Cristalya Cathlyn Smit gadis cantik yang memiliki sifat dingin, memiliki keluarga yang di penuhi kehangatan tetapi tidak dengan kisah cinta nya.
Cath harus merelakan cinta pertama nya yang harus menikahi gadis karena sebuah alasan tertentu dan dia tidak bisa egois untuk tetap menahan sang cinta pertama untuk tetap tinggal,mungkin ini adalah hukuman dimana diri nya yang selalu menghindar dalam sebuah ikatan hubungan yang di maksud ' Berpacaran' Karena menurut diri nya komitmen akan jauh lebih penting dimana mereka mengikat hubungan ke jenjang yang lebih serius dari pada hanya membuang waktu dengan berpacaran tapi ternyata pada ujung nya tidak bisa bersama.
Sampai suatu waktu Cath bertemu dengan sosok pria tampan yang di awal pertemuan sudah sangat sial,namun tidak di pungkiri sosok itulah yang mampu mengalihkan rasa sakit yang berganti jadi rasa bahagia.
Diperlakukan istimewa,dan di hujani beribu kata cinta itulah yang Cath dapat tak kala sosok itu muncul.
Lalu bagaimana disaat sosok dari masa lalu nya kembali hadir di saat diri nya sudah mulai merelakan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jesika Naulidiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenyataan yang menyakitkan
Sementara Cathlyn yang sedang bersama Dheo kini sedang di meja makan keluarga Dheo,dan saat tadi di kamar Cathlyn sebenar nya tau kalau yang menelfon adalah Naomy dan disitu pasti ada Ryan,dia sengaja mencium Dheo supaya di dengar oleh Ryan tujuan nya hanya satu supaya Ryan menjauhi diri nya dan menyadari bahwa diri nya sama sekali tidak memiliki perasaan pada Ryan.
Tapi yang aneh nya saat ini hati nya sangat merasa bersalah dengan apa yang di lakukan nya tadi.
"Ah.mungkin hanya sekedar rasa kasihan,tidak lebih" Gumam nya dalam hati
Setelah selesai makan malam tersebut Cathlyn kembali ke kamar nya yang sudah di siapkan oleh Dheo,karena tadi Dheo meminta agar Cat duluan karena masih ada yang harus di bicarakan Deddy nya pada Dheo.
Sesampai nya di kamar Cathlyn langsung merebahkan badan nya di atas kasur,dan mengambil ponsel nya yang berada di atas nakas.Dia ingin sekali menghubungi Ryan tapi dia juga tidak mau jika nanti menghubungi Ryan akan membuat Ryan merasa ada harapan lagi.akhir nya dia memutuskan untuk kembali tidur.
Sementara Dheo dan Deddy nya kini berada di ruang kerja Deddy nya.
"apa yang ingin Deddy bicarakan?" Tanya Dheo
"Dheo. Deddy tau kau masih sangat mencintai Cathlyn,dan sebalik nya juga seperti itu.tapi Deddy mau kau tetap memegang janji mu untuk tetap menikahi Anna,karena biar bagaimana pun keluarga mereka sudah banyak membantu kita" Ujar Tomy
"Ya.aku tau itu Dad,aku hanya ingin menghabiskan sisa masa lajang ku,sebelum aku menjadi suami orang lain" Jawab Dheo
"Ya.Deddy tau itu dan Daddy bangga pada mu karena kau adalah laki-laki yang bertanggung jawab atas janji mu,maafkan Deddy nak karena sudah mengorbankan perasaan mu untuk menikahi wanita yang tidak kau cintai" Ujar Tomy
"Aku paham Dad,kau melakukan ini bukan karena kemauan mu,kau melakukan ini karena ada alasan dan janji yang harus kau bayar.sebagai anak aku hanya ingin melakukan apa yang membuat orang tua ku bahagia,aku tidak mau kau merasakan beban sendiri" Terang Dheo
"Maafkan Deddy,maafkan Deddy karena tidak bisa berbuat banyak untuk mu"Ujar Tomy lirih
"Sudahlah Dad kau tidak usah bersedih,aku ikhlas menjalani nya kalau bicara soal cinta atau perasaan aku yakin semua akan timbul dengan seberjalan nya waktu.karna cinta itu sendiri akan timbul karna kebersamaan yang sering di lakukan" Terang Dheo lagi
"Yasudah sebaik nya Deddy istirahat,Dheo akan menemui Cathlyn" Lanjut Dheo yang di jawab anggukan oleh Deddy nya dan Dheo pun berjalan keluar meninggalkan ruang kerja Deddy nya
Sedangkan Tomy hanya memperhatikan punggung anak nya yang sudah tidak terlihat lagi di balik pintu,setelah itu dia mengambil sebuah Foto keluarga dimana ada istri nya tercinta yang telah berpulang satu tahun yang lalu karena penyakit yang di derita nya.
"Kau lihat putra kita sayang,dia tumbuh menjadi anak yang sangat dewasa.aku bangga pada nya dan aku juga yakin kau sekarang pasti sedang tersenyum melihat anak mu" Ucap Tomy seraya mengusap foto sang istri
Sedang kan Dheo yang sudah berada di dalam kamar nya kini duduk di tepi ranjang dan mengacak-acak rambut nya,sampai tak terasa air mata nya sudah menghiasi pipi nya.
Dheo tidak pernah berfikir bahwa jalan hidup nya akan seperti ini,menikah bukan lah hal yang main-main karena dia hanya ingin menikah satu kali seumur hidup nya dan itu dengan orang yang di cintai nya yaitu Cathlyn.tapi justru dia malah akan menikah dengan wanita yang bahkan baru di kenal nya selama satu bulan ini,Anna memang wanita yang baik tapi tetap saja dia tidak bisa melupakan Cathlyn walaupun dia sudah mencoba untuk memperlakukan Anna layak nya dia mencintai Anna tapi justru yang terbayang adalah wajah Cathlyn
Lalu bagai mana dengan Cathlyn?apakah nanti dia akan bersama dengan laki-laki yang benar-benar mencintai nya?yang bisa menjaga nya?menerima setiap kelebihan dan kekurangan Cathlyn?
Dheo Tidak mau kalau sampai Cat di sakiti oleh orang lain,karna jujur selama ini dia selalu berusaha untuk menjaga Cat dan tidak pernah menyakiti atau bahkan menyinggung sedikit pun perasaan Cathlyn.
Tapi sekarang justru dia yang akan menyakiti Cathlyn,bahkan sangat menyakitkan.
"Ah!!! Shit!!!...." Umpat Dheo seraya memukul tembok dengan sangat keras.
Setelah Dheo berhasil meredakan emosi nya,dia segera menghampiri Cathlyn ke kamar yang ada di samping kamar nya sendiri.
Sesampai nya di kamar dia melihat Cathlyn sudah tertidur dengan nyenyak,dia mendekat dan duduk di tepi ranjang,persis di samping tubuh Cat.
Dheo mengusap rambut panjang Cat dan mengelus pipi Cat dengan lembut.
"Cat.maafkan aku...mungkin aku bukan laki-laki baik untuk mu.aku yakin bahwa wanita yang baik akan di pertemukan dengan laki-laki yang baik pula,dan itu bukan aku.aku hanya berharap suatu saat nanti kau bisa menemui laki-laki yang sangat mencintai mu,yang mampu menjaga mu" Ucap Dheo seraya menghapus air mata nya yang terjatuh
"Kau tau Cat,aku sangat mencintai mu tapi seperti nya kebersamaan tidak memihak kepada kita.aku tau ini akan sangat melukai mu,tapi aku lakukan ini demi orang yang juga sangat aku cintai yaitu kedua orang tua ku,jadi ku harap kau bisa mengerti posisi ku saat ini.berbahagia lah Cat walau itu bukan dengan bersama ku,aku mau suatu saat nanti jika kita bertemu kembali kita sudah memiliki kebahagian kita masing-masing. Aku mencintai mu Cat!! Sangat mencintai mu" Lanjut Dheo mengecup Bibir Cathlyn dan meninggalkan nya.
Dheo ingin menenangkan perasaan nya yang sedang tidaj karuan.
Sementara setelah Dheo meninggalkan Cathlyn hanya bisa menangis sesegukan,karna sedari tadi diri nya memang tidak tertidur dia hanya ingin mengerjai Dheo yang di fikir akan mengusilkan diri nya,tapi ternyata Cathlyn salah yang di dapat malah mendengar Dheo berbicara seperti tadi.dia merasa sangat sakit di hati nya sampai tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata.tapi di satu sisi dia tidak mau egois karna dia sudah tau Dheo melakukan ini bukan karna kemauan dia sendiri melainkan ada janji yang harus dia bayar untuk ibu nya.
Walau dengan begitu Cathlyn akan belajar menerima kenyataan dan belajar menjalani hidup tanpa seorang Dheo.Ya mungkin sangat sulit tapi dia akan berusaha sebisa mungkin dia hanya akan menganggap Dheo laki-laki yang bersejarah di hidup nya yang ta akan pernah tergantikan posisi nya,tapi bukan untuk di miliki melainkan hanya menjadi sejarah dalam perjalanan hidup nya dalam masa percintaan.