NovelToon NovelToon
Serving The Ruthless Boss

Serving The Ruthless Boss

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Fantasi
Popularitas:376
Nilai: 5
Nama Author: seasoulune

Alesia Fiore mengira hidupnya di Korea Selatan sudah berada di titik paling damai. Demi memperbaiki ekonomi keluarga yang ironisnya hanya peduli pada uang kirimannya Alesia rela bekerja keras bagai kuda selama satu tahun sebagai admin pemasaran di Aetheris Games. Biarpun sering lembur, ia bahagia karena memiliki lingkungan kerja yang sehat dan sahabat-sahabat yang suportif.

Namun, kedamaian itu hancur berantakan saat takdir membawa Dante Luca Alessio masuk ke hidupnya.

Dimulailah hari-hari penuh kesialan, kejengkelan, dan kesalahpahaman kocak bagi Alesia yang harus melayani segala tuntutan ajaib dari bos barunya yang ruthless. Sanggupkah Alesia bertahan demi pundi-pundi won, atau justru benci di antara mereka berubah menjadi benih-benih cinta yang tak terduga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seasoulune, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 3

Semenjak hari interogasi soal jenis huruf itu, hidup Alesia Fiore resmi kehilangan kedamaiannya. Setiap sudut kantor seolah berubah menjadi medan perang, dan musuh utamanya tidak lain adalah sang CEO baru yang perfeksionis.

Pagi itu, Alesia berniat memulai harinya seperti biasa. Ia mengantre di kafe yang terletak di lobi lantai dasar gedung Aetheris Games untuk membeli secangkir es kopi susu andalannya satu-satunya asupan energi penahan kantuk akibat lembur semalam.

Namun, saat melirik jam tangan, matanya langsung membelalak.

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 08.05 pagi.

"Mati aku! Bisa habis kalau telat lagi!" gumam Alesia panik.

Dengan segelas kopi di tangan kanan dan tas kerja di tangan kiri, ia berlari setengah mati menuju deretan lift. Beruntung, salah satu lift berdinding kaca baru saja terbuka. Tanpa berpikir panjang, Alesia langsung melompat masuk.

Tapi sial bagi Alesia, tali sepatu sneakers putih yang ia kenakan ternyata terlepas sejak tadi. Kakinya menginjak tali sepatunya sendiri. Keseimbangannya hilang dalam sekejap.

Bruk!

Tubuh Alesia terdorong ke depan dan menabrak keras dada bidang seseorang. Kejadiannya begitu cepat. Tutup gelas kopinya terlepas, dan cairan cokelat pekat itu langsung menyembur, mengotori kemeja putih bersih serta jas hitam mahal milik pria tersebut.

Alesia meringis kesakitan, buru-buru mendongak untuk meminta maaf. Namun, begitu manik matanya bertemu dengan mata abu-abu yang menatapnya dengan kilatan amarah yang membakar, jantung Alesia rasanya mau copot.

Pria itu adalah Dante Luca Alessio. Wajah Dante sudah merah padam menahan emosi yang luar biasa.

"Ma-maaf, Pak! Saya... saya beneran gak sengaja!" ucap Alesia terbata-bata, suaranya bergetar hebat karena ketakutan.

"Punya mata gak kamu?!" bentak Dante, suaranya bergaung rendah namun penuh ancaman di dalam ruang lift yang sempit.

Tatapannya tertuju pada noda kopi besar yang mengotori kemeja mahalnya.

"Maaf, Pak... saya beneran gak tahu kalau Bapak ada di dalam," cicit Alesia, badannya gemetaran.

"Dasar ceroboh!" ketus Dante tajam.

Dengan panik, Alesia merogoh tasnya, mengambil selembar tisu bersih, dan mencoba mengelap sisa kopi yang membasahi dada jas milik Dante.

"Biar saya bersihkan, Pak—"

Plak ....

Dante menepis kasar tangan Alesia sebelum tisu itu sempat menyentuh kain jasnya.

"Jangan sentuh saya dengan tangan cerobohmu itu!"

Ting ...

Pintu lift terbuka di lantai 35, divisi tempat Alesia bekerja. Merasa ini adalah kesempatan emas untuk kabur dari terkaman singa, Alesia langsung mundur.

Sebelum melangkah keluar, ia buru-buru membungkuk hormat sedalam-dalamnya.

"Sekali lagi saya minta maaf, Sajangnim!"

Begitu pintu lift tertutup kembali dan membawa Dante ke lantai teratas, Alesia langsung memegangi kepalanya yang mendadak pening.

'Sialan! Kenapa hari ini apes banget, sih?!' batin Alesia merutuki nasib sialnya sepanjang koridor kubikel.

Sementara itu, begitu lift tiba di lantai paling atas, Dante melangkah keluar dengan aura hitam yang mengerikan. Rahangnya mengeras. Ia langsung menatap sekretaris pribadinya di depan meja kerja.

"Panggil Alesia Fiore dari divisi pemasaran ke ruangan saya. SE-KA-RANG!" perintahnya dengan nada emosi yang meledak-ledak.

Masuk ke dalam ruangannya, Dante dengan kasar melepas jas hitamnya yang basah, lalu membuka kancing kemeja putihnya yang sudah kotor terkena noda kopi.

Ia berjalan ke arah lemari khusus di sudut ruangan, mengambil kemeja putih cadangan yang baru dan bersih, lalu menggantinya dengan gerakan cepat penuh kekesalan.

Di lantai 35, kepala divisi pemasaran berjalan terburu-buru menghampiri kubikel Alesia dengan wajah pucat pasi.

"Fiore... Pak Dante menyuruhmu menghadap ke ruangannya sekarang juga. Kamu habis buat masalah apa lagi?"

Alesia membuang napas pendek, bahunya merosot pasrah. Ia sudah tahu hari ini akan tiba, tapi tidak menyangka akan secepat ini.

"Kenapa lagi, Al?" tanya Min-ji yang langsung bergeser mendekati kubikel Alesia dengan wajah sangat cemas.

"Aku... tadi gak sengaja numpahin kopi di pakaiannya Pak Dante di lift," ucap Alesia lemas, matanya menatap kosong ke meja kerja.

"Hah?! Serius kamu, Al?!" Hana yang duduk di sebelah mereka ikut memekik syok, menutup mulutnya tidak percaya.

"Fiore, tamatlah riwayatmu... ruangan atas sekarang pasti sudah berubah jadi neraka!"

Alesia hanya bisa mengangguk pasrah. Dengan langkah gulai dan hati yang pasrah jika hari ini adalah hari terakhirnya bekerja di Aetheris Games, ia berjalan lunglai menuju lift untuk menyerahkan diri ke ruangan Dante.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!