NovelToon NovelToon
Sistem Supir Angkot

Sistem Supir Angkot

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Sistem / Action
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

Di sudut kota Bogor yang basah oleh hujan, Farrel (22 tahun) hanyalah seorang supir angkot jurusan Baranangsiang–Bubulak yang hidupnya di ujung tanduk.

Setiap hari ia harus menahan lapar, dicaci maki oleh kernet lain, difitnah mencuri uang setoran oleh mandor pangkalan, dan puncaknya: diputuskan oleh kekasihnya karena tidak mampu membelikan kuota internet. Modal hidupnya setiap hari setelah setoran hanyalah sebungkus nasi rames karet dua dan sebatang rokok eceran.

Namun, sebuah insiden pengeroyokan oleh oknum ormas di Terminal Baranangsiang mengubah takdirnya. Saat sekarat, sebuah suara mekanis bergema di otaknya: [Sistem Afeksi Kekayaan Berhasil Diaktifkan].
Sistem ini memberikan Farrel saldo tak terbatas, namun dengan syarat gila: uang tersebut hanya bisa digunakan untuk membiayai atau membelikan barang untuk wanita yang memiliki potensi afeksi (rasa suka) terhadapnya. Setiap kali persentase Favorability (tingkat kesukaan) wanita tersebut naik, saldo pribadi Farrel akan berlipat g

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode: 18

Terkurung di antara kedua lengan kokoh Farrel, Clarissa bisa merasakan kehangatan yang menjalar dari tubuh pria itu. Jarak mereka begitu dekat hingga ujung blazer karamel Clarissa bergesekan lembut dengan kain kemeja sutra hitam Farrel.

Aroma maskulin yang segar setelah mandi bercampur dengan tatapan tajam mata Farrel membuat Clarissa merasa seolah-olah seluruh rahasianya bisa ditelanjangi dengan mudah.

Clarissa mencoba mempertahankan sisa-sisa keangkuhan sebagai seorang CEO. Ia mendongakkan kepalanya, menatap lurus ke dalam manik mata Farrel, meski napasnya yang tertahan mengkhianati ketenangannya.

"Jenderal Hermawan menginginkan proyek pembangunan kawasan superblok di Bogor Selatan," kata Clarissa, suaranya sedikit serak namun tetap terdengar tegas.

"Mandala Group memenangkan tender itu secara sah minggu lalu. Hermawan ingin menggunakan lahan itu sebagai kedok untuk jalur logistik penyelundupan barang ilegal skala besar dari pelabuhan tikus. Saya menolak mentah-mentah tawarannya tadi malam."

Farrel menyeringai tipis, sebuah ekspresi yang tampak begitu menawan sekaligus mematikan di wajah tampannya.

Jari telunjuknya bergerak maju, menyusur perlahan dari rahang tegas Clarissa turun ke leher jenjangnya yang mulus, membuat wanita itu merinding halus.

"Jadi, karena lu nolak jadi boneka dia, dia mutusin buat jadiin lu tawanan?" bisik Farrel, wajahnya mendekat hingga bibirnya nyaris menyentuh telinga Clarissa. "Rencana yang tipikal untuk orang tua yang mulai putus asa."

【 Ting! Target Clarissa Alexandra merasakan kombinasi antara ketakutan taktis dan gairah bawah sadar yang kuat! 】

【 Tingkat Kesukaan Clarissa Alexandra naik dari 35% menjadi 50% (Sangat Bergantung & Mulai Jatuh Cinta)! 】

【 Sistem mendeteksi dinding pertahanan mental target mulai runtuh akibat pesona absolut Pengguna! 】

Clarissa memejamkan matanya sesaat, menikmati sentuhan jari Farrel yang terasa begitu dominan di kulitnya. Sebagai wanita yang selalu mengatur hidup orang lain, ada rasa lega yang aneh ketika ada seorang pria yang jauh lebih kuat mengambil kendali penuh atas situasi yang mengancam nyawanya.

"Dia punya koneksi militer dan pembunuh bayaran, Farrel," ucap Clarissa, membuka matanya kembali dengan tatapan cemas. "Gua tahu lu kuat. Pasukan lu di luar sana... mereka terlatih. Tapi Hermawan itu licik. Kalau dia tahu gua ada di sini, tempat ini bakal digempur habis-habisan."

Farrel menarik tangannya dari jendela, lalu berbalik memunggungi Clarissa, berjalan santai menuju meja bar untuk menuangkan dua gelas wiski. Ia memberikan satu gelas kepada Clarissa, yang diterima wanita itu dengan tangan yang masih sedikit gemetar.

"Apartemen ini aman," kata Farrel tenang setelah meneguk minumannya. "Tapi gua gak suka bertahan. Menunggu musuh datang itu gaya bertarung pecundang."

Farrel menoleh, menatap pintu kamar utama tempat Nisa masih tertidur lelap. Ia harus menyelesaikan urusan ini sebelum wanita pertamanya terbangun dan terjebak dalam kekhawatiran yang tidak perlu.

"Gua bakal dateng ke rumah dia malam ini. Menepati janji gua yang tadi pagi," lanjut Farrel, nadanya sedatar memesan secangkir kopi, namun getaran haus darah di dalamnya membuat gelas wiski di tangan Clarissa berdenting pelan.

"Gua ikut," cetus Clarissa tiba-tiba. Matanya memancarkan kilat balas dendam yang membara.

"Dia udah berani nyentuh gua di tempat umum. Gua mau lihat dengan mata kepala gua sendiri gimana orang tua itu merangkak di lantai."

Farrel menatap Clarissa dari atas ke bawah, menilai lekuk tubuh molek sang CEO yang terbalut blazer kerja. Keberanian wanita ini cukup menarik perhatiannya.

"Lu punya nyali, Nona CEO. Tapi pakaian lu sekarang terlalu mencolok untuk sebuah pesta berdarah."

Farrel melangkah mendekat, merebut gelas wiski yang kosong dari tangan Clarissa dan meletakkannya di meja. Dengan satu gerakan cepat, ia menarik pinggang ramping Clarissa hingga tubuh wanita itu menempel erat pada dada bidangnya untuk kedua kali.

"Ganti baju lu dengan pakaian yang lebih santai di kamar sebelah. Setelah urusan Hermawan selesai..." Farrel menundukkan kepalanya, mengecup sekilas sudut bibir ranum Clarissa, memberikan janji yang membakar gairah tersembunyi wanita itu.

"...kita bakal bicara tentang masa depan Mandala Group di atas ranjang ini."

Wajah Clarissa merona merah padam. Ego sang Ratu Properti kini telah takluk sepenuhnya di bawah pesona sang predator baru dunia bawah tanah Bogor.

Ia mengangguk pelan, lalu berjalan menuju kamar tamu dengan langkah yang sedikit terburu-buru untuk menyembunyikan debaran jantungnya yang kian menggila.

Pukul sembilan malam. Langit Bogor malam itu hitam pekat tanpa bintang, seolah-olah alam tahu bahwa badai yang sesungguhnya akan segera menyapu kota.

Sebuah mobil Land Cruiser hitam tanpa pelat nomor meluncur membelah jalanan sepi menuju kawasan elit Bogor Baru.

Di dalam mobil, Farrel duduk di kursi belakang, mengenakan kemeja taktis hitam yang melekat ketat memperlihatkan siluet tubuh atletisnya.

Di sampingnya, Clarissa sudah berganti pakaian menggunakan celana jins hitam ketat dan jaket kulit sewarna, membuat penampilannya tampak seperti seorang pembunuh bayaran wanita yang sangat seksi.

Di kursi kemudi, Tiger fokus menatap jalanan di depan, sementara tiga mobil serupa mengiringi di belakang, membawa belasan personel elit Garuda Hitam yang dipersenjatai lengkap.

"Tuan Besar, kita sudah memasuki radius satu kilometer dari kediaman Jenderal Hermawan," lapor Tiger melalui interkom telinga.

"Sistem radar kami mendeteksi ada pergerakan tidak biasa di sekitar rumahnya. Ada sekitar dua puluh titik merah baru. Berdasarkan tanda taktisnya, mereka bukan preman biasa."

Farrel membuka matanya yang sedari tadi terpejam. Ia mengaktifkan Mata Sang Penguasa. Pandangannya menembus kegelapan malam, memindai rumah kolonial megah di ujung jalan.

Di sana, di atas atap dan di balik semak-semak halaman rumah sang Jenderal, tampak beberapa pria asing berwajah kaukasia dengan seragam taktis gurun dan senapan penembak jitu (sniper) yang diarahkan ke jalur masuk.

"Pembunuh bayaran internasional," gumam Farrel dengan seringai kejam. "Hermawan beneran menghabiskan sisa uang pensiunnya malam ini."

Farrel meraba pisau komando bermaterial titanium yang terselip di sabuk taktisnya. Efek stat kekuatan 25 dan kecepatan 23 di tubuhnya bergejolak, menuntut pelampiasan yang nyata.

"Tiger, matikan semua lampu mobil. Kita masuk lewat jalur belakang.

Malam ini... kita hapus nama faksi Hermawan dari peta kekuasaan Bogor."

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai hendra beserta keluarganya bikin hendra menyesal mencari masalah dengan mcnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai para penguasa itu bikin mcnya ambil alih
eza
apakah ini terinspirasi dari kisahnyata, ehem😙😙
Tri Wahyuni: ya bisa di bilang bgtu.hehe
total 1 replies
eza
100 buat author
Tri Wahyuni: kalau suka sama ceritanya jangan lupa Giftnya ya kak
total 1 replies
eza
buset iklan
Achmad Zaki
terlalu lebay
Aisyah Suyuti
menarik
Fajar Fathur rizky
cepat bantai juga keluarga musuhnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai musuhnya dan keluarganya dengan cara paling kejam
Herman Tere
lanjuut
Herman Tere
ceritanya menarik walaupun agak berlebihan, tapi ini hiburan
Fajar Fathur rizky
cepat bantai lima puluh Preman itu bawa tubuh mereka ke musuhnya bikin musuhnya ketakutan memohon ampunan jangan libatkan keluarganya bikin mcnya tidak perduli
Fajar Fathur rizky
cepat bantai musuhnya dengan cara paling kejam
Fajar Fathur rizky
cepat bantai orang itu beserta keluarganya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!