NovelToon NovelToon
Terpaksa Menjadi Istri Kontrak

Terpaksa Menjadi Istri Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Bad Boy
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: annin

"Saya tidak mau nikah kontrak, Pak. Saya mau pernikahan ini berjalan sebagaimana mestinya ...." Rea terdiam sejenak. Mengambil napas sebelum ia melanjutkan kalimatnya. Sebuah kalimat yang mungkin akan ia sesali seumur hidupnya.

Bagaimana tidak. Tidak ada yang ingin menikah untuk bercerai, tapi Rea melakukannya.

" ... tapi, kapanpun Pak Dewa ingin menceraikan saya. Saya akan siap."

_________________________________________________

Demi biaya keluarganya di kampung, Rea rela menerima tawaran untuk menjadi istri sementara seorang aktor terkenal—Dewangga Rahardian. Awalnya ia meyakinkan diri semua akan mudah, karena Dewangga menjanjikan bahwa ia tak akan pernah menyentuh Rea dan akan menceraikan Rea dalam waktu dekat. Pun kompensasi yang akan Rea terima nantinya bernilai cukup fantastis bagi Rea yang merupakan anak kampung.

Namun, seiring waktu apa yang Dewa janjikan tak pernah terjadi. Pria itu lebih suka menyiksa Rea dengan membelenggunya dalam ikatan pernikahan palsu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 18

Keesokan hari, tepat di jam sebelas siang bertempat di kantor Star Agency, Dewa yang ditemani Rea juga Luky akan menggelar konferensi pers. Sejak semalam ponsel Luky berisik dengan banyaknya pesan dari wartawan yang menanyakan kebenaran pernikahan Dewa.

"Mas, nanti kondisikan tangan dan juga bibir Mas Dewa," bisik Rea saat berjalan menuju ruang konferensi pers.

"Maksudnya?" tanya Dewa yang berjalan beriringan dengan Rea.

"Ya kayak kemaren, tau-tau Mas Dewa main peluk-cium aja. Aku kan kaget, dalam perjanjian kita nggak ada tuh kayak gitu."

Dewa menoleh sembari tersenyum. "Itu improvisasi. Dalam akting, kadang butuh improvisasi agar akting kita terlihat natural, dan meyakinkan."

Rea mencebik di balik cadarnya. "Alasan!"

Dewa hanya terkekeh pelan. Ia meraih tangan Rea dan menggandengnya. Lagi-lagi Rea terkejut hanya karena hal kecil yang Dewa lakukan.

Dewa yang sadar akan reaksi kaget Rea langsung menoleh. "Improvisasi."

"Improvisasi aja terus!"

Dewa kembali tersenyum mendengar Rea yang menggerutu.

Begitu sampai di ruang konferensi pers, Rea menyadari saat ini banyak sorot kamera tertuju pada kedatangannya dan Dewa. Dari mereka datang sampai mereka duduk, sorot lampu kamera tak lepas dari keduanya. Mungkin ini tujuan Dewa. Seperti tujuan ia menjadi istri kontrak Dewa, meyakinkan publik jika Dewa benar bersih dari skandal Pebinor. Buktinya sekarang dia menikahi wanita lain.

Acara dimulai setelah Luky membukanya dengan salam.

"Assalamualaikum, selamat siang teman-teman media semua. Sudah nggak sabar ya mau tahu tentang hubungan Dewa dan istrinya?" ujar Luky untuk mencairkan suasana di ruangan yang terasa begitu dingin ini.

Para wartawan pun langsung menyahut ramai. Tak sabar untuk bertanya lebih lanjut tentang sang artis dan berita yang kini tengah ramai diperbincangkan.

Di samping Dewa, Rea hanya terdiam sesuai arahan Dewa sebelumnya. Semua pertanyaan dari awak media Dewa sendiri yang akan menjawabnya.

"Mas Dewa kenapa nikahnya buru-buru sekali, apakah ini ada hubungannya dengan skandal yang dulu itu?"

"Iya, sudah berapa lama kalian saling kenal, kok tahu-tahu udah nikah aja?"

"Bagaimana dengan hubungan Mas Dewa dan Sherly?"

Banyak lagi pertanyaan-pertanyaan diberondong wartawan, tapi Dewa tak menjawab semuanya. Ia hanya memberi klarifikasi kalau pernikahan ini memang sudah direncanakan.

"Jadi kenalnya berapa lama, Mas Dewa sampai memutuskan untuk menikah?"

Dewa menoleh menatap Rea, begitu pun dengan Rea yang membalas tatapan Dewa.

"Kita kenal sekitar tiga bulan ya, Yank?"

Di samping Dewa, Rea mengangguk saja.

"Secepat itu dan langsung memutuskan untuk menikah?"

"Kami berdua memang punya niatan serius sejak awal kenal, jadi ngapain nunggu lama-lama."

"Jadi kenalnya dikenalin apa kenal di mana nih Mas Dewa?"

"Kenal sendiri." Dewa kembali tersenyum menatap Rea, mengambil tangan wanita itu lalu mengecup punggung tangan Rea di depan semua wartawan.

"Soal momongan mau ditunda atau langsung nih, Mas Dewa?"

"Kita sih nggak nunda, sedikasihnya aja lah." Lagi-lagi Dewa menatap dalam pada Rea.

"Soal pernikahan settingan untuk menghapus skandal dengan Sherly, apa tanggapan Mas Dewa?"

"Yang pasti nikah kita beneran. Sah secara agama dan negara. Soal isu-isu yang berkembang di luar sana itu bukan urusan saya." Dewa berdiri, ia mengajak Rea dengan menggandeng tangan wanita itu meninggalkan lokasi pers konferens.

Luky segera menutup acara. "Terima kasih untuk semua teman-teman wartawan atas waktunya, semoga semua jawaban dari Dewangga tadi sudah memuaskan rasa keingintahuan teman-teman sekalian. Mohon maaf jika acara ini harus diakhiri karena kesibukan Dewa."

Rupanya wartawan tak mau begitu saja menyerah. Mereka mengikuti Dewa dan mengambil foto saat Dewa pergi bersama istrinya.

Dalam waktu sekejap, berita soal pers konferens yang Dewa lakukan sudah memenuhi lini media sosial maupun televisi. Dan secepat itu juga semua sampai ke telinga Sherly.

Wanita itu menahan marah dan kecewa karena semalam, Dewa tak memenuhi undangannya. Siangnya pria itu justru menggelar pers konferens bersama sang istri. Begitu jelas terlihat dalam gambar vidio yang beredar saat Dewa memperlihatkan kemesraan bersama istrinya. Bahkan tangan Dewa tak lepas dari wanita bercadar bernama Rea.

"Argh ... Berengsek lo, Dewa. Lelaki Bajingan!" Sherly kembali mengamuk.

Kali ini bukan di rumah suaminya. Melainkan di apartemen. Yah ... Sherly menunggu Dewa sejak semalam di apartemen. Namun, pria itu tak muncul juga sampai hari ini.

"Lihat aja, Dewa. Gue nggak pernah main-main sama ucapan gue. Kalau harus hancur, kita hancur sama-sama!" Sherly kembali menggeram marah.

*

Sementara itu Dewa langsung mengantar Rea pulang. Kini Rea tinggal bersama Maminya.

"Gue mau syuting, mungkin pulang besok pagi. Lo kalau mau jalan-jalan atau apa pun, terserah lo aja," pamit Dewa begitu sampai depan gerbang.

"Mas Dewa nggak turun dulu?"

"Nggak usah, gue langsung aja." Dewa mengulurkan tangannya.

"Apa?" tanya Rea.

"Masak musti dikasih tau sih, salim lah sama suami," goda Dewa.

Rea nyengir. "Salim, ya?"

Meski sungkan, Rea tetap melakukannya. Ia mencium punggung tangan Dewa.

"Sun, dulu." Dewa menunjuk pipinya.

Tangan Rea kontan terulur, mendorong pipi Dewa dengan pelan. "Ogah!"

"Eh, ini suami yang nyuruh!"

"Udah Mas Dewa buruan berangkat sana, entar kejebak macet lo." Rea langsung turun dari mobil.

Dewa tersenyum geli saat ia usai menggoda Rea. Ia tak menyangka kalau ia bisa dekat dan se-enjoy ini dengan Rea. Tadinya ia pikir Rea pendiam dan pemalu, nyatanya Rea jauh lebih asik dari yang ia bayangkan.

Beberapa minggu bersama wanita itu, memberikan briefing tentang apa saja yang harus dilakukan sebelum dan setelah menikah dengannya, membuat Dewa dan Rea justru semakin akrab. Rea begitu ramah dan hangat. Ia bahkan sangat suka bercanda dengan Dewa. Tak ada rasa kaku atau canggung lagi. Karenanya ketika Rea pertama kali bertemu dengan Yunita, wanita itu dengan lancar bisa menjawab semua pertanyaan Yunita meski dengan kebohongan. Actingnya sungguh di luar prediksi Dewa. Rea seakan sudah sangat profesional. Mungkin karena Dewa terus mengajarinya sebelum ia mempertemukan Rea dengan maminya.

Bahkan hari ini, Rea begitu patuh menuruti perintah Dewa saat konferensi pers. Semua berjalan sesuai rencana yang telah disusun oleh Dewa dan Luky. Sekarang tinggal menunggu hasil terbaik dari semua sandiwara pernikahan ini.

Mobil melaju meninggalkan rumah Dewa. Namun, senyum Dewa belum juga berhenti. Rea seakan melekat dalam otaknya dan membuat ia terus memikirkan wanita itu.

Senyum Dewa berhenti saat sebuah notifikasi pesan masuk ke ponselnya. Sembari menyetir, Dewa membuka pesan itu. Lagi-lagi dari Sherly.

Sebuah pesan vidio yang membuat Dewa syok. Diikuti pesan ancaman dari Sherly.

[Gue nggak main-main, Wa. Gue akan sebar semua vidio ini ke media. Kita hancur sama-sama!]

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!