Melati dan Rayan sudah 5 tahun menikah, tapi mereka belum di karuniai keturunan. Di usia 5 tahun pernikahan mereka melakukan pemeriksaan kesehatan, dan hasil nya Rayan yang bermasalah.
Dokter Silvi, sahabat nya Melati memberi saran pada Melati agar Melati mengatakan bahwa diri nya yang mandul. Maka Melati akan melihat seperti apa wajah asli mereka, dan Melati pun menerima saran itu.
Setelah mengatakan hal itu, Melati di perlakukan bak pembantu. Rayan datang dengan membawa wanita hamil yang diakui sebagai anak nya.
Di hari syukuran kelahiran anak nya, Rayan mengundang Melati dan menghina nya di depan banyak orang. Melati lalu memberikan surat hasil pemeriksaan yang asli, Rayan dan kekuarga nya tidak percaya dengan hal itu.
Tapi setelah memeriksa keaslian surat itu, dan melakukan tes DNA maka mereka baru tahu bahwa anak itu bukan anak nya Rayan. Dan saat itu juga Rayan juga sudah di tipu oleh istri baru nya, harta nya sudah di bawa lari oleh wanita itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16
Tring.
Ponsel Melati berdenting, menandakan ada notifikasi pesan yang masuk. Melati meraih ponsel nya, sebuah senyuman mengembang di sudut bibir nya.
"Dari siapa Mel?" Tanya Bunda Ambar.
"Dari mas Rayan, bun!" Jawab Melati singkat.
"Mau apa dia?" Tanya Bunda Ambar lagi.
"Dia ngajak ketemuan besok, buat bahas ganti rugi uang yang sudah dia keluarkan selama 5 tahun ini!" Jelas Melati.
"Keterlaluan, dia minta uang ganti rugi pada mu?" Tanya pak Hutama.
"Iya yah!" Jawab Melati.
"Mel, besok Bunda ikut dengan mu. Bunda akan kasih pelajaran pada keluarga tidak tahu malu itu!" Ucap Bu Ambar dengan geram.
"Gak usah bun, Melati masih bisa kok menghadapi mereka!" Jawab Melati dengan yakin.
"Tapi nak, Bunda tidak akan membiarkan mereka melakukan hal ini pada mu!" Ucap Bu Ambar lagi.
"Bunda tenang saja, jika mereka bisa membuat hitungan nya. Maka Melati juga bisa bun, Melati akan pastikan bahwa mereka yang akan terkejut dengan hitungan Melati. Dan satu hal lagi bun, Melati tidak akan membiarkan mereka mendapat sebesar pun uang dari Melati!" Ucap Melati lagi.
"Ayah yakin, Melati pasti bisa menangani mereka bun. Jika Melati menemukan masalah yang tidak bisa di hadapi, Ayah tidak akan diam saja!" Pak Hutama berbicara pada istri nya.
"Terima kasih Yah!" Ucap Melati lagi.
"Baik lah nak, jangan lupa cepat kabari ayah dan Bunda jika kau butuh bantuan besok!" Bu Ambar pun akhir nya setuju Melati pergi sendiri besok.
"Ayah, Bunda setelah ini Melati akan kembali bekerja. Sudah cukup selama 5 tahun ini Melati menghabiskan waktu sia - sia, kini Melati ingin fokus pada karir Melati!" Melati berkata pada orang tua nya.
"Ayah dan Bunda mendukung apa pun yang menjadi keinginan mu, nak. Asalkan itu baik untuk mu, bukan begitu Yah!" Bu Ambar berkata sambil menoleh pada suami nya.
"Benar nak, kamu jangan khawatir. Kami akan mendukung mu!" Pak Hutama tersenyum pada putri nya.
Melati sangat bersyukur memiliki orang tua seperti mereka, orang tua yang mendukung apa yang di lakukan oleh anak - anak nya.
Melati tidak sabar lagi menunggu hari esok, dia ingin melihat sendiri berapa uang yang akan di minta oleh Rayan dan keluarga nya besok.
*******
Melati meluncur ke sebuah kafe, tempat yang sudah di tentukan oleh Rayan dan keluarga nya tadi malam. Melati tiba di sana lebih dahulu, dia belum melihat Rayan atau pun keluarga nya.
Melati memesan minuman dingin untuk diri nya sendiri, dia memain kan ponsel nya sambil menunggu mereka.
Sementara itu, mobil nya Rayan memasuki halaman parkir kafe. Setelah mobil berhenti, Rayan dan kedua orang tua nya turun dari dalam mobil itu. Seperti nya mereka benar - benar menginginkan uang ganti rugi dari Melati, sehingga bu Arum dan pak Ilham ikut serta.
"Telpon Melati Ray, katakan pada nya bahwa kita sudah tiba. Ibu tidak mau menunggu nya terlalu lama!" Bu Arum berkata pada anak nya.
"Lebih baik masuk saja bu, kita tunggu di dalam!" Ajak Rayan.
Bu Arum akhir nya dengan sangat terpaksa mengikuti langkah kaki anak dan suami nya, tapi mengingat uang ganti rugi yang akan segera di dapatkan, seketika senyum langsung muncul dari sudut bibir bu Arum.
"Melati nya sudah sayang bu, itu dia!" Rayan mengarahkan telunjuk nya ke meja yang di tempati oleh Melati.
Ketiga orang itu bergegas mendekati Meja yang tengah di tempati oleh Melati, mereka langsung duduk di hadapan Melati.
"kami juga haus dan lapar, kami belum sarapan. Cepat pesan makanan untuk ibu!" Bu Arum memberi perintah pada Melati.
"Silahkan ibu pesan sendiri, itu pelayan nya!" Jawab Melati dengan suara datar.
Melati tidak mau menuruti perintah bu Arum, sudah cukup selama 5 tahun ini dia mematuhi ucapan wanita ini.
"Dasar menantu durhaka, sudah mandul mana tak berguna lagi!" Umpat bu Arum.
Melati tidak menggubris ucapan bu Arum, dia malas berdebat dengan bu Arum dan keluarga nya.
"Melati, Rayan dan Andin akan segera menikah. Jadi sebelum mereka menikah, kau harus membayar semua uang ganti rugi biaya yang telah di keluarkan Rayan untuk mu!" Bu Arum mulai berkata.
"Katakan saja jumlah nya, jangan bertele - telepon!" Ucap Melati dengan tegas.
"Melati, kau tinggal selama 5 tahun di rumah kami. Anak ku sudah memberikan segala nya untuk mu, termasuk memberi mu makan. Bayangkan saja jika kau tinggal di hotel, bisa di bayangkan berapa biaya permalam nya!" Bu Arum menghentikan ucapan nya.
Melati masih fokus mendengarkan ucapan sang calon mantan mertua nya, dia ingin tahu seberapa besar uang yang akan di minta oleh mereka.
"Jika kau tinggal di hotel, kita ambil biaya yang paling murah saja. Tiga ratus ribu perhari nya, itu arti nya selama 1 bulan kau harus membayar sebesar 9 juta pada kami!" Ucap bu Arum.
"9 juta di kalikan saja 60 bulan, berarti kau harus membayar pada kami sebesar 540 juta!" Bu Arum berkata sambil tersenyum sinis.
"Masih ada lagi?" Tanya Melati dengan santai nya.
"Selain itu, Rayan sudah mengeluarkan uang cukup banyak untuk biaya makan dan membeli semua kebutuhan mu. Kau harus membayar nya sebesar 500 juta, jadi total yang hatus kau bayar pada kami sebesar satu miliar 40 juta!" Bu Arum berkata sambil memamerkan senyuman licik nya.
"Sudah selesai?" Tanya Melati lagi.
"Sudah!" Jawab bu Arum dengan yakin.
"Baik lah, karena kalian sudah menghitung nya. Aku juga akan menghitung bagian ku!" Jawab Melati lagi.
"Apa maksud mu, Melati?" Tanya Rayan dengan geram.
"Karena kalian sudah meminta bayaran sebagai ganti rugi, maka aku pun akan melakukan hal yang sama!" Melati menghentikan ucapan nya.
Seketika mereka bertiga saling pandang, mereka tidak mengerti maksud Melati.
"Yang pertama aku akan meminta bayaran atas keperawan ku, ada yang membeli keperawanan dengan harga satu miliar, dua miliar, bahkan tiga miliar. Aku hanya menghargai keperawanan ku dengan harga satu miliar!" Ujar Melati sambil menatap mereka satu persatu.
"Melati, kau keterlaluan. Aku ini suami mu dan aku berhak mengambil keperawanan mu!" Rayan tidak terima dengan ucapan Melati.
"Kenapa kau tidak terima? Jika kau sadar bahwa kau adalah suami ku, maka kau punya kewajiban memberikan aku tempat tinggal yang layak. Tapi untuk tempat tinggal itu aku harus membayar mahal semua nya, jadi kau juga harus membayar mahal keperawan ku yang telah kau ambil!" Melati berkata dengan tegas.
"Keterlaluan kau Melati!" Bu Arum sangat emosi mendengar ucapan Melati.
"Aku belum selesai, aku juga sudah merinci semua nya!" Kembali Melati berkata.
Mereka semakin geram dengan ucapan Melati, tapi semua itu karena mereka yang memulai nya. Jadi kini mereka terjebak di dalam permainan mereka sendiri.
terus sehat dan semangat 😍💪