NovelToon NovelToon
The General'S Captive Lady

The General'S Captive Lady

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Dijodohkan Orang Tua / Mafia / Aliansi Pernikahan
Popularitas:529
Nilai: 5
Nama Author: indri novianti

"The General's Captive Lady" adalah novel fiksi romantis-militer yang penuh ketegangan politik, trauma masa lalu, dan pembalasan dendam.
Claudia, seorang putri yang terbuang dan disiksa sejak kecil oleh faksi Crimson Raven. Demi menutupi ketamakan mereka, reputasi Claudia dihancurkan di mata publik hingga ia dicap sebagai wanita glamor yang buruk. Saat faksi Raven kalah perang, ia dikorbankan menjadi sandera politik dan dikirim kepada Reymond Oliver Smith, seorang panglima perang aliansi yang terkenal dingin dan kejam.

Hubungan mereka awalnya dipenuhi kebencian dan kesalahpahaman, bahkan Claudia sempat dijebloskan ke ruang bawah tanah karena fitnah dari bapaknya. Namun, jeritan trauma masa kecil Claudia di tengah sakit parah akhirnya meruntuhkan dinding es di hati Reymond. Penyelidikan rahasia pun dimulai, membongkar asal-usul Claudia yang sebenarnya sebagai pewaris sah bangsa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indri novianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benang Merah yang Retak

Denting sendok perak yang beradu dengan piring porselen terdengar begitu nyaring di ruang makan yang luas itu. Biasanya, keheningan di antara mereka terasa dingin karena ego masing-masing. Namun pagi ini, atmosfer di sekitar meja makan terasa pekat oleh kecanggungan yang tak kasatmata.

Cla duduk di ujung meja dengan kemeja rajut berkerah tinggi yang sengaja ia pilih untuk menutupi seluruh leher dan dadanya. Wajahnya masih sedikit pucat, tetapi rona merah samar langsung muncul di pipinya setiap kali ia mengingat kembali bagaimana rasanya kulit mereka bersentuhan semalam. Ia terus menunduk, mendadak menganggap potongan omelet di piringnya sebagai hal paling menarik di dunia.

Di ujung meja yang lain, Rey duduk dengan setelan kerja yang sudah rapi sempurna. Kemeja hitam yang semalam tergeletak di lantai kamar kini melekat pas di tubuh tegapnya, dengan kancing yang terkancing rapat hingga ke atas. Pria itu membaca tablet bisnisnya dengan wajah datar tanpa ekspresi, seolah-olah ia tidak baru saja mendapati jantungnya berpacu liar beberapa jam yang lalu.

"Habiskan supmu," suara berat Rey memecah keheningan, membuat Cla sedikit terlonjak.

Cla berdehem kecil, mencoba menstabilkan suaranya yang mendadak gugup. "Ini sudah mau habis."

"Dokter bilang kau harus minum obat setelah ini. Jangan membuat usahaku semalaman menjadi sia-sia karena kau keras kepala tidak mau makan," lanjut Rey tanpa mengalihkan pandangan dari layar tabletnya.

Kata 'semalaman' meluncur begitu saja dari bibir Rey, dan efeknya instan. Gerakan tangan Cla yang hendak menyuap sup langsung terhenti di udara. Kilasan memori tentang bagaimana lengan kokoh Rey mengunci pinggangnya dan bagaimana dada bidang pria itu terasa begitu hangat di punggungnya kembali berputar otomatis di kepala Cla.

Cla meletakkan sendoknya dengan agak terburu-buru, menciptakan denting yang memutus ketegangan sesaat. "Aku tahu. Tidak perlu mengingatkannya terus-menerus."

Rey perlahan menurunkan tabletnya. Mata elangnya kini menatap lurus ke arah Cla, mengunci pandangan wanita itu yang sempat mencoba menghindar. Ada jeda beberapa detik yang intens di antara mereka. Rey bisa melihat dengan jelas bagaimana kerah baju Cla yang tinggi mencoba menyembunyikan segalanya, dan ingatan tentang pemandangan pagi tadi kembali mengusik benak pria itu.

Rey berdehem sekali, suara seraknya mengembalikan wibawanya yang sempat goyah. "Bagus kalau kau paham. Mulai Hari ini kau tidak lagi tinggal di bawah tanah rumah. Untuk saat ini tetaplah dikamar, Pengawal di depan akan memastikan kau tetap di ranjang."

"Benarkah? Apa aku bisa pergi kedapur dan ke taman?"

"Boleh, tapi nanti setelah kau benar-benar sembuh."

"aku sudah sembuh, Rey."

"Keputusanku mutlak, Cla," potong Rey dingin sembari bangkit berdiri dari kursinya. Ia merapikan jasnya, lalu melangkah melewati meja makan. Namun, tepat saat berada di belakang kursi Cla, langkah kaki Rey melambat.

"Kalau kau membutuhkan sesuatu biarkan Bibi Suri yang mengatarkan ke kamarmu."

Ia tidak menyentuh Cla, tetapi jarak mereka yang dekat membuat Cla bisa mencium aroma parfum maskulin Rey yang familier—aroma yang semalam ia hirup dalam-dalam saat bersandar di dada pria itu.

"Istirahatlah. Aku pulang terlambat malam ini," bisik Rey rendah di dekat telinga Cla, sebelum akhirnya melangkah lebar meninggalkan ruang makan yang mendadak terasa kehilangan seluruh pasokan udaranya.

Cla mencengkeram pinggiran meja makan dengan erat, mengembuskan napas panjang yang sejak tadi ia tahan. Sarapan ini benar-benar menguras seluruh energinya melebihi penyakit demam semalam.

Ketakutan murni yang ditunjukkan Claudia membuat isi kepala Reymond mendadak senyap. Tuduhan bahwa wanita ini adalah aktris yang hebat seketika patah oleh getaran tubuh Cla yang begitu hebat. Setelah beberapa menit yang menegangkan,

 Reymond memilih bangkit dari kursi tanpa mengucapkan sepatah kata pun, lalu melangkah keluar dari kamar utama untuk memberikan ruang bagi Cla bernapas.

Reymond kembali ke ruang kerja pribadinya dengan langkah yang tidak lagi mantap. Ia duduk di balik meja, lalu mengambil kembali surat kusut dari Frans Crimson Raven yang tempo hari ia lempar ke wajah Cla.

Kali ini, Reymond tidak membacanya dengan amarah yang meluap. Ia membacanya dengan insting seorang jenderal perang yang sedang menganalisis taktik musuh

“Untuk putriku tercinta, Claudia... Kerja samamu dari dalam mansion sangat luar biasa... Keselamatan faksi Raven kini ada di tanganmu.”

Reymond mengetuk-ngetukkan jarinya ke meja, matanya menyipit tajam. Ada kejanggalan besar yang selama ini luput dari logikanya karena tertutup rasa benci.. Jika Claudia benar-benar aset sepenting itu bagi Raven, mengapa mereka mengirimkannya sebagai tanda menyerah tanpa pengawalan rahasia sama sekali? Dan jika faksi Raven ingin mencuri data militer Smith secara rahasia, mengapa Frans Raven mengirimkan surat instruksi melalui kurir amatir yang dengan sangat mudah dicegat di garis depan?

"Ini terlalu rapi untuk sebuah kerja sama," desis Reymond pada kesunyian ruangan. "Tapi terlalu ceroboh untuk sebuah spionase."

Sebuah pemikiran baru yang mengerikan mendadak melintas di kepala Reymond. Bagaimana jika surat ini memang sengaja dikirim agar ia membacanya? Bagaimana jika target Frans Raven sebenarnya bukan mencuri data, melainkan memprovokasi Reymond agar menghabisi Claudia? Dengan begitu, faksi Raven bisa menggunakan kematian putri mereka untuk membatalkan perjanjian damai dan menuntut balas atas nama kehormatan.

Didorong oleh kecurigaan yang membakar jiwanya, Reymond memanggil salah satu orang kepercayaannya, seorang kepala intelijen faksi Smith bernama Jonathan.

"Jonathan, kumpulkan pasukan kecil. Aku ingin kau menyusup secara rahasia ke wilayah perbatasan faksi Crimson Raven," perintah Reymond, suaranya rendah dan penuh otoritas mutlak.

Jonathan membungkuk hormat. "Apa fokus penyelidikan kami, Tuan?"

"Cari tahu segala hal tentang Claudia Crimson Raven sebelum perang satu tahun lalu terjadi," ujar Reymond tajam. "Jangan cari berita dari koran atau rumor masyarakat. Selidiki catatan keuangan domestik kastil Raven, cari mantan pelayan yang pernah bekerja di sana, dan cari tahu hubungan sebenarnya antara Claudia dengan Frans Raven."

Reymond terdiam sejenak, mengingat kembali reputasi buruk Cla sebagai wanita glamor yang gemar menggoda pria muda maupun tua sebelum ia menjadi sandera.

"Aku ingin tahu apakah reputasi buruknya di masa lalu adalah tabiat aslinya, atau... sebuah skenario yang sengaja diciptakan untuknya," tambah Reymond, mengingat jeritan ketakutan Cla yang terus meminta ampun agar tidak dicambuk lagi.

"Baik, Tuan. Kami akan bergerak malam ini juga secara senyap," jawab Jonathan sebelum berbalik dan menghilang di balik pintu.

Setelah Jonathan pergi, Reymond menyandarkan punggungnya, menatap nanar ke arah jendela yang menampilkan halaman mansion yang sunyi. Selama satu tahun ini, ia mengira telah mengunci seekor rubah licik di dalam sangkarnya. Namun kini, bayang-bayang kebenaran yang baru mulai terungkap, membuat Reymond sadar bahwa ia mungkin saja telah menjadi algojo bagi seorang korban yang tidak bersalah. Penyelidikan ini akan menjadi penentu, apakah pernikahan politik ini adalah sebuah jebakan musuh, atau awal dari penyesalan terbesarnya

...----------------...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!