NovelToon NovelToon
Cinta Beda Umur Juga Asik

Cinta Beda Umur Juga Asik

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Anggit

Arabella yang di paksa bertunangan dengan anak sahabat ayahnya. saat dia tau bahwa yang jadi tunangan nya adalah orang yang dia sukai, maka Bela dengan senang hati menerima nya.


Arga seorang CEO muda yang mempunyai kekasih matre harus rela bertunangan dengan Arabella.

apakah kisah mereka bakal berjalan dengan mulus atau kandas di tengah jalan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 11.

" apa kamu terpaksa dengan pertunangan ini?" Tanya Arga dengan suara dingin dan raut wajahnya pun sangat datar.

Bela sebenernya agak takut ngeliat raut wajah Arga. Biasanya di sekolah Arga selalu ramah dan murah senyum sekarang setelah dia di jodohkan dengan Arga, sikap laki-laki itu berubah 180 derajat.

" awalnya iya tapi setelah tau di jodohin sama bapak kayak nya bakal setuju sampai nikah." Cengir Bela walaupun hati deg-degan.

" jadi kamu menerima pertunangan ini karena keluarga saya kaya raya? Begitu bukan Arabella." Arga langsung tersenyum sinis mendengar jawaban Bela, dia agak takut sekarang kalo sampai bertemu lagi dengan sifat yang sama seperti mantan pujaan hatinya.

Bela bengong dengan tuduhan Arga. Lalu dia langsung tertawa " hahahaha bapak bisa aja bercanda nya. Ngapain saya mandang harta, harta yang saya punya udah cukup buat saya bahagia."

Arga langsung menatap tajam Bela yang masih tertawa walaupun sudah agak mereda. " Terus apa tujuanmu menerima pertunangan ini?"

Bela langsung kicep saat Arga menatap nya dengan tajam. Tapi dia berusaha santai agar tidak kelihatan takut.

" saya suka bapak pada pandangan pertama. Mmm kalo di pikir-pikir lagi kayaknya waktu ketemu di lampu merah."

" lampu merah?" Bingung Arga

" iya lampu merah, kayak nya waktu itu bapak pertama kali mau kesekolahan saya. Saya liat bapak naik motor...saya ada di samping bapa walaupun ke halang beberapa motor." Cengir Bela.

" berarti bener dong saya jatuh cinta pada pandangan pertama." Goda Bela sambil menaik turun kan alisnya.

Deg... Deg.. Deg.. Deg..

Jantung Arga tiba-tiba berdetak dengan cepat, dia heran dengan dirinya sendiri. Kenapa sama anak ingusan ini malah berdebar debar beda dengan sewaktu dia masih bersama Ratna.

Arga masih pura-pura stay cool walaupun hati udah ngga karuan.

" oke kalau itu mau kamu, tapi ada 1 syarat. Jangan kasih tau siapa-siapa kalo kita sudah tunangan."

" wahh berarti bapak Terima pertunangan ini juga, yeeeee makasih pak." Dengan gembira Bela langsung memeluk Arga.

Arga yang di peluk mendadak jadi diam dan kaku, dalam hati mengumpat.    -bang*** kenapa badan gue jadi kaku di peluk bocah ingusan, terus kenapa nih jantung tambah berdebar perasaan waktu sama Ratna ngga pernah begini.-

"Tapi pak kalo saya kasih tau ke sahabat saya boleh kan? Cuma 1 kok namanya Lula. Pliss ya pak dia itu sahabat saya dari embrio." Bela mendongak kan kepala sambil memohon dengan wajah yang di buat semelas mungkin.

Arga sudah ngga tahan dengan sikap Bela yang terlalu menggemaskan. "Y-ya boleh asal lepas dulu pelukan kamu."

" yeyy makasih ya pak, bapak jadi tambah ganteng hehe." Goda Bela sambil melepas pelukannya.

Arga menghela nafas kasar. " lain kali jangan asal peluk, saya ngga suka di sentuh seintim itu." Ketus Arga.

Bela yang melihat Arga yang bertambah dingin pun langsung ciut. Beneran ciut ini mah ngga bisa pura-pura berani.

" m-maaf pak tadi saya reflek kesenengan." Bela Senyum kikuk

" yasudah cuma itu yang saya ingin bicarakan." Arga langsung pergi begitu saja.

Bela langsung menghela nafas lega. " huh sabar Bel sabar, ternyata lo suka dengan kulkas 7 pintu bukan matahari nya teletubis."

-----

Bastian yang baru sampai di markas "peace" langsung mencari Galang.

" Galang mana?." Tanya Bastian pada sahabat beda sekolah itu

" anjir kaget gue, noh lagi di balkon." Riko sampai ngelus dada karna terkejut.

Bara sang ketua  melihat Bastian datang hanya diam lalu lanjut dengan aktivitas ny kembali.

" tumben anggota inti lengkap, biasanya bolong mulu." Celetuk Riko sambil menyenggol bahu Bagas yang sedang bermain gitar.

" yah kayaknya kita bakal lengkap lagi." Balas Bagas

" maksud lo duo curut udah mulai baikan nih?" Riko makin kepo

" mungkin." Cuek Bagas.

Mereka adalah inti anggota geng motor PEACE. Geng motor itu di buat saat mereka kelas 3 SMP sampai sekarang , dan mempunyai 1000 anggota di antara nya 5 geng inti itu.

Bastian yang melihat Galang langsung duduk di sebelah nya.

" tumben lu kesini." Ucap Galang sambil menghisap rok**.

" tunangan Bela abang sepupu gue." Lesu Bastian. Badannya sudah lemas , pikiran nya kacau hatinya juga ikut kacau.

Galang langsung menoleh. " serius lo, siapa sepupu lo?"

" guru baru kita di sekolah yang ngajar pjok."

Hening seketika.

" ANJIRRR KALO GINI SIH GUE NGGA ADA KESEMPATAN BUAT NEMBAK BELA." frustasi Galang sambil mengadakan acak rambutnya.

" maksud lo " Bastian hanya menoleh aja karna badannya sudah lemas menerima kenyataan pahit.

" Bela dari awal emang suka sama itu guru. Kalo gini ngga ada kesempatan lagi." Galang tambah gegana gelisah, galau, merana.

Bastian yang badannya sudah lemas jadi tambah lemas mendengar kenyataan yang benar benar pahit.

-----

Pagi hari. 07:25  SMA MAJU TERUS

Bela sengaja masuk sekolah lebih pagi karna dia sedang bahagia, setiap ada siswa atau siswi yang berpas pasan langsung di sapa mau itu kenal atau ngga yang penting Bela lagi bahagia.

" halo"

" selamat pagi"

" Hai."

Semuanya di sapa, saat Bela menyapa sela, sela hanya menatap tidak suka. Tapi Bela ngga peduli yang penting dia lagi bahagia.

" syalalala tekotek... Syalalala tekotek." Bela bersenandung ria sambil berjalan menuju kelasnya.

"HALO SELAMAT PAGI DUNIA TIPU TIPU, PRINCES ARABELLA SUDAH DATANG. YUHUU." biasa Bela udah masuk stelan awal lagi no no no Galau lagi karna yang di galau in udah jadi calon tunangan nya.

" loh tumben lo masuk pagi, kan lo ngga piket hari ini." Heran Baron sambil menyapu lantai kelas.

" ngga apa apa gue lagi seneng aja jadinya masuk pagi. Apa mau gue gantiin tugas piket lo." Tawar Bela dengan wajah super duper ceria.

" wah beneran Bel, nih sapunya. Sini saya bantu taro tas nya ndoro." Baron langsung mengambil tas Bela sambil menunduk hormat.

" silahkan ambil dan simpan di tempat singgasana saya." Titah Bela yang sedang berakting menjadi putri kerajaan.

" siap ndoro, hamba pamit undur diri." Baron langsung pergi setelah menaruh tas Bela.

Bela melanjutkan tugas piket Baron sambil bernyanyi dan berjoget tidak jelas. Lula yang baru masuk kelas di buat tercengang dengan kelakuan Bela.

" Bel bukanya lu piket besok? Sekarang kan bukan piket lo." Tanya Lula

" ngga apa apa la, gue lagi seneng jadi gue piket 2x juga ngga apa-apa." Cengir lebar Bela.

Lula hanya geleng-geleng kepala dan pergi kebangku nya. Galang dan Bagas baru tiba di kelas, Galang lihat Bela yang sedang bersenandung dengan ceria. Kalo bukan karena pertunangan itu mungkin Galang akan senang melihatnya Bela bahagia. Namun kebahagiaan Bela saat ini membuat hatinya sakit, lalu dia bergegas menaruh tas dan segera pergi.

" HEH GALA-GALA MAU KEMANA LO, PIKET LO." teriak Bela yang melihat Galang hendak keluar.

Galang yang di panggil Bela hanya berhenti sejenak lalu dia hendak pergi lagi. Bela yang melihat itu langsung buru-buru menghalangi nya.

" eits mau kabur kan lu, ngga bisa. Hari ini tugas lo piket kan." Bela halangin Galang dengan sikap tengilnya, kali-kali dia begini tengil dengan Galang biasanya Galang terus yang tengilin dia.

" minggir. " ucap dingin Galang

" ngga mau, ini kan tugas lo gala gala." Kekeuh Bela.

" GUA BILANG MINGGIR BANG***." Marah Galang.

Bela terkejut dan terdiam, lalu dia geser agar Galang lewat. Lula dan bagas langsung menghampiri Bela yang sedang terdiam.

" Bel lo okey? " Tanya Lula

" gas, la. Galang lagi ada masalah ya? Ngga biasanya dia begini. Apa gue ngelakuin kesalahan sama dia?." Bela bertanya dengan keadaan yang masih kaget. Bela dan Galang memang cukup dekat walaupun isinya cuma adu debat. Tapi mereka saling sayang.. Bela sayang sebagai teman tapi Galang sebaliknya.

" ngga ko Bel, Galang emang lagi banyak masalah aja. Udah jangan di ambil hati ya, gue nyusul Galang dulu." Bagas sengaja bicara seperti itu.

Lula langsung memeluk Bela, dia tau sebab Galang seperti itu dan dia tau kalo Bela mau bertunangan dengan pak Arga. Bagas yang menceritakan semua.

" Bel jangan di ambil hati ya, mungkin dia ada masalah di geng motor nya. "

" o-oh hahaha ngga ko la santai aja." Bela mencoba tertawa walaupun kaku.

1
Rafi Hafizh
👍
Ananda Anggit
😍💪💪
Rafi Hafizh
semangat author👍
Rafi Hafizh
semangat author.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!