NovelToon NovelToon
Manusia Vs Setan

Manusia Vs Setan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor
Popularitas:705
Nilai: 5
Nama Author: David Purnama

Setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Maka jadikanlah mereka sebagai musuh mu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon David Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terciduk

Samuel sampai rumah agak sore.

"Aku belikan makanan untuk kamu dan Mama",

"Yang ini buat Danial",

"Kenapa banyak banget?",

"Itu untuk teman aku dari tempat kerja, nanti malam dia akan datang bersama temannya",

"Teman kamu yang kamu ceritakan kemarin?",

"Betul",

"Dia beneran tahu cara nangkapnya?",

"Kata dia, itu pekerjaannya waktu di kampung",

"Semoga saja dia bisa menyelesaikan masalah di komplek ini",

"Jadi kita bisa kembali hidup dengan normal dan tanpa gangguan",

"Siapa namanya?",

"Namanya Sabdo",

Malam sehabis magrib Sabdo menepati janji.

Ia bertamu ke rumah keluarga Samuel.

"Assalamualaikum",

"Waalaikumsalam",

"Akhirnya datang juga",

"Silahkan masuk",

"Duduk... ",

"Tidak jadi sama temannya?",

"Teman saya tidak jadi ikut mas",

"Tiba-tiba ada acara",

"Kenapa?",

"Mendadak katanya",

"Chery... ",

"Buatkan kopi dua ya... ",

"Iya pak",

Seperti yang sudah dibicarakan di kantor sebelumnya.

Sabdo dikasih lihat penampakan sosok hantu kuyang yang selama ini sudah tertangkap kamera.

Kuyang itu akan keluar di atas jam sepuluh malam.

Waktu yang paling jauh adalah jam tiga pagi.

"Silahkan kopinya",

"Terimakasih",

"Diminum kopinya",

"Saya tunggu dingin dulu",

Mama, Wina dan Danial juga menemui tamu mereka.

Mama banyak tanya.

Sabdo hanya jawab iya-iya saja.

"Apakah penghuni rumah ini pernah melihatnya secara langsung?",

"Kami bersyukur belum pernah melihatnya secara langsung",

Samuel, Wina, Mama dan Chery belum pernah diganggu oleh sosok kuyang yang malam ini akan diburu oleh pawangnya.

"Aku pernah",

Danial nyeletuk menjawab.

Tapi jawaban anak kecil itu tidak ditanggapi dengan seksama.

"Danial melihatnya dimana?",

"Di jendela waktu mau tidur",

"Apa yang Danial lihat?",

"Dia tersenyum",

Sabdo justru mengalihkan perhatiannya kepada Wina.

Bukan karena istri Samuel itu berbusana yang tidak seronok.

Ia merasa Wina memiliki aura yang tidak asing baginya.

Tapi Sabdo tidak boleh curiga begitu saja dan buru-buru menyimpulkan tanpa bukti yang kuat.

"Dimakan makanan nya",

"Saya numpang tempat untuk sembahyang dulu",

"Wudhu di sebelah sini",

"Kebetulan saya belum batal",

"Kalau begitu tunggu aku ambil wudhu",

"Kita jamaah sekalian",

Sabdo sembari melihat-lihat ada apa saja di rumah itu.

Di samping ruangan untuk sholat ada sebuah kamar yang tertutup.

"Itu dulunya gudang",

"Sekarang jadi kamarnya Chery",

Di atas jam sepuluh malam

Semua penghuni rumah sudah tidur di dalam kamar.

Kecuali Sabdo yang begadang dan Samuel yang bersedia menemani.

Tidak hanya mereka berdua.

Di rumah masing-masing, kepala keluarga yang lain juga masih aktif.

Grup mereka tidak pernah tertidur di malam hari.

Semuanya saling melaporkan.

"22:05",

"Semangat warga, jangan sampai molor",

"22:14",

"Warung di seberang perumahan tutup sampai jam berapa?",

"22:15",

"Tutup jam sembilan",

"22:30",

"Ada yang sedia obat sakit kepala di rumah?",

"22:58",

"Adanya sedia payung sebelum hujan",

"23:36",

"Terpantau sepi",

"01:44",

"Kuyang di pohon mangga",

"01:47",

"Negatif, itu burung hantu di pohon mangga",

"02:11",

"Kuyang tampak terbang melintas di depan rumah nomor tujuh",

"02:12",

"Positif, itu kuyang",

Sabdo sudah tahu apa yang harus ia lakukan.

"Ayo mas Samuel",

"Kita tangkap kuyang nya",

Samuel di antara tidur dan bangun.

"Kemana?",

"Keluar rumah?",

"Kita ajak warga yang lain ya biar rame-rame?",

"Tidak perlu",

"Kita juga tidak harus pergi ke luar rumah",

"Kenapa begitu?",

"Kuyangnya ada di rumah ini",

"Siapa?",

Sabdo meminta Samuel untuk membuka pintu kamar yang ada di samping tempat sembahyang.

Kamar Chery si pembantu rumah tangga.

"Sekalian video kan saja mas",

Samuel membuka pintu pakai kunci double sambil menyalakan kamera.

"Record",

Sabdo masuk terlebih dahulu.

"Jangan kaget",

"Siapkan mental",

"Tidak usah teriak-teriak",

Pesan Sabdo kepada Samuel.

Di dalam kamar itu ada Chery yang sedang dalam posisi tertidur.

Tapi tidak dengan kepalanya yang sudah pergi gentayangan.

Hanya badan sampai leher yang ada di atas tempat tidur.

Sabdo juga memperhatikan jendela kamar Chery yang sedikit terbuka. Tidak dikunci.

Kebenaran terungkap.

Faktanya, selama ini Chery asisten rumah tangga di rumah Samuel dan Wina adalah manusia kuyang.

"Apa yang harus kita lakukan selanjutnya?",

"Kita tunggu saja sampai kepala dan jeroan nya kembali ke tubuhnya",

"Kuyang ini tidak berbahaya atau mengancam nyawa",

"Dia keluar malam hanya untuk cari angin",

Samuel membagikan video penangkapan pelaku kuyang kepada warga yang lain.

"02:30",

"Terciduk saudara-saudara",

"Pelaku sebenarnya",

"Video 01:39",

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!