NovelToon NovelToon
Villain & Villainess

Villain & Villainess

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Hyacinthus Rainwood

Autumn Isabella, dua puluh dua tahun, memiliki profesi sebagai dokter hewan dan merupakan seorang ahli botani, dibunuh secara brutal oleh tunangannya yang berselingkuh.

Jasper Herasio, dua puluh enam tahun, seorang CEO yang tewas di tangan adik laki-lakinya karena masalah hak waris.

Keduanya, dalam takdir yang saling terikat, terlahir kembali di dalam sebuah novel yang berjudul "Enchanted Rose". Autumn, menjadi villainess utama dalam cerita: Amorette Ysandre Elowen. Jasper, menjadi villain utama dalam cerita: Algernon Leandor Remington.

Pertemuan dari takdir itu memaksa mereka untuk bertahan hidup bersama, sekaligus mengungkap kebusukan para tokoh utama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hyacinthus Rainwood, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17: Briliant Princess's Activities

Suasana ruang makan pagi istana Elowen terasa lebih berat dari biasanya, meski aroma hidangan lezat memenuhi udara. Di meja panjang itu, Raja Julius duduk di ujung kepala, dengan Ratu Mirelle di sebelah kanannya.

Di sisi kiri Raja, duduk Amorette dengan tenang, sementara di seberangnya, Elarise berusaha memasang senyum terbaiknya meski matanya sesekali melirik tajam ke arah kakak perempuannya. Cornelius tidak ada di sana, masih menjalani hukuman kurung di kamarnya akibat kejadian beberapa hari lalu.

Raja Julius meletakkan sendoknya perlahan, suaranya memecah keheningan yang sempat terjadi.

"Pagi ini, saat aku baru saja bangun, aku sudah mendengar banyak hal yang dibicarakan oleh para pelayan dan penasihatku. Kabar itu menyebar sangat cepat, bahkan mungkin sudah sampai ke ujung perbatasan kerajaan sekarang," ucap Raja Julius santai namun penuh perhatian. Ia menatap Amorette dengan sorot mata yang penuh arti. "Mereka membicarakan rumor tentang cinta segitiga yang melibatkan kau, Amorette, serta Pangeran Algernon dan Pangeran Theodore."

Tangan Elarise yang sedang memegang gelas susu bergetar sedikit. Ia menundukkan wajahnya, berusaha menyembunyikan ekspresinya yang berubah, namun di bawah meja, jari-jarinya meremas kain gaun mahalnya dengan sangat kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Kenapa harus dia? Kenapa semua pembicaraan selalu berujung pada dia? Dulu Theodore hanya milikku. Dulu tidak ada yang peduli pada Algernon. Semuanya salah... semuanya berubah sejak Amorette berubah, batin Elarise berteriak kesal, menahan amarah yang meluap di dada.

Raja Julius melanjutkan ucapannya dengan nada yang cukup tegas, seolah sedang menyatakan pendapat resmi seorang ayah sekaligus raja.

"Menurutku... pendapat masyarakat itu tidak sepenuhnya salah. Justru menurutku, kau, Amorette, jauh lebih cocok bersanding dengan Pangeran Algernon dibandingkan dengan Theodore. Algernon belakangan ini mulai bangkit, menunjukkan bakat kepemimpinan, kecerdasan, dan ketajaman mata yang luar biasa. Dia punya visi, dia berani bertindak, dan peluang untuk menjadi raja berikutnya di Kerajaan Remington kini terbuka lebar untuknya. Menjadi pendamping orang sehebat itu tentu akan sangat sepadan dengan kualitasmu yang kini juga semakin bersinar."

Kalimat itu seperti petir bagi Elarise. Napasnya tercekat. Ia ingin berteriak, ingin membantah, ingin mengatakan bahwa Theodore-lah yang paling hebat, bahwa Theodore-lah yang seharusnya menjadi pemimpin, dan bahwa Amorette tidak pantas mendapatkan siapa pun. Namun, ia hanya bisa diam, menelan kepahitannya sambil terus meremas gaunnya hingga kain itu hampir robek.

Amorette hanya menanggapi ucapan ayahnya dengan tawa kecil yang halus, tawa khas seorang bangsawan yang anggun dan tenang. Ia menyuap sedikit makanan ke mulutnya sebelum menjawab dengan nada santai namun tegas.

"Ayahanda memang selalu pandai melihat karakter orang. Namun, bagiku, menikah bukanlah prioritas utama saat ini. Aku masih ingin banyak belajar, banyak berbuat untuk kerajaan, dan mengembangkan kemampuanku sendiri. Tapi... jika memang suatu saat nanti aku harus memilih pasangan hidup, Ayahanda benar. Di antara keduanya, Pangeran Algernon memang jauh lebih sesuai dengan kriteriaku. Dia cerdas, berpikir jauh ke depan, dan memiliki wawasan yang luas. Menjadi pendampingnya tentu bukan hal yang buruk."

Jawaban itu membuat Raja Julius tersenyum puas, sementara Elarise hampir saja menjatuhkan garpunya karena kaget dan marah mendengar pengakuan terbuka itu.

Raja Julius mengangguk-angguk pelan, lalu topik pembicaraannya bergeser ke hal lain yang tak kalah penting.

"Aku juga mendengar hal lain yang sangat menarik. Bukan hanya soal asmara, tapi soal bakat dan usaha. Algernon belakangan ini sangat dikenal karena ketelitiannya. Ingat pelelangan barang antik tempo hari? Dia berhasil mendapatkan harta berharga yang tidak dilihat orang lain hanya karena pengetahuannya yang luas. Dan baru saja aku dapat laporan... Algernon kini sedang merintis sebuah bisnis baru yang sangat menjanjikan, bergerak di bidang pengolahan obat-obatan dan ramuan kesehatan dari tanaman herbal. Dan yang paling menarik..." Raja Julius menatap putri sulungnya dengan bangga yang meluap-luap. "...Mitra utama dan penasihat terbesarnya adalah kau, Amorette. Benar bukan?"

Amorette tersenyum tipis dan mengangguk. "Benar, Ayahanda. Kami berpikir, kesehatan adalah hal terpenting bagi rakyat. Dan kebetulan, aku memang sangat tertarik dan mempelajari hal-hal mengenai tanaman dan khasiatnya."

CEO payah itu sudah bergerak secepat ini? ucap Amorette, diam-diam dalam hati.

"Bagus! Sungguh bagus!" seru Raja Julius antusias. "Kau tidak hanya pintar bicara dan bergaul, tapi kau juga berani berkarya dan berpikir untuk kemaslahatan banyak orang. Ayah sangat bangga padamu, Amorette. Lebih bangga dari yang kau bayangkan."

Pujian itu meluncur begitu saja, tulus dan hangat. Di sisi lain meja, wajah Ratu Mirelle dan Elarise semakin masam. Mereka berdua hanya bisa diam, mendengarkan, dan menyimpan rasa iri yang semakin hari semakin menumpuk.

"Nah, itu mengantarkan kita pada hal penting selanjutnya," lanjut Raja Julius, kembali menjadi serius. "Minggu depan, Akademi Sihir Kerajaan akan membuka gerbangnya untuk tahun ajaran baru. Seperti peraturan yang berlaku, semua anggota keluarga kerajaan dan keturunan bangsawan tinggi harus masuk dan menempuh pendidikan di sana. Jadi, Amorette, Elarise, dan juga Cornelius nanti setelah masa hukumannya selesai... kalian bertiga harus bersiap masuk. Kalian harus bisa membagi waktu seefisien mungkin antara tugas kerajaan, tugas sosial, dan kini juga tugas akademik. Aku tidak mau mendengar ada keluhan atau alasan."

"Aku mengerti, Ayahanda," jawab Amorette dengan patuh. Elarise hanya menunduk dan bergumam setuju pelan.

Sarapan pun berakhir dengan suasana yang beragam: kebanggaan dari sang Raja, kemenangan diam-diam dari Amorette, dan kepahitan serta kecemburuan yang mendalam dari Elarise dan ibunya.

Setelah meninggalkan ruang makan, Amorette tidak langsung kembali ke kamarnya. Ia berjalan menuju sayap utara istana, tempat perpustakaan besar kerajaan berada. Ruangan itu luas, berbau kertas tua dan kayu wangi, penuh dengan rak buku yang menjulang tinggi hingga ke langit-langit. Cahaya matahari masuk lewat jendela-jendela kaca besar, menerangi debu-debu yang menari di udara.

Amorette datang untuk mengembalikan tiga buku tebal tentang botani dan sejarah kerajaan yang baru saja ia selesaikan dibaca. Namun, tujuan utamanya adalah meminjam buku-buku baru. Ia berjalan menuju bagian yang paling sepi, bagian yang berisi buku-buku tebal berkulit gelap dengan tulisan emas yang hampir pudar: Bagian Sihir dan Manajemen Energi.

Ia tahu persis apa yang tersembunyi di dalam tubuhnya. Baik dari ingatan pemilik tubuh asli maupun dari pengetahuannya sendiri yang kini menyatu, Amorette sadar bahwa dirinya memiliki afinitas sihir yang sangat langka dan kuat: Sihir Elemen Api Kegelapan.

Ini bukan sekadar api biasa, atau kegelapan biasa. Gabungan kedua elemen itu menghasilkan kekuatan yang destruktif, mematikan, namun juga memiliki potensi besar untuk perlindungan dan kekuatan mutlak jika dikuasai dengan benar. Di dunia ini, sihir ini dianggap langka karena sulit dikendalikan dan sering kali dianggap berbahaya atau berbau jahat, padahal itu hanyalah elemen murni yang tidak memiliki sifat baik atau buruk, tergantung bagaimana penggunanya.

Maka dari itu, Amorette mengambil empat buah buku tebal berjudul: Dasar-Dasar Elemen Api & Kegelapan, Teknik Menyerap dan Menyalurkan Energi, Panduan Pengembangan Kekuatan Bagi Pemula, dan Sejarah Penggunaan Sihir Langka.

Dengan empat buku itu di gendongannya, ia kembali ke kamarnya, ditemani oleh Esther dan Lily yang sigap membantunya membawa sebagian buku agar tidak terlalu berat.

Begitu sampai di meja kerjanya, Amorette segera mengambil selembar kertas bersih dan pena bulu. Ia mulai menuliskan rencana jadwal kegiatannya selama satu minggu ke depan, sebelum masa masuk Akademi Sihir dimulai. Ia harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin, karena ia sadar, di akademi nanti ia akan dituntut hebat, dan ia tidak boleh terlihat lemah atau bodoh di mata siapa pun.

Ia membagi harinya sesuai penamaan hari di dunia ini, namun ia sudah mencatat dalam hati persamaannya dengan hari di dunia asalnya dulu agar mudah diingat.

JADWAL KEGIATAN SEMINGGU

Hari Kael (Senin) – Hari Ini:

Menyelesaikan pembacaan keempat buku dari perpustakaan. Memahami dasar-dasar sihirnya, cara kerjanya, dan cara mengendalikannya. Mencatat poin-poin penting dan teknik yang harus dicoba.

Hari Vane (Selasa):

Membuat variasi resep makanan dan minuman baru yang mengandung bahan herbal berkhasiat, namun tetap lezat. Resep ini nanti akan diserahkan kepada Algernon untuk dikembangkan dan diproduksi massal dalam bisnis makanan dan obat-obatan kami.

Hari Zor (Rabu):

Menghadiri undangan pesta teh di kediaman Countess Elvia. Ini kesempatan emas untuk mempromosikan produk-produk kami ke kalangan atas, mendapatkan pelanggan setia, dan menambah koneksi baru.

Hari Thrum (Kamis):

Mulai latihan sihir mandiri. Mencoba merasakan aliran energi di dalam tubuh, memanggil elemen api dan kegelapan, serta berlatih mengendalikannya agar tidak meledak tak terkendali. Harus hati-hati dan rajin.

Hari Lyna (Jumat):

Lanjutan latihan sihir. Kali ini, mengundang Pangeran Algernon datang ke istana untuk berlatih bersama. Algernon memiliki elemen Cahaya dan Angin, pasangan yang paling seimbang dan aman untuk berlatih bersamaku. Kami juga bisa membahas bisnis sambil berlatih.

Hari Mire (Sabtu):

Menghadiri acara amal kerajaan. Akan menyumbangkan sebagian besar tabungan pribadiku untuk pembangunan panti asuhan dan panti jompo. Ini adalah impianku sejak dulu, sesuatu yang ingin kulakukan sejak awal aku sadar di dunia ini. Selain amal, ini juga cara terbaik membangun citra rakyat yang sangat mencintai putri mereka.

Hari Oros (Minggu):

Hari istirahat dan santai. Menikmati waktu luang dengan membaca novel atau buku sejarah ringan, menenangkan pikiran sebelum memasuki hari pertama masuk Akademi Sihir.

Amorette membaca kembali daftar itu sekali lagi, mengangguk puas. Jadwal itu padat, teratur, dan mencakup semua aspek penting: pengetahuan, bisnis, sosial, kekuatan, dan kemanusiaan.

"Baiklah... dimulai dari sekarang," gumamnya pelan.

Ia duduk di kursi empuknya, membuka buku tebal pertama berisi kulit hitam dengan tulisan emas. Esther dan Lily segera bergerak sigap, menyiapkan lampu lilin yang terang, menyajikan teh hangat dan camilan ringan di sisi meja, serta memastikan tidak ada gangguan apa pun yang akan masuk ke dalam kamar itu.

"Esther, Lily, terima kasih," ucap Amorette sambil tersenyum hangat kepada kedua pelayan setianya itu.

"Sama-sama, Yang Mulia. Kami ada di sini untuk membantu. Jangan ragu memanggil kami jika butuh apa saja," jawab Esther lembut.

Amorette mulai membaca. Ia menyerap setiap kata, setiap penjelasan, dan setiap diagram yang ada di dalam buku itu dengan kecepatan dan ketelitian yang luar biasa. Di sampingnya, Esther dan Lily duduk tenang, sesekali mengganti cangkir teh atau menambahkan minyak pada lampu agar cahayanya tetap terang. Suasana menjadi damai, hening, namun penuh semangat belajar. Hari ini baru permulaan, namun Amorette sudah merasa siap menaklukkan segala halangan yang ada di depannya.

1
Agus Hidayat
rambutnya Amorette sebenarnya warna pirang apa hitam kok selalu berubah?
cynth: Kayaknya lupa kuubah deh. Seharusnya itu pirang (walau rencana awalnya hitam biar senada sama warna matanya). Terima kasih ralatnya ya, Kak (^-^)/
total 1 replies
kitty ❤
seru thor, lanjutkan 😍🔥
cynth: Thank you Kak (*^^*)
total 1 replies
MayAyunda
keren👍👍
cynth: Terima kasih udah mampir <3!
total 1 replies
cila_aa
baguss banget kak next nunggu chapter selanjutnyaa
cynth: Makasih udah mampir, Kak <3
total 1 replies
Sahabat Oleng
Keren 👍
cynth: Makasih Kak <3
total 1 replies
lidiaaa
semangat Kaa, ceritanya seru
cynth: Makasih Kak <3
total 1 replies
Davina Aurora
menarik ceritanya😍
cynth: Makasih Kak <3
total 1 replies
4revenge
hanssssss
4revenge
ini ni 😍
4revenge
seru padahal baru baca awal awal.
NonaMudaDesi
Kayaknya bagus nih cerita, konspenya kuereennn, tetep semangat kakk, aku mau nabung episode duku
cynth: Hai! Makasih banyak udah mampir <3
total 1 replies
Cattygril
semangat thor
Cattygril: sama-sama👌☺
total 2 replies
T28J
anggur sianida
T28J
kutu kupret juga si hans nih /Angry/
T28J
main catur saja biar akur kak 😂
MayAyunda
keren 👍👍
cynth: Terima kasih <3
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!