NovelToon NovelToon
Pernikahan Yang Lahir Dari Luka

Pernikahan Yang Lahir Dari Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: peony_ha

Zara Ayleen adalah perempuan religius dari keluarga sederhana yang percaya bahwa hidup selalu punya jalan lurus untuk tetap dijalani. Namun satu malam yang kelam menghancurkan keyakinannnya. Dalam keadaan yang tak pernah ia kehendaki, Zara menjadi korban dari kesalahan seorang lelaki yang bahkan tak kenal dengan baik—Arsyad Faizandra Wiratama pewaris perusahaan besar yang hidupnya penuh kendali, kekuasaan dan kesombongan. Kesalahan itu memaksa mereka terikat dalam pernikahan tanpa cinta. Bagi Arsyad pernikahannya dengan Zara merupakan bentuk tanggung jawab bukan perasaan. Bagi Zara, pernikahannya dengan Arsyad adalah ujian terberat dalam hidupnya. Dibawah satu atap, mereka hidup sebagai suami istri yang asing. Arsyad dingin dan berjarak, sementara Zara memendam luka dan berharap dalam diam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon peony_ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terjerebab

Pov Arsyad

“Apartemen akan papa pakai.”

Tiba-tiba papa berbicara begitu saja.

Aku yang baru saja meluruskan punggung setelah bekerja seharian walaupun ditanggal merah. Sontak aku menukikan alis, menatap tajam ke arah papa.

“Ga bisa dong pah, apartemen itu miliku. Jadi aku bebas menggunkannya bukan atas arahanan papa.”

“Rekan bisnis papa akan menetap sementara di indonesia, kamu bisa tinggal dirumahmu temani istrimu!”

Aku makin tidak terima.

“Istri?, aku hanya terpakasa menikahinya, dan dalam waktu dekat saya akan menceraikannya. Aku sudah menuruti semua kemauan papa. Menikahi wanita itu, memberinya mahar yang pantastis dan menetapkannya dirumah yang nyaman. Tanggung jawabku sudah selesai, tidak ada lagi urusanku dengan wanita itu.”

Papa menatap tajam kearahku. “Dimana otak kamu arsyad?, setelah kesuciannya kamu renggut. Dimana empatimu. Mental wanita baik itu belum sepenuhnya pulih karena ulahmu.”

Aku manarik nafas keras, masih tidak terima kalau papa akan mengambil alih apartemenku.

“Jangan-jangan ini hanya akal-akalan papa yang mencoba untuk mendekatkan aku dengan wanita itu.”

Papa menoleh, tangannya sedang memegang ponsel. “Dia wanita baik, jaga wanita itu dan pulihkan rasa traumannya, papa pulang. Malam ini apartemen papa akan pakai.”

“Aku tidak percaya ada wanita yang benar-banar baik di dunia ini.”

Langkah papa terhenti, tanpa menoleh ia berkata. “Dia berbeda, percayalah pada papa.”

Emosiku sudah memuncak, beberapa kali memukul tembok sebagai bahan pelampiasan. Bukannya menghilangkan rasa kesal, yang ada hanyalah rasa perih ditangan kananku.

Pulang, mulajukan mobil dan menekan pedal gas sekencang-kencangnya. Robicon hitam miliku melaju cepat membelah jalanan kota.

Rumah putih bergaya klasik itu terlihat gagah dengan cahaya lampu kuning keemasan. Rumah yang telah aku siapakan sejak dulu, untuk seseorang yang kini entah dimana keberadaanya. Dia telah menghianatiku.

Keadaan rumah sepi, hanya ada senandung kecil sura mbak Asih.

“Mas Ar, pulang kesini?” Mbak Asih menghampiriku, wanita itu telah menganggapku sebagai anaknya, karena sedari kecil aku lebih sering bermain dengan mbak Asih. Wanita bertubuh gempal dengan ciri khas gelungan rambutnya yang rapi. Sekitar dua puluh enam tahun bi Asih mengabdikan diri untuk bekerja di keluarga, pada usia delapan belas tahun ia sudah menjadi pengasuhku.

“Iya Mbak, apartemen lagi dipake sama papa.”

“Oh iya.. mau dibkinin kopi atau teh mas, sudah makan malam?”

“Kopi saja mbak.” Aku tidak merasakan lapar.

Aku berjalan menju sofa, suara sepatu pentofelku memantul bersentuhan dengan lantai porselin yang masih mengkilap.

Langkahku terhenti.

Seorang wanita tertidur meringkuk diatas sofa, dengan memeluk buku tebal. Sebuah novel yang sering aku baca, dan tidak pernah bosan membacanya. Langkahku makin mendekat. Matanya tertutup rapat, tidak ada lagi sorot mata yang dipaksakan untuk menatap tajam, walaupun sebenarnya dia adalah wanita yang lembut. Rambutnya yang sedikit kecoklatan berkilau tertimpa oleh cahaya lampu. Bibirnya yang kecil sedikit terbuka, cepat aku memalingkan wajah, apa-apaan ini tiba-tiba saja bayangan malam itu hinggap dipikiranku.

Aku menghempaskan tubuhku di sofa, mbak Asih berjalan kearahku dengan nampam berisi segelas kopi yang masih mengepulkan asap.

“Ini mas Ar, kalau mau makan kasih tau mbak biar nanti mbak panaskan lagi masakannya.” Ucapnya sambil menyimpan segelas kopi diatas meja.

Aku hanya mengannguk sebagai respon.

“Loh no Ayleen ketiduran disini, tadi katanya sudah mengantuk tapi masih seru baca, biar mbak bangun kan mas.”

Aku menggeleng. “Tidak usah mbak. Biarkan saja.”

“Kalau diabiarkan kasian, mbak ga tega nanti badan non Ayleen pada sakit kalau tidurnya meringkuk seperti itu.”

“Biar nanti saya yang bangunkan mbak.”

“Yudah kalau gitu mbak pamit dulu mas.”

Aku mulai menyeruput kopi panas, rasanya hangat mulai turun ketenggorokan. Wanita yang meringkuk disampingku masih tidak terusik, dalam mimpinya ia begitu tenang. Di jari manisnya terdapat cincin berlian mahar yang aku berikan. Tampak pas, berliannya berkilauan tertimpa cahaya.

“Uhuk…” ia tebatuk kecil, aku menoleh.

Wanita itu tampak mengerjapkan mata, memicing menatapku memastikan apakah aku ini benar-benar ada atau hanya halusinasinya.

“Astagfirullah, ngapain bapak disini?” Ia bangkit seperti orang ketakutan.

“Kamu lupa ini rumah saya.” Ucapku santai sambil menyeruput kopi.

Ia melirik baju piyama yang masih dikenakannya, mungkin memastikan apakah ada kancing yang lepas. Kemudian menangkupkan lagi buku besar diperutnya.

“Saya harus pergi.”

Aku menatapnya datar, memperhatikannya yang sedang berusaha untuk berdiri namun nyawanya masih belum terkumpul semua.

“Tunggu,” wanita itu menoleh. seoerti biasa skrit matanya yang dipaksakan untuk menatapku tajam.

“Jangan melipat halaman buku itu.”

“Aku paham.” Dengan ancang-ancang akan melangkahkan kaki.

Bruk….

“Aww…. Kakiku keram.” Tanpa sadar dia sudah menjatuhkan tubuhnya tepat diatasku, menekan dadaku.

Ini visual untuk Zara Ayleen ya, kalau misalnya kurang cocok menurut kalian, kalian bisa membayangkan orang lain atau diri sendiri hehe. Selamat menikmati

*

*

Seperti biasa jangan lupa like, komen dan vote. Dukungan kecil dari kalian sangat berarti buat author.

1
Aniza
lanjut thooor
roses: siap kak, dukung terus Author ya💗
total 1 replies
Suren
mantappp👍 Arsyad butuh org ada disampingnya tapi egonya tinggi
roses: berul ka, dukung terus Author ya💗
total 1 replies
Ineu
baru mulai baca
roses: makasih kak, dukung terus Author ya💗
total 1 replies
Lisa Kusmiran07
ceritanya menarik,tp agak bingung pas percakapan.atau dialog nyaga ada tanda nya.
Sri Jumiati
cantik .cocok thor
roses: Makasi yah kak, dukung terus author💗
total 1 replies
roses
iya kak, selamat membaca dan siap-siap diobrak abrik perasaan
Sri Jumiati
bagus ceritanya
Buku Matcha
Typo nya banyak ni thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!