NovelToon NovelToon
Sial! Aku Bereinkarnasi Jadi Penjinak Cacing Terlemah

Sial! Aku Bereinkarnasi Jadi Penjinak Cacing Terlemah

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Reinkarnasi
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: By Magus

Mati karena kelelahan melayani 10 istri cantik? Itu adalah akhir paling konyol dalam hidup Arka. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua. Ia terlahir kembali sebagai Reno, seorang pemuda miskin di desa terpencil dunia Beast Tamer.
Di dunia di mana kekuatan ditentukan oleh hewan kontrak, Reno justru menjadi bahan tertawaan karena hanya mampu menjinakkan seekor cacing tanah kecil yang lemas. Semua orang menghinanya, menganggap masa depannya telah berakhir sebagai petani rendahan.
Tapi mereka tidak tahu... cacing itu bukanlah cacing biasa. Di dalam tubuh kecil itu, bersemayam jiwa Nidhogg, Naga Kuno legendaris yang pernah memusnahkan sebuah negara dalam satu malam!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Magus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Uji Tanding Melawan Serigala

Episode 17

Aula Pelatihan Utama Akademi Elang Hijau adalah sebuah bangunan berbentuk kubah raksasa dengan lantai yang dilapisi pasir khusus penyerap energi. Di tengahnya, terdapat arena melingkar yang dibatasi oleh parit kecil berisi air jernih. Hari ini, tribun penonton penuh sesak oleh murid tingkat pertama dan beberapa murid senior yang ingin melihat si penjinak cacing yang membuat heboh ujian lapangan tempo hari.

Reno berdiri di sisi utara arena. Ia mengenakan seragam latihan yang pas di badan, memperlihatkan postur tubuhnya yang kini lebih tegap dan proporsional. Nidhogg melingkar di bahunya, menyamar dengan warna abu-abu kusam yang tidak menarik.

"Selamat pagi, anak-anak," suara berat Instruktur Raka bergema, membuat suasana aula yang bising seketika menjadi hening. Raka berdiri di podium pengawas, jubah peraknya berkilau tertimpa cahaya matahari yang masuk dari celah kubah. "Hari ini kita akan memulai uji tanding pertama. Tujuannya bukan untuk saling membunuh, melainkan untuk mengukur koordinasi antara penjinak dan binatang kontraknya."

Raka membuka gulungan perkamen di tangannya. "Peserta pertama... Bagas melawan Reno. Silakan naik ke arena."

Suara sorakan dan tawa kecil terdengar dari tribun.

"Akhirnya! Si cacing akan jadi camilan serigala!"

"Bagas pasti akan membalas dendam soal kejadian di hutan kemarin."

Reno melangkah masuk ke dalam lingkaran pasir dengan tenang. Di sisi lain, Bagas sudah menunggunya. Wajah Bagas tampak jauh lebih bugar daripada kemarin, seolah ia baru saja mendapatkan suntikan semangat atau mungkin dukungan energi dari pihak lain. Serigala Berduri nya berdiri di sampingnya, taringnya yang panjang mengeluarkan air liur yang mendesis saat menyentuh pasir.

"Reno," Bagas mendesis, suaranya penuh dengan kebencian yang tertahan. "Hari ini, di depan semua orang dan instruktur, aku akan menunjukkan siapa yang sebenarnya sampah. Tidak ada pohon untuk bersembunyi, tidak ada kabut untuk menipu. Hanya kau, aku, dan serigalaku."

Reno hanya mengangkat bahu pelan. "Bagas, kau terlalu banyak bicara. Apakah kau melatih mulutmu lebih sering daripada melatih binatang mu?"

"Kau...!" Bagas menghentakkan kakinya. "Serigala Berduri, gunakan Mode Pemburu! Incar kakinya!"

Auuuuooo!

Serigala itu melesat. Kecepatannya jauh lebih tinggi daripada saat di hutan. Rupanya Bagas telah memberinya kristal inti berkualitas tinggi untuk memulihkan energinya. Serigala itu bergerak zig zag di atas pasir, menciptakan debu yang mengaburkan pandangan.

Reno memejamkan mata sejenak, mengaktifkan Teknik Pernapasan Arus Bumi. Ia tidak melihat dengan mata, melainkan merasakan getaran di atas pasir melalui telapak kakinya.

Kiri belakang... sekarang!

Reno melompat ke samping dengan gerakan yang sangat halus, hanya selisih beberapa sentimeter dari cakaran serigala tersebut.

"Hanya itu?" ejek Bagas. "Serigala, Hujan Duri!"

Serigala itu berhenti mendadak dan menggoyangkan tubuhnya dengan kuat. Belasan duri tajam yang dilapisi energi hijau meluncur dari punggungnya seperti anak panah, mengarah ke seluruh area di sekitar Reno.

Reno tahu ia tidak bisa menghindar sepenuhnya dalam ruang terbuka ini. Ia harus menunjukkan kemampuan cacingnya.

"Nidhogg, Pengerasan Intan!" perintah Reno dengan suara lantang.

Nidhogg meluncur dari bahu Reno dan melingkar di depan dada Reno. Dalam sekejap, tubuh cacing itu berubah menjadi hitam pekat.

TING! TING! TING!

Duri-duri yang mampu menembus batang pohon itu justru terpental saat mengenai tubuh kecil Nidhogg. Suara benturannya terdengar seperti logam yang menghantam baja. Penonton di tribun terdiam, mata mereka terbelalak melihat seekor cacing bisa menjadi perisai yang begitu kokoh.

"Reno, aku bosan dipukuli terus," gerutu Nidhogg di dalam kepala Reno. "Boleh aku mematahkan leher anjing ini?"

"Sabar, Nidhogg. Buatlah terlihat seolah kau kesulitan. Kita butuh drama agar mereka tidak curiga," balas Reno.

Reno berakting terengah engah, memegangi dadanya seolah menahan beban yang berat. "A..apa itu saja, Bagas?"

Bagas semakin geram. Ia merasa dipermainkan. "Kau bertahan dengan cacing busuk itu? Kita lihat seberapa lama kau bisa menahannya! Serigala, gunakan Serangan Puncak: Taring Badai!"

Ini adalah teknik tingkat tinggi untuk binatang Tingkat Perunggu. Serigala itu mulai berputar seperti gasing, menciptakan pusaran angin kecil yang tajam di sekeliling tubuhnya. Ia menerjang Reno dengan kekuatan penuh. Serangan ini tidak hanya fisik, tapi juga memiliki tekanan mental yang besar.

Lani, yang duduk di tribun, menggenggam tangannya dengan cemas. "Reno, lari!" teriaknya.

Instruktur Raka tetap diam, namun tangannya sudah bersiap di atas gagang pedangnya. Ia ingin melihat sejauh mana Reno akan menyembunyikan kekuatannya.

Reno berdiri diam di tengah badai pasir yang diciptakan Bagas. Ia merasakan energi naga Nidhogg yang bergejolak, siap meledak.

"Nidhogg, gunakan Putaran Hitam," bisik Reno.

Reno melemparkan Nidhogg tepat ke arah pusat badai serigala tersebut. Nidhogg berputar ke arah yang berlawanan dengan putaran serigala. Saat mereka bertabrakan, sebuah suara ledakan udara yang terkompresi terdengar sangat nyaring.

BOOM!

Badai angin itu seketika pecah. Serigala Berduri itu terlempar ke udara dan jatuh tersungkur di luar arena, menabrak dinding kayu hingga hancur. Binatang itu pingsan dengan mulut mengeluarkan busa putih.

Bagas mematung. Wajahnya pucat pasi. "Ti... tidak mungkin. Taring Badai... kalah oleh seekor cacing?"

Seluruh aula sunyi senyap selama beberapa detik, sebelum akhirnya gemuruh tepuk tangan dan teriakan tidak percaya pecah.

"Tingkat sepuluh! Kemampuan pengerasannya benar-benar tingkat sepuluh!"

"Lihat! Cacing itu bahkan tidak lecet sedikit pun!"

Reno merogoh pasir, memungut Nidhogg yang kembali berpura pura lemas. Reno kemudian berlutut di atas pasir, berpura pura kelelahan total dan menyeka keringat palsu di dahinya. "Aku... aku berhasil?"

Instruktur Raka melompat turun dari podium dan mendarat di tengah arena tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Ia memeriksa kondisi serigala Bagas, lalu menatap Reno dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Pemenangnya... Reno," ucap Raka singkat.

Bagas jatuh berlutut, air mata kemarahan mengalir di pipinya. "Dia curang... dia pasti menggunakan sesuatu yang terlarang!"

Raka menoleh ke arah Bagas dengan tatapan dingin. "Tidak ada kecurangan. Reno menang karena koordinasi energinya dengan binatang kontraknya jauh lebih efisien daripada kau yang hanya mengandalkan kekuatan kasar. Bagas, bawa serigala mu ke tim medis. Kau gagal dalam ujian ini."

Reno bangkit perlahan, dibantu oleh Dito yang berlari masuk ke arena dengan wajah kegirangan.

"Reno! Kau hebat sekali! Kau benar-benar menghancurkan serigala itu!" seru Dito sambil memeluk bahu Reno.

"Hanya keberuntungan, Dito. Nidhogg sepertinya sedang marah karena duri-duri tadi," jawab Reno sambil tersenyum lelah.

Saat Reno berjalan keluar dari aula bersama Dito dan Lani, ia merasa sebuah tatapan tajam mengikuti punggungnya. Ia melirik sedikit dan melihat seorang murid senior dengan jubah biru tua berdiri di sudut bayangan. Murid itu memiliki lambang Gerhana kecil yang tersembunyi di balik kerah bajunya.

Mereka sudah mulai mengawasi ku secara terang-terangan, batin Reno.

Malam harinya, Reno kembali ke ruang bawah tanah. Ia tahu kemenangan hari ini akan membawa konsekuensi. Ia harus segera memperkuat Nidhogg ke tahap evolusi berikutnya.

"Nidhogg, kau sudah makan banyak energi serigala tadi. Bagaimana perasaanmu?"

Nidhogg merayap di atas meja batu, tubuhnya mengeluarkan asap hitam tipis. "Reno... energi itu hanya camilan. Untuk mencapai tahap Cacing Armor Hitam, aku butuh Inti Kristal dari binatang tipe logam. Dan aku bisa merasakannya... di dalam gudang senjata akademi ini, ada sebuah 'Batu Meteor Hitam' yang disimpan sebagai pusaka. Jika aku memakannya, aku akan bisa menahan serangan dari penjinak tingkat Emas sekalipun."

Reno mengerutkan kening. "Mencuri pusaka akademi? Kau ingin aku dikeluarkan dengan cara yang sangat tidak terhormat?"

"Bukan mencuri, Reno. Kita hanya meminjam energinya. Lagipula, jika kau tidak menjadi kuat sekarang, orang-orang berjubah biru tadi akan membunuhmu saat kau tidur."

Reno terdiam. Ia menatap telapak tangannya. Kekuasaan, pengkhianatan, dan pertempuran rahasia. Hidupnya di dunia ini ternyata jauh lebih melelahkan daripada mengurus sepuluh istri di dunia modern. Namun, ada satu hal yang berbeda kali ini, ia adalah orang yang memegang kendali atas nasibnya sendiri.

"Baiklah," ucap Reno dengan mata yang berkilat tajam. "Malam ini, kita akan melakukan kunjungan ke gudang senjata."

Di luar, hujan mulai turun membasahi Kota Hijau, menyamarkan langkah kaki sang penjinak cacing yang kini mulai melangkah masuk ke dalam intrik terdalam akademi.

1
Bambang Hartono
lanjutkan
Jack Strom
Tanggung dah... 😁
Jack Strom
Hmmm... 🤔
Jack Strom
Biasa, lawan berlapis... hehehe 😛
Jack Strom
Hajar!!! 😁
Jack Strom
Wow, alasan Raka sangat logis... Tapi, benarkah? 🤔
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Aneh... 😁
Jack Strom
Keren... 😁
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Mantap.. 😁
Jack Strom
Waduh, Raka mulai mengancam... 🤔
Jack Strom
Sandiwara satu babak kah dengan Bagas? 🤔
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Ayo, bertarung... 😁
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Ayo, berpetualang... 😁
Jack Strom
Keren... 😁
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Aduh, sumber masalah jadi lolos... 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!