NovelToon NovelToon
Mereka Pikir Aku Miskin

Mereka Pikir Aku Miskin

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:31k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Keira Anindita menyembunyikan identitasnya sebagai pemilik perusahaan besar demi menjaga harga diri Arsen, pria yang pernah menolongnya dan kemudian menjadi suaminya. Selama empat tahun, Keira diam-diam membantu Arsen membangun bisnis dari nol hingga menjadi perusahaan yang disegani.

Namun, kesuksesan membuat keluarga Arsen berubah. Keira yang dulu begitu disayang, kini dianggap perempuan miskin yang tidak pantas mendampingi Arsen.

Puncaknya terjadi dalam sebuah pesta ketika ibu mertuanya memperkenalkan Clarissa sebagai calon istri Arsen. Saat Keira diperlakukan bak pembantu yang melayani para tamu, Arsen hanya diam. Malam itu juga Keira pergi tanpa membawa satu pun harta keluarga Wijaya.

Tak lama kemudian, fondasi perusahaan Arsen mulai runtuh karena Keira melucuti semua dukungan.

Saat Arsen akhirnya mengetahui identitas asli istrinya, penyesalan datang terlambat. Keira telah bertemu Elvano, pria jauh lebih berkuasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

Keira baru saja menyelesaikan rapat bersama Daren dan para punggawa KA Grup mengenai pelelangan proyek yang akan diselenggarakan pekan depan ketika ponselnya berdering.

Sambil berjalan menuju kembali ke ruangannya Keira membuka ponselnya dan melihat ada pesan masuk dari Sabrina yang ingin mengajak makan siang.

“Ada apa, Bos?" tanya Daren dengan kening berkerut.

“Sabrina bilang ingin bertemu,” jawab Keira sambil merapikan beberapa dokumen di hadapannya.

Daren mengangguk. “Apakah Bos ingin saya menyiapkan ruang khusus?”

“Tidak perlu," jawab Keira tanpa menghentikan langkahnya. “Kamu atur makan siang di ruanganku saja. Sudah lama juga kami tidak ngobrol bersama.”

“Siap, Bos." Daren mengangguk lalu meninggalkan Keira.

*

Tidak lama kemudian, Sabrina tiba di ruang kerja Keira. Wanita itu langsung menghambur memeluk Keira yang sedang duduk di sofa.

"Kamu lagi sibuk sekali ya?” tanya Sabrina setelah mereka saling melepas pelukan.

Keira tersenyum tipis. “Kami baru saja meeting membahas pelelangan proyek. Tapi aku senang kamu datang.”

Mereka pun lanjut ngobrol.santai hingga Daren datang bersama seorang OB membawa hidangan makan siang untuk mereka. Sambil menikmati hidangan mereka terus berbincang hingga tiba-tiba ekspresi Sabrina berubah lebih serius.

“Oh iya, Key. Aku kok rasanya masih janggal soal nomor aku yang keblokir, ya?"

Keira yang hendak memasukkan sendok ke dalam mulutnya menghentikan gerakannya. “Aku juga heran bagaimana itu bisa terjadi. Tapi sumpah, aku tidak pernah memblokirmu.”

“Aku tahu kau sudah mengatakan itu. Tapi aku baru ingat sesuatu.” Sabrina tampak berpikir sejenak. “Dulu pas masih awal-awal aku pernah menelponmu dan waktu itu Arsen yang mengangkat panggilanku.”

Keira mengangkat wajah. “Arsen yang mengangkatnya?”

Sabrina mengangguk. “Iya. Waktu itu aku menghubungimu karena ingin mengajakmu jalan mumpung akhir pekan. Dia bilang kau sedang sibuk dan meminta agar aku tidak terlalu sering menelepon. Aku tidak mempermasalahkannya karena kupikir kalian memang sedang banyak urusan.”

Keira terdiam. Ia berusaha mengingat kejadian yang dimaksud Sabrina, tetapi tidak menemukan ingatan tentang panggilan tersebut. Selama pernikahan mereka, Arsen memang sesekali menggunakan ponselnya untuk membalas pesan atau menerima panggilan ketika Keira sedang sibuk mengerjakan pekerjaan rumah. Hal itu tidak pernah dianggapnya aneh karena mereka adalah suami istri.

“Kenapa kau baru mengatakannya sekarang?” tanya Keira.

“Karena saat itu aku tidak berpikir macam-macam. Tapi aku bisa merasa kalau Arsen terdengar kurang senang kalau ada yang menelepon kamu.” Sabrina menghela napas. “Nah, sejak saat itu lah setiap aku kirim pesan tidak pernah kamu balas. Bahkan cuma centang satu. Aku nelpon kamu pun gak pernah lagi tersambung.”

Keira menyambar ponsel yang ada di dekat tangannya. Keterangan Sabrina membuatnya bertanya-tanya, tetapi ia tidak ingin terburu-buru menyimpulkan bahwa Arsen sengaja memutus hubungan mereka. Bisa saja ada alasan lain yang belum diketahui.

“Selama ini, Arsen memang sering menggunakan ponselku ketika ponselnya tertinggal atau kehabisan baterai,” gumam Keira. “Tapi aku tidak pernah memeriksa pengaturan kontak setelahnya.”

Sabrina menatapnya dengan cermat. “Apa dia pernah meminta agar kamu menjauhi teman-teman?”

Keira terdiam beberapa saat. Ia teringat beberapa kali Arsen memang bilang bahwa teman-teman lamanya hanya akan mengganggu konsentrasi dan membuatnya menghabiskan waktu untuk hal yang tidak penting. Kala itu, Keira menganggap suaminya hanya ingin mereka lebih fokus membangun rumah tangga dan bisnis.

“Dia memang pernah mengatakan bahwa aku sebaiknya tidak terlalu sering keluar sih,” jawab Keira akhirnya. “Aku pikir itu hal yang wajar karena aku memang bukan lagi gadis single. Jadi ya aku setuju saja.”

“Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di antara kalian,” kata Sabrina lembut. “Aku hanya merasa aneh karena hubungan kita terputus begitu saja, padahal sebelumnya kita tidak pernah bertengkar.”

Keira mengangguk. Ia juga ingin mengetahui alasan Arsen melakukan hal itu. Dan tiba-tiba saja ia merasa kecewa terhadap Arsen. Dan percakapan tersebut membuka kembali berbagai kenangan yang selama ini tidak pernah dipikirkannya secara serius.

*

Setelah mereka selesai makan siang bersama dan Sabrina berpamitan, Daren kembali masuk ke ruangannya dengan membawa beberapa dokumen yang harus ditandatangani oleh Keira. Daren memberikan laporan singkat, tentang beberapa perusahaan yang telah mendaftar untuk mengikuti pelelangan dan itu termasuk Wijaya group.

Sambil bicara mengenai perusahaan, Keira menceritakan juga pada Daren tentang nomor Sabrina yang kemungkin diblokir Arsen dari daftar kontaknya.

Daren terkejut mendengar cerita itu. "Apa Bos mau aku mencari tahu untuk memastikan benar dia atau bukan pelakunya?" tanya Daren.

"Memangnya bisa?" tanya Keira sambil mengangkat wajahnya. "Itu kan sudah bertahun-tahun lalu?" lanjutnya.

"Daren Antasena loh ini, Bos? Apa sih yang tidak?" Daren menarik dua sisi kerahnya sambil tersenyum tengil.

"Ya... ya... ya..." Keira memutar bola matanya malas. "Dan aku sangat beruntung memiliki asisten serba bisa seperti dirimu." ucapnya jujur di bagian akhir. Karena Daren memang sangat bisa diandalkan. Tak ada tugas yang yak bisa diselesaikan oleh asistennya itu.

Daren tergelak singkat lalu mengembalikan topik pembicaraan ke situasi semula. Nama grup Wijaya yang akan menjadi salah satu peserta perebutan tender.

Keira mengangguk. Wanita itu jelas paham kalau Arsen pasti tidak akan melewatkan kesempatan seperti itu.

“Apa Bos akan memilih perusahaan mereka?" tanya Daren.

Keira menyandarkan punggungnya, meletakkan dua tangan di atas pegangan kursi kebesarannya lalu menggoyang kursi itu ke kiri dan ke kanan,.dan sorot matanya menatap manik mata Daren dengan tegas. “Menurutmu?" tanyanya singkat.

Daren menggelengkan kepalanya pertanda ia tidak menyetujui Keira melakukan itu. "Sejujurnya saja, mereka sama sekali tidak memiliki kualitas,” jawabnya.

"Kalau sudah tahu kenapa bertanya?” Keira kembali menegakkan punggungnya lalu kembali fokus pada berkas beberapa perusahaan yang sudah masuk.

"Apakah Bos akan hadir saat acara nanti?” tanya Daren dengan wajah antusias.

Keira mengangkat wajahnya menatap Daren dengan mata menyipit. “Apa yang sedang kau pikirkan?"

Daren tergelak. “Aku tidak bisa membayangkan wajah si kunyuk itu kalau dia tahu wanita yang baru ia campakkan adalah dewa yang selama ini memberinya kehidupan.”

Keira menghela nafas melihat imajinasi asisten nya yang sungguh luar biasa. "Apanya yang bagus?” tanyanya sambil mencebik lalu kembali fokus pada berkas di tangan. "Lagipula lama kelamaan juga dia akan tahu,” lanjutnya.

Daren menatap Keira dengan raut tidak percaya. "Bos tidak tahu? Para pembaca sudah menunggu kapan Arsen akan jantungan. Beberapa dari mereka bahkan sudah menyiapkan ambulan.”

Keira menghentikan gerakan tangannya yang membalikkan halaman lalu kembali menatap Daren. “Nanti lah aku pikirkan."

1
merry
duduk drmhh lh renungin penyesalan kliann
Aditya hp/ bunda Lia
mampus ....
vania larasati
lanjut
Muft Smoker
hellloooooo ,,
pegangin nyawa ny pak darma yg udh muak tinggal di raga ny sendiri ,,
selama ini anda begitu sombong ,, menyepelekan keira ,,
skarang kenyataan siapa keiraa ,,
jantungan kn andaa ,,
Muft Smoker
datang laa petir di tengah ruang rapat ,,
🤭🤭😁😁😁
Susan Paulina
Lanjut lagi Thor
Noey Aprilia
Kmna aja klian????
ga nyangka kn kl wnita yg jd babu d rmh klian,bhkn d usir krna wnita lain trnyta holang kaya????
mkanya,jgn songong jd orng.....😛😛😛
ryuka
wwkwkwkwk.. mampusss kaliannn 🤣🤣🤣🤣🤣 nikmati lah kesombongan kalian sekarang 🫠🫠🫠
Lucy
baru nyadar kau Arsen,terlambat sudah🤣🤣🤣
mama
mampus tu si darma sm arsen🤣
naya yanti
akhirnya terucap juga kata kata itu🤭
Adinda
lanjut thor
Oma Gavin
modarrr kalian berdua udah salah masih saja nyolot makan itu gengsi dan kekalahan menuju kebangkrutan
Ilfa Yarni
Knp kagaet kalian bahahahaha nyesal2 deh udah cerai sama keira gmn arsen seneng ga km pasti ga lah ya yg Ada nyesel km arsen
Mundri Astuti
tdk mungkin gimane ..ya mungkin lah... ( bae" sen papamu stroke)

up lagi thor 🤭🙏
Tini Uje
jgn lama2 up nya thorr..dah bejamur nih nunggu nya 😂
Dwi Setyaningrum
jantungan ga tuh darma..bisa msk UGD tuh🤪
Ani_Sudrajat
Lanjut thor. 😄
Monica Nanik
Tau rasa kau Arsen meremeh kan istri solehah 😄😄😄
merry
cari tender di perusahaan milik mntn binimu y senn🤣🤣🤣🤣ternyata yg menang org lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!