NovelToon NovelToon
FROM FAT WIFE TO APOCALYPSE QUEEN

FROM FAT WIFE TO APOCALYPSE QUEEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Hari Kiamat / Fantasi
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: blumoon

Di tahun 2030, hujan darah mengubah dunia menjadi neraka penuh monster.
Yara mati tragis… namun terbangun kembali lima bulan sebelum kiamat di tubuh seorang wanita gemuk bernama Elara Quizel, istri presedir yang tak dicintai.
Dengan bantuan Sistem NOX, ia diberi kesempatan kedua untuk mengubah takdirnya.
Dari wanita yang diremehkan, Elara perlahan bangkit menjadi sosok yang dingin dan tak tersentuh.
Kali ini, ia tak hanya ingin bertahan hidup tetapi menguasai dunia yang akan hancur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blumoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 : Tikus kecil yang berdecit

Sinar matahari yang temaram masuk melalui celah jendela besar di ruang tengah, menyinari sosok Lora yang sedang duduk bersantai sambil mengamati Mira yang sibuk di dapur. Sudah seminggu lebih ia berada di sini, dan setiap detik yang ia lalui hanya mempertebal rasa irinya. Ia merasa seperti seorang putri yang terbuang di tengah kerajaan milik wanita lain.

Lora menyesap jus jeruk segar yang disediakan sesuatu yang di luar sana setara dengan harga nyawa, namun di sini hanya dianggap minuman biasa. Matanya tertuju pada Leonard yang baru saja keluar dari ruang latihan dengan keringat yang membasahi kaus taktisnya, menonjolkan otot-ototnya yang perkasa.

'Pria seperti itu... bagaimana bisa dia begitu setia pada Elara? Dia punya segalanya untuk menjadi raja di dunia baru ini,' batin Lora sambil meletakkan gelasnya dengan perlahan.

Ia mulai menjalankan tahap pertama rencananya: menghasut. Lora mendekati Mira di dapur, berpura-pura ingin membantu memotong sayuran.

"Mira, kamu hebat sekali bisa memasak sebanyak ini setiap hari," puji Lora dengan suara lembut yang dibuat-buat. "Tapi, apa kamu tidak merasa lelah? Maksudku, Nona Elara... dia sepertinya hanya duduk memerintah sementara kalian semua bekerja keras mempertaruhkan nyawa di luar."

Mira tetap fokus pada pisaunya, wajahnya tetap tenang. "Ini tugasku, Lora. Nona Elara memberikan kami tempat tinggal dan perlindungan. Memasak adalah kontribusiku."

Lora terkekeh kecil, nada suaranya berubah menjadi penuh simpati yang palsu. "Tentu, tapi sampai kapan? Di luar sana, militer sedang membangun pangkalan yang jauh lebih besar. Ayahku, seorang Jenderal, selalu menghargai orang berbakat sepertimu. Di sana, kamu tidak akan menjadi pelayan, tapi kepala departemen logistik. Tidakkah kamu merasa Elara terlalu otoriter? Dia menyimpan semua makanan itu untuk dirinya sendiri, dan kalian hanya diberi bagian kecil."

Mira berhenti sejenak, menatap Lora dengan pandangan yang sulit diartikan. Lora mengira ia telah berhasil menanamkan benih keraguan. Namun, yang tidak Lora ketahui adalah layar sistem elara Mira menunjukkan loyalitas 100% kepada Elara. Bagi Mira, Elara bukan sekadar majikan, tapi penyelamat hidupnya.

"Saran saya, Lora," ujar Mira pelan namun tegas. "Fokuslah pada pekerjaanmu. Nona Elara tahu lebih banyak dari yang kamu bayangkan."

Lora mendengus kesal di dalam hati saat Mira mengabaikannya. 'Dasar pelayan bodoh yang sudah dicuci otaknya,' umpatnya.

Beberapa menit setelah gagal menghasut Mira, Lora melihat Arkan yang sedang memeriksa tablet datanya di ruang tengah. Lora mencoba mendekat lagi. Ia duduk di samping Arkan, membiarkan rambutnya terjatuh di bahu dengan sengaja.

"Arkan, kamu sangat cerdas. Aku melihat bagaimana kamu menganalisis mutan-mutan itu. Tapi, apa kamu tidak merasa sayang keahlianmu hanya digunakan untuk satu mansion ini saja? Jika kamu bergabung dengan unit intelijen ayahku, kamu akan diberikan fasilitas laboratorium tercanggih. Elara... dia hanya memanfaatkan mu untuk kepentingannya sendiri, bukan?"

Arkan bahkan tidak menoleh dari layarnya. "Analisisku menunjukkan bahwa bergabung dengan pihak luar hanya akan menurunkan tingkat kelangsungan hidupku hingga 90%. Nona Elara adalah pilihan terbaik yang pernah kubuat."

Gagal lagi. Lora merasa ada yang salah dengan orang-orang ini. Mereka bukan hanya setia, tapi seolah-olah memiliki ikatan batin yang tak terpatahkan dengan Elara. Rasa frustrasi mulai merayap di benak Lora, namun ambisinya untuk mendapatkan pengakuan sang ayah jauh lebih besar.

Maka, ia memutuskan untuk menggunakan kartu terakhirnya: Leonard.

Sore itu, saat Elara sedang berada di ruang atas untuk memantau radar, Lora melihat Leonard sedang berdiri sendirian di balkon, menatap ke arah gerbang luar. Lora mengatur napasnya, merapikan pakaiannya agar sedikit lebih menonjolkan lekuk tubuhnya, lalu melangkah keluar.

"Tuan Leonard," panggilnya lembut.

Leonard tidak menoleh, namun bahunya menegang. "Sudah kukatakan, jangan mendekat lebih dari dua meter."

Lora tidak berhenti. Ia justru melangkah lebih dekat, berpura-pura gemetar ketakutan. "Tolong, dengarkan aku sekali saja. Aku hanya khawatir padamu. Aku melihat bagaimana Elara memperlakukanmu. Dia membuatmu menjadi perisainya, membuatmu bertarung di garis depan sementara dia bersembunyi di belakang. Pria sepertimu... kamu layak mendapatkan wanita yang mendukungmu, bukan yang mengatur mu."

Lora memberanikan diri menyentuh punggung tangan Leonard yang besar. "Ayahku, Jenderal Rian, sedang menuju ke sini. Jika kamu mau bekerja sama denganku untuk menyerahkan tempat ini, aku menjamin posisi Jenderal Muda untukmu. Kita bisa memimpin tempat ini bersama, Leonard. Kamu tidak perlu lagi menjadi pelayan bagi wanita egois itu."

Leonard perlahan memutar tubuhnya. Matanya yang tajam menatap Lora seolah-olah Lora adalah serangga pengganggu yang harus diinjak.

"Wanita egois?" Leonard mengulangi kata-kata Lora dengan nada yang sangat rendah. "Kamu tidak tahu apa-apa tentang dia. Setiap butir nasi yang kamu makan, setiap napas aman yang kamu hirup di ruangan ber-AC ini, semuanya adalah berkat 'wanita egois' yang kamu hina itu."

Leonard mencengkeram pergelangan tangan Lora yang tadi menyentuhnya. Cengkeramannya begitu kuat hingga Lora merintih kesakitan. "Dengar, tikus kecil. Aku tidak butuh pangkalan militer atau pangkat Jenderal. Aku adalah pedang Elara. Jika dia memerintahkan ku untuk meratakan seluruh pangkalan ayahmu, aku akan melakukannya dalam semalam tanpa bertanya."

"Le-Leonard... sakit... lepaskan!" tangis Lora pecah, kali ini benar-benar karena rasa sakit fisik.

"Pergilah dari hadapanku sebelum aku kehilangan kendali atas tanganku sendiri," bisik Leonard penuh ancaman.

Lora berlari masuk ke dalam dengan isak tangis, namun begitu sampai di kamarnya, tangis itu berubah menjadi tawa yang mengerikan. Ia menghapus air matanya dengan kasar.

'Bagus. Jika mereka semua ingin mati bersama Elara, maka biarlah mereka hancur bersama tempat ini,' batin Lora sambil merogoh alat komunikasinya.

Ia menekan tombol pengiriman sinyal darurat. Pesan singkat dikirimkan: 'Subjek keras kepala. Gunakan kekuatan penuh. Serang saat fajar lusa. Aku akan menyabotase pagar listrik dari dalam.'

Lora duduk di kegelapan kamarnya, menatap ke arah pintu dengan kebencian yang mendalam. Ia merasa rencananya sudah sempurna. Ia tidak butuh kesetiaan orang-orang di sini. Yang ia butuhkan hanya pasukan ayahnya datang dan menghancurkan segalanya.

Ia tidak sadar, di langit-langit kamarnya, sebuah kamera mikro berteknologi tinggi sedang merekam setiap gerakannya. Di ruang kendali, Elara menonton rekaman itu sambil membelai rambut Leonard yang sedang bersandar di pangkuannya.

"Dia benar-benar berambisi ya, Sayang?" ujar Elara santai, jarinya memainkan belati perak kecil.

"Dia sudah menyentuhku lagi, Elara. Aku ingin mematahkan tangannya," geram Leonard.

Elara terkekeh. "Sabar, Sayang. Biarkan dia menikmati mimpinya dua malam lagi. Saat fajar lusa tiba, ayahnya akan menyaksikan bagaimana putri 'kesayangannya' ini menjadi orang pertama yang akan menyambut peluru di garis depan kita."

Elara menatap layar yang menunjukkan koordinat pasukan militer yang mulai bergerak mendekat. Senyumnya semakin lebar, senyum seorang predator yang telah menyiapkan jamuan makan malam berdarah bagi tamunya.

"Mira, siapkan makanan yang paling lezat untuk lusa pagi," perintah Elara melalui telepati. "Kita akan mengadakan pesta penyambutan untuk Jenderal Rian... dan pemakaman untuk Lora Arian."

Bersambung....🧟‍♀️🧟‍♀️🧟‍♀️

1
aku
kok aku ngeri lama2 sm kelompok el 😭 pupuknya terlalu organik torr 😭😭
Miu.Nuha
alon alon eleraaa... astagaa jangan dipacu maksimal, kasihan nanti malah masuk rumah sakit 😅
Miu.Nuha
sabar Yara,, asah skill kamu buat nurunin berat badann... atur deh pokoknya 😅👍
Cimol krispy
astaga, kebayang banget gimana chaos nya keadaan diluar mansion.
Filan
tambah OP aja kelompok Elara.
Cuma satu yang dipertanyakan. Apakah Elara memikirkan solusi? Atau hanya mengikuti misi dari sistem dan bertahan hidup?
Harusnya Elara memikirkan solusi untuk mengembalikan keadaan. Misalnya dengan mencari sebab dulu, baru menemukan solusi (walau masih belum pasti) dan menjadikan solusi itu tujuan cerita. Kita jadi tahu akan dibawa ke mana cerita ini pada akhirnya. Kedamaian hakiki walau ga bisa mengembalikan dunia secara utuh. atau mereka bisa mereset semuanya? Tapi kalau reset, Elara waktu rebirth pun ga ada niatan menghentikan terjadinya chaos. hanya sibuk menyiapkan 'payung'.

dan ke mana manusia-manusia pengkhianat itu? Kenapa Elara tidak pernah mencari mereka untuk balas dendam?
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
dan sekarang, kamu bisa membalas semua dendammu elara
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
kira-kira mereka menyelamatkan manusia-manusia lain gak ya? takut kalo mereka salah orang
Mega Siregar
nanti kalo udah langsing dan seksi, jangan mau ama suami macam dia 😤
Three Flowers
bonusnya makin besaar🥳
Three Flowers
habisnya dulu kamu sama sekali nggak peduli padanya, Leo
Three Flowers
jadi di sini sudah jelas Leo nggak menginginkan kamu lg, Rachel
Three Flowers
sekarang Elara yang pegang kendali, menjadi penasehat utama perusahaan Leonard
-Thiea-
Gak susah membujuk mereka, karena elara udah tahu apa yg diinginkan mereka.
-Thiea-
Masa sih, bukannya dulu kamu kayak jijik lihat dia gendut.
Mingyu gf😘
sekarang leonard bner bner bucin ya🤭
🍾⃝ʙͩᴜᷞʟͧᴀᷠɴͣ sᴇᴘᴀʀᴜʜ
Ela semangat yok bisa berubah yok. ntar kalo udh proporsional bakal byk cowok ngantri pgn jd bucinmu
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
mampir kak
Mega Siregar
penasaran, jika jiwanya telah berpindah ke tubuh orang lain, tubuh yara mana ya??
Xlyzy: musnah kah entitas Yara di musnahkan hanya jiwa nya yang di selamatkan sama sistem
total 1 replies
PrettyDuck
setelah ini kalian akan jadi power couple yang melawan akhir zaman /Angry/
PrettyDuck
emang dasar gak pernah puas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!