NovelToon NovelToon
Cinta Beda Umur Juga Asik

Cinta Beda Umur Juga Asik

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Anggit

Arabella yang di paksa bertunangan dengan anak sahabat ayahnya. saat dia tau bahwa yang jadi tunangan nya adalah orang yang dia sukai, maka Bela dengan senang hati menerima nya.


Arga seorang CEO muda yang mempunyai kekasih matre harus rela bertunangan dengan Arabella.

apakah kisah mereka bakal berjalan dengan mulus atau kandas di tengah jalan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 18.

Galang sudah tiba di kafe. dia hanya menatap Bela yang masih menangis.

Galang menghela nafas panjang.

" udah gausah nangis lagi, nih makan cake aja." sambil menyodorkan ke Bela.

" ngga mau, nanti gue kenyang. kasihan bunda udah masak di rumah." tolak Bela sambil membuang ingus di tisu.

Galang berdecak. " ck, ngga bakal kenyang lu mah kalo cuman makan cake, paling cuman geli geli doang buat di perut lu."

" apaan sih." sewot Bela sambil mulai menyuapkan cake ke dalam mulutnya.

"enak?" Tanya Galang sambil terus menatap Bela.

" enak. gratis soalnya." senyum Bela.

" nah gitu dong senyum. walaupun gue harus ngeluarin duit yang penting lo bisa seneng lagi." tangan Galang sambil mengusap pelan kepala Bela.

" makasih ya om udah traktir aku." canda Bela.

" iya sama-sama asalkan nanti malam siap di unboxing ya." kedip satu mata Galang kepada Bela.

" idih naji* lo." sambil melempar gulungan tisu kearah Galang.

Galang hanya tertawa terbahak bahak.

mereka pun bercanda gurau.

--

Arga baru sampai di rumahnya, baru masuk sudah di sambut mamih dan papih yang sedang berada di ruang tamu.

" Baru sampai nak? sini duduk dulu." ajak mamih yang langsung di turuti Arga.

" Arga sepertinya tunangan kamu terpaksa di undur minggu depan. papih dan pak rudi ada proyek besar di Australi." ucap papih sambil menaruh ipad di meja.

Arga terdiam. dia berfikir mungkin ini waktu yang pas untuk membicarakan soal batalnya pertunangan itu.

" Arga ingin membatalkan pertunangan ini pih." lirih Arga tapi masih terdengar jelas di kuping mamih dan papih.

" MAKSUD KAMU APA?" marah papih.

" kita sudah sepakat untuk membatalkan perjodohan ini pih, kita sama-sama tidak mau di jodoh kan."

papih dan mamih langsung terdiam.

" Apa Bela benar-benar ingin membatalkan perjodohan ini?, atau Bela membatalkan karena kamu belum bisa melupakan wanita itu?" selidik papih.

" jawab dengan jujur Arga, Papih akan tau jika kamu berbohong." lanjut papih

Arga menghembuskan nafas panjang lalu berbicara dengan tegas.

" ya benar pih, Arga memang belum bisa melupakan Ratna. Arga masih mencintai nya pih."

" bodoh kau Arga. segitu butakah kamu melihat sifat wanita jalang itu." geram mamih kepada anaknya.

" maaf mih." Arga menundukkan kepala.

" apa kamu masih kurang percaya dengan bukti dari Bastian? masih kurang jelas saat kamu berpura-pura miskin dan melihat sifat asli Ratna?" mamih sampai meneteskan air mata. sungguh kecewa dia dengan anaknya yang lebih memilih wanita seperti itu.

Arga hanya terus menunduk.

" Baiklah jika itu keputusan kamu. papih akan ambil alih lagi perusahaan, papih akan mencabut hak waris kamu." putus papih

Arga langsung mendongak.

" maksud papih apa? papih beneran bikin aku bangkrut? pih masa cuma Arga nolak tunangan ini bisa sampai begini?" kesal Arga.

" kenapa kamu marah? itukan keputusan kamu. lagi pula papih kamu ngga mau perusahaan yang papih bangun dari nol jatuh ke tangan wanita jalang." ketus mamih

" papih ngga akan begini kalo kamu mempertahankan wanita yang benar-benar tulus dengan kamu." tegas papih. " papih sudah tau semua tentang wanita mu Arga, papih sudah selidiki sejak kamu pertama kali mengenalnya."

malam hari 19:00.

di ruang TV Bela sedang bermanja manja dengan bundanya, dia sudah tau kalau pertunangan nya di undur minggu depan.

"Bun, Bela mau jujur boleh?" Tanya Bela yang sedang tidur di atas paha bunda.

" boleh dong, emang kamu mau jujur apa nak." sambil membelai rambut sang anak.

Bela langsung duduk lalu memegang tangan bunda. bunda yang melihatnya langsung tau kalo anaknya ingin berbicara serius.

" bun, sebenarnya aku dan Pak Arga sudah sepakat membatalkan perjodohan ini. maaf bun Bela ngga bisa nurutin permintaan ayah dan bunda." kepala Bela menunduk dan ngga lama air mata sudah berjatuhan, isak tangis terdengar.

bunda langsung memeluk Bela dan mengusap punggung anaknya.

" sstt udah ngga apa apa, kamu ngga usah minta maaf. itu hak kamu buat memilih."

" t-tapi ayah gimana bun? pasti ayah kecewa sama Bela." Bela masih menangis tergugu di dalam pelukan bunda.

" ngga, ayah ngga akan kecewa. Ayah bakal kecewa kalo Putrinya tidak bahagia dengan pilihan ayah, ayah bakal menyesal karena menjodohkan kamu. sudah percaya sama bunda." bunda melepas pelukannya dan mengusap air mata Bela.

" makasih bunda."senyum Bela.

" yasudah sekarang kamu istirahat ya, pasti kamu cape mikirin tentang perjodohan." titah bunda yang di angguki Bela.

Di dalam kamar Bela langsung berbaring dikasur dan menatap atap kamar. Ada perasaan lega dan sedih, tapi itu lebih baik dari sebelumnya.

*Ayo goyang dumang, biar hati senang

Pikiran pun tenang, galau jadi hilang

Ayo goyang dumang, biar hati senang

Semua masalah jadi hilang*

dering HP Bela.

Bela: ya La kenapa?

Lula: besok kita ke puncak. lu no coment, gue udah izin ke bokap nyokap lo.

Bela: tumben lu, ada angin apa nih.

Lula: udah lu ikut aja. kita bakal nginep 3 harian, jadi lo packing dari sekarang. pagi pagi gue jemput lu.

Bela: oke.

Bela mengakhiri panggilan nya. dan kembali lagi menatap atap kamar, dia rasa ini sudah berakhir. dia harus menghapus perasaan kepada Arga, dia ngga mau jadi perusak hubungan orang.

lama lama rasa kantuknya mulai datang, mata Bela terasa berat dan ngga lama terpejam.

pagi hari. 07:00

pagi pagi Lula sudah bertamu di rumah Bela, seperti janji semalam yang akan menjemput sahabatnya.

Lula mengetuk pintu. TOK.. TOK.. TOK

"ya sebentar."

terdengar suara dari dalam rumah bela, pintu terbuka keluar bunda Bela.

" ya ampun ada nak Lula, cari Bela ya?" yang hanya di tanggapin dengan cengiran Lula. " Bela masih tidur, kamu bangunin aja ya. bunda mau lanjut buat sarapan." titah bunda

Lula masuk kamar Bela. baru saja masuk sudah di suguhkan dengan pemandangan yang estetik sekali.

Bela tidur terlentang, kaki di kasur kepala menjuntai di bawah dengan mulut yang terbuka.

Lula hanya mengelus dada. langsung saja dia membangunkan Bela.

" Bel bangun." tangannya menoel noel pipi Bela.

" WOY BANGUN... ADA KEBAKARAN." teriak tepat di kuping Bela.

Bela terkejut dan langsung jatuh dari kasur. Lula tertawa terbahak bahak melihat sahabatnya menderita karena ulahnya.

" Anjir pinggang gue sakit." ringis Bela sambil mengelus pinggang.

" yang anggun dikit dong bangunin orang." omelnya sambil masih mengelus pinggang

" sorry, lagian lu susah di bangunin. eh lu udah packing?"

Bela terdiam beberapa detik, lalu dia cuman nyengir lebar.

Lula memutar bola mata malas.

" yaudah sana lu mandi, gue bantu packing."

mereka langsung bergegas sebelum matahari semakin tinggi. setelah itu mereka langsung berpamitan dengan ayah, bunda.

1
Rafi Hafizh
👍
Ananda Anggit
😍💪💪
Rafi Hafizh
semangat author👍
Rafi Hafizh
semangat author.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!