"Entah ini awal baik atau awal yang buruk, aku tak tau, tapi hati ini telah memilihnya menjadi pedampingku, baik atau buruknya adalah konsekuensi ku yang mencintainya."Rara
Menurut Rara pernikahan adalah awal yang baik, awal yang akan membuatnya bahagia, tak di sangka awal yang menurutnya bahagia berubah menjadi kehancuran, kesalahan di masa lalunya yang tidak bisa di maafkan membuat rumah tangganya hancur .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Septianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 18
Rara menatap pintu menunggu suami pulang, jam di diding telah menujukan angka 11 malam, Rara terdiam hatinya sangat kacau, kecurigan di hatinya semakin menusuk dalam renung jiwa Rara. Rara menghembuskan nafasnya, menahan semua rasa di hatinya, Rara tak mau kecurigaan di hatinya membuat rumah tangganya hancur.
Rara terus menatap pintu Rumahnya, berharap Suaminya segera pulang, tanganya terus saja menggenggam hpnya berharap suaminya akan mengambarinya tapi harapan itu tak kujung datang membuat hati Rara semakin gelisah.
Jam menujukan angka 00.00, Rara kini telah tertidur di Shofa. Pintu Rumah itu terbuka terlihat Adam memasuki Rumah itu, menatap Istrinya yang tertidur di Shofa karena menunggunya. Adam pun mendekati Rara mencium keningnya lalu mengangkat tubuh untuk di pindahkan kekamar, Rara terbangun karena gedongan Adam
" Mas " Rara masih setengah tertidur
Adam tersenyum " maaf ya sayang, Mas telat banget " ucapnya
Rara mengangguk " gak papa Mas "
setelah sampai Kamar, tubuh Rara pun di baringkan di Kasur.
" Mas mau mandi, biar Rara yang siapin Aer panasnya "
" gak udah Ra, biar Mas aja sendiri "
Adam pun memasuki Kamar Mandi, menguyur tubuhnya dengan air. Rara terdiam menatap Kamar Mandi menunggu suaminya selesai mandi, tak lama Adam pun keluar dengan senyuman kepada Rara
" gak tidur lagi ? " tanya Adam
" gak nunggu Mas aja " jawab Rara
Adam mulai memakai baju, setelah itu langsung merebahkan tubuhnya ke kasur samping Rara
" Mas tadi siang ke Supermarket ? " tanya Rara
" maksud kamu ? "
" tadi siang Janet liat Mas di supermarket sama cewe "
Adam terdiam gelisah " kamu percaya sama Janet "
Rara hanya diam hatinya masih bimbang antara iya atau tidak
" Ra, mungkin Janet cuma salah lihat aja, Mas sama sekali gak ke Supermarket "
" Mas gak boongkan " tanya Rara menatap Adam
" kamu gak percaya sama aku " Adam sedikit membetak
dengan reflek Rara langsung menutupi kepalanya dengan tangan. Rara merasa kaget mendengar bentakan Adam, hatinya merasaka takut mendengar bentakan Adam
" Ra Maaf " Adam sambil memeluk Rara yang ketakutan
Rara hanya diam di peluk oleh Adam, dirinya masih takut akibat bentakan Rara
" Mas kan udah janji sama kamu, Mas bakalan berubah, jadi Mas gak boong sama Rara " Adam merusaha menenangkan Rara
" maafin Mas ya Ra, Mas janji gak bakalan bentak Rara lagi "
Rara hanya mengangguk terdiam, Adam pun langsung merebahkan tubuh Rara ke kasur dan memeluknya dengan erat.
○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○
Rara terbagun dari tidurnya menatap kasurnya yang telah kosong" Adam kemana ? " tanya Rara dalam hati
" Mas " teriak Rara sambil berdiri dari kasurnya, mencari suaminya yang entah di mana
" iya Ra " jawab Adam yang sedang memakai sepatu kerjanya
" inikan hari minggu Mas, kok kerja " tanya Rara bingung
" oh iya Mas belum ngomong sama kamu, hari ini Mas mau ketemu sama klien "
" emangnya gak bisa di tunda ? " tanya Rara kesal
" gak bisa Ra, ini klien penting soalnya " jawab Adam
" kamu kan hari ini janji kau beli perlengkapan bayi sama aku " Rara kesal
" oh iya Mas lupa Ra, tapi pertemuan sama klien gak bisa tunda soalnya besok dia mau keluar negri " Adam
" taulah ngeselin kamu " Rara kesal
" maafin Mas ya, Mas janji nanti kalo kerjaan Mas udah selesai pasti Mas libur, kita pergi kemanapun Rara mau "
" Mas mah janji doang "
" Ra ngertiin Mamas dong, Mas tau kamu kesel sama Mas, tapi mau gimana lagi kerjaan Mas gak bisa di tinggal "
" iya iya Rara ngertiin " Rara kesal
" ini " Adam sambil memberikan kartu kredit " pake kartu kredit Mas aja kalo kamu mau pergi, pergi sama janet dulu ya , belanja sesuka hati kamu "
Rara hanya diam lalu mengambil kartu kredit itu
" udah jangan ngambek dong, nanti cantiknya ilang "
" tapi Mas janji besok rabu temenin Rara ke dokter buat cek up kadungan " Rara mengingatkan
" iya iyaa sayang, Mas janji " Adam dengan senyuman
" awas kalo boong lagi, Rara marah banget sama Mas "
" iya iya, udah ya Mas mau berangkat dulu " Adam lalu mencium kening Rara
" iyaa hati hati Mas " Rara sambil mencium tangan Adam
Adam pun melangkan pergi meninggalkan Rara yang masih menatapnya sambil melambaikan tangan dengan senyuman. Setelah kepergian Adam Rara pun menutup pintunya dan langsung menelpon janet
" apa Ra " Janet
" lu sibuk gak ? "
" gak koh kenapa ? "
" pergi yuk gua mau beli perlengkapan bayi "
" bukanya hari ini minggu ya, Adam kan gak kerja " Janet bingung
" tau tuh katanya mau ketemu klien jadinya kerja " Rara kesal
" udah udah gak usah kesel, iya iya gua temenin kok " Janet menenangkan Rara
" oke oke gua mau siap siap dulu ya "
" oke oke "
tut tut tut
Setelah mematikan telponya Rara pun melangkah pergi ke kamar untuk bersiap siap pergi dengan Janet
○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○
" katanya mau beli perlengkapan bayi, tapi apa bayakan beli baju buat emanya dari pada anaknya " sindir Janet
" ha ha ha yang penting beli walapun sedikit, baju gua udah bayak sempit Net gara gara gua hamil, jadi gedut banget ya gua " Rara
" hamil ya gedut lah Ra, lu gendut malah tambah seksi "
" seksi dari hongkong, kaya gajah iya " Rara kesal
" Ha Ha Ha kaya gajah juga lu tetep cantik, Adam masih tetep sayang sama lu "
" bisa aja lu, eh itukan Alvi " Rara sambil menujuk perempuan seksi berbaju pink sedang memilih baju
" Alvi siapa ?" Janet bingung
" Alvi sekretasrinya Adam ,kok dia gak nemenin Adam ketemu klien ya, diakan sekretarisnya Adam " Rara bingung
" Cantik amat sekretarisnya Adam " Janet sambil menatap Alvi yang cantik
rara pun menghampiri Alvi di ikuti dengan Janet yang sedang memilih baju
" hey " sapa Rara
" eh bu Rara " Alvi dengan senyuman menyambut Rara
" gua Janet temennya Rara " Janet mengulurkan tanganya
" Gua Alvi " Alvi sambil membalas uluran Janet
" kamu sendiri ? " tanya Rara
" gak, sama cowo gua " Janet
tiba tiba seorang cowok ganteng yang agak bermuka bule menghampiri Alvi sambil memeluk pinggul Alvi
" lama ya sayang " cowo Alvi " oh ada temen kamu "
" ini istrinya Bos aku sayang namanya bu Rara "
" Roy " Roy sambil mengulurkan tanganya pada Rara
" Rara " Rara membalas uluran roy
" Roy " Roy pada Janet
" Aku Janet " ucap Janet dengan senyuman
" Bu Rara gak sama Pak Adam " tanya Alvi menatap sekeliling yang tidak ad Adam
" gak Mas Adam di rumah "
" oh pasti kecapean ya Pak adam soal emang bayak kerjaan di kantor dari kemaren " Alvi menjelaskan
" iya " Rara dengan seyuman
" iya udah ya Bu,gua sama roy mau kesana dulu " Alvi pamit denga Rara
Rara mengangguk, Alvi dan Janet pun pergi meninggalkan Rara dan Janet. Rara hanya diam menatap bingung, mengapa Alvi yang seketarisnya tidak tau kalo Adam bertemu dengan klien hari ini ?
♡
♡
♡
mama sma papa Adit yg anter seserahan
sehingga sering mmbuat aku salfok🤣🤣🤣
tapi aku suka bgt Thor SMA cerita kmu👍
siapa lgi ni
apa jgn2 mamanya Adit yaaaaa
sakit aku bacay thor
jahat Skali si Adam
koq Rara resain dari restoran koq gak ada kabar ya Thor .dan gimna cerita Adit yg bos restoran tpt Rara bekerja
gak lembut bilg lembur smpai pulg MLM segala katay
ngapain lagi dikasih kesempatan
tuk dimaafin
bodoh kmu Rara👎
rumh tangga pun hancur
siapa laki2 yg mmberikn Rara pekerjaan yaaa 🤔