NovelToon NovelToon
Aku Tak Butuh Duitmu, Mas!

Aku Tak Butuh Duitmu, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom / Penyesalan Suami
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Tit... Tit... Tit...

"Nih uang buat beli listrik. Dasar wanita benalu, bisanya cuma minta uang aja tapi dandan tidak bisa." teriak seorang laki-laki sambil melempar beberapa lembar uang ke arah wajah istrinya.

Mempunyai mertua yang baik, tapi anaknya selalu menguji kesabarannya. Pelit, suka membandingkan dengan perempuan lain, dan selingkuh. Namun selalu menyalahkan istrinya yang selama ini sabar mendampinginya. Dia adalah Aruna Fatihah yang harus diuji kesabarannya selama 3 tahun belakang dengan perubahan suaminya.

Akankah Aruna masih akan bersabar jika suaminya menjalin kasih dengan perempuan lain? Apakah Aruna akan memilih diam atau membalas perlakuan dari suaminya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CCTV

"Bu, lihat. Mas Kafka kasih aku gelang lho," seru Aruna memamerkan gelang yang dipakainya pada Ibu mertuanya.

"Wah... Bagus sekali, Aruna. Mahal sekali kayanya," seloroh Ibu Salma sambil melirik sekilas ke arah Kafka yang wajahnya sangat muram.

Ibu Salma baru saja datang untuk memberikan gulai ayam yang dibuatnya. Ayam yang kemarin dibeli oleh Aruna, disimpan di kulkas rumah Ibu Salma. Pagi ini, Ibu Salma langsung memasaknya sesuai dengan rencana Aruna. Sengaja ayam itu dimasak di rumah Ibu Salma karena gas milik Aruna sudah habis. Ibu Salma yang melihat Aruna memamerkan gelang barunya pun tersenyum. Dirinya yakin kalau Aruna pasti habis melakukan sesuatu hingga gelang itu ada di tangannya. Kafka tidak mungkin memberikan gelang itu pada Aruna.

"Iya, Bu. Nanti kalau Mas Kafka lupa kasih uang, bisa dijual ini buat beli makan." ceplos Aruna membuat Ibu Salma terkekeh pelan.

"Kok dijual sih? Itu kan harganya mahal dan limited edition. Mending balikin aja kalau mau dijual," seru Kafka tak terima. Itu adalah perhiasan incaran yang harus pre order terlebih dahulu.

"Lah... Percuma mahal dan limited edition, nggak bisa bikin kenyang ini. Mending dijual, dapat duit buat beli sembako yang harganya 50 ribu." ucap Aruna menyindir Kafka tentang sembako 50 ribu.

"Sembako 50 ribu? Sembako apa itu, Aruna? Beras empat kilo?" tanya Ibu Salma dengan tatapan bingungnya.

"Entah... Mas Kafka itu kok tadi yang bilang. Sembako lengkap lima puluh ribu dan ada kembaliannya,"

"Aruna lanjut mencuci dulu, Bu. Sekalian tolong gulai ayamnya letakkan saja di meja makan." ucap Aruna sambil tersenyum manis ke arah mertuanya.

"Si..."

"Aku mau makan. Mana sini itu gulai ayamnya?" sela Kafka yang langsung berdiri dan mengambil panci di tangan Ibunya dengan sedikit kasar.

Bahkan kuahnya sedikit tumpah karena gerakan kasar dari Kafka. Ibu Salma hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Kafka yang begini. Kafka pergi ke ruang makan karena sudah kelaparan. Apalagi Kafka tadi malam belum makan, ditambah pagi ini dibuat emosi karena gelangnya diambil oleh Aruna. Sedangkan Aruna senyum-senyum sendiri melihat gelang di pergelangan tangannya.

"Kok bisa kamu dapat gelang dari Kafka, Nak? Tidak mungkin dia memberikannya kepadamu kan?" tanya Ibu Salma dengan berbisik.

"Tentu saja benar dugaaan Ibu. Tidak mungkin Mas Kafka memberikannya padaku secara ikhlas lahir batin. Tadi waktu aku mau mencuci, ada gelang dan suratnya di saku kemeja kerja Mas Kafka. Ya udah, aku tanya aja sama Mas Kafka. Sekalian bilang, suamiku romantis sekali mau kasih surprise belikan hadiah gelang."

"Lalu aku klaim ini gelang punya Aruna. Sama ini lihat, Bu. Aku suruh Mas Kafka buat story biar nanti kekasihnya itu tahu. Panas sekalian itu kekasih gelapnya,"

Aruna menunjukkan story suaminya di ponselnya pada Ibu Salma. Mertuanya itu terkekeh geli melihatnya. Ibu Salma yakin kalau perempuan yang dekat dengan Kafka pasti akan kepanasan. Ibu Salma menatap Aruna dengan mata berkaca-kaca. Menantunya itu sekarang seperti perempuan yang mati rasa dan tak ada cinta pada Kafka. Pada faktanya, Aruna tahu suaminya selingkuh dan akan diberi hadiah. Namun Aruna tidak menangis, tapi membalasnya dengan cara elegan.

"Ibu dukung kamu, Nak. Jangan biarkan itu perempuan dan Kafka hidup bahagia di atas penderitaan istri sah. Kamu harus bahagia dan sukses saat nanti membawa Nasya pergi," ucap Ibu Salma membuat Aruna tersenyum.

"Pasti, Bu. Aruna dan Nasya akan bahagia. Sama Ibu juga, kita akan selalu bersama apapun yang terjadi." ucap Aruna yang merasa punya tanggungjawab pada Ibu Salma. Apalagi Kafka sama sekali tidak peduli dengan Ibu Salma.

"Terimakasih, Nak." Aruna langsung memeluk Ibu Salma untuk menenangkannya.

"Aruna... Buatkan aku kopi," teriak Kafka dari arah dapur.

"Baik, Mas Kafka sayangku." ucap Aruna dengan nada sok lembut membuat Ibu Salma terkekeh pelan.

"Ibu pulang aja ke rumah. Jangan di rumah ini, yang ada bikin darah tinggi. Bukan maksud Aruna mengusir ya, Bu." Ibu Salma mengacungkan jempolnya ke arah Aruna. Dia paham maksud Aruna yang tak ingin dirinya mendengar ucapan tidak enak didengar dari Kafka jika berada di rumah itu.

***

Malam ini, Kafka tidak pulang ke rumah. Entah pergi kemana laki-laki itu, Aruna tak mau memusingkan. Apalagi tadi dia sudah menempelkan CCTV kecil yang diberikan oleh Isti pada sepatu milik Kafka. Jika nanti ada yang mencurigakan, Aruna akan menyusul. Beruntung sekali dia punya teman seperti Isti yang sudah seperti malaikat penolong. Aruna pun memilih menginap di rumah mertuanya bersama Nasya. Apalagi Ibu Salma hanya sendirian di rumah.

"Kafka kemana, Aruna? Kenapa dia tuh sekarang sering banget pergi? Padahal katanya kemarin libur," gerutu Ibu Salma pada anaknya itu.

"Menemui kekasih gelapnya, Bu." ucap Aruna dengan santai sambil memperlihatkan live CCTV dari ponselnya kepada Ibu Salma.

"Lho... Itu Kafka to, Nak? Kok bisa ada di layar ponselmu? Dia lagi syuting?" tanya Ibu Salma dengan tatapan bingungnya membuat Aruna terkekeh pelan.

"Enggak syuting, Bu. Ini tuh CCTV buat memantau keadaan sekitar atau maling gitu lho. Biar ketahuan apa yang dilakukan oleh seseorang," ucap Aruna menjelaskan.

"Oh alah... Kaya yang di supermarket itu ya? Ibu nggak ngerti kaya gituan,"

Ibu Salma memang tak paham dengan teknologi yang sudah maju sekarang ini. Bahkan Ibu Salma juga tidak punya ponsel. Dengan Nasya saja, malah pintar anaknya itu jika menggunakan ponsel. Namun Aruna tak masalah, yang penting Ibu Salma jadi tidak terpengaruh Ibu-Ibu sosialita. Apalagi beberapa warga yang memang julid di grup pesan RT. Khawatir Aruna pada mertuanya itu yang akan sakit hati jika membaca pesan di grup.

"Nggak papa kalau tidak tahu, Bu. Nggak penting juga," ucap Aruna sambil terkekeh pelan.

"Nenek, besok antar Nasya ke sekolah ya. Nenek udah lama nggak antar Nasya lho," ucap Nasya tiba-tiba dengan tatapan permohonan.

"Ibu saja yang antar, Nasya. Kaki Nenek kan lagi sakit," ucap Aruna yang tidak mau membuat mertuanya sakit. Pasalnya kaki Ibu Salma sedang bengkak karena kemarin sempat keseleo.

"Yah... Nenek belum bisa an..."

"Bisa kok. Nenek akan antar Nasya besok ke sekolah." sela Ibu Salma karena tak tega melihat cucunya kecewa.

Bu...

"Nggak papa, Nak. Lagian juga Ibu itu harus jalan-jalan. Udah beberapa hari nggak keluar rumah tuh rasanya sumpek. Biar kaki juga nggak kaku," Aruna tampak keberatan dengan keputusan Ibu Salma. Aruna takut jika nanti malah Ibu Salma tambah sakit.

Prang...

Ada apa itu di rumahnya Mbak Aruna, Bapak-Bapak?

Aruna, lihat rumahmu itu. Kaya ada suara pecahan kaca,

1
E F
lanjuttt thor💪🙏😍
sunaryati jarum
Lha Cerai saja baru proses kok sudah mau dijodohkan
Penulis Eli: Hanya bercanda itu, kak 🙈
total 1 replies
E F
lanjutt thor💪😍
aku
bu salma dan bu lala ini kyk e mudanya bar2 sekali ya 🤣🤣 ceplas ceplos jg 🤣🤣
sunaryati jarum: Kalau sudah ketemu teman sekolah,lupa umur.Termasuk emak dan teman - sekolah .
total 1 replies
aku
dua duanya aja. gongin sama anak. 😁
Suwastika
wah...bener² ad udang d balik bakwan BS pas bgt🥰🥰
Muft Smoker
waaaah duo bestie pda garcep niih ,, tp yg pling garcep yx bu Salma 🤭🤭🤣🤣
aku
mamer dorong mantunya kenceng bgt yakk 🤣🤣 keburu amat 🤣🤣 ketok palu ja blm itu mantu 🤣🤣
E F
lanjutt thor💪😄😍
Muft Smoker
bu Salma semangat banget mau jodohin menantu ny ,,
😁😁😁😁
sunaryati jarum
Nah gitu tegas, segera visum untuk bukti.Dsn bukti perselingkuhannya sekalian
sunaryati jarum
Langsung lapor yang berwenang itu sudah penganiayaan berat mengarah pembunuhan
Puspa Sella
benci cara pikiran Aruna ini
Muft Smoker
penjara kan saja si Kafka. bu ,,
Kafka mungkin ank kandung mu,,
tp jiwa ny bukan ,, dy cuma laki2 pengecut jelmaan Dari kodok sawah ,, 😒😒😒😒
uphet
aduuuhhh Bu Salma d sangka mabok abis makan kecubung🤣🤣🤣
E F
tq thor🙏😍
smangat sehat sll up byk2🤭😄💪
aku
kayak mana gk mlongo wong kalimatnya gitu 🤣🤣🤣 aduh nenek ini 🤣🤣
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
makin seruu cerita ny
E F
😄😄
tq thor🙏😍
smangatttt up byk2🤭💪
E F
lanjuttt thor💪😍
smangattt hempasssss cpttttt😄💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!