NovelToon NovelToon
Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:75.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Sejak SMA, Amelia Hartono diam-diam mencintai Evan Cristian. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali setelah lulus kuliah, Amelia mengira Tuhan akhirnya mengabulkan cintanya. Sebagai pewaris tunggal keluarga Hartono, Amelia yang polos dan kesepian menyerahkan seluruh kepercayaan kepada pria yang dicintainya.

Namun, cinta itu ternyata hanyalah jebakan.
Satu per satu aset perusahaan berpindah tangan. Pernikahan yang selama ini diyakininya sah ternyata palsu. Bahkan, bayi yang dikandung dan dilahirkannya dengan taruhan nyawa ternyata bukan darah dagingnya. Amelia hanyalah seorang ibu pengganti yang ditipu.

Di balik semua itu berdiri Evan Cristian dan istri sahnya, Carolin Baskara, model papan atas sekaligus putri keluarga konglomerat Baskara. Namun, saat semuanya hancur, Elang Anderson teman lamanya muncul kembali, pria yang diam-diam pernah jatuh cinta padanya kini membantunya.

"Kau boleh menangis hari ini, Amelia. Tapi besok, aku akan memastikan mereka yang menangis di hadapanmu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24

Dua hari berlalu.

Sejak pertengkaran besar malam itu, kehidupan Evan tidak lagi berjalan setenang biasanya.

Pagi itu, ruang kerjanya dipenuhi tumpukan berkas. Wajah Evan tampak kusut. Sejak tadi ponselnya tak berhenti berdering.

[Pak Evan, saya minta maaf.]

[Kami terpaksa membatalkan kerja sama.]

[Keputusan ini berasal dari manajemen pusat.]

Panggilan terputus.

Belum sempat Evan menarik napas, telepon lain kembali masuk.

[Maaf, Pak.]

[Proyek yang kemarin sudah kita sepakati juga dibatalkan.]

Investor kami memilih mundur.]

Lagi-lagi sambungan terputus. Evan membanting berkas di atas meja.

"Sial!" Tatapannya berubah tajam. Ia tahu persis siapa dalang di balik semua ini.

"Tuan Baskara ... jadi ini balasanmu." Tak butuh waktu lama, sekretarisnya masuk dengan wajah panik.

"Pak Evan. Kabar buruk lagi."

"Apa sekarang?"

"Kontrak pembangunan kawasan industri resmi dibatalkan. Nilainya hampir lima puluh miliar."

Rahang Evan mengeras.

"Lagi?"

Sekretaris itu mengangguk pelan. "Bukan hanya itu, Pak, beberapa bank juga mulai meninjau ulang fasilitas kredit perusahaan."

Ruangan mendadak sunyi. Evan memijat pelipisnya, sejak menguasai perusahaan Hartono, ia benar-benar merasakan tekanan yang begitu besar.

Jika keadaan terus seperti ini. Arus kas perusahaan akan lumpuh.

Malam harinya, Evan mengambil keputusan yang berat.

"Kita lelang sebagian saham perusahaan." Seluruh direksi saling berpandangan.

"Pak, apa tidak ada cara lain?"

"Tidak."

"Saya butuh dana segar secepat mungkin. Lakukan saja."

Beberapa jam kemudian, informasi pelelangan saham perusahaan mulai beredar secara terbatas di kalangan investor.

Tak sedikit yang tertarik. Namun, ketika proses pembelian selesai. Seluruh direksi dibuat bingung.

"Pak..." Sekretaris kembali memasuki ruangan.

"Sahamnya sudah terjual."

"Bagus."

"Siapa pembelinya?"

"Itu yang aneh."

Evan mengernyit. "Maksudnya?"

"Pembeli menggunakan perusahaan investasi luar negeri. Seluruh identitas pemilik akhirnya disamarkan melalui beberapa perusahaan perantara. Kami sudah mencoba menelusurinya. Tapi tidak menemukan siapa pemilik sebenarnya."

Evan bersandar di kursinya. Entah mengapa, perasaannya mendadak tidak tenang. Seolah ada seseorang, yang diam-diam sedang menyusun langkah untuk mengambil semua yang dimilikinya.

Di sisi lain dunia, di sebuah gedung perkantoran di Berlin.

Elang berdiri di depan jendela ruang kerjanya. Seorang pria bersetelan jas menghampirinya sambil menyerahkan sebuah map.

"Tuan, proses pembelian saham selesai. Semuanya berhasil tanpa menimbulkan kecurigaan."

Elang membuka map itu sekilas. Sudut bibirnya terangkat tipis.

"Bagus, tidak ada yang mengetahui identitas pembelinya?"

"Tidak, Tuan. Kami menggunakan beberapa perusahaan investasi sebagai perantara. Nama Anda sama sekali tidak muncul."

Elang menutup map itu perlahan. Tatapannya menerawang ke luar jendela.

"Permainan baru saja dimulai, Evan. Satu per satu ... Aku akan mengambil kembali semua yang dulu kamu rampas dari Amelia."

Tanpa disadari oleh Evan. Orang yang selama ini hanya dianggap bayangan. Kini telah mulai menguasai sebagian kecil pondasi kerajaan bisnis yang dibangunnya.

Kondisi keuangan perusahaan semakin memburuk. Pembatalan kontrak terjadi silih berganti.

Investor mulai menarik diri, sementara beberapa proyek besar terpaksa dihentikan karena kekurangan dana.

Di ruang rapat, Evan menatap seluruh jajaran direksi dengan wajah serius.

"Kita akan melepas tiga puluh persen saham lagi."

Ruangan langsung hening.

"Pak..." salah seorang direksi memberanikan diri berbicara. "Kalau saham sebanyak itu dilepas, posisi Bapak sebagai pemegang kendali bisa terancam."

"Aku tahu, tapi kita butuh dana. Kalau perusahaan berhenti beroperasi, semua juga akan hancur."

Tak ada lagi yang berani membantah. Hari itu juga, tiga puluh persen saham perusahaan kembali dilepas ke pasar melalui penawaran terbatas.

Kabar itu dengan cepat sampai ke telinga keluarga Baskara.

Di ruang kerja megahnya, Tuan Baskara langsung memukul meja.

"Jangan sampai saham itu jatuh ke tangan orang lain."

Ia menatap direktur keuangannya.

"Berapa pun harganya, kita beli."

"Baik, Tuan."

Namun, beberapa jam kemudian, pria itu kembali dengan wajah yang tidak tenang.

"Tuan ... ada masalah."

"Apa lagi?"

"Harga yang diminta Tuan Evan terlalu tinggi. Nilainya jauh di atas harga pasar. Kalau kita memaksakan membeli ... perusahaan kita juga akan mengalami kerugian besar."

Tuan Baskara mengepalkan tangan.

"Sial, Evan sengaja melakukan ini. Dia tahu kita pasti ingin mengambil alih perusahaan."

Sementara itu. Di sebuah gedung perkantoran di Berlin.

Elang duduk tenang membaca laporan yang baru saja diterimanya. Seorang pria berkacamata berdiri di hadapannya.

"Tuan, Evan kembali melepas tiga puluh persen saham."

Elang menutup map di tangannya.

"Kalau begitu ... beli semuanya."

Pria itu tampak memastikan. "Seluruhnya, Tuan?"

"Iya."

"Jangan sisakan satu lembar pun. Gunakan perusahaan investasi yang sama. Pastikan identitas saya tetap dirahasiakan."

"Baik, Tuan."

Beberapa jam kemudian. Seluruh transaksi selesai. Pria berkacamata itu kembali memasuki ruang kerja Elang.

"Selesai, Tuan. Tiga puluh persen saham sudah berhasil kita kuasai. Sekarang total kepemilikan kita mencapai delapan puluh persen."

Elang tersenyum tipis. Ia berdiri, lalu menatap langit Berlin dari balik jendela kaca.

"Delapan puluh persen ... itu lebih dari cukup. Dengan jumlah itu ... aku bisa mengambil alih perusahaan kapan pun aku mau. Aku juga bisa mendepak Evan dari kursi yang selama ini dia duduki."

Pria itu mengangguk hormat.

"Kapan kita mulai mengambil alih perusahaan, Tuan?"

Elang menggeleng pelan. "Belum, Evan masih harus merasakan sedikit harapan."

"Setelah itu ... baru kita runtuhkan semuanya sekaligus." Tatapannya berubah dingin.

"Dia pernah mengambil perusahaan itu dari Amelia dengan cara licik. Kalau sekarang perusahaan itu kembali direbut ... itu bukan balas dendam."

"Melainkan keadilan."

Dan di saat yang sama. Evan masih duduk di ruang kerjanya, merasa lega karena perusahaan akhirnya mendapatkan suntikan dana. Ia sama sekali tidak menyadari. Bahwa delapan puluh persen saham perusahaan Hartono kini telah berada di tangan seorang pria yang selama ini tidak pernah ia kenal.

Pria yang diam-diam sedang menyiapkan hari kehancurannya.

1
merry
laras peka dikit napa jgn minder lgian elang bantu kmu dr awal,,, kshn loh ayo lang ungkapin donk perasaan mu jgn diem ajjj,,
Pjjmakkem
mau dong kisah elang yg udah move on genre komedi, biar ga sedih2 amat..
jd pas ketemu laras lg, elang da bs tersenyum tanpa rasa cinta sendirian, krn dia da merasa dunia nya gong dicintai ugal2an sm wanita lain
Pjjmakkem: trus laras ttp jd wanita kuat tanpa rasa pelakor 😍
total 1 replies
Nurjannah Rajja
Hancurin juga perusahaan bagaskara dong, dia kan bersekongkol pada waktu itu.
Runi Mayantri
suka critany
Runi Mayantri
buat jodoh elang yg badas ya thor,biar mkin seru,gak usah ma laras gpp thor,yg pntg elang bsa move on n bhgia
vania larasati
lanjut
Ita rahmawati
kok ya nyesek amat sih Lang nasib cintamu 😔
kasih jodoh elang dong thor
Ita rahmawati
sidangnya masih berlanjut
Ita rahmawati
gimana hubungan antara Amelia dn Evan dulu ya saat jd suami istri 🤔
apakah aurora bener bener bibitnya Evan SM Caroline,, kasian Amelia ya ya😔 tp mau bagaimanapun dia yg mengandung jd ttep kasih sayangnya GK main main
May Satibi Satibi
yuhuuu Thor ku tunggu jlanya mau maju mundur kiri atau kanan🤭🤭🤭🤭💪💪💪💪💪💪💪
Les Tary
Laras ga peka
Jaya Fandi
elang,,,luar biasa sekali kamu,,semoga mendapatkan jodoh yg luar biasa juga elanh
Aysah Meta
Bener sih apa kata elang,kenapa gak test DNA.
Takutnya emang bukan anak Caroline tapi anak Evan dan Amelia..tapi bener² di rahasiakan sama si Evan.
wihhh..jadi penasaran.
Masih ada yg janggal dr sekian episode ini
SasSya
kasihan sekali anak sulung Bu Araaa
kisah cintanya mengsediiihh 🥲
SasSya
Laras 🫂🫂🫂
semoga menemukan kebahagiaan dan tidak trauma untuk menjalin hubungan baru
bersama siapapun
Elang atau yg lain
SasSya
paiiiiittttt kisah mu Eeelllll
SasSya
😔🥺🥺🥺🥺🥺😭😭😭😭
sampai akhir jadi Sad boy Eeellll
sini peluk siniiiii🫂🫂🫂🫂
SasSya
Sampai Akhir persidangan Rahasia Amelia yg berubah jdi Laras tidak di ungkap
memang sebaiknya begitu
SasSya
wawwwww
seumur hidup Za iniii
👍👍👍👍
SasSya
persidangan ternyata melelahkan memakan waktu lama sekali zaa
ber bulan2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!