NovelToon NovelToon
Cahaya Cinta

Cahaya Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Saidah_noor

Dihari ulang tahun pernikahannya yang ke 3 tahun, Cahaya harus terkejut melihat perselingkuhan Fery dengan wanita lain yang masih satu rekan kerja dengan suaminya.
Karena patah hatinya ia mengajak sahabatnya untuk minum dan menginap dihotel, namun sahabatnya tak bisa menemaninya karena adiknya tak ada yang menemani dirumah.
Kejadian tak terduga dihotel ia tak sengaja bertemu pria asing yang dalam keadaan sakit, karena berpikir itu adalah suaminya yang mengejarnya akhirnya ia mengajaknya bermalam dalam keadaan mabuk.
Namun saat pagi menjelang, Cahaya baru sadar bahwa yang tidur bersamanya itu bukanlah suaminya tapi pria yang terkenal berkuasa dan galak dikantornya.
apa yang harus cahaya lakukan?
kabur kah?? atau ...???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saidah_noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lamaran candaan.

Cahaya terbangun disiang hari, saat ia bergerak untuk mengubah posisinya ia merasakan sebuah tangan melingkar diperutnya. Dari tangan itu ia sudah yakin siapa pemiliknya, ia pun membalikkan badannya dan menatap pemilik lengan itu.

Benar saja, Rayyan terlelap sambil memeluknya. Lelaki itu bahkan masih dengan pakaian rapinya.

Tangan Cahaya terulur, merapikan rambut yang menghalangi wajah Rayyan. Pria ini memang tampan rupawan, tak ada celah untuknya menolak kecuali dirinya yang sangat berbeda.

"Eh." Cahaya terkejut kala tangannya digenggam kuat.

Mata Rayyan terbuka, menatap Cahaya dengan penuh cinta. ia tersenyum dan menggeser badannya hingga membuat mereka berhimpitan.

"Istriku, aku masih ngantuk. Temani aku tidur!" ujar Rayyan yang kembali memejamkan matanya dan memeluk erat cahaya.

"Saya bukan istri bapak," tolak Cahaya memundurkan badannya namun ia sudah terkunci dan membuat lelaki itu kembali memeluknya erat.

"Huh!" keluh wanita itu memutar matanya, malas.

Rayyan hanya tersenyum samar, ia melanjutkan tidur siangnya tanpa menghiraukan kekesalan wanitanya.

Cahaya mulai pasrah, seenggaknya ia tidak diunboxing. Cuma tiduran begini hatinya pun ikut nyaman dengan perlahan, tak hanya itu ia makin familiar dengan sikap laki-laki ini.

Rasanya seperti pria yang ia kenal, sayangnya ia sudah lama tak bertemu dengannya. Terakhir, saat ia masih SMA. Ia bahkan tak punya no nya, ia merasa pria itu tiba-tiba pergi dari hidupnya.

Padahal sudah janji akan bertemu dengannya lagi, tapi nyatanya ia juga sama saja seperti Fery. Meninggalkannya dan memberinya kejutan pahit.

"Kenapa aku terus memikirkan om Iyan, ya?" Cahaya bertanya pada dirinya sendiri, pikirannya melayang tanpa arah.

"Apa karena kami sudah lama tak bertemu?" lagi ia mengeluh dalam hatinya.

Ada rasa kecewa yang menusuk hatinya, yang membuatnya berhenti berharap kala itu. Dulu ia tak paham tentang rasa itu, karena ia tak tahu alasannya.

Namun ...

Cahaya ingat saat terakhir kali ia berada dirumah Yumi, ia tak sengaja mendengar para tante sahabatnya itu mengobrol diruang tamu. Saat itu ia membantu menyajikan teh dan camilan untuk mereka, tak ada kebaikan hanya ada tatapan sinis yang merendahkan.

"Ini ya, wanita yang dekat dengan Ray? Sudah yatim piatu, budek lagi," suara tante Yumi yang pertama.

Mereka 4 bersaudara, yang sulung adalah ibunya Yumi, tante Yasmin. Yang kedua tante Imel dan ketiga adalah tante Lidya. Sedangkan anak bontot mereka tentu om iyan, yang Cahaya kenal panggilannya tapi tak tahu nama lengkap mereka.

"Iya, hobi banget jadi parasit!" ketus tante lidya yang membuat Cahaya menundukkan kepalanya setelah sempat melirik tante Yasmin.

"Ka, apa gak khawatir dia nyuri barang-barang mu. Jangan terlalu percaya padanya, Ka yas," timpal tante Imel menatap Cahaya dengan mata merendahkan.

"Sudahlah! Kalian jangan mikir yang aneh-aneh, seama ini dia cukup membantuku dan Yumi. Dia anak baik, ko," bela tante Yasmin yang kemudian menatap Cahaya.

"Yaya, kamu ke kamar Yumi aja. Kita lagi bahas hal penting," kata ibunya Yumi bernada perintah.

Cahaya hanya mengangguk dan beranjak dari tempatnya.

"Ngomong-ngomong Iyan sudah tahu soal perjodohannya dengan Ariana? Aku takut dia menolaknya," tanya tante Yasmin dengan wajah serius.

Sejenak Yaya terdiam, ia sempat menghentikan langkahnya sekian detik sebelum akhirnya melanjutkan jalannya.

"Ray pasti suka, Ariana itu cantik dan punya latar belakang yang bagus. Dia juga seorang dokter dan juga mereka teman kuliah diluar negri, aku rasa mereka cocok pasangan sempurna malah," suara tante Imel yang menjawabnya.

Entah apalagi yang mereka obrolkan, Cahaya hanya mendengarnya sekilas karena ia lanjut ke dapur untuk menaruh nampan sebelum akhirnya membawakan camilan dan minuman untuk Yumi.

Saat dikamar ia melihat Yumi yang masih menonton drama kesukaannya, wanita manja itu menangis melihat pemeran utamanya dalam keadaan susah. Padahal itu cuma film tapi menghayatinya sangat dalam, begitulah perempuan.

Cahaya menaruh nampannya dinakas lalu duduk disamping Yumi dan ikut menonton drama juga.

"Mimi, tadi aku denger, om Iyan mau dijodohin? Kamu udah tahu?" tanya Cahaya kepo.

"Iya, aku dah tahu. Katanya ceweknya cantik dan seorang dokter," jawab Yumi lalu melirik temannya.

"Kamu jangan deket-deket sama om Iyan, nenek udah kebelet nyuruh dia nikah. Ntar kamu diomelin sama dua tante lont3 itu," ujar Yumi mengingatkannya.

"Aku cuma deket karena dia selalu bantuin aku kerjain PR yang susah, gak sampai punya hubungan yang begitu juga kan," ngeles Cahaya.

"Betul juga, lagian kamu juga bukan tipe si om bontot," ujar Yumi tanpa menatap temannya, karena matanya sangat fokus pada pemeran pria yang super tampan itu.

Cahaya menghela nafas berat, pikirannya melayang pada terakhir kali ia bertemu dengan om nya Yumi. Ia berpikir pria yang umurnya lebih dewasa itu tak akan melanjutkan studi keluar negri lagi, nyatanya ia memang pewaris yang harus punya gelar yang hebat.

Kala itu sore hari, pertemuan terakhir mereka. Diruang tengah yang hanya ada mereka berdua.

"Om iyan, kita akan ketemu lagi gak?" saat itu Cahaya hanya berpikir, kemana ia bisa mencari pengganti guru les yang gratis. Saat itu ia benar-benar tak bisa percaya pada sembarang orang.

"Pasti ketemu lagi, sekalian lamar kamu buat jadi istrinya om," jawab lelaki itu dengan senyuman manis ala khasnya.

"Hah!" Cahaya menganga tak menduga dengan ucapan pria yang usianya berjarak 10 tahun darinya.

Tangan lelaki itu terulur lalu mengusap pelan puncak rambutnya, membuat Cahaya merasa cukup nyaman.

"Om tenang aja, aku gak kayak mantannya om. Cintaku gak kenal fisik dan gak kenal usia," ujar Cahaya dengan tingkah polosnya, ia juga membentuk sarangheo dengan dua jemarinya.

Merka berdua tertawa, seakan obrolan itu sangat penting dan berkesan.

Hanya itu kalimat terakhir dari pertemuan terakhir mereka. Cahaya menyandarkan kepalanya pada pundak ranjang, menatap tontonan drama yang romantis khas drama pendek.

Namun pikirannya masih melayang pada pria yang sudah lama tak bertemu itu.

"Mungkin waktu itu, om Iyan cuma bercanda. Lamarannya itu cuma candaan," pikir Cahaya, hatinya mengeluh namun ada juga satu titik sakit yang menusuknya.

Tiba-tiba ...

"Anjiiir! si Min jie emang pinter main kokop-kokopan," pekik Yumi mengejutkan Cahaya dalam lamunannya. Wania muda itu tersenyum dengan otak yang dipenuhi khayalannya.

Ia menggoyangkan lengan temannya tanpa menatapnya sama sekali.

"Yaya, kamu mau pilih mana? Min jie, Zhang ling he atau Wang Xuan. Diantara mereka bertiga kalau Tuhan merestui, aku mau poliandri aja," ujar Yumi mulai mengkhayal tingkat gila.

Cahaya cuma menggelengkan kepalanya mendengar ucapan temannya yang mulai berhalusinasi. Ah ... Dasar Yumi!

Kembali ke masa sekarang ...

Cahaya masih menatap langit atap rumah megah itu, semantara hari kian sore dan bosnya makin lelap dalam mimpinya. Prilaku Rayyan dan om Iyan hampir mirip, tapi wajah mereka sangat jauh berbeda.

Dan sikap bosnya, membuatnya mengingat tentang om bontotnya si Yumi itu.

"Yaya, kamu mau gak jadi istri om?" suara yang keluar dari bibir Rayyan, yang tak sengaja ia dengar seperti igauan.

"Hah."

Cahaya meliriknya, ia menajamkan pendengarannya, kali aja ia salah dengar. Namun, pria itu tersenyum dan kembali terlelap.

1
falea sezi
🤣🤣 mertua toxic
🌀 SãñõõR 💞
yap ntar ceritanya jadi membingungkan.
partini
saling terhubung suami selingkuh dengan wanita yg pernah di sukai lelaki yg tidur dengan cahaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!