NovelToon NovelToon
Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Indrie Lestari

Setelah berhasil melarikan diri dari siksaan Om dan Tantenya, Bella Claudia remaja (13 tahun) tidak sengaja bertemu dengan sosok Andrew Permana (25 tahun) saat wanita itu ingin mengakhiri hidupnya di usia muda. namun Andrew menghalangi dan menolong Bella pada saat itu, pertemuan di antara mereka tersebut membuat Bella jatuh cinta kepada Andrew saat pandang pertama. hingga beranjak dewasa, tepatnya saat usia Bella menginjak 23 tahun. perasaan itu tumbuh semakin besar untuk pria yang selama 10 tahun dia panggil dengan sebutan paman Andrew tersebut, di saat wanita itu ingin melupakan perasaannya kepada Andrew tiba-tiba sebuah insiden panas di antara mereka terjadi dan membuat mereka terpaksa menikah. semenjak menikah sikap Andrew berubah dingin dan galak kepada Bella, namun wanita itu tidak menyerah dia akan membuat pria itu berbalik mengejarnya dan mencintainya pula.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indrie Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 : Mension

Setelah sarapan pagi, Andrew kedatangan tamu yang tidak di undang yaitu sahabatnya sendiri Fatir. semalam ia belum sempat bercerita kepada sahabatnya itu karena terlalu lelah, pagi ini sesuai dugaan nya Fatir pasti akan datang lagi ke apartemen miliknya karena masih merasa penasaran.

"Cepetan ceritain apa yang telah terjadi semalam, dan kenapa Lo bawa gadis itu ke apartemen?. sebelumnya Lo nolak buat nolongin dia, kenapa tiba-tiba Lo berubah pikiran?" cerocos Fatir tidak sabar.

"Sabar nanti juga bakalan gua ceritain satu-satu, jadi Lo harus dengerin baik-baik gua gak bakal mengulang ucapan gua dua kali." Ucap Andrew menatap wajah Fatir.

"Siap bro, gua bakal jadi pendengar yang baik." Jawab Fatir begitu bersemangat.

Kini Andrew mulai bercerita kepada Fatir semua yang sempat ia dengar dari Bella jika gadis itu telah kehilangan sang ayah dan mulai tinggal di rumah om dan tantenya, selama ini gadis itu selalu di siksa dan tidak di beri makan dengan layak. lebih parahnya lagi om dan tantenya itu ingin membunuh Bella demi asuransi kematian gadis tersebut.

Andrew pun memberitahukan niatnya untuk mengadopsi Bella sebagai keluarga dan menjadikan gadis muda itu sebagai keponakannya.

"Astaga malang sekali nasib gadis itu, aku mendukung penuh keinginan mu untuk mengadopsi Bella. tapi masalahnya apakah kakek dan nenek akan setuju? karena yang mereka inginkan saat ini bukan cucu baru melainkan seorang wanita untuk Lo nikahi." Ucap Fatir dengan ekspresi wajah yang begitu serius.

"Biar nanti kakek dan nenek gua yang urus kalo mereka keberatan, lagian gua belum kepikiran buat nikah jadi jangan paksa gua!"

Seketika ekspresi wajah Andrew berubah dingin jika sudah membahas tentang pernikahan, karena semenjak orang yang ia cintai menikah rasanya ia sudah sangat malas untuk jatuh cinta lagi.

"Sepertinya gua salah berbicara." Batin Fatir merutuki mulutnya sendiri yang malah membahas soal pernikahan di hadapan Andrew.

Andrew melirik sekilas ke arah Fatir yang terlihat diam, kini pria itu mulai berdiri dari posisi duduknya karena ia ingin melihat keadaan Bella di dalam kamarnya.

Sebelum benar-benar keluar dari ruang kerjanya, Andrew melirik sekilas ke arah Fatir seperti ada sesuatu yang ingin ia sampaikan.

"Tolong segera hubungi pak Indra , beritahu kepada nya mulai besok gua dan Bella akan mulai tinggal di Mansion utama dan suruh pak Indra untuk menyiapkan kamar Bella." Ucap Andrew melirik sekilas ke arah Fatir.

tanpa menunggu jawaban dari Fatir ia segera keluar dari ruangan tersebut dan meningalkan Fatir seorang diri.

Fatir terlihat mendengus kesal karena sahabatnya itu pergi begitu saja tanpa mau mendengar jawaban darinya terlebih dahulu.

"Dasar manusia es batu!" cibir Fatir menatap  punggung Andrew yang telah menjauh.

Dengan cepat Fatir segera mengambil ponsel miliknya dan menghubungi pak Indra, salah satu asisten rumah tangga sekaligus orang kepercayaan kakek dan nenek Andrew di Mansion.

"Hallo pak Indra, tolong siapan satu kamar kosong lagi di Mansion. mulai besok Andrew akan mulai pindah kembali ke Mansion utama dengan membawa seseorang."

"Memangnya tuan muda mau tingal kembali di Mansion degan membawa siapa?" Tanya pak Indra heran dan begitu penasaran.

"Ada deh pokoknya, iya sudah saya tutup teleponnya."

Setelah mematikan sambungan telepon Fatir terlihat terkekeh pelan, ia sengaja tidak memberitahu pak Indra tentang Bella karena niatnya memang ingin mengerjai pria paruh baya itu. pasti kini pria paruh baya itu sedang berpikir keras siapa yang akan di bawa pulang oleh Andrew keesokan harinya.

*****

Sementara di dalam kamar, Bella sedang menyuapi bubur ke dalam mulutnya sendiri. namun tiba-tiba ia menghentikan kegiatan sarapannya itu setelah mendengar suara pintu kamar yang terbuka lebar.

Deg!

Seketika Bella terpaku setelah melihat sosok pria tinggi nan tampan yang masih terlihat sangat muda dengan setelan santai yang sedang ia gunakan saat ini.

"Gak salah aku harus panggil dia paman?, wajahnya masih sangat muda dan tampan lebih cocok di panggil kakak." Batin Bella tanpa sadar mengagumi ketampanan pria dewasa yang masih berdiri di ambang pintu kamar.

"Kamu sedang sarapan pagi ya?, apakah paman menganggu?" Tanya Andrew sembari berjalan menghampiri Bella yang sedang duduk di atas ranjang.

Ucapan Andrew barusan seketika menyadarkan lamunan gadis itu.

"Ehhhh....iya. paman sudah sarapan?" Tanya Bella basa-basi.

"Heummm....sudah kok, gimana keadaan mu sudah membaik?"

Kini Andrew terlihat duduk di tepi ranjang dan menatap ke arah Bella, pria itu terlihat menatap luka-luka yang ada di wajah dan bagian tubuh Bella yang terlihat.

"Sudah paman, terima kasih telah menyelamatkan dan mau menampung ku di sini." Ucap Bella dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca.

"Tidak perlu berterima kasih, ini kemauan ku sendiri. mulai besok kita akan pindah dan tinggal bersama kakek dan nenek ku di Mansion utama, karena di sini hanya ada satu kamar. kamu tidak keberatan kan kita pindah ke sana mulai besok?"

Bella terlihat terdiam sedang memikirkan ajakan Andrew barusan, ada sedikit perasan takut di hati Bella saat ini. Ia takut akan mendapatkan siksaan dan perlakuan buruk lagi nantinya jika tinggal dengan keluarga pria itu. Karena hanya Andrew seorang saja yang ia percaya saat ini.

Andrew bisa melihat tatapan cemas dan ketakutan yang sangat nampak di wajah Bella saat ini, terlihat dari tangan gadis itu yang memegang erat mangkuk bubur yang ada di pangkuannya.

"Jangan takut semua orang yang ada di mansion baik-baik semua terutama nenek dan kakek ku, mereka pasti akan senang dengan kehadiran mu." Ucap Andrew berusaha membujuk dan menenangkan Bella saat ini.

"Baiklah paman, aku ikut paman saja bagaimana baiknya."

"Bagus, gadis pintar." Ucap Andrew sambil tersenyum.

Kini perasaan Bella begitu tersentuh dan menghangat karena kebaikan pria yang ada di hadapannya saat ini.

"Terima kasih tuhan telah mempertemukan aku dengan orang sebaik paman Andrew."

*****

Sementara di Mansion utama terlihat pak Indra sedang sibuk mengawasi beberapa pembantu yang sedang menyiapkan kamar tamu dan mengisinya dengan berbagai perlengkapan wanita berwarna serba pink sesuai perintah dari Fatir.

Namun tiba-tiba saja sang majikan, nenek Lily menghampiri pak Indra saat ini.

"Apakah ada tamu yang akan menginap di sini?" Tanya nenek Lily berbicara kepada pak Indra.

"Saya kurang tahu nyonya, saya hanya di perintahkan untuk menyiapkan satu buah kamar karena tuan muda akan membawa seseorang untuk tinggal bersamanya di sini. kamar tuan muda pun akan segera kami bersihkan kembali." Beritahu pak Indra.

Seketika raut wajah nenek Lily yang awalnya heran kini terlihat tersenyum cerah, karena sepertinya cucu nya itu akan membawa kabar baik secepatnya.

"Sepertinya cucu ku yang menyebalkan itu akan segera membawa calon mantu ke rumah ini." Ucap nenek Lily sambil terkekeh.

"Sepertinya nyonya, saya turut bahagia." Jawab pak Indra.

Nenek Lily dan pak Indra saling melempar senyum, mereka berdua mengira jika Andrew akan membawa calon istrinya untuk tinggal di Mansion sebelum menikah.

*****

Keesokan paginya, kini Bella dan Andrew sudah berada di dalam mobil sedang menuju ke kediaman keluarga Andrew dengan di temani supir.

30 menit berlalu kini mobil yang mereka kendarai telah sampai di kediaman keluarga Andrew.

Bella terlihat terteguh dan membulatkan kedua matanya setelah memasuki gerbang depan, kini Bella bisa melihat hamparan taman yang sangat luas.

ternyata jarak Mansion dan gerbang depan cukup jauh jika berjalan kaki pasti membutuhkan banyak waktu.

"Ya tuhan sekaya apa keluarga paman Andrew?." Batin Bella menatap takjub ke arah hamparan taman yang ada di hadapanya saat ini.

Sementara Andrew yang berada di samping Bella terlihat terkekeh pelan melihat tingkah lucu gadis itu yang begitu polos. sepertinya gadis itu baru pertama kali melihat halaman rumah seluas ini.

"Tuan muda kita sudah sampai." Beritahu pak Joko.

Andrew yang mendengar ucapan pak Joko segera keluar dari mobilnya di ikuti oleh Bella juga.

"Wow.... ini rumah atau istana sungguh besar dan megah sekali." Guman Bella pelan begitu takjub dengan pemandangan yang ia lihat.

Kemarin Bella sudah cukup terkejut dengan penampakan apartemen mewah yang di huni oleh Andrew, hari ini ia bertambah terkejut dan tercengang dengan tempat tinggal utama paman angkatnya itu.

Tiba-tiba saja nyali Bella ciut untuk memasuki rumah tersebut, karena takut keluarga besar Andrew menentang niat baik pria itu untuk mengadopsi dirinya sebagai keluarga.

"Ayo kita masuk ke dalam." Ajak Andrew mulai berjalan terlebih dahulu.

Bella tidak menjawab kini ia terlihat diam dan terus berdiri tanpa berniat menyusul Andrew yang sudah berjalan terlebih dahulu.

melihat jika Bella tidak berjalan di sampingnya sontak saja pria itu langsung menoleh ke arah belakang. ternyata Bella masih berdiri di tempat semula dengan wajah yang tertunduk, sepertinya gadis itu merasa ragu untuk masuk ke dalam bersama Andrew.

"Kenapa terus berdiri di situ?, ayo segera masuk." Sentak Andrew memanggil Bella agar segera berjalan mendekat ke arahnya.

"Tapi paman Bella takut."

"Apa yang kamu takutkan?, keluarga ku tidak akan memakan mu." Ucap Andrew pura-pura agak kesal.

Bella sedikit panik karena sepertinya E

Andrew mulai kesal dengan tingkah nya saat ini, dengan cepat Bella segera berjalan menghampiri pria itu. tidak mau sampai membuat pria itu marah lagi.

Sementara di ruang utama keluarga ada 3 orang yang telah berkumpul yaitu Fatir, kakek Adam dan nenek Lily. mereka semua sedang menunggu kedatangan Andrew.

Saat sarapan pagi tadi, Fatir telah menceritakan semuanya kepada kakek Adam dan nenek Lily tentang wanita yang akan di bawa Andrew pagi ini. awalnya mereka sudah sangat senang dan antusias sekali karena mengira Andrew akan membawa calon istri pagi ini ternyata bukan.

Namun nenek Lily dan kakek Adam tidak merasa kecewa malahan kini mereka terlihat senang karena akan ada anggota keluarga baru di rumah ini. mereka sudah berjanji akan menganggap dan menyangi gadis bernama Bella itu seperti cucunya sendiri.

Mereka merasa sangat kasihan dan ikut prihatin dengan apa yang telah terjadi oleh gadis itu setelah Fatir menceritakan secara detail kenapa Andrew sampai membawa gadis itu untuk tinggal di sini.

*****

Dengan perasaan takut dan gugup Bella terus berjalan di samping Andrew, tanpa terasa mereka berdua telah sampai di ruang tamu utama.

"Selamat pagi, kami berdua telah datang." Sapa Andrew mulai berjalan ke arah sofa dan langsung memeluk tubuh kakek dan neneknya secara bergantian.

Sementara Bella masih berdiri dan tersenyum canggung ke arah ketiga orang yang ada di ruangan itu, namun tiba-tiba saja nenek Lily berdiri dari posisi duduknya dan mulai berjalan ke arah gadis itu.

GREP!

tanpa aba-aba nenek Lily langsung memeluk tubuh Bella erat, seakan memberikan semangat dan kekuatan untuk gadis muda tersebut.

"Mulai sekarang kamu adalah bagian dari keluarga ini, jangan pernah lagi untuk mencoba bunuh diri kami semua yang ada di sini akan menyayangi dan memperlakukan mu dengan baik sayang." Ucap nenek Lily menatap sendu ke arah Bella.

Hati nenek Lily semakin teriris dan sakit setelah melihat luka lebam di wajah gadis itu, perlahan tangan nenek Lily mulai menyentuh pipi tirus Bella.

Hiks!

Isakan pertama lolos dari bibir gadis muda itu, dengan cepat Bella langsung menutup mulutnya sendiri agar suara isakan nya tidak terdengar.

"Jangan di tahan, jika kamu ingin menangis maka menangislah yang keras. namun setelahnya kamu harus kuat dan bangkit kembali." Nasehat nenek Lily.

Kini Bella mulai menatap ke arah nenek lily, ia sangat bersyukur karena masih ada orang baik seperti mereka di dunia ini.

"Hiks hiks hiks, Terimakasih nyonya telah mau menerima saya di keluarga anda." Ucap Bella sambil terisak di hadapan nenek Lily.

"Jangan panggil aku nyonya, mulai sekarang panggil saja nenek Lily."

Bella terlihat mengangukan kepalanya tanda mengiyakan ucapan nenek Lily barusan.

Nenek Lily yang orangnya tidak tegaan mulai memeluk tubuh Bella kembali dan membiarkan gadis itu menangis di pelukannya sampai puas.

Sementara ketiga pria yang melihat interaksi antara nenek Lily dan Bella mereka terlihat begitu terharu, terutama Fatir yang sudah menangis bombai saat ini karena sangking terharunya.

*****

1
한스Hans
mampir Thor 👍 semangat
Indrie Lestari: siap kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!