NovelToon NovelToon
Rahasia Si Gadis Cupu

Rahasia Si Gadis Cupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Teen / Idola sekolah
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Berliana Febbyola

"GADIS GILA! APA KAMU NGGA PIKIRKAN MASA DEPAN KAMU?!" bentak pemuda itu sambil menarik tangan Ana.

Ana memandang dengan takut tapi ia juga merasa lega karena sebenarnya, dia tidak berniat untuk bunuh diri.

Anabella Queena Tanaya, tidak pernah menginginkan wajah yang buruk rupa dan tidak memiliki teman itupun hanya bisa putus asa di atas atap apartemen yang sering ia kunjungi ketika merasa sedih.

Dua lelaki tampan datang ke hidupnya dan semuanya berubah dengan sangat drastis. "Apa aku bermimpi?"

Tekad gadis itu ingin jadi glow up, bukan main - main. Tahap demi tahap, bahkan ia berusaha menutupi luka masa lalu di sekolahnya yang lama, berbuah manis bahkan terlalu manis.

Tapi siapa sangka dengan dirinya yang sekarang, Ana malah dibuat bimbang dengan kejadian tak terduga di sekolah barunya.

Apa Ana akan bisa tetap menjadi Ana yang glow up tanpa ada yang tahu bahwa dia sebenernya korban pembullyan??
Atau ada seseorang dari masa lalunya yang mengetahui semua tentang Ana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Berliana Febbyola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18 "KAMU BERUBAH!"

Disisi lain, ternyata Raka ada di rumah dan dia tidak ikut serta menghadiri acara festival bakat.

Remaja itu terlihat sedikit gelisah dan tangannya tak lepas dari ponsel.

"Kok dia nggak balas pesanku?"

"CK, kemana sih dia?"

"Gak pernah dia se-cuek ini. Apalagi lupa balas pesan."

"Apa dia lagi nggak baik - baik aja?, jangan - jangan lagi sakit."

Beberapa menit kemudian, akhirnya ada balasan pesan dari Herra yakni pacar Raka.

"Kenapa?"

"Aku sibuk, Ka."

(Sikapnya tak pernah sedingin ini.)

Raka terdiam dan langsung menelfon.

Gadis itu menjawab dengan nada malas.

"Halo. Kamu kenapa sih, Her?" tanya Raka dengan nada menahan kesal tapi jujur saja ia sangat rindu, semenjak pindah tak pernah lagi bertemu dengan Herra.

"Kamu baik - baik aja, kan?" tambahnya lagi.

Gadis itu berdecak kesal, "Aku baik - baik aja, nggak perlu khawatir. Aku mau belajar, aku tutup telfonnya ya."

Telfonan itu telah berakhir tapi Raka.. Ia tak pernah menyangka, gadis yang dicintainya itu menjadi orang yang tidak berperasaan.

"Kamu berubah." sahut Raka dengan suara serak.

"Aku meminta kamu untuk menunggu sebentar aja, bersabar sedikit lagi. Tapi,, sikap kamu jadi berubah semenjak aku pindah."

Kini jam menunjukkan pukul 7 malam, terlihat Ana dan Citra baru pulang. Begitupun Ibu yang baru pulang dari Kedai.

Raka hanya duduk di sofa dan melamun, Ibu menghampirinya dan bertanya apakah dia sudah makan atau belum.

"Udah, Bu." singkat Raka.

Ana dan Citra saling melirik, tidak biasanya adik mereka itu tidak membuat kerusuhan dan usil dengan mereka berdua.

"St! Dia kenapa?" tanya Citra sambil sedikit menyenggol sikut Ana.

Ana menggelengkan kepala,"Nggak paham lagi sama kelakuan bocah satu ini."

"Mungkin lagi berantem sama Herra." tambahnya lagi.

Citra hanya mengangguk tak lanjut membahas, mereka kembali ke kamar masing - masih untuk membersihkan diri.

Saat makan malam, semua anggota keluarga berkumpul dan fokus makan malam kecuali Raka yang hanya menatap piring berisi nasi dan lauk.

"Kamu mau sup? Biasanya juga, kamu selalu paling cepat kalau makan." jelas Ana.

"Ayam! Paha ayam! Ini nggak ada yang punya? Buat aku hahahah."

Krik Krik Krik.

Alih - alih Raka marah karena makanan favoritnya diambil, Raka hanya terdiam dan menyuap satu sendok nasi dan lauk berupa tempe.

"Nak, Ibu masak ayam tapi kamu malah makan sama tempe aja. Kenapa kamu nggak selera makan?" tanya Ibu dengan nada cemas.

Raka melihat ke arah Ibu, "Bu, kayaknya aku belum terlalu lapar. Nanti aku makan lagi kalau aku lapar. Aku ke kamar dulu." jawab Raka, lalu beranjak dari kursi.

Citra dan Ana saling melirik satu sama lain, apa yang harus mereka lakukan?

Memberikan waktu untuk Raka menenangkan diri, tapi mereka berdua juga penasaran apa masalah yang sedang dihadapi oleh adiknya.

"Kayaknya kita berikan dia waktu deh. Kasihan, dari tadi melamun terus." sahut Citra.

Ana pun mengangguk.

Kebetulan besok adalah hari Minggu, libur sekolah dan Ana pun tidak ada acara dengan teman - temannya. Lantas, hanya membantu ayahnya bersih - bersih rumah.

"Ayah. Aku bantu - bantu apa? Em.. hari ini aku libur dan nggak kemana - mana hehe." sahut gadis itu, sambil cengengesan.

"Baiklah. Putri ayah mau membantu ya, ada beberapa piring yang kotor." jawab Ayah, sambil tangannya sibuk mengelap lemari di ruang tengah.

"Siap, bos!"

Raka terlihat dengan pakaian rapi dan memakai topi. Sepertinya ia akan keluar rumah.

Ana menghampirinya sekedar untuk bertanya.

"Kamu mau kemana?" tanya Ana.

"Ada urusan sebentar. Kenapa? Mau nitip?" jawab Raka, sudah terbiasa kakaknya itu pasti ingin menitip makanan kalau akan keluar rumah.

Ana mengangguk, "ceker pedes manis ya."

Raka hanya membalasnya dengan acungan jempol.

Ana terus memandangnya sampai Raka keluar rumah.

"Ada apa dengannya? Nggak biasanya dia diam terus." sahut Ayah sambil terus mengelap lemari.

"Aku nggak tahu ayah. Dia aneh banget kayak kesambet hantu." celetuk Ana.

Ayah berhenti mengelap lemari dan seketika ia merinding.

"Nak.. rumah ini kosongnya lumayan lama. 2 tahun, apa ada han-" sahut Ayah, tapi tiba - tiba Ana menutup mulutnya.

"Ayah! Sst.. nanti beneran ada."

KLONTRANG!!

"AAAAAA!!!!!" teriak mereka berdua bersamaan, Ana dengan spontan langsung loncat ke punggung Ayahnya seperti monyet.

Ayahnya yang seharusnya jadi orang yang pemberani, malah lebih ketakutan, langsung berjalan tapi hanya mengelilingi sofa.

Tingkah laku lucu keduanya terlihat di cctv rumah mereka, yang sedang di tonton oleh Mikaila dari ponselnya.

"Dasar mereka hahahaha! Lagipula hantu yang akan takut dengan mereka berdua karena berisik dan pusing. Ada - ada aja aish.."

Disisi lain, Raka ternyata keluar dari rumah untuk bertemu dengan kekasihnya Herra.

Di Cafe kopi Jakarta, jaraknya sangat jauh dari rumahnya tapi tidak mengubah tekad Raka untuk menemui kekasihnya itu. Untuk bertanya kondisi dan kenapa sikapnya begitu dingin.

Naura sudah menunggu dengan wajah yang sepertinya sudah kesal.

"Kemana sih orang itu?! CK." sahut Herra sambil melipat tangannya.

Motor Raka di parkirkan depan kaca Cafe dan terlihat Herra sudah memandangnya dengan wajah kesal.

Masuk ke dalam Cafe setelah melepaskan helm-nya.

"Maaf lama soalnya macet, Her." sahut Raka, melihat wajah kekasihnya yang tidak senang, ia langsung terdiam dan duduk.

"Kamu nggak mau peluk aku? Nggak kangen ya?" tanya Raka, mencoba mencairkan suasana.

"Langsung aja, Kak. Kakak ajak aku kesini mau ngomong apa?" tanya Herra.

"Emang kamu sesibuk itu? Kamu kelas 1 SMA itu belum terlalu sibuk deh, menurut aku." sahut Raka, sambil sedikit tertawa palsu.

"Menurut kakak ngapain aku Sekolah cuma untuk santai - santai?" tanya Herra dengan nada ketus.

"Kamu kok kayak yang benci sama aku?" masih tetap berusaha tenang dan membelai pipi Herra.

Herra menjauhkan tangan Raka dari pipinya.

"Jadi, mau ngomong apa?" tanya Herra.

"(Menghela nafas panjang.) Kamu nggak bisa kayak gini, Her. Kamu pikir aku bahagia dengan dipindahkan Sekolah dan rumah kayak gini? Jauh dari kamu, jauh dari teman - teman lama aku. Aku pengen kamu bersabar sebentar lagi." jelas Raka.

"Sabar? Sampai kapan, Kak?"

Raka mulai menyadari, Herra mulai egois.

"Kamu egois, Her." jawab Raka.

Herra hanya memutar matanya dan tak peduli dengan ucapan Raka.

"Kayaknya udah cukup pertanyaan aku, aku udah nggak penasaran dan aku sudah tau sikap asli kamu sekarang." jawab Raka, lalu mengambil helm-nya dan bergegas pergi.

Herra yang tidak menahan, hanya melihat Raka semakin menjauh.

Diperjalanan, Raka terus terpikir ucapan "sabar? Sampai kapan, Kak?",

"Herra udah nggak cinta lagi? Atau dia udah ada pria lain? Selingkuh.." begitulah isi pikiran yang kusut Raka, ia tak bisa membayangkan kalau Herra memang benar - benar bisa setega itu.

[Ponsel Raka terus berbunyi, Jam sudah menunjukkan jam 5 sore.]

Di tengah macet yang panjang..

#Bersambung...

1
Berliana Febbyola
Iya kah? Lebih terpontang panting kalau yang iniiii🤭
NonaMudaDesi
Ceritanya mirip drakor true beauty yah, tapi ini lebih dark nyaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!