Miskin seumur hidup, ia bahkan harus mengakhiri hidupnya karena penyakit yang tak mampu ia obati.
Namun, ketika membuka mata, ia justru mendapati dirinya telah masuk ke dalam novel sebagai seorang wanita yang baru saja melompat dari sebuah gedung demi melarikan diri dari pernikahan perjodohan.
Seharusnya ia ikut kabur.
Tapi setelah mengetahui bahwa pria yang akan menjadi suaminya adalah seorang pewaris kaya raya, pikirannya berubah.
“Melarikan diri? Untuk apa? Bukankah lebih baik aku menikah dan hidup nyaman?”
Kini, ia bertekad mempertahankan pernikahan yang bahkan tidak diinginkan oleh pemilik tubuh asli.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Keesokan paginya, Elena terbangun karena ketukan di pintu. Tok. Tok.
"Elena?"
Ia membuka mata perlahan. "Masuklah."
Pintu terbuka, seorang pelayan berdiri dengan sopan. "Nyonya, Tuan Sebastian sudah berangkat ke kantor. Beliau berpesan agar Anda tidak terburu-buru."
"Oh..." Elena mengangguk, sedikit merasa kecewa karena tak sempat menemuinya.
Pelayan itu lalu menyodorkan sebuah kotak kecil berbalut beludru. "Dan ini... Tuan meminta saya menyerahkannya kepada Anda."
Elena menerimanya dengan ragu. "Untukku?"
"Benar, Nyonya."
Setelah pelayan pergi, Elena membuka kotak itu. Di dalamnya terbaring sebuah ponsel model terbaru yang elegan. Ia mengerutkan kening. Untuk apa memberiku ponsel baru? Di bawahnya, terlipat selembar kertas kecil dengan tulisan tangan yang rapi dan tegas.
Untuk menghubungiku kapan pun kau membutuhkan sesuatu. Tak peduli jam berapa pun.
Elena menatap tulisan itu lama, lalu senyum tipis terukir di bibirnya. "Dia memang aneh..." gumamnya pelan, namun tangannya tetap meraih ponsel itu dan menyimpannya dengan hati-hati.
Sementara itu, di ruangan tertinggi gedung Hale Group...
Sebastian duduk di balik meja kerjanya yang luas, wajahnya kembali serius dan dingin. Di hadapannya, asistennya berdiri tegak sambil memegang sebuah map tebal berwarna cokelat tua.
"Kami sudah menemukan orang di balik semua ini, Tuan."
Sebastian mengangkat wajah perlahan. "Siapa?"
Asisten meletakkan map itu di atas meja. "Paman dari Nona Elena."
Sebastian membukanya pelan-pelan. Di dalamnya berisi berkas transaksi keuangan, rekaman percakapan, dan dokumen-dokumen yang saling berkaitan. Semakin jauh ia membaca, semakin dingin tatapannya.
"Apa motifnya?" suaranya rendah namun berat.
"Keluarga Arvienne sedang dilanda krisis keuangan yang cukup parah," jawab asistennya dengan jujur. "Mereka berencana menggunakan pernikahan ini untuk mendapatkan akses ke aset dan jaringan bisnis keluarga Hale."
Jari Sebastian berhenti menunjuk salah satu baris angka di sana. Jadi bukan sekadar mengendalikan Elena—mereka ingin memanfaatkannya demi keuntungan keluarga. Ia menutup map itu perlahan, seakan menutup sebuah rahasia kelam.
"Jangan beri tahu Elena dulu," ucapnya tegas.
"Baik, Tuan."
"Dan satu hal lagi." Ia menatap asistennya tajam. "Awasi setiap gerak-gerik keluarga Arvienne. Jika ada yang berani menyentuh Elena... hentikan mereka sebelum sempat melukainya, sekecil apa pun itu."
Sore harinya, Elena duduk di taman belakang rumah, menikmati secangkir teh hangat di bawah pohon rindang. Ponsel barunya tiba-tiba berdering. Nomor tak dikenal. Ia mengernyit namun tetap mengangkatnya.
"Halo?"
Tak ada jawaban di seberang sana. Hening.
"Halo? Siapa ini?"
Beberapa detik kemudian, suara berat seorang pria terdengar pelan namun jelas.
"Jadi kau benar-benar menikah dengannya."
Elena berdiri perlahan, perasaan tidak nyaman mulai menyusup. "Siapa kau? Apa maksudmu?"
Pria itu tertawa kecil, nada tawanya terdengar sinis. "Kau seharusnya tidak menikah dengan Sebastian Hale. Kalau kau ingin tahu alasan sebenarnya mengapa dia menikahimu..."
Suaranya berhenti sejenak, seakan menikmati ketegangan yang ia ciptakan.
"...tanyakan padanya tentang perjanjian antara keluarga Hale dan keluarga Arvienne."
Panggilan langsung terputus. Elena menatap layar ponsel yang gelap, jantungnya berdegup kencang. Perjanjian? Apa maksudnya?
Ia baru hendak duduk kembali ketika sebuah mobil hitam mewah meluncur masuk ke halaman dan berhenti tepat di depan pintu utama. Pintu terbuka, dan Sebastian turun. Tatapan Elena langsung terpaku padanya.
Untuk pertama kalinya sejak pernikahan mereka... keraguan mulai merayap di hatinya. Apakah pernikahan ini benar-benar didasari perasaan? Atau ada sesuatu yang selama ini sengaja disembunyikan darinya?
...tp trus lanjuuut💪💪😘😘