NovelToon NovelToon
Diantara Kita

Diantara Kita

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Dunia Masa Depan
Popularitas:305
Nilai: 5
Nama Author: MonAmour19

Diantara kita hanya ada kebaikan saja? tidak ada harapan untukku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MonAmour19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

burung jatuh (18)

"KAK ARGA LIAT..." teriak Naya sambil memegang seekor burung yang jatuh, dan kini keadaan burung itu sudah sangat lemas

Sudah dua bulan sejak kejadian dimana Naya selalu memikirkan Arga, kini mereka sudah lumayan dekat, hari ini saja Naya sedang berada di halaman rumah Arga, karena satu bulan kemarin mereka sering bermain bersama.

"ada apa nay" tanya Arga sembari ikut melihat apa yang di pegang Naya

"ini liat, aku tadi ga sengaja Nemu dia disana, terus keadaan nya udah kaya gini" ucap Naya sembari menunjuk tempat dia menemukan burung itu, Arga mengambilnya dari tangan Naya

"bisa tolong ambilin kotak P3K di laci obat?" Naya menganggukkan kepalanya semangat

"boleh, bentar ya" ucapnya sambil berlarian melihat hal itu Arga hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja dan berteriak

"GA USAH LARI LARIAN NAYA, NANTI JATUH" teriaknya membuat Naya hanya mengangkatkan jempolnya saja Arga terkekeh melihat hal itu.

Seperhatian itu Arga, sehingga membuat Naya dibuat salting setiap hari, Naya tau mereka semakin dekat karena Arga yang awalnya meminta Naya mengantarkan dirinya pulang sekolah, terus saja seperti itu setiap hari, sampai hari ini pun tiba dimana kedekatan mereka sudah bisa di anggap seperti pacar, karena mereka hampir setiap hari bermain kerumah.

kalian tanya? kenapa Arga dan Naya bisa hampir setiap hari main ke rumah mereka? ya karena awalnya dia selalu mengantarkan Naya pulang, dan Naya selalu meminta Arga untuk mampir. begitupun sebaliknya, setelah dua bulan setengah yang lalu Naya mampir ke rumah Arga untuk mengambil map dan bertemu mamahnya, dan sampai saat ini mamahnya selalu meminta Naya untuk menemaninya di rumah, karena Arga dan ayahnya yang selalu sibuk oleh pekerjaannya sendiri.

sedangkan ibu Naya, dia mempunyai anak selain Naya yaitu Kakak nya Naya bernama asila yang baru saja pulang dari luar negeri dan Naya merasa bahwa kasih sayang ibunya terbagi dari dulu saja sudah seperti itu apalagi sekarang, pikir naya. Jadi Naya lebih memilih selalu berada di rumah Arga daripada di rumahnya sendiri, begitu mamahnya Arga yang selalu mengajaknya bermain dan dia selalu bilang ayok.

"ka ini" ucap Naya membuat Arga menoleh dan mengambil kotak P3K itu

"darimana aja nay?" tanya Arga sembari melihat Naya yang kini sedang duduk di sebelahnya

"tadi mamah ngajak ngobrol aku dulu" ucap Naya, ya memang Naya menyebut mamah Arga dengan sebutan yang sama, karena katanya dulu Arga juga mempunyai adik perempuan kembar yang kalo ada sama dengan Naya, tapi karena sebuah tragedi yang mengharuskan adik Arga meninggal dunia dua-duanya, musibah tidak ada yang tahu. Jadi, mamah Arga menyuruhnya untuk memanggil dirinya dengan sebutan yang sama.

"ka itu kenapa emangnya? Kakak udah cek?" tanya Naya sembari mengelus kepala burung itu lembut

"ini sayapnya berdarah, liat" ucap Arga sembari memperlihatkan sayap burung itu membuat Naya diam seribu bahasa saat melihat darah itu, lima menit tanpa ocehan Naya membuat Arga bingung, karena biasanya anak ini tidak berhenti mengoceh apalagi tentang burung yang terluka dia sangat peduli.

Arga melihat ke arah Naya, dan ternyata Naya sedang menatap lurus ke depan dengan tatapan yang bingung, arga yang menyadari itu langsung menyimpan burungnya di bawah saja karena sudah selesai melakukan pengobatan untuknya.

"nay, kenapa?" tanya Arga, karena Arga benar-benar tidak tahu bahwa Naya ini kenapa, Naya menoleh ke arah arga, lalu melihat ke arah burung.

"udah?" tanya Naya dengan suara pelan membuat Arga mengernyitkan bingung namun, Arga tetap mengangguk

"udah ko, kenapa emangnya?" tanya Arga membuat Naya mendekat dan menatap mata Arga yang selalu menatapnya dengan tatapan lembut

"aku takut darah ka" ucap Naya bersamaan dengan itu air matanya turun, membuat Arga langsung menaruh kepalanya Naya di pundaknya, mengelus rambut panjang Naya dengan lembut tanpa ada kasar sedikitpun dari elusannya membuat Naya nyaman.

"kenapa baru kasih tau aku sekarang? Padahal kalo aku tau, aku ga bakal kasih liat" ucap Arga namun Naya hanya diam dengan Isak kecilnya yang mungkin orang orang tidak akan mendengar nya kecuali Arga karena mereka saat ini dekat

"ada trauma? Ada gejala apa sebelumnya nay?" tanya Arga membuat Naya mendongakkan kepalanya, wajah mereka sangat dekat namun Arga tidak mempermasalahkan itu dan tidak merasa terganggu oleh hal itu dia malahan nyaman dan suka melihat wajah Naya yang begitu dekat dengannya.

"waktu umur sepuluh tahun aku hilang ingatan ka sampai sekarang, katanya hilang ingatan aku bisa pulih kembali, tapi nyatanya sampai saat ini aku ga inget apapun waktu aku kecil kaya gimana, padahal aku mau banget inget aku kecil pernah main sama siapa, karena kenangan waktu kecil ga akan bisa keulang lagi" ucap Naya membuat Arga benar benar mendengarkan dengan baik, lalu Naya melanjutkan ceritanya

"dari hilang ingatan itu aku takut liat darah, aku gatau kenapa aku kalo liat darah kaya orang bingung ka, gatau mau ngapain tapi yang aku bisa lakuin itu cuman diem kaya tadi, tapi pas aku tanyain ke ibu katanya karena kecelakaan itu buat aku takut darah" Naya menarik nafas sejenak lalu semakin dalam melihat Arga, sedari tadi pun Arga hanya mendengarkan tanpa memotong cerita Naya biarkan saja Naya cerita sepanjang mungkin agar Arga tahu bagaimana Naya dulu, Arga siap mendengarkan cerita Naya sepanjang apapun.

"kamu tau ga ka?" tanya Naya tiba tiba membuat Arga mengernyitkan keningnya

"apa nay?"

"kalo aku liat kamu rasanya aku selalu Dejavu, aku ga tau kenapa tapi ya rasanya Dejavu aja, aku udah konsultasi sama dokter aku, katanya kalo mau inget semuanya kamu harus bisa sama hal yang bisa buat kamu Dejavu entah itu orang, barang, atau apapun itu, dan soalnya aku ga pernah liat itu semua kecuali sama kamu" ucapnya, Naya mengelus rahang Arga dengan lembut

"jangan berpikiran aku manfaatin kamu ya ka, soalnya emang kamu senyaman itu buat dijadiin sahabat" ucapannya di akhir kalimat membuat dirinya sendiri agak sesak, Arga tersenyum dan sedari Naya bercerita tangannya tidak berhenti mengusap kepala Naya.

"gapapa nay aku gapernah berpikiran soal itu, tapi kalo misalnya kamu mau manfaatin aku juga, gapapa tau." ucap Arga membuat Naya langsung bangkit dan membalikkan tubuhnya ke arah Arga sembari mengusap sisa air mata yang berada di pipinya.

"ko gitu?" tanya Naya

"kalo di manfaatin cewe cantik mah gapapa kali Naya" ucapnya sembari tersenyum jahil membuat Naya cemberut

"ishh" Arga tertawa melihat Naya yang seperti itu.

"oke ini serius, jadi kamu takut darah? Terus gimana kalo kamu terluka misalnya?" tanya Arga

"ya aku diem ga liat tapi udahnya aku nangis kaya tadi karna liat darah" jawab Naya membuat Arga mengangguk-anggukkan kepalanya

"oke tenang aja kamu sama aku aman kok ga bakalan terluka" Naya yang mendengar itu sangat kesal sehingga membuat arga kembali tertawa karena melihat wajah Naya yang cemberut

"jadi sembuhnya pakai apa ini?" tanya Arga, Naya menggelengkan kepalanya

"aku gatau, aku baru satu tahun ini Konsul sama psikolog, karena kemarin kemarin aku selalu ga nyaman sama yang berwarna merah, tapi sekarang udah ngga kok, sekarang cuman liat darah aja" ucap Naya sembari menghembuskan nafas panjang

"setiap hari apa kesana?" tanya Arga membuat Naya sedikit berpikir lalu menjawab

"satu bulan dua kali, setiap hari Sabtu" ucap Naya membuat Arga mengangguk

"oke, nanti aku antar kamu buat Konsul ya?" ucap Arga membuat Naya menganggukkan kepalanya, mereka diam beberapa menit saling menatap, Arga langsung membuka keheningan itu

"nay tau ga sih?" tanya Arga membuat Naya melihatnya serius

"apa ka? Aku gatau" jawab naya

"Lo itu sedikit mirip sama orang yang selalu ada di pinggir jalan tau" Naya mengernyitkan keningnya tajam, namun Arga buru buru memundurkan tubuhnya sendiri, Naya yang sadar pun langsung melotot ke arah Arga yang sudah berlari, Naya lalu mengejarnya

"KA ARGA ISSHH, AWAS YA KALO AKU DAPET KAMU, GAMAU AH GA LUCU" teriak Naya sambil berlarian

"LUCU TAU NAY" jawab Arga balik

"IHHH GAMAU AH GA SUKA AKU KA, SINI GA? KAMU TAU GA SIH? KALO KAMU JUGA MIRIP SAMA AMANG AMANG YANG SELALU ADA DI DEPAN SEKOLAH, YANG ORGIL BARU ITU KA, UDAH AH CAPE SINI KAMUNYA" teriak Naya nyerocos sampai ngos-ngosan namun Arga yang mendengar itu tertawa sambil berlarian.

Mereka kini main kejar-kejaran, dan tanpa sadar ada sepasang mata yang melihat ke arah mereka sembari terus tersenyum, itu ibu Arga.

"semoga di hari selanjutnya kalian selalu bersama ya, tanpa ada halangan apapun nanti kedepannya" lirihnya sangat pelan

......................

Soon too bee...

from author: apapun yang terjadi kamu harus bahagia ya nay.....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!