Pria itu mengacak-acak rambut Aura. "Udah jam delapan Aura bawel. Aku mau berangkat kerja. Nanti sebelum jam 7 malam kamu siap-siap ya. Aku jemput"

"Hah udah jam 8 aja? Kak Faris mau berangkat kerja? Terus kak Faris udah sarapan?" Tanya Aura tidak percaya. Lagi, dirinya terlambat menyiapkan semuanya.

Aura memukul kepalanya sendiri. Berkali kali dirinya ingin bangun pagi. Semenyebalkan apapun Aura, ia tetap tau diri, bahwa dirinya merasa hanya menyusahkan Faris selama disini.

"Kamu kenapa hei?" Tanya Faris menghalangi Aura yang hendak memukul kepalanya kembali.

"Aku udah siapin sarapan di meja makan. Pokoknya nanti sebelum jam 7 kamu udah siap-siap. Oke?"

"Kak Faris maafin aku..."

"Maaf kenapa?"

"Selama aku disini, aku cuma bikin kak Faris susah. Aku bahkan nggak pernah masak buat kak Faris. Aku disini hanya jadi beban. Tapi percayalah, aku udah berusaha buat bangun pagi, tapi..."

"Tapi mimipi kamu terlalu indah?" Potong Faris tertawa.

"May be (bisa jadi)" Sahut Aura menatap Faris kesal.

"Ra, aku nggak pernah merasa kamu beban. Ada atau enggaknya kamu disini. Aku juga akan tetap seperti ini. Aku juga pasti akan ngerjainnya sendiri. Aku sama sekali nggak pernah menganggap kamu beban. Karena dengan adanya kamu disini, itu adalah sebuah keajaiban buat aku. Aku senang, Yaa... Meskipun kamu menyebalkan"

"Hmm yaudah deh. Besok-besok aku usahain bantu kak Faris beres rumah, masak, semuanya deh."

"Dasar" Faris tersenyum sembari mengacak-acak rambut Aura.

"Buruan gih mandi sana. Habis itu sarapan. Jangan lupa makan yang banyak, dan nggak usah sungkan. Aku udah bisa hidup mandiri, jadi nggak usah ngerasa bersalah. Makan yang banyak, pura-pura nggak jatuh cinta dan pura-pura nggak cemburu itu juga butuh tenaga"

Aura terdiam. "Maksud kak Faris apaan?"

"Enggak, nggak ada maksud..."

"Apaan sih gajelas banget deh"

"Memang nggak jelas. Makannya nggak usah difikirin. Makan yang banyak, nulis aja yang bener. Aku pamit, nanti aku jemput!"

Faris segera berlalu dari sana. Bibir pria itu tak henti melengkung. Menahan senyuman saat melihat kebingungan dari raut wajah Aura.

Sementara Aura, gadis itu masih menatap Faris dengan tatapan heran. "Aneh banget tuh orang sekarang" Lirih Aura sembari menggeleng-gelengakan kepala. Gadis itu kembali menutup pintu kamar saat tidak lagi mendapati Faris dari jangkauan matanya.

.

.

.

Jangan lupa like, komen, dan vote yang banyak ya. Makasih 💕

1
Ana
aku ngerasa ikut sakit rasanya 😢😢nyesek banget padahal ka Faris yang ngerasain
Yume Nijino
keren thor best banget, the rill, the best 👍💯
Yume Nijino
parah keren tutor dong, aku bikin sepi bah 😭
Ilan Irliana
enk'y di cintai drpd mncntai..
Haslinda
nah gitu dong thor kan sma2 bahagia,,,faris ama aura bahagia,author yg buat bahagia dan lbih bahagia lgi para pmbaca✌️😄
Haslinda
thor buat faris sembuh titik gak pake koma krn kesembuhan faris ada di tangan author bukan di tangan siapa2 gak adil nih klw gini ceritanya
Haslinda
wahwahwawh thor sungguh tega skali anda knp faris di kasi lumpuh sih gara2 nolongin aura sungguh terlalu udah sakit di hati tambah fisik jg terluka
Haslinda
pasti yg udah baca bab ini pada nangis smua kyak aku skrg😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭sakit thor
Haslinda
kan aku bilang jg apa pasti ada masalah perasaan aku gak enak baca bab sebelumnya pasti faris liat aura pelukan ama Kevin pas di cafe jdi slah paham deh
Haslinda
semakin pindah ke bab yg selanjutnya kok perasaan aku gak enak yah thor,,,mudah2an gak terjadi apa2 yah thor ama faris dan aura gak rela aku klw mereka gak bersatu
ceritanya sangat menarik
Siti Chotimah
faris ngidam tuh...aura hamil tp blm sadar
Siti Chotimah
itulah cinta...saling melengkapi kekurangan yg ada pada pasangan,saling menyayangi tanpa tapi....semangat thor
Siti Chotimah
giiillaaa...dalem bangetz thor. tisu mana tisu....mewek ini mah
Siti Chotimah
jgn biarin Aura sedih lg thor. Faris jg jgn bgtu,jgn selalu berkorban utk orla. Faris jg harus bahagia bersama org yg dicintai n disygi nya.
Siti Chotimah
penyesalan selalu dtg belakangan klu di depan namanya pendaftaran...hehehe
Siti Chotimah
dengan jarak jauh diantara mereka tanpa tatap muka,tegur sapa bisa jd rasa itu akan tumbuh di hati AURA. Rasa cinta n syg yg blm disadari nya.
Siti Chotimah
beda usia mah gk masalah yg penting bisa saling mengisi kekurangan dgn kelebihan msg",memahami,memaafkan,menyayangi dgn tulus. dewasa itu bkn dr usia tp bgmn cara seseorang dlm menyikapi masalah.
Parsiyah Goepang
ggggggggggfughmguduuugugfugfugt
gugfuugufggufug.sugkdysuafmfy
Titin Kahar
Aura coba buka hati ke Kak Faris dia baik jangan nanti menyesal di belakang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!