NovelToon NovelToon
Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Sembilan Reinkarnasi Naga Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Dikhianati oleh murid kepercayaannya saat mencoba menerobos batas keabadian, Kaisar Dewa Ye Xuan mati dan jiwanya terlempar melewati sungai waktu. Tiga ribu tahun kemudian, ia terbangun di tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama—seorang "sampah" tanpa meridian kultivasi di kota terpencil. Dengan ingatan masa lalunya dan teknik terlarang Seni Sembilan Reinkarnasi Naga, Ye Xuan memulai kembali perjalanannya dari bawah untuk membelah langit, menginjak-injak para jenius sombong, dan menuntut darah dari mereka yang mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

Bilah pedang bergerigi raksasa milik Xue Kuang membelah udara, meninggalkan jejak cahaya merah darah yang berbau anyir. Kecepatannya melampaui batas yang bisa ditangkap oleh mata telanjang Chu Feng dan yang lainnya. Tekanan dari Alam Pembentukan Fondasi Bintang Delapan mengunci ruang di sekitar Ye Xuan, membuat udara terasa seberat timah.

​Ini adalah tebasan maut yang akan membelah ahli Bintang Enam sekalipun menjadi dua bagian!

​Namun, di mata Ye Xuan yang sedalam jurang tanpa dasar, serangan itu bergerak seperti dalam gerakan lambat. Ia tidak mundur, tidak pula menghindar. Tangan kanannya dengan santai mencengkeram gagang Naga Bintang Pemakan Darah yang tertancap di tanah, lalu menariknya ke atas dengan satu tarikan napas pendek.

​KLAANGGG!

​Sebuah dentuman logam yang memekakkan telinga meledak di tengah kawah tulang. Gelombang kejut sonik berbentuk cincin menyapu ke segala arah, menghancurkan bebatuan di sekitarnya dan memaksa Chu Feng serta para murid Sekte Darah Neraka untuk menutup telinga mereka yang mulai berdenging.

​Senyum kejam di wajah Xue Kuang membeku.

​Pedang bergeriginya, artefak tingkat fana kelas atas yang telah meminum darah ratusan kultivator, tertahan mutlak di udara. Ujung pedangnya membentur sisi lempengan besi hitam raksasa milik Ye Xuan. Xue Kuang merasa seolah-olah ia baru saja menebaskan pedangnya ke sebuah gunung baja yang tak tergoyahkan.

​Lebih buruk lagi, getaran kinetik dari benturan itu memantul kembali, membuat kedua lengannya mati rasa seketika dan membuat jaring antara ibu jari serta telunjuknya robek memuncratkan darah.

​"B-bagaimana mungkin..." Mata Xue Kuang melotot tak percaya. "Kau menahan tebasan kekuatan penuhku tanpa menggunakan setetes pun Qi?! Tubuh macam apa yang kau miliki?!"

​Ye Xuan mendengus pelan. Tidak ada riak emosi di wajahnya.

​"Bintang Delapan fana. Kau membuang terlalu banyak energi untuk menciptakan kilauan darah yang mencolok, tapi tenagamu kosong di dalam," komentar Ye Xuan datar. "Tenaga sebesar ini... bahkan tidak cukup untuk memijat bahuku."

​Ye Xuan memutar pergelangan tangannya. Dengan sebuah dorongan santai dari pedang beratnya, Xue Kuang terlempar mundur sejauh belasan langkah, meninggalkan jejak seretan kaki yang dalam di tanah merah kawah tersebut.

​Merasakan penghinaan yang belum pernah ia alami seumur hidupnya, kemarahan Xue Kuang meledak hingga ke ubun-ubun. Tato darah di wajahnya menyala terang, memancarkan cahaya merah yang mengerikan.

​"Jangan terlalu sombong, tikus kecil! Aku baru saja menggunakan separuh tenagaku!" raung Xue Kuang.

​Ia menggigit lidahnya dan meludahkan seteguk esensi darah ke pedang bergeriginya. Pedang itu berdengung haus darah, menyerap esensi tersebut dan melepaskan fluktuasi yang nyaris menyentuh Bintang Sembilan.

​"Seni Darah Neraka: Tebasan Lautan Sukma!"

​Xue Kuang melompat ke udara. Miasma di kawah itu tersedot ke dalam pedangnya, membentuk proyeksi tengkorak darah raksasa setinggi sepuluh meter yang melolong mengerikan. Tengkorak itu meluncur turun layaknya meteor berdarah, berniat menelan Ye Xuan hidup-hidup.

​Di kejauhan, Lei Luo dan Mu Qing menahan napas. Tekanan dari teknik itu membuat mereka bahkan kesulitan untuk berdiri tegak.

​Namun, Ye Xuan hanya menatap proyeksi tengkorak darah raksasa itu dengan mata setengah tertutup.

​"Teknik sampah yang hanya mengandalkan darah kotor untuk menakut-nakuti lawan," gumam Ye Xuan dingin.

​Kali ini, Ye Xuan tidak lagi hanya bertahan. Cairan Qi Naga Primordial di dalam Dantiannya berputar, mengalir melalui meridiannya dan meresap ke dalam Naga Bintang Pemakan Darah. Urat-urat perak di bilah pedang hitam itu berpendar terang, dan garis merah di tengahnya menyala layaknya mata iblis yang baru saja terbangun.

​"Aku akan tunjukkan padamu apa artinya kehancuran mutlak."

​Ye Xuan menarik pedang seberat sepuluh ribu kati itu ke belakang punggungnya. Otot-otot lengan perunggunya meregang hingga batas maksimal. Ia lalu mengayunkan pedang raksasa itu lurus ke depan, menyongsong tengkorak darah tersebut.

​Seni Sembilan Reinkarnasi Naga: Pembelah Samudra Langit!

​WUUUUUSSSSHHH—BLAAAAAM!

​Tidak ada proyeksi pedang yang mewah, tidak ada lolongan naga yang dramatis. Yang ada hanyalah ledakan udara murni. Ayunan pedang dengan berat sepuluh ribu kati yang didorong oleh fisik naga dan Qi Pembentukan Fondasi itu menciptakan badai vakum yang merobek ruang di hadapannya.

​Badai sonik transparan menghantam tengkorak darah raksasa milik Xue Kuang. Dalam hitungan sepersekian detik, tengkorak yang terlihat tak terkalahkan itu hancur berantakan menjadi debu darah, tak mampu menahan tekanan fisik brutal yang jauh melampaui hukum energi fana.

​"T-TIDAAAK!"

​Xue Kuang menjerit histeris saat badai sisa dari ayunan Ye Xuan menghantam tubuhnya di udara. Jubah dan perisai Qi-nya hancur layaknya kertas basah.

​CRAAASH!

​Sabetan pedang raksasa itu menghantam dada Xue Kuang. Suara tulang rusuk yang remuk serempak bergema. Xue Kuang memuntahkan darah segar yang bercampur dengan pecahan organ dalamnya, sebelum tubuhnya menghantam pilar tulang naga purba di belakangnya dengan sangat keras.

​Pilar tulang raksasa itu retak, dan Xue Kuang merosot ke tanah. Matanya menatap Ye Xuan dengan teror yang tak bisa dijelaskan. Ahli Pembentukan Fondasi Bintang Delapan... jenius nomor satu Sekte Darah Neraka... dikalahkan hanya dengan satu ayunan pedang tumpul!

​Ye Xuan melangkah mendekati tubuh Xue Kuang yang sekarat.

​Tepat saat darah Xue Kuang menggenang di tanah, pedang Naga Bintang Pemakan Darah di tangan Ye Xuan mulai berdengung lapar. Ye Xuan membiarkan ujung pedangnya menyentuh darah di tanah.

​Dalam sekejap mata, darah Xue Kuang tersedot habis ke dalam bilah pedang itu. Kulit Xue Kuang mengering layaknya mumi, matanya mendelik, dan nyawanya melayang dalam keputusasaan yang tak terbayangkan.

​"I-ini iblis! Dia bukan manusia, dia iblis!"

​Delapan murid Sekte Darah Neraka yang sejak tadi menonton dengan raut kemenangan kini pucat pasi. Melihat Kakak Pertama mereka yang tak terkalahkan mati seperti anjing, kewarasan mereka hancur. Mereka berbalik dan berlari tunggang langgang ke segala arah.

​Ye Xuan tidak repot-repot mengejar. Ia menoleh sedikit, menatap Chu Feng dan dua rekannya yang masih mematung.

​"Kalian punya kaki, bukan?" suara dingin Ye Xuan menusuk telinga mereka. "Jangan biarkan satupun lalat itu keluar dari kawah ini hidup-hidup. Jika ada yang lolos, kalian yang akan menggantikan posisi mereka di ujung pedangku."

​Mendengar perintah yang diwarnai ancaman maut itu, Chu Feng, Lei Luo, dan Mu Qing tersadar. Darah mereka yang tadinya membeku karena takut kini mendidih oleh adrenalin dan fanatisme gila. Kapten mereka adalah monster dewa! Apa lagi yang perlu mereka takuti di jurang ini?!

​"Laksanakan, Kapten!" raung Chu Feng.

​Ketiganya melesat layaknya serigala yang kelaparan, memburu delapan murid Sekte Darah Neraka yang telah kehilangan semangat tempur mereka. Suara jeritan dan tebasan senjata segera menggema di pinggiran kawah.

​Mengabaikan pembantaian kecil di belakangnya, Ye Xuan berjalan mendekati Kolam Darah Sumsum Naga.

​Hawa panas yang luar biasa pekat memancar dari kolam cairan berwarna emas kemerahan tersebut. Aroma yang sangat memabukkan bagi seorang pemegang Seni Sembilan Reinkarnasi Naga menusuk hidungnya.

​"Darah purba yang terkondensasi... Meskipun naga ini dulunya hanya seekor naga bersayap tingkat rendah di Alam Dewa, bagi tubuh fanaku saat ini, ini adalah nektar surgawi," gumam Ye Xuan dengan senyum tipis.

​Ia menancapkan pedang raksasanya di tepi kolam, lalu menanggalkan jubah hitamnya, memperlihatkan otot-otot perunggunya yang sempurna.

​Tak lama kemudian, Chu Feng dan yang lainnya kembali dengan pakaian yang dipenuhi noda darah, napas mereka terengah-engah namun wajah mereka memancarkan keganasan baru. Mereka telah membersihkan sisa-sisa Sekte Darah Neraka tanpa sisa.

​Ye Xuan menatap mereka. "Dengarkan baik-baik. Aku akan berendam di kolam ini untuk beberapa waktu. Proses ini tidak boleh diganggu."

​Ye Xuan menunjuk ke tiga arah jalur masuk menuju kawah tersebut. "Kalian bertiga, jaga perimeter. Jika ada lalat dari sekte lain yang masuk, bunuh mereka. Jika kalian tidak mampu membunuh mereka, tahan mereka menggunakan nyawa kalian. Jika kalian mati dalam tugas, aku akan memastikan sekte menguburkan kalian dengan kehormatan. Tapi jika kalian berani lari..."

​"Kami mengerti, Kapten!" Chu Feng berlutut dengan satu kaki, disusul oleh Lei Luo dan Mu Qing. "Bahkan jika dewa maut datang, ia harus melangkahi mayat kami untuk bisa mendekati kolam ini!"

​Ye Xuan mengangguk singkat. Tanpa basa-basi lagi, ia melompat masuk ke dalam Kolam Darah Sumsum Naga.

​BLUUSSSHH!

​Begitu tubuhnya tenggelam ke dalam cairan emas kemerahan itu, kolam yang tadinya hanya mendidih pelan seketika meledak layaknya gunung berapi bawah laut. Suhu di dalam kolam anjlok ke titik yang bisa melelehkan tulang Inti Emas.

​Rasa sakit yang ribuan kali lipat lebih menyiksa dari badai pedang di Puncak Makam Pedang menghantam setiap sel di tubuh Ye Xuan. Cairan darah purba itu layaknya jutaan jarum api yang menembus kulit perunggunya, berusaha membakar otot dan nadinya menjadi abu.

​Namun, di dalam lautan kesadaran Ye Xuan, jiwa sang Kaisar Dewa tertawa gila.

​"Bakar semuanya! Hancurkan cangkang fana ini dan tempa tulang kaisarku kembali!"

​Ye Xuan merapalkan segel tangannya di dasar kolam yang mendidih. Tahap Kedua: Otot Perak Darah Emas, mulai!

​Sementara Ye Xuan terkunci dalam proses evolusi brutal yang mempertaruhkan nyawanya, di tempat lain, jarak sekitar tiga ratus mil ke arah utara dari kawah tersebut, sebuah pertempuran masif sedang berlangsung.

​Pusat Cekungan Magma Utara.

​Tempat ini dikelilingi oleh kawah-kawah yang menyemburkan lava panas. Di tengah cekungan, di atas sebuah pulau batu kecil di tengah lautan magma, sebatang bunga teratai merah yang memancarkan aura kehidupan yang luar biasa sedang mekar perlahan-lahan.

​Teratai Hati Bumi!

​Di daratan batu sekeliling lautan magma, ratusan murid dari Sekte Pedang Azure, Sekte Teratai Es, Sekte Darah Neraka, dan dua sekte besar lainnya saling membantai dalam kekacauan yang absolut. Darah membanjiri tanah berbatu yang panas, menguap menjadi bau anyir yang menyesakkan.

​Di atas sebuah tebing batu yang tinggi, jauh dari jangkauan pertempuran utama, dua sosok berdiri mengamati pembantaian itu dengan senyum kejam.

​Mereka adalah Lin Xue'er dari Sekte Teratai Es dan Xue Yin dari Sekte Darah Neraka.

​"Lihatlah mereka, bertarung layaknya anjing liar demi sebatang teratai pengalih perhatian," kekeh Xue Yin, matanya yang pucat berkilat sinis. "Mereka tidak tahu bahwa Kakakku, Xue Kuang, saat ini pasti sudah mengamankan Kolam Darah Sumsum Naga di timur. Setelah Kakakku selesai menyerap sebagian energi kolam itu, dia akan datang kemari, dan kita akan meratakan seluruh jenius sekte ini dalam satu malam."

​Lin Xue'er melipat tangannya di dada, wajah cantiknya sekeras es abadi.

​"Aku tidak peduli pada sekte-sekte fana itu," ucap Lin Xue'er dingin. "Satu-satunya yang aku pedulikan adalah Ye Xuan. Tim Pelataran Dalam Sekte Pedang Azure yang dipimpinnya tidak terlihat di medan perang ini. Ke mana tikus itu bersembunyi?"

​"Tenang saja, Nona Lin," Xue Yin menyeringai penuh arti. "Jika mereka tidak ada di sini, kemungkinan besar mereka tersesat ke arah timur. Dan jika Ye Xuan benar-benar bernasib buruk bertemu dengan Kakakku di sana... percayalah, saat Kakakku kembali nanti, dia pasti akan membawakanmu kepala Ye Xuan sebagai hadiah pertemuan kita."

​Lin Xue'er tersenyum tipis. "Kuharap tebakanmu benar. Aku benar-benar ingin melihat raut keputusasaan di wajah sombongnya saat dia menyadari bahwa dia bukan siapa-siapa di hadapan kekuatan sejati."

1
Fajar Fathur rizky
bikin yexuan kejam hancurkan sekte darah itu dan untuk sekte es itu hancurkan aja kultivasi mereka bikin yexuan membuat wanita sekte es itu di sentuh musuh mereka
Nanik S
Ye Xuan menjadi Kebanggaan Tetua Wuji karena kekuatan absolutnya
Nanik S
Ye Xuan... bantai saja Panatua Zhao dan anteknya
Nanik S
Zhao Li ... hilang SDH kesombonganmi
Nanik S
Empat lalat yang cari mati
Nanik S
Fosil batu bintang untuk menambal Meridian yang retak
Nanik S
Ye Xuan ...ucapan benar benar Absolut
Nanik S
Sudah bilang ke Cucunya gak usah pakai Trik murahan
Nanik S
Boommmm hancur sudah Boneka Perunggunya
Nanik S
Gravitasi hanya memijat punggungku, dan cepat ijian ke dua aku mau tidur🤣🤣🤣
Nanik S
Dapat kantong penyimpanan🤣🤣🤣
Nanik S
Tiga tikus yang arogan melempari batu Ye Xuan... cari mati saja
Dan Kawan-Kawan
pelan tapi pasti lanjut ye xuan........
Nanik S
Ye Xuan menempati puncak makam pedang....sanggupkah
Dan Kawan-Kawan
up lagi thor
Nanik S
Ye Qian ... sekarang ada Ye Kuang
Nanik S
Berangkat ke Sekte Azurre...
Nanik S
Keluarga Lin.... dimana Arogansimu🤣🤣
Nanik S
Ye Xuan ucapannya adalah Final
Nanik S
Booooommm ... siapapun yang menghalangi jalanya sikat habis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!