NovelToon NovelToon
Istri Albino Sang CEO

Istri Albino Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:692
Nilai: 5
Nama Author: QueenMardhiah

Yasmin Nayara, seorang gadis dengan albinisme yang membuatnya selalu menjadi sorotan negatif—dari orang-orang yang takut dan menghindar, hingga keluarga pamannya yang memperlakukannya begitu buruk. Bahkan, Yaya dijadikan pelunas hutang untuk dinikahkan dengan seorang juragan kaya yang memiliki banyak istri.

----------

Tak mampu menanggungnya, Yaya kabur di hari pernikahannya dan merantau ke kota dengan bermodalkan nekat.
Namun takdir punya jalan lain. Di hari pertamanya di kota, Yaya hampir diperkosa oleh seorang pria dalam pengaruh obat, yang ternyata adalah Baskara Narendra yang sedang dijebak rekan bisnisnya.


Baskara yang kalap menarik Yaya ke dalam mobilnya untuk melakukan sesuatu yang tidak semestinya. Namun aksi Baskara itu dipergoki Warga dan dipaksa menikah secara mendadak.

----------

Apa yang akan terjadi pada hubungan tak terduga ini di tengah perbedaan latar belakang dan masa lalu yang menyakitkan? Apa lagi Baskara terkenal dingin dan pemarah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QueenMardhiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Roy!

Baskara teringat kembali saat dia menolak bekal tadi pagi, saat dia sempat khawatir akan wibawanya sebagai pemimpin perusahaan. Dibandingkan dengan apa yang dialami Yasmin yang bahkan nyawa dan tubuhnya pernah dianggap sebagai barang bayaran, keraguan kecilnya itu terasa begitu remeh dan memalukan.

"Apakah paman dan bibinya masih mencari dia? Atau Juragan Irwan itu masih berusaha menemukannya?" tanya Baskara akhirnya, suaranya kini berubah menjadi tegas, namun kali ini ketegasan itu bukan untuk menuntut, melainkan untuk sesuatu yang hanya Baskara ketahui.

"Kabarnya, setelah Yasmin hilang, Juragan Irwan sangat marah dan sempat melakukan pencarian, namun tidak berhasil. Sekarang mereka mungkin sudah menganggap Nona Yasmin hilang atau sudah mati, Pak. Tidak ada jejak yang mengarah ke sini," jawab Ilham.

"Pastikan hal itu tetap demikian, Ilham," perintah Baskara, matanya memancarkan aura perlindungan yang kuat. "Jangan biarkan siapapun dari masa lalunya itu menyentuh atau bahkan mengetahui keberadaan dia sekarang. Kamu mengerti?"

"Siap, Pak. Saya pastikan keamanan Nona Yasmin menjadi prioritas," jawab Ilham mengangguk hormat, .

Setelah diam sejenak Baskara kembali menatap Ilham yang masih berdiri di depannya. Ada satu hal lagi yang ingin dia pastikan, terkait keamanan dan pengawasan yang telah dia atur sebelumnya.

"Ngomong-ngomong soal Yasmin," ucap Baskara memecah keheningan, nada suaranya kembali terdengar tegas dan berwibawa. "Bagaimana dengan yang sudah aku perintahkan kemarin? Apakah kamu sudah menemukan bodyguard yang cocok untuk mengawasi Yasmin?"

Ilham segera mengangguk dengan sigap. "Sudah, Pak. Seperti perintah Bapak, saya sudah menugaskan salah satu Bodyguard terpercaya kita bernama Roy. Pagi ini juga Roy sudah berangkat menuju ke apartemen Bapak. Tugasnya adalah menjemput, mengantar kemanapun Nona Yasmin pergi, serta mengawasi setiap gerak-geriknya. Jadi Bapak tidak perlu khawatir, Nona Yasmin berada dalam pengawalan ketat."

Mendengar penjelasan itu, Baskara menghela napas pendek. Setidaknya, dengan adanya Roy di sana, Baskara yakin Yasmin tidak akan berani kabur atau bahkan membocorkan informasi mengenai pernikahan mereka dan aman dari gangguan orang luar maupun bahaya yang mungkin mengintai.

*****>>>{}<<<*****

Sementara itu, di apartemen mewah yang masih terasa rapi dan wangi sisa sentuhan tangan Yasmin, suasana pagi itu sempat berubah sedikit menjadi kekacauan kecil di hati wanita itu.

Tepat setelah pintu depan tertutup rapat meninggalkan Baskara yang berangkat kerja, Yasmin segera menyibukkan diri dengan membersihkan rumah dan merencanakan menu makan malam seperti yang dia katakan tadi. Namun, beberapa saat kemudian, suara bel pintu berbunyi nyaring memecah kesunyian ruangan.

Ting... Tong...

Yaya tertegun sejenak di depan lemari dapur. Keningnya berkerut bingung. "Apakah Pak Baskara kembali? Mungkin ada barang yang tertinggal," gumamnya dalam hati. Dengan perasaan sedikit khawatir sekaligus terburu-buru, dia segera berjalan menuju pintu depan.

"Sebentar," serunya dari jarak jauh, sambil membenahi pakaiannya dan menyisir rambutnya dengan tangan agar terlihat rapi. Begitu pintu terbuka, senyum di wajah Yasmin perlahan memudar, digantikan dengan tatapan terkejut.

Di hadapannya tidak berdiri sosok Baskara, melainkan seorang pria berbadan sangat besar, tegap, dan tampak kekar mengenakan setelan jaket hitam yang rapat, seolah menyembunyikan perlengkapan keamanan di baliknya. Wajahnya terlihat serius namun tetap sopan, menatap lurus ke arah Yasmin.

"Maaf, apakah Anda yang bernama Nona Yasmin?" tanya pria itu dengan suara berat namun tenang.

Yasmin mundur selangkah secara refleks, hatinya berdegup kencang karena kaget dan sedikit takut. "I-iya, betul. Saya Yasmin. Maaf, Bapak siapa ya? Ada keperluan apa?" tanyanya dengan nada ragu, tangannya erat menggenggam gagang pintu.

Pria itu segera mengangguk sopan, lalu memperkenalkan diri. "Perkenalkan, nama saya Roy. Saya adalah bodyguard yang di tugaskan oleh Tuan Baskara. Beliau memerintahkan saya untuk datang ke sini guna menjemput, mengantar, serta menemani Nona berbelanja keperluan hari ini. Selain itu, tugas saya juga untuk mengawasi dan menjaga keselamatan Nona selama berada di luar apartemen."

Mendengar penjelasan itu, napas Yaya yang tadinya tertahan perlahan keluar. Rasa takut dan kagetnya berubah menjadi rasa lega. Ternyata pria ini bukan orang jahat atau penagih hutang dari masa lalunya, melainkan orang suruhan Baskara. Rasa khawatirnya perlahan hilang, meskipun rasa kagetnya masih tersisa.

"Oh, jadi Bapak Roy ya... Maafkan saya tadi, saya kira ada orang asing yang salah masuk Apartemen. Saya pikir Pak Baskara yang kembali," ucap Yaya sambil tersenyum canggung, sedikit menunduk malu.

Roy menggeleng pelan. "Tidak apa-apa, Nona. Saya mengerti. Tuan Baskara yang mengutus Saya. Jadi, kapan Nona siap berangkat? Mobilnya sudah saya parkir di depan gedung."

Yaya mengangguk paham. "Baiklah, saya mengerti. Terima kasih ya, Pak Roy. Sebentar lagi saya siap, saya hanya perlu mengambil tas dan daftar belanjaan saya."

Namun, meskipun rasa takutnya sudah hilang, ada perasaan lain yang menggelitik di hati Yasmin saat bersiap di kamarnya. Dia merasa sedikit risih dan canggung. Selama ini, dia tidak pernah terbiasa diawasi atau dikawal oleh seorang laki-laki asing yang berbadan besar seperti Roy. Di desanya dulu, dia selalu beraktivitas sendiri. Memiliki pengawal pribadi adalah hal yang sama sekali baru dan asing baginya.

"Aduh, bagaimana ya nanti? Dia akan selalu mengikuti Yaya ke mana-mana? Rasanya jadi tidak leluasa," gumamnya pelan sambil merapikan rambutnya kembali. "Tapi ini semua perintah Pak Baskara."

Dengan langkah ragu namun mencoba bersikap wajar, Yasmin keluar dari kamar dan menghampiri Roy yang sudah menunggu dengan sabar di dekat pintu depan.

"Saya sudah siap, Pak Roy. Mari kita berangkat," ucapnya dengan senyum tipis, berusaha menyembunyikan rasa canggung yang masih terasa.

Roy mengangguk hormat, lalu membukakan jalan. "Silakan, Nona."

Sepanjang perjalanan menuju tempat perbelanjaan, Yaya tidak bisa menahan diri untuk sesekali melirik Roy yang menyetir mobil dengan tenang namun tetap waspada. Meski merasa sedikit tidak nyaman karena diawasi.

*****>>>{}<<<*****

Jangan lupa beri komentar!!

1
Santy 2a
semoga banyak yang baca semangat kak
QueenMardhiah: aamiin... terimakasih sudah mampir. jangan lupa follow juga ya 🙏🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!