NovelToon NovelToon
Dewa Primordial Yang Mahakuasa

Dewa Primordial Yang Mahakuasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Cthulhu / Dunia Lain / Action / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:165
Nilai: 5
Nama Author: DaoisttjmlCe

Q adalah makhluk hidup. Q adalah esensi alam semesta.

Dengan semakin berkembangnya tenaga uap dan mesin, siapa yang bisa mendekati sosok Master Q? Terselubung dalam kabut dan kegelapan, siapa atau apa kejahatan yang mengintai dan berbisik di telinga kita?

Terbangun dengan serangkaian kebingungan dan misteri, Bagas Pratama mendapati dirinya bereinkarnasi ke tubuh seorang remaja bernama Rostav Zertu di dunia yang dipenuhi oleh lautan dan dikuasai oleh mesin uap, bajak laut, meriam, serta Ramuan, Q, dan Anomali.

Ikuti kisah Rostav Zertu dalam menghadapi bahaya dan misteri yang mengincarnya, saat terlibat dengan organisasi-organisasi rahasia yang ada di dunia.

Ini adalah kisah dari "Kapten Mawar Hitam".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DaoisttjmlCe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 - Misteri Laut Mayat

Di pagi yang kelu, Laut Mayat mengembuskan angin sepoi. Langit merah terbentang tanpa batas, seperti luka menganga yang takkan tersambung. Di bawahnya, lautan darah menghampar sunyi, ombak kecil menjilat lambung kapal dengan irama malas, meninggalkan jejak merah tua pada kayu yang mulai lapuk, tapi tetap terlihat kokoh.

Kapal itu meluncur tanpa tujuan, membelah genangan kental yang memantulkan langit. Lalu datanglah puluhan gagak, menyeruak dalam barisan rapi seperti anak panah hitam dilepaskan fajar. Suara mereka sumbang, parau, mencabik-cabik keheningan yang sejak tadi mencengkeram. Mereka terbang rendah, lalu hilang di balik cakrawala, meninggalkan getar sayap yang masih terasa di udara.

Di sebuah dek kapal yang tengah berlayar di Laut Mayat, terdapat dua orang yang menunjukkan reaksi yang hampir sama. Satunya adalah seorang remaja laki-laki, dengan rambut sepanjang bahu, pupil mata berwarna hitam cerah, dan mengenakan pakaian formal, menatap ke arah layar.

Satunya lagi adalah remaja perempuan, memiliki paras cantik bak mutiara, rambut panjang bergelombang, pupil mata biru safir, dengan anting-anting dan kalung yang memiliki permata biru safir, dengan gaun yang sangat cocok di tubuhnya, tengah terduduk lemas, menatap cakrawala.

Mereka tidak lain adalah Rostav Zertu dan Agaricia Palmata.

Mereka sama-sama terkejut, tapi untuk hal yang berbeda.

Rostav terkejut karena melihat layar yang sebelumnya robek, kini tiba-tiba terhubung satu sama lain tanpa ada bekasnya. Seperti kulit manusia yang terluka dan menyembuhkan diri sendiri dengan lambat. Tapi layar ini hanya membutuhkan waktu satu hari untuk menyembuhkan diri sendiri.

Cia sendiri terkejut karena ternyata, apa yang dikatakan oleh Rostav adalah kenyataan. Mereka tengah berlayar di sebuah wilayah bernama Laut Mayat. Di dunia ini, siapa yang tidak tahu Laut Mayat? Sebuah tempat berbahaya yang bahkan, bajak laut terhebat sekalipun tak akan berani untuk berpikir datang ke tempat seperti ini. Tapi kini, entah kesialan macam apa yang menimpanya, dia kini berada di Laut Mayat. Ini seperti dia baru saja keluar dari sarang buaya, tapi masuk ke sarang harimau. Dia baru saja berhasil kabur dari bajak laut yang menangkapnya, tapi karena terhantam tsunami, dia pingsan dan terombang-ambing di lautan hingga mencapai Laut Mayat.

Cia merasakan tubuhnya lemas, dia membuka mulutnya, tapi tak ada suara yang keluar. Baru setelah dia menggigit bibir bawahnya, dia dapat mengeluarkan suara yang kaku dan tergagap. "Hahaha," dia tertawa getir. "Benar apa y-yang k-kau katakan, k-k-kita saat ini benar-benar berada di Laut Mayat. S-sudah berapa lama kau terjebak di tempat ini?" dia melirik ke arah Rostav dengan tatapan iba.

Tapi, Rostav masih terlalu fokus dengan layar, dia tidak mendengar kata-kata Cia sebelumnya.

'Eh, apa yang terjadi? Bukankah layar kapal ini robek besar? Tapi kenapa sekarang layarnya malah seperti baru, seolah-olah tidak pernah mengalami kerusakan?' Rostav bertanya-tanya dalam pikirannya. Dia melipat kedua tangannya di depan dada sambil menghentakkan kaki kanannya beberapa kali ke dek kapal.

Cia yang melihat reaksi Rostav menjadi semakin iba, dia mengalihkan pandangannya, menyesal telah menanyakan hal tersebut. 'Dari reaksinya, dan kenapa dia tidak menjawab pertanyaanku... aku mungkin bisa tahu alasannya. Dia pasti memiliki masa lalu yang tidak ingin diceritakan, dia pasti sudah terjebak di tempat sangat lama. Ya, aku memahaminya. Ini adalah Laut Mayat, siapa orang di dunia ini yang tidak tahu tentang legenda Laut Mayat?

'Dalam legenda, Laut Mayat dikenal sebagai Tanah Misteri, sebuah wilayah yang bahkan di Zaman Keempat, Era Para Dewa pun diselimuti tabir rahasia terdalam, dan misteri itu bertahan tanpa pudar hingga kini. Untuk tiba di Laut Mayat, tunggu hingga dua matahari hitam kembar terbenam di ufuk barat, munculnya dua bulan purnama aneh, serta bintang-bintang hitam yang berputar-putar di langit. Setelah semua syarat terpenuhi, maka gerbang menuju Laut Mayat akan terbuka.

'Sebagian teori menyebutkan bahwa Laut Mayat telah eksis jauh sebelum dunia ini diciptakan, seolah menjadi saksi bisu dari kekosongan purba. Tapi, teori paling populer meyakininya sebagai darah Dewa kuno yang telah binasa. Darah itu bukan sekadar cairan fana, melainkan mengandung esensi alam semesta, mengandung Q-Q legendaris yang menjadi fondasi kekuatan agung, menumbuhkan makhluk hidup dan Anomali mengerikan, serta membentuk keseluruhan ekosistem Laut Mayat dari inti kematian Dewa itu sendiri.

'Tapi, itu semua hanya sebuah teori, belum diyakini kebenarannya. Tapi, fakta yang semua orang tahu, Laut Mayat adalah tempat paling berbahaya dan misterius di dunia ini. Laut Mayat dipenuhi oleh Anomali, tapi juga dipenuhi oleh makhluk-makhluk langka dan purba yang sangat berharga. Dikatakan, bahan-bahan untuk membuat Ramuan, dapat ditemukan dengan mudah di wilayah ini. Ayah pernah menceritakan bahwa Laut Mayat dipenuhi oleh bahaya, tapi juga dipenuhi oleh peluang. Banyak Q-Q langka di Laut Mayat.

'Seperti kata-kata paling terkenal dalam prinsip investasi, "Risiko tinggi, imbalan tinggi." Artinya, semakin besar risiko yang berani seseorang ambil, semakin besar pula potensi keuntungan yang bisa didapatkan. Sebaliknya, jika ingin aman dan risikonya rendah, imbalannya pun cenderung rendah. Tapi, ini adalah Laut Mayat, lebih banyak bahaya dari pada peluang.

'Dan memikirkan hal itu, ada satu lagi yang mengganggu pikiranku. Bagaimana bisa aku terpental sampai ke tempat ini?' Cia mengusap tengkuknya yang menegang, berusaha untuk menenangkan dirinya. 'Bukankah dikatakan bahwa untuk sampai di tempat ini, seseorang harus menunggu dua matahari hitam kembar terbenam di ufuk barat, dua bulan purnama aneh naik ke cakrawala, dan bintang-bintang hitam berputar-putar di langit. Lalu, bagaimana bisa aku tiba di tempat seperti ini? Apa selama aku menghadapi badai, tanpa sadar persyaratan itu terpenuhi dan gerbang menuju Laut Mayat terbuka, dan aku terbawa ombak memasuki gerbang?'

Cia segera menggelengkan kepalanya, merasa hal itu tidak masuk akal. 'Tidak, tidak. Itu sungguh tidak masuk akal. Selama ini, semua orang percaya bahwa gerbang itu hanya akan muncul di Laut Nug'got. Laut Nug'got terletak sangat, sangat, jauh dari Laut Amhor, tempatku berhasil melarikan diri dari para bajak laut. Bagaimana mungkin tsunami sekecil itu membawaku sampai ke Laut Nug'got? Itu sungguh tidak masuk akal. Lalu, bagaimana bisa aku sampai di tempat ini? Ah, kepalaku sakit,' tiba-tiba, Cia merasakan kepalanya pusing, dan potongan-potongan ingatan segera membanjiri kepalanya:

Sebuah kapal. Lautan berwarna perak kemerahan yang diselimuti kabut tebal. Mutiara merah. Badai raksasa dengan petir yang menyambar setiap sepuluh detik. Pusaran air raksasa. Dua matahari hitam kembar. Dua bulan purnama aneh. Bintang-bintang hitam berputar di cakrawala. Sebuah retakan muncul di udara, menyebar seperti parasit, sebelum akhirnya pecah dan terbuka.

Cia merasakan kepalanya seperti dihantam oleh palu godam. Dia berusaha mengingat potongan-potongan ingatan itu. 'Agh, kepalaku! Ingatan apa itu? Kenapa aku tak bisa mengingatnya?' tapi semakin dia memikirkannya, semakin sakit pula kepalanya.

Jadi, dia akhirnya memilih untuk melupakan dan menyembunyikannya, lalu berdiri sambil berpegangan pada sisi kusen pintu. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dia belum terbiasa menggunakan kaki manusia.

Dia berjalan menuju samping dek, dan berpegangan pada pagar. Melihat laut yang berwarna merah darah, membentang luas tanpa terlihat ujungnya. Dia kemudian melirik ke arah Rostav yang masih terpaku menatap layar, dan akhirnya memecahkan fokusnya saat Cia bertanya, "emm. Zertu, apa aku bisa menanyakan sesuatu? Bagaimana kau bisa menemukanku?"

Rostav tersentak kaget dan menatap ke arahnya. Dia mempertimbangkan kata-katanya, lalu akhirnya menjelaskan bagaimana dia menemukannya dengan kalimat yang singkat.

Mendengar penjelasan itu, bukannya mendapatkan jawaban, malah membuat Cia memiliki pertanyaan lain. 'Aku ditemukan tanpa sengaja, di sore hari. Dia menyelamatkanku menggunakan alat pancingnya, lalu meletakkanku di kamar itu.

'Hah, itu menambah pertanyaan baru. Bagaimana aku masih bisa hidup setelah terombang-ambing di Laut Mayat ini? Apa tidak ada Anomali yang memangsaku, dan, berapa hari aku terombang-ambing di Laut Mayat ini?'

Rostav sendiri juga tengah memikirkan hal lain, 'melihat reaksinya saat pertama kali mengetahui bahwa dirinya memang berada di Laut Mayat, dapat dipastikan bahwa dia sangat panik dan ketakutan. Apa Laut Mayat memang semenakutkan itu?'

Setelah memikirkan beberapa hal, Rostav menatap Cia dalam-dalam dan bertanya, "aku ingin kau menjelaskan tentang wilayah ini. Sepertinya kau tahu cukup banyak."

Cia yang mendengar pertanyaan Rostav, tentu saja tak dapat menyembunyikan keanehan di wajahnya. Dia merasa aneh, bagaimana Rostav yang berlayar di Laut Mayat, tidak mengetahui tentang Laut Mayat?

Tapi, Cia memilih untuk tidak terlalu memikirkannya dan akhirnya menjelaskan tentang Laut Mayat.

1
anggita
klo bisa novelnya dipromosikan Thor, biar dikenal pembaca NT.
anggita: ga pa" ijin promo aja. ditempat kami bebas. banyak kok teman" author yg promo dsini.
total 2 replies
anggita
ikut dukung like👍 iklan☝aja, moga novelnya lancar👌.
Blueria: semangat gann🔥
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!