NovelToon NovelToon
Sisi Misterius Salsa

Sisi Misterius Salsa

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Cinta Seiring Waktu / Penyelamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Anastasia

"Menikahlah dengan cucu keluarga Wijaya, setelah kakek meninggal. "
"Menikah!, sekarang? "ucap Salsa terkejut.
Salsa tidak percaya dengan ucapan kakeknya yang terbaring lemah di rumah sakit, tiba-tiba saja dia harus menikah dengan cucu temannya yang seorang polisi bernama Rian.
karena itu wasiat kakeknya yang sudah membesarkan dirinya setelah kedua orang tuanya meninggal, dirinya pun pergi ke kota membawa alamat, surat wasiat yang akan diberikan oleh keluarga Wijaya dan cincin pertunangan mereka.
Tapi Salsa menutupi identitas aslinya yang bisa melihat arwah, karena Rian orang yang sensitif jika menyangkut masalah seperti itu.
Tapi kemampuan special Salsa itu bisa membantu Rian memecahkan beberapa kasus yang sulit untuk di pecahkan.
bagaimana cerita pernikahan mereka yang banyak sekali perbedaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastasia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 18.Identitas yang dirahasiakan.

Prosesi pencatatan pernikahan berjalan lancar meski singkat dan sederhana. Petugas catatan sipil membacakan pasal demi pasal, menanyakan kesediaan keduanya, dan akhirnya... tinta basah menandai selembar kertas kuning yang menjadi bukti sah bahwa mereka kini adalah sepasang suami istri.

"Selesai. Selamat ya, Pak Rian, Bu Salsa," ucap petugas itu ramah sambil menyerahkan buku nikah yang masih hangat.

Rian menerima buku itu, lalu menyerahkannya pada Salsa. "Simpan baik-baik."

Salsa memeluk buku itu erat-erat di dada, matanya berbinar penuh haru. Rasanya seperti mimpi. Gadis desa yang tidak punya siapa-siapa, kini resmi menjadi istri dari seorang perwira polisi gagah bernama Rian Wijaya.

Rian mengeluarkan ponselnya, mengambil foto buku nikah itu bersama dengan tangan mereka yang saling menggenggam, lalu mengirimkannya via pesan ke sebuah kontak bernama 'Mama'.

"Sudah selesai, Bu. Kami pulang sekarang."

Tak lama kemudian, notifikasi balasan masuk. Tapi sebelum Rian sempat membaca, teleponnya berdering keras.

"Halo, Mama..." jawab Rian.

"Alhamdulillah, nak! Syukurlah Mama dengar kabar baiknya!" suara wanita paruh baya terdengar sangat antusias dari seberang. "Cepat pulang ke rumah utama! Mama sama Ayah sudah siapin kejutan buat kalian berdua. Kita makan malam bersama, perayaan kecil-kecilan buat menyambut menantu baru Mama!"

Rian melirik Salsa yang sedang memperhatikannya. "Baik Ma, kami segera ke sana."

Telepon ditutup.

"Kita harus ke rumah orang tuaku sekarang. Mereka mau menyambutmu," kata Rian lembut.

"Tapi... Kak Rian kan bilang mau dirahasiakan?" tanya Salsa ragu-ragu.

"Sementara untuk keluarga inti dulu tidak apa-apa. Mereka harus tahu. Tapi untuk orang lain... kita lihat nanti," jawab Rian.

Sesampainya di kediaman keluarga Wijaya yang megah dan luas, Salsa terbelalak kaget.

Bukan pesta kecil-kecilan seperti yang dijanjikan di telepon. Halaman rumah dipenuhi hiasan bunga, lampu-lampu indah, dan banyak pelayan yang bersiap-siap. Bahkan ada tenda besar dan meja makan panjang yang disiapkan.

"Ini... ini disebut kecil?" batin Salsa gemetar. "Bukankah Kak Rian bilang kita harus merahasiakan pernikahan kita? Kenapa malah dibuat semeriah ini?"

Wajah Salsa mulai pucat. Ia merasa salah paham atau Rian yang berubah pikiran.

Rian juga mengernyitkan dahi melihat suasana itu. Ia menghela napas panjang, menyadari bahwa Mamanya mungkin terlalu antusias hingga melebih-lebihkan.

"Ikut aku," ajak Rian pelan.

Rian menggiring Salsa masuk ke dalam rumah, menuju ruang keluarga yang privat. Di sana sudah menunggu Ayahnya, Bapak Haris Wijaya, Mamanya, Bu Rina Wijaya, dan seorang gadis remaja cantik sebaya Salsa yang tak lain adalah adik perempuan Rian, Rani Wijaya.

Mereka semua langsung berdiri dan menyambut dengan senyum lebar.

"Nah ini dia menantu cantikku!" seru Bu Rina langsung memeluk Salsa hangat. Salsa kaku tapi membalas pelukan itu dengan sopan.

"Selamat ya Kak, Salsa!" Rani menyapa dengan ramah dan senyum manis.

Namun suasana hangat itu segera dihentikan oleh Rian yang berdiri di tengah dengan wajah serius.

"Ma, Yah, Rani... Bisa kita bicara sebentar?"

Mereka semua duduk kembali dengan bingung.

"Ada apa, Nak?" tanya Ayah Haris.

Rian menatap satu per satu anggota keluarganya, lalu menatap Salsa yang duduk tertunduk sopan di sampingnya.

"Terima kasih karena sudah menyambut Salsa dengan baik. Tapi aku harus menegaskan sesuatu yang sangat penting," suara Rian tegas dan dingin. "Tentang pernikahan kami... untuk saat ini, status itu harus tetap dirahasiakan dari publik dan orang luar."

"Hah? Maksudmu?" Bu Rina kaget. "Kenapa harus dirahasiakan? Ini kan kabar baik?"

"Karena dua alasan, Bu," potong Rian. "Pertama, pekerjaanku berisiko. Aku tidak ingin musuh-musuhku mengetahui siapa istriku dan menjadikannya target. Dan kedua..."

Rian menoleh ke arah Salsa lembut. "Salsa masih sangat muda. Dia masih punya impian untuk sekolah, mengejar pendidikan, dan memiliki masa depan yang normal seperti remaja lainnya. Jika orang tahu dia sudah menikah, apalagi menikah denganku yang usia terpaut jauh, lingkungan sekolah dan masyarakat akan memandangnya aneh. Itu akan menghambatnya."

Semua orang terdiam. Salsa mengangkat wajahnya, matanya berkaca-kaca mendengar alasan Rian yang ternyata memikirkan masa depannya juga.

"Jadi rencananya," lanjut Rian, "Salsa akan tinggal bersama ku. Tapi di depan orang lain, pelayan, atau tamu... kita akan memperkenalkan Salsa sebagai adik sepupu jauh yang baru datang dari desa dan tinggal bersama kita."

"Apa? Jadi kita harus bohong?" Rani mengerutkan kening.

"Bukan bohong, Rani. Itu perlindungan," jelas Rian. "Dan untuk sekolah... Salsa ingin bersekolah kan?"

Salsa langsung mengangguk cepat. "Iya Kak! Salsa pengen banget sekolah lagi kayak anak lain!"

Rani tiba-tiba tersenyum lebar. Matanya berbinar seakan ide muncul di kepalanya.

"Wah! Kalau gitu seru banget! Salsa masuk sekolah yang sama dengan ku aja! Sekolah Swasta elit yang bagus, banyak fasilitasnya! Rani bakal jagain Salsa!" usul Rani antusias.

Salsa menatap Rian, wajahnya memohon. "Boleh nggak, Kak?"

Rian menatap istrinya. Melihat sorot mata penuh harap itu, hati kerasnya luluh. Ia mengangguk pelan.

"Boleh. Kalau itu memang keinginanmu. Kakak setuju."

"Benarkah? Terima kasih Kak Rian!!" Salsa tersenyum lebar, senyum paling tulus dan ceria sejak ia datang ke kota ini. Rasanya masa depannya kembali cerah, bukan hanya menjadi istri yang diam di rumah, tapi bisa belajar dan menjadi orang berguna.

Orang tua mereka pun akhirnya mengangguk setuju. Mereka mengerti risiko pekerjaan anaknya dan juga melihat betapa polos dan baik hati Salsa.

"Baiklah. Ayah setuju. Demi kebaikan kalian berdua," kata Pak Haris akhirnya.

"Syukurlah. Mama juga setuju. Tapi ingat ya Rian, meski di luar kamu pura-pura jadi kakak, di rumah kamu tetap harus bertanggung jawab sebagai suami dan menjaganya baik-baik!" pesan Bu Rina mengingatkan.

"Siap, Bu."

Malam itu, pesta penyambutan pun dimulai. Namun sesuai kesepakatan, tidak ada yang menyebut kata 'menikah' atau 'istri'.

Rian berdiri di depan para tamu undangan yang sebagian besar adalah kerabat dekat dan rekan bisnis orang tuanya.

"Terima kasih sudah datang malam ini. Saya ingin memperkenalkan seseorang," ucap Rian lantang. Ia menunjuk ke arah Salsa yang berdiri rapi di sampingnya, mengenakan gaun cantik yang disiapkan Mamanya.

"Ini Salsa. Dia adalah adik sepupu jauh saya yang baru saja pindah dari desa. Mulai hari ini, dia akan tinggal bersama keluarga kami dan menjadi bagian dari keluarga Wijaya. Tolong diterima dengan baik ya."

Salsa membungkuk sopan. "Halo semuanya, perkenalkan saya Salsa. Salam kenal."

Para tamu bertepuk tangan, memuji kecantikan dan kesopanan Salsa. Tidak ada yang curiga sedikitpun. Mereka mengira Salsa benar-benar saudara jauh yang diasuh oleh keluarga Wijaya karena kebaikan hati.

Di sudut ruangan, Rani berjalan mendekati Salsa dan mengaitkan lengannya.

"Asik! Besok kita belanja seragam sekolah bareng ya Sal! Kamu bakal jadi paling cantik di sekolah deh!" bisik Rani girang.

Salsa tersenyum malu-malu. "Makasih ya Ran, udah mau terima aku."

"Eh iya, btw..." Rani mendekatkan mulutnya ke telinga Salsa, "Kakakku itu galak loh sama orang lain, tapi kalau sama kamu... aku lihat matanya beda. Hati-hati ya, jangan sampe ketahuan kalau kalian suami istri hehe."

Salsa tersipu malu, wajahnya memerah padam.

Di sisi lain, Rian memperhatikan istrinya dari kejauhan. Melihat Salsa bisa tertawa dan berbaur dengan keluarga barunya, rasa cemas di dadanya perlahan hilang.

"Kau aman di sini, Salsa. Aku janji akan melindungimu dan membiarkanmu meraih semua mimpimu," batin Rian teguh.

Malam itu menjadi awal baru bagi mereka. Bukan hanya sebagai suami istri yang menyembunyikan identitas, tapi juga sebagai 'kakak dan adik' yang akan berbagi atap, berbagi kehidupan, dan mungkin... perlahan berbagi hati.

1
💝F&N💝
lanjut.
up nya tiap hari doooooooo😅🙏
💝F&N💝
ini kapan up lagi
paijo londo
thor mampir kyaknya seru nih🤭🤭
💝F&N💝
up lagi
💝F&N💝
good👍👍👍👍👍 aku suka alurnya.
bagus banget
bisa dinikmati
lanjut 👍👍👍👍👍
Sahabat Oleng
aku mampir thor 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!