NovelToon NovelToon
Sistem Kekayaan Menyiksaku

Sistem Kekayaan Menyiksaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

Satu lembar uang sepuluh ribu rupiah terakhir di dompet Satria sudah berubah bentuk menjadi gumpalan lecek.
Di depannya, layar mesin ATM berkedip-kedip, menampilkan menu penarikan tunai yang terasa mengejek.

Satria menghela napas berat. Ia menekan tombol "Informasi Saldo". Dia sudah tahu angkanya akan mengenaskan, tapi dia tetap perlu melihatnya untuk memastikan seberapa jauh dia harus menahan lapar minggu ini.

Layar berganti. Angka yang muncul membuat jantungnya seolah berhenti berdetak.
SALDO REKENING ANDA:
Rp 270
Bukan 270 ribu. Bukan pula 270 juta. Hanya dua ratus tujuh puluh rupiah.

[SISTEM TOTAL KEKAYAAN]
Sisa Waktu: 00:58:42
Target Pengeluaran: Rp 50.000.000,00
Status Saat Ini: Rp 0 / Rp 50.000.000,00
Peringatan: Kegagalan akan mengakibatkan sanksi 'Kemiskinan Absolut' (Saldo dipotong menjadi Rp 27).

“Lima puluh juta. Satu jam."

"Kepala bapak kau ambyar!” umpat Satria,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode: 16

Aroma bubuk kopi instan yang diseduh dengan air mendidih dari termos merah beradu dengan semilir angin sore di sebuah warung kopi legendaris di pinggiran daerah Jakarta Selatan.

Tempat itu sebenarnya hanyalah warkop sederhana dengan deretan bangku kayu panjang, namun posisinya yang strategis diapit oleh gedung-gedung perkantoran mewah Pondok Indah membuatnya sering disebut sebagai "Warkop Elit".

Satria sedang duduk santai dengan sarung kotak-kotak dan sandal jepit karetnya, menikmati segelas kopi hitam hangat.

Di sebelahnya, Gege duduk dengan gaya yang tidak kalah santai, mengenakan kemeja flanel biru milik Satria yang ia ambil dari lemari tanpa izin pagi tadi.

Gege sesekali menyeruput mie rebus kuah telur setengah matang langsung dari mangkuknya.

"Sat, kemeja flanel lu yang ini emang paling pas buat nongkrong di warkop."

"Bahannya adem, baunya juga masih wangi laundry markas,"

celoteh Gege sambil membetulkan kerah kemeja curiannya dengan penuh percaya diri.

Satria hanya terkekeh menggelengkan kepala.

"Pakai aja, Geg. Asal jangan lu pakek sampai bolong aja."

Nisa, yang duduk di ujung meja kayu sambil memegang tablet digitalnya, mendadak menghentikan ketukannya.

Matanya beralih menatap sebuah mobil sport mewah Aston Martin berwarna hitam metalik yang tiba-tiba berhenti tepat di samping trotoar depan warkop.

Pintu penumpang terbuka, dan turunlah sesosok wanita dengan langkah kaki yang sengaja dihentakkan dengan angkuh.

Gita.

Wanita dari masa lalu Satria yang dulu mencampakkannya kini muncul kembali dengan penampilan yang luar biasa glamor.

Ia mengenakan gaun desainer ketat, kacamata hitam berbingkai mutiara, dan tas jinjing mewah yang harganya setara dengan biaya sewa satu lantai apartemen.

Namun, begitu matanya menangkap sosok Satria yang sedang memegang gelas kopi kaca, kilat kemarahan dan dendam langsung terpancar dari balik kacamata hitamnya.

Gita tidak pernah lupa kejadian memalukan beberapa waktu lalu, saat Satria menipunya dan menyuruhnya berbelanja karung-karung jengkol mentah serta petai busuk di pasar tradisional sampai gaun mahalnya bau menyengat.

Kejadian itu menjadi aib terbesar dalam hidup sosialnya.

Hari ini, Gita datang dengan satu misi mutlak: membalas dendam dan menginjak-injak harga diri Satria di depan umum.

Gita tidak sendiri.

Dari pintu kemudi mobil sport itu, turun seorang pria paruh baya berwajah tegas dengan setelan jas linen abu-abu.

Robert, seorang pengusaha asing asal Australia yang bergerak di bidang investasi properti dan energi.

"Oh... lihat siapa yang ada di sini,"

suara Gita melengking sinis, memecah ketenangan sore di warkop.

Ia melangkah mendekati meja Satria dengan dagu terangkat tinggi.

"Satria, Satria. Ternyata lu masih hobi nongkrong di tempat kumuh kayak gini ya? Gak berubah, tetap selera kelas bawah."

Satria menurunkan gelas kopinya, menatap Gita dengan ekspresi datar yang sangat tenang.

Gege yang sedang mengunyah mie langsung menghentikan kunyahannya, menatap tajam ke arah Gita sambil membetulkan posisi duduknya agar kemeja flanel milik Satria yang dipakainya terlihat lebih gagah.

"Ada urusan apa lagi, Git? Mau nitip beli jengkol lagi?"

tanya Satria santai, langsung menyentil trauma masa lalu Gita.

Wajah Gita mendadak memerah menahan amarah mendengarnya.

"Jaga mulut lu, Satria! Gua ke sini bukan buat dengerin bacotan lu! Gua ke sini buat kasih tahu lu apa artinya kelas sosial yang sesungguhnya!"

Gita langsung berbalik, menggelayutkan tangannya secara manja di lengan Robert.

"Perkenalkan, ini Honey gua, Robert."

"Dia pengusaha asing, pemilik saham utama dari jaringan ritel yang mau beli kawasan ruko di sekitar sini."

Robert melangkah maju, membetulkan letak jam tangan kronograf emasnya yang sangat tebal.

Dia menatap Satria dan Gege dengan pandangan merendahkan dari balik kacamata hitamnya.

"So, this is the boy you talked about, babe? Pria bersarung yang tidak punya masa depan?"

ucap Robert dengan aksen bahasa Indonesia yang agak kaku namun terdengar sangat meremehkan.

Gita tersenyum licik, matanya berbinar penuh kepuasan melihat Satria yang terdiam.

"Gua tahu lu kemarin sempat viral karena sok kaya di SCBD atau di mana lah itu."

"Tapi di depan Robert, uang warisan atau pesugihan dadakan lu itu gak ada apa-apanya, Satria! Robert bisa beli warkop ini beserta tanah-tanahnya sekarang juga kalau dia mau, cuma buat mengusir lu dari sini!"

Gita maju selangkah, menatap Satria dengan pandangan penuh dendam yang membara.

"Gua mau lu ngerasain gimana rasanya dipermalukan di tempat umum, sama kayak waktu lu bikin gua kayak babu di pasar jengkol waktu itu!"

Namun, di dalam kepala Satria, sebuah melodi yang sangat dinanti-nanti justru berbunyi dengan nada yang sangat merdu.

[SISTEM TOTAL KEKAYAAN - DETEKSI ANCAMAN INVESTASI]

Anomali Terdeteksi: Pihak ketiga (Robert & Gita) mencoba melakukan intimidasi finansial dan penggusuran ruang sosial.

Logika Sistem: Biarkan mereka mencoba membeli properti di sekitar Anda, lalu paksa mereka melakukan transaksi dengan harga rugi murni atau potong jalur pembelian mereka dengan membakar anggaran sistem secara masif!

Misi Darurat: Gagalkan rencana pembelian ruko kawasan oleh Robert dengan membelinya terlebih dahulu seharga 500% lebih mahal dari harga pasar, pastikan dana sistem habis tanpa menghasilkan profit.

Anggaran Darurat Disediakan: Rp 20.000.000.000,00 (Dua Puluh Miliar Rupiah).

Sisa Waktu Merespons: 00:04:50

Satria menahan napas agar tidak tertawa terbahak-bahak di depan wajah Gita.

Bagi orang biasa, kedatangan pengusaha asing yang mengancam adalah intimidasi nyata.

Tapi bagi Satria, Robert dan Gita hanyalah kurir gratis yang dikirim oleh takdir untuk membantunya menyelesaikan misi pembuangan saldo sistem.

"Oh, jadi Om Robert ini mau beli kawasan ruko di sekitar warkop ini?"

Satria berdiri dari bangku kayunya, membetulkan letak sarungnya dengan santai.

Robert mendengus sombong.

"Benar. Nilai investasinya mencapai sepuluh miliar rupiah."

"Dan saya akan memastikan tempat kumuh ini diratakan dengan tanah."

Satria menoleh ke arah Nisa yang sudah siap dengan tablet digitalnya.

"Nisa, hubungi pemilik tanah dan seluruh lima unit ruko di blok warkop ini sekarang juga."

"Bilang ke mereka, saya beli seluruh kawasan ini detik ini juga seharga dua puluh miliar rupiah."

"Cash, langsung transfer tanpa nego."

Nisa dengan cekatan menekan tombol di layarnya dengan kecepatan penuh.

Bip!

"Sudah terhubung dengan pemilik lahan, Bos."

"Dana dua puluh miliar sudah didepositokan ke rekening perantara legal, sertifikat tanah digital sedang diproses atas nama Anda,"

laporan Nisa terdengar sangat kasual, seolah-olah baru saja membeli sebungkus rokok di warung.

Wajah Robert yang tadinya memancarkan aura superioritas asing, mendadak membeku.

Dia langsung mengeluarkan ponselnya ketika menerima pesan darurat dari agen properti lokalnya yang menyatakan bahwa seluruh target akuisisi lahan di kawasan tersebut baru saja dibatalkan sepihak karena ada "Sultan Gila" yang membeli dengan harga dua kali lipat lebih tinggi dari penawarannya.

"What?! Ini... ini tidak mungkin!"

"Siapa yang bisa melakukan transaksi dua puluh miliar dalam tiga puluh detik?!"

pekik Robert dengan wajah memucat, keringat dingin mulai membasahi jas linen mahalnya.

Gita melotot, matanya hampir melompat keluar dari bingkai kacamata mewahnya.

"Satria... lu... lu bohong kan?! Lu pasti cuma akting pakai tablet mainan itu!"

Gege berdiri dari bangkunya, berjalan mendekati Gita sambil membusungkan dada, memamerkan kemeja flanel milik Satria yang dipakainya.

"Heh, mantan!"

"Lu denger ya, jangankan beli ruko, kalau lu mau, temen gua ini bisa beli pabrik jengkol sekalian sama truk-truknya buat ditaruh di depan rumah lu!"

"Makanya, lain kali kalau bawa cowok kaya, cari yang dompetnya gak tipis-tipis amat!"

Gita gemetar hebat, seluruh tubuhnya terasa lemas.

Niatnya untuk membalas dendam atas insiden jengkol di pasar justru berujung pada kehancuran finansial total bagi rencana investasi kekasih asingnya di depan sebuah warkop pinggir jalan.

Robert yang menyadari bahwa dirinya telah dipermalukan dan kehilangan peluang bisnis besar, langsung menatap Gita dengan pandangan marah.

"Gita! Kamu bilang dia cuma pemuda miskin?! Dia baru saja menghancurkan proyek investasi saya! We are done!"

bentak Robert, langsung berbalik dan berjalan cepat masuk ke dalam mobil Aston Martin-nya, meninggalkan Gita sendirian di trotoar.

"Robert! Honey! Tunggu aku!"

teriak Gita histeris, terpaksa berlari mengejar mobil mewah yang langsung melesat pergi meninggalkan kepulan asap tipis.

Ting!

Suara dentingan koin emas yang luar biasa nyaring bergema di dalam kepala Satria, disusul oleh teks hijau terang di layarnya.

[SISTEM TOTAL KEKAYAAN]

Misi Sabotase Investasi Asing: BERHASIL MUTLAK.

Evaluasi: Membakar dua puluh miliar rupiah untuk membeli lahan warkop dengan harga 500% lebih mahal demi mengusir mantan dan kekasih asingnya adalah bentuk pemborosan defensif yang sangat legendaris (Sangat Sempurna).

Dana Pembelian Lahan Resmi Diputihkan Menjadi Kerugian Murni.

Saldo Efektif Anda Saat Ini: Rp 2.514.550.270,00.

Catatan: Kawasan warkop ini sekarang resmi menjadi milik Anda. Bersiaplah untuk misi berikutnya.

Satria mengembusen napas panjang dengan sangat lega, kembali duduk di bangku kayunya dan mengangkat gelas kopi hitamnya.

Di sampingnya, Gege langsung menepuk pundaknya dengan heboh.

"Sat, gila lu emang! Tapi btw, karena ruko di sini udah lu beli, besok-besok gua boleh kan minta jatah mie rebus gratis seumur hidup di warkop ini?"

Satria tertawa lepas, suaranya menggema di antara hiruk-pikuk sore Jakarta.

"Jangankan mie rebus, Geg."

"Lu mau minta warkop ini dicat warna pink juga bakal gua turuti!"

sahut Satria penuh kemenangan, siap menghadapi petualangan finansial absurd berikutnya bersama sahabat setianya yang gemar memakai bajunya tersebut.

1
BaekTae Byun
masa saldonya kaga nambah nambah
BaekTae Byun
setiap misi nya ngga ada hadiah uang trs kalo uang nya habis gmna
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
boleh tuh
miilieaa
semangat yaa author
Gege
masih menjalankan misi tanpa ada hadiah ini Thor.. apa sistemnya korslet apa bijimane ini?
Dav Nana: uang yang masuk kesaldo mc, harusnya hadiah dari sistem nya, dia sistem yang kelebihan uang tentu aja hanya bisa memberi uang saja sebagai hadiah, kurang inisiatif beli barang lain nih sistem nya haha
total 1 replies
Gege
piyee kalimat Iki Thor... ga jelas banged..trus biaya denda ini dikasih siapa? kalo MC ga Nerima duitnya..
Dav Nana: uang dendanya dialokasikan buat pasang kaca film kak, biar dari luar gak keliatan daster bu miminya haha, jadi sama aja MC nya rugi karena yang untung kan perusahaan nya dapat keuntungan pemasangan kaca film geratis dari mc
total 1 replies
Gege
menjalankan misi tapi ga dapat hadiah Thor... 🤣
Gege
gaasss 10k kata di luncurkan...bawa santai ringan kocak...jangan dikit dikit mafia..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!