NovelToon NovelToon
Pilihan Hati

Pilihan Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Inisial EY

"Aku milih kamu."

"Tapi kita berbeda, Tuan."

"Berbeda?" Arnold mengernyitkan dahinya heran, pasalnya gadis di depannya ini dari kasta yang setara dengannya. "Apanya yang berbeda?"

"Agama." lirih Arini dengan menggelengkan kepalanya, "agama kita berbeda, Tuan."

"Gampang! Aku bisa mengikuti agamamu kalau kamu mempersoalkan itu."

Ikuti perjalanan kisah beda agama antara Arini dan Arnold ya readers, apakah mereka akhirnya bisa menikah? atau itu hanya angan-angan seorang Arnold saja? Dan apa sebenarnya motif Arnold memilih Arini untuk menjadi istrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inisial EY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertentangan

Mentari telah menampakkan sinarnya, dan Arnold pun baru saja terbangun dari tidurnya.

Laki-laki bermuka bengis itu memutuskan untuk tidur di hotel terdekat walaupun dekatnya memerlukan waktu beberapa menit dari rumah Raka.

Baru saja terbangun, Bagas menelponnya.

"Ada apa?" tanya Arnold seraya memijit pelipisnya. Semalam sampai jam 3 dini hari ia menunggu di depan gerbang rumah Raka untuk sekadar bisa menyelinap masuk, namun nihil, Arnold belum bisa.

"Anda dimana, Tuan? Saya cuman mau mengingatkan kalau pagi ini Anda ada meeting penting dengan perusahaan L."

"Batalkan!" titah Arnold seraya bangun dari ranjang. "Aku sibuk hari ini."

"Maaf Tuan, tidak bisa dibatalkan begitu saja mengingat beberapa hari yang lalu setelah Anda menikah meeting ini baru juga dibatalkan." jelas Bagas yang membuat Arnold menghela napas kasar.

Agenda yang ia buat semalam terancam gagal lagi untuk bertamu ke rumah Raka, namun meeting penting pun tidak bisa diindahkannya begitu saja mengingat nasib ribuan karyawannya berada di tangannya.

"Oke! Aku ke kantor sekarang!" putus Arnold dan Bagas pun memutus panggilan tersambungnya.

**

Arnold sampai di AG corps tepat beberapa menit sebelum meeting berlangsung.

Bagas yang sedari tadi gelisah menunggu kedatangan Arnold di pintu masuk karena tim dari perusahaan L sudah datang, langsung membacakan apa saja yang akan dibahas mereka nanti saat meeting karena Arnold kemarin juga tidak hadir di perusahaan.

Arnold mendengarkan dengan seksama walaupun sama sekali tidak menoleh pada Bagas yang berjalan di belakangnya.

Telinganya cukup tajam untuk mendengarkan setiap kalimat demi kalimat tersebut dan saat Arnold menganggukkan kepalanya, Bagas pun langsung diam dan menganggukkan kepalanya tanda Tuannya itu sudah paham dengan apa yang akan dibahas.

"Berkasnya sudah siap semua?" tanya Arnold pada Bagas.

"Sudah Tuan."

"Bagus! Kita ke ruang meeting sekarang!" titahnya dan Bagas pun menganggukkan kepalanya.

Meeting berlangsung selama dua jam, karena tim dari perusahaan L banyak menimbang berbagai penawaran yang diberikan perusahaan Arnold.

Arnold lelah, namun ketangkasan berpikirnya tidak menyerah, ia terus membolak-balikkan penawaran tersebut hingga meeting dimenangkan dari pihak Arnold dan tim perusahaan L harus mengikuti aturan yang dibuat.

"Anda hebat!" Bagas menatap kagum pada bosnya.

"Kalau tidak hebat, aku tidak akan jadi bosmu."

"Benar juga." Bagas menganggukkan kepalanya, namun berganti mengernyitkan dahinya saat melihat Arnold terus berjalan melewati ruangan kerjanya, "Anda mau pergi lagi Tuan?"

"Ya. Aku ada urusan. Kamu handle!" titah Arnold tanpa menoleh lalu melemparkan jas yang dipakainya ke belakang dan ditangkap begitu baik oleh Bagas namun Bagas tidak lupa untuk secepat kilat mengabari driver agar bersiap di lobi karena Arnold sudah masuk ke dalam lift.

***

"Kemang!" titah Arnold pada drivernya dan mobil pun melaju dengan kecepatan maximal menuju rumah Raka kembali.

Arnold melewatkan makan siangnya hanya agar bisa segera bertemu istrinya dan membawa istrinya itu ke Bunda Jennifer agar restu itu berada di genggamannya.

Arnold mencintai Arini? Bukan, Arnold tidak mencintai, tapi ia dalam misi membuktikan pada dirinya sendiri sesuatu yang terjadi di dirinya pada Arini yang sudah menjadi istrinya.

Arnold akan mengajak Arini ke mansionnya, lalu mengurung istrinya itu di rumah sesuai keinginannya.

"Arini!" geram Arnold seraya mengepalkan tangannya.

Sesampainya di gerbang rumah Raka, hal pertama yang dilakukan Arnold bukan menyuruh pengawalnya seperti kemarin untuk berbicara dengan satpam jaga, melainkan dirinya sendiri yang turun dan berkata ingin bertamu.

Satpam jaga yang sangat mengenali wajah Arnold pun menelpon Pak Raka untuk mengkonfirmasi, dan Pak Raka pun membolehkan Arnold masuk ke dalam rumahnya.

Satpam jaga itu langsung membuka pagar dan mempersilahkan Arnold masuk tanpa pengawalnya.

"Pak Raka." Arnold menjabat tangan Raka yang berdiri di teras rumahnya.

"Ada apa kamu kemari, Arnold?" tanya Raka seraya menatap suami anaknya.

"Aku mau menjemput istriku." Arnold to the point.

"Istrimu tidak ada disini." kilah Raka dan berhasil membuat Arnold menaikkan alisnya.

"Anda jangan bercanda, Pak!" bantah Arnold setengah teriak.

"Buat apa saya bercanda. Tidak ada gunanya. Tidak ada untungnya." kekeh Raka dan Arnold mengepalkan tangannya di sisi kanan kiri celananya.

"Aku melihat sendiri di CCTV Bandara kalau Anda yang menculik Arini."

"Saya tidak menculik. Arini anak saya." Pak Raka menatap tajam Arnold yang sudah terpancing emosi.

"Bunda Jennifer sangat terpukul. Beliau sangat mengkhawatirkan putrinya."

"Dia juga putriku. Bukan hanya putri Jennifer."

"Anda tidak kasihan--"

"Buat apa saya kasihan, sedangkan dari Arini lahir sampai menikah sama kamu, aku belum pernah bisa dekat dengan anakku." potong Raka cepat yang membuat Arnold menggelengkan kepalanya tidak percaya.

"Anda berlagak jadi korban?" Arnold bertanya.

"Memang." Raka tidak mau kalah.

"Bunda Jennifer tidak akan menjauhkan Arini dari Anda jika Anda tidak berbuat kesalahan yang tidak bisa dimaafkannya Pak."

"Saya sudah sempat menebusnya, tapi ditolak oleh Chandra dan Bundanya."

"Uncle dan Bunda pasti memikirkan hal yang tepat untuk Arini." Arnold berada di pihak Jennifer, karena ia sangat mendengar cerita aslinya.

"Tidak harus dijauhkan dari Ayah kandungnya kan?"

"Anda waktu itu sudah menikah dengan Ibu Kinara, bahkan sebelum Bunda Jennifer menikah dengan Ayah Darius. Lalu, sekarang Anda menyalahkan mereka kenapa mereka menjauhkan Arini dari Anda?" Arnold menggeleng-gelengkan kepalanya. "Anda sudah dewasa, bahkan sudah mulai menua, seharusnya Anda bisa berbicara baik-baik dan meminta baik-baik pada Bunda Jennifer agar bisa dekat dengan Arini bukan dengan cara yang seperti ini. Kekanakan sekali."

"Berani kamu dengan saya?" Raka mengepalkan tangannya sembari menarik kerah kemeja Arnold.

"Aku hanya berbicara fakta, Pak. Kalau Anda tidak terima berarti benar dong omongan aku?" Arnold menantang balik, tidak gentar sedikitpun.

"Keluar!" Raka semakin menarik kerah kemeja Arnold, lalu menyentaknya. "Keluar dari rumahku sekarang juga."

"Tidak akan! Aku akan tetap disini sebelum ketemu Arini."

"Satpam!" teriak Raka dan seluruh satpam dan pengawal yang berjaga di sekitarnya seketika mendekat.

"Tarik orang ini keluar dari sini. Dan jangan pernah ijinkan dia masuk lagi ke sini. Paham!" titah Raka dan Arnold pun seketika dicekal kedua lengannya.

"Anda tidak bisa seperti ini, Pak. Arini itu istriku." teriak Arnold seraya ditarik keluar rumah Raka.

"Istri?" Raka tertawa mencemooh sembari memperlihatkan ponsel Arini dalam genggamannya, "Jennifer saja tidak menyetujui, apalagi saya."

"Itu semua karena Anda, Pak. Karena Anda datang ke pernikahanku dengan Arini yang membuat Bunda Jennifer mengubah restunya."

"Salahkan Mommu yang meminta saya datang." Raka tidak mau disalahkan.

"Mom memang salah, tapi Anda seharusnya bisa menolak."

"Jessica terus merengek!"

"Dan Anda tetap bisa menolak." Arnold harus memenangkan pertentangan untuk Arini.

"Bawa keluar dia!" Raka jengah juga mendengar Arnold selalu membantahnya, dan menyuruh satpam yang mencekal Arnold agar menarik Arnold keluar dari rumah megahnya.

Bersambung..

1
Inisial EY
Hai-hai readers, ini kisah tentang Arini anak jennifer ya, kalau kalian pengen tau siapa Arini, kalian boleh baca novel aku sebelumnya yang judulnya "JANDA ITU ISTRIKU" oke.. makasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!