NovelToon NovelToon
Pendekar API Dan ES

Pendekar API Dan ES

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:28.6k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Terlahir dengan dua elemen sekaligus, Yan Bingchen justru harus menanggung kutukan yang membuatnya kesulitan mengendalikan kekuatannya sendiri.

Dianggap berbahaya bahkan oleh keluarganya, ia tumbuh dalam kesepian dan penolakan sejak kecil.

Namun, ketika kesedihan dan amarahnya mencapai puncak, Yan Bingchen memilih meninggalkan klannya. Pada saat itulah, kekuatan sejatinya akhirnya bangkit sepenuhnya.

Kini, di dunia yang memandangnya sebagai ancaman, mampukah ia membuktikan bahwa dirinya bukanlah bencana … melainkan calon yang akan berdiri di puncak kekuatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Gemetar

Begitu gerbang Aula Agung tertutup dengan dentuman berat di belakang mereka, suasana megah yang mencekam seketika berganti dengan udara malam ibu kota yang dingin.

Yan Bingchen terus melangkah maju, menjaga punggungnya tetap tegak di bawah tatapan para penjaga zirah perak yang berbaris di sepanjang koridor istana.

Tata krama bangsawan yang ia tunjukkan di depan Kaisar tadi hanyalah topeng baja yang menahan badai di dalam dirinya.

​Namun, begitu mereka melewati gerbang luar istana dan sampai di jalanan yang lebih sepi, pertahanannya runtuh.

​Uhuk!

​Yan Bingchen terbatuk keras, menyeka setitik darah panas yang merembas dari sudut bibirnya.

Tubuhnya mendadak bergetar hebat—sebuah reaksi fisik yang terlambat akibat menahan tekanan gravitasi dari pendekar Ranah ke-7.

Tulang-tulangnya berderak, dan otot-ototnya terasa seolah baru saja dihimpit oleh gunung raksasa.

​"Kaisar ... kekuatan itu ... benar-benar di luar nalar," bisik Yan Bingchen sambil bersandar pada dinding batu yang dingin.

Mata dualitasnya berdenyut liar, warna merah dan birunya meredup bergantian seiring dengan detak jantungnya yang tidak stabil.

​Di sampingnya, kondisi Mo Ran jauh lebih menyedihkan.

Pemuda tanpa kultivasi itu sudah pingsan sejak mereka masih berada di dalam aula, syok karena tekanan Qi yang terlalu pekat.

Tubuhnya terkulai lemas di atas punggung Si Hitam.

Serigala arwah itu sendiri tampak sangat ketakutan; ekornya terselip rapat di antara kaki belakangnya, dan matanya terus melirik ke arah istana dengan kecemasan yang nyata.

Ia bergerak dengan sangat hati-hati agar Mo Ran tidak terjatuh.

​Yan Bingchen meraba jubahnya. Di sana, ia merasakan beban berat dari kantong sutra berisi 100 tael emas—hadiah kemenangan yang kini terasa seperti beban moral.

Namun, yang paling berharga adalah kotak kayu kecil yang ia genggam erat: Pil Pelindung Jantung.

​Ia membuka kotak itu sejenak. Aroma herbal yang sangat kuat dan murni menusuk hidungnya, seketika menenangkan gejolak Qi di dadanya.

Pil ini adalah jaminan nyawa. Dengan ini, risiko kematian saat ia mencoba memadatkan Inti Sejati (Ranah ke-4) akan berkurang drastis.

Jika ia gagal dan energinya meledak, pil ini akan membungkus jantung dan Dantian-nya sebelum hancur permanen.

​"Kita tidak bisa menetap di ibu kota," gumam Yan Bingchen kepada Si Hitam. "Kaisar telah menandai kita. Setiap pasang mata di kota ini adalah telinganya. Kita harus pergi ke perbatasan Federasi LIN—tempat di mana hutan rimba begitu lebat hingga aura Kekaisaran pun memudar."

​Si Hitam mendengus pelan, seolah setuju, lalu mulai melangkah cepat mengikuti Yan Bingchen yang masih tertatih.

Mereka menghindari jalan protokol dan menyusuri gang-gang sempit, mencoba menghilang sebelum fajar menyingsing.

​Beberapa jam kemudian, mereka sampai di sebuah kuil tua yang terbengkalai di pinggiran luar ibu kota.

Yan Bingchen segera menurunkan Mo Ran dari punggung Si Hitam dan membaringkannya di atas jerami kering.

Ia menekan titik nadi di leher temannya, mengalirkan sedikit energi hangat untuk merangsang kesadarannya.

​Mo Ran tersentak bangun dengan napas tersengal. "A-ampun Yang Mulia! Jangan bunuh aku! Aku hanya pengantar roti!" teriaknya histeris sambil menutupi kepalanya.

​"Tenanglah, Mo Ran. Kita sudah keluar dari sana," ujar Yan Bingchen dengan suara yang lebih lembut dari biasanya.

​Mo Ran mengerjap-ngerjap, menatap langit-langit kuil yang bocor, lalu menatap Yan Bingchen. "Kak ... kita masih hidup? Aku tadi merasa seperti ada naga raksasa yang duduk di atas kepalaku. Apakah orang tua itu benar-benar manusia?"

​"Dia lebih dari sekadar manusia, dia adalah Penguasa Ruang yang telah memutus belenggu fana," jawab Yan Bingchen sambil membuka kantong emasnya dan meletakkannya di depan Mo Ran. "Ini hadiah kemenangan kita. Ambil bagianmu. Besok kita akan melakukan perjalanan jauh. Kita akan menuju wilayah yang tidak terjamah oleh hukum Kaisar."

​Mo Ran menatap tumpukan emas itu, namun anehnya, matanya tidak berbinar seperti biasanya. Ia justru menatap Yan Bingchen dengan cemas. "Kak Bingchen, kenapa kau gemetar? Dan ... matamu ... warnanya sedikit memudar."

​Yan Bingchen menyembunyikan tangannya yang masih bergetar ke dalam jubah. "Ini hanya kelelahan sementara. Pil Pelindung Jantung ini akan membantuku saat aku mencapai terobosan nanti. Tapi sekarang, tidurlah. Aku akan berjaga bersama Si Hitam."

​Malam itu, di dalam kuil sunyi tersebut, Yan Bingchen duduk bersila menatap bulan. Ia sadar, hadiah dari Kaisar adalah rantai tak kasat mata.

Untuk benar-benar bebas, ia tidak hanya harus melarikan diri dari Benua Binghuo, tapi ia harus tumbuh lebih cepat dari bayang-bayang Kekaisaran Shan.

1
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Uraaa
Ibad Moulay
Lanjutkan. 🔥🔥🔥
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos lanjut terus Thor
Ibad Moulay
Uraa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Abil Amar
iy in kyk dicerita dlegenda pendekar sabit yan bingchen bntu shan luo wktu mau dbnuh ayahny mau rebut kristal leluhurny yg dbnuh yan bingchen ayahnya shan feng
Abil Amar
emmmmmm kyk pernah dengar y klu g slah ceritanya ad dbgian menolong shan luo dlegenda pendekar sabit
Arken: satu Dunia
total 1 replies
Ibad Moulay
Merah
Ibad Moulay
Langit
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Surianto Tiwoel
bantai abis,, mantap Ferguso
Marsahhayati
justru yg tidak waras adalah orang yg apa adanya.,👍
Ibad Moulay
Pedang Darah
Ibad Moulay
Sekte
Ibad Moulay
Uraaa 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥
Ibad Moulay
Uraaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!