NovelToon NovelToon
Kaisar Abadi Penentang Surga

Kaisar Abadi Penentang Surga

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

Sepuluh ribu tahun yang lalu, Kaisar Pedang Kekosongan, Jian Chen, dikhianati oleh tunangannya (Permaisuri Surgawi Luo Xue) dan saudara angkatnya saat mencoba menerobos ke Alam Ilahi Primordial. Jiwanya hancur berantakan. Namun, setetes Darah Primordial misterius yang ia temukan di Reruntuhan Kekacauan menyelamatkan satu fragmen jiwanya.

Sepuluh ribu tahun kemudian, Jian Chen terbangun di tubuh seorang pemuda bernama sama di Benua Bintang Jatuh (Dunia Fana terendah). Pemuda ini dikenal sebagai "Sampah Bawaan" yang meridiannya hancur. Dengan ingatan masa lalunya, pengetahuan alkimia tingkat dewa, dan teknik kultivasi terlarang Seni Melahap Surga Primordial, Jian Chen memulai kembali langkahnya dari bawah. Ia bersumpah untuk membelah langit, menghancurkan para pengkhianat yang kini telah menjadi Penguasa Surga, dan mengungkap rahasia sejati di balik Darah Primordial.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Peringkat Pertama dan Undangan Tetua Tertinggi

Waktu dua jam yang dialokasikan untuk Ujian Tahap Kedua terasa seperti selamanya bagi para peserta yang terjebak di dalam Formasi Hati Iblis.

Ketika pasir terakhir jatuh di dalam jam pasir raksasa, Penatua Zhao melambaikan tangannya. Pilar-pilar batu giok hitam berhenti berdenyut, dan kabut kelabu seketika menghilang tertiup angin.

Pemandangan yang tertinggal sangatlah menyedihkan. Dari seribu peserta elit yang memasuki formasi, hanya sekitar seratus lima puluh orang yang berhasil melangkah keluar. Sisanya tergeletak di lantai marmer—ada yang pingsan dengan mulut berbusa seperti Bai Yunfei, ada yang menangis memeluk lutut mereka, dan ada pula yang tertawa histeris kehilangan akal sehat.

Para petugas medis akademi segera bergegas masuk untuk mengevakuasi mereka yang gagal.

Di antara seratus lima puluh peserta yang lulus, napas mereka terengah-engah, wajah mereka pucat pasi, dan tubuh mereka dibanjiri keringat dingin. Mereka menatap Jian Chen yang berdiri menyendiri di sudut alun-alun dengan pandangan ngeri. Pemuda berjubah hitam itu telah berdiri di sana selama hampir dua jam, tidak meneteskan setetes keringat pun!

"Kalian yang berdiri di sini telah membuktikan kekuatan fisik dan ketahanan mental kalian," suara Penatua Zhao menggelegar, menarik kembali perhatian para peserta. "Kalian resmi diterima sebagai Murid Pelataran Luar (Outer Disciple) Akademi Angin Langit!"

Sorak-sorai lemah terdengar dari beberapa pemuda, namun Penatua Zhao segera mengangkat tangannya, mengisyaratkan keheningan.

"Namun! Akademi kami tidak kekurangan murid biasa. Yang kami cari adalah naga di antara manusia. Tahap Ketiga, sekaligus tahap terakhir, adalah Ujian Peringkat Bertarung! Sepuluh orang yang mampu bertahan di sepuluh arena yang telah disiapkan akan langsung diangkat menjadi Murid Pelataran Dalam (Inner Disciple), mendapatkan akses ke sumber daya tiga kali lipat, dan pil spiritual bulanan!"

Sepuluh panggung batu berukuran dua puluh meter persegi perlahan naik dari bawah tanah, menggantikan posisi formasi sebelumnya.

"Sistemnya adalah tantangan bebas. Siapa pun yang bisa mempertahankan panggungnya dari tiga penantang berturut-turut berhak menempati panggung tersebut. Mulai!"

Seketika, atmosfer alun-alun berubah. Rasa lelah tergantikan oleh ambisi yang membara. Menjadi Murid Pelataran Dalam adalah batu loncatan menuju kejayaan sejati di Kerajaan Angin Langit.

Namun, kejadian aneh terjadi di Panggung Nomor Satu.

Jian Chen, tanpa mengucapkan sepatah kata pun, melompat dan mendarat dengan tenang di tengah panggung batu tersebut. Pedang Penguasa Kosong yang dibalut kain tebal masih bersandar kokoh di punggungnya. Ia melipat kedua lengannya di dada dan memejamkan mata.

Selama lima menit pertama, puluhan pertarungan meledak di sembilan panggung lainnya. Namun, Panggung Nomor Satu sunyi senyap. Tidak ada satu pun jenius yang berani melangkah naik untuk menantang Jian Chen.

Mereka telah melihat bagaimana pemuda ini memukul monumen kristal hingga retak, dan bagaimana ia menembus Formasi Hati Iblis dalam waktu kurang dari waktu menyeduh teh. Menantangnya sama saja dengan mencari mati!

Namun, selalu ada orang yang terlalu sombong atau terlalu haus darah untuk memahami perbedaan kekuatan.

"Bocah dari kota perbatasan, jangan berpikir kau tidak terkalahkan hanya karena kau bisa memukul batu mati!"

Sebuah suara kasar dan serak terdengar, disusul oleh lompatan seorang pemuda bertubuh kekar seperti beruang. Ia mendarat di Panggung Nomor Satu hingga lantai batunya sedikit bergetar. Pemuda itu memegang sebuah kapak raksasa bergerigi, memancarkan aura ganas dari Kondensasi Qi Tingkat Tujuh Awal.

"Itu Kuang Ren! Sang Jenius Gila dari utara!" seru beberapa penonton yang mengenali identitas penantang tersebut. "Dia lahir dengan kekuatan bawaan dan konon pernah membelah seekor Beruang Batu Tingkat 2 dengan satu tebasan kapaknya!"

Kuang Ren memutar lehernya hingga berbunyi gemeretak, menatap Jian Chen dengan seringai liar. "Aku tidak peduli seberapa tinggi nilaimu di ujian sebelumnya. Di arena ini, darah dan daging yang berbicara. Cabut pedangmu!"

Jian Chen bahkan tidak membuka matanya secara penuh. Ia hanya mengangkat kelopak matanya sedikit, melirik kapak raksasa di tangan Kuang Ren.

"Kapakmu terlalu ringan," kata Jian Chen datar. "Dan kau terlalu lemah untuk membuatku mencabut senjataku."

Kata-kata itu menghantam ego Kuang Ren seperti tamparan panas.

"MATI!"

Kuang Ren meraung marah. Qi berwarna kuning tanah meledak dari tubuhnya, menyelimuti kapak besarnya. Ia menjejakkan kaki dan melompat ke udara, mengayunkan kapaknya dari atas ke bawah, berniat membelah Jian Chen menjadi dua beserta panggung di bawahnya.

Kekuatan tebasan itu diestimasi mencapai tiga ribu kilogram!

Angin kapak yang menekan meniup jubah hitam Jian Chen dengan keras. Namun, Jian Chen tidak menghindar. Ia hanya mengangkat tangan kanannya dengan santai, mengarahkan punggung telapak tangannya ke atas.

Weng!

Meridian Primordial-nya mengalirkan seutas Qi keperakan yang sangat padat, melapisi punggung tangannya. Ia menggunakan Pukulan Dominasi Primordial—bukan dalam bentuk pukulan, melainkan tangkisan fisik murni yang digabungkan dengan Qi.

TRAAANG!

Suara benturan logam yang memekakkan telinga bergema di seluruh penjuru alun-alun. Bunga api memercik menyilaukan mata.

Pemandangan yang terjadi selanjutnya membuat napas setiap orang tercekat.

Kapak raksasa Kuang Ren yang ditopang oleh kekuatan Tingkat Tujuh dan momentum jatuhnya... berhenti total di udara. Kapak itu tertahan sempurna hanya oleh punggung tangan kosong Jian Chen!

Bukan sekadar tertahan, kulit Jian Chen bahkan tidak tergores sedikit pun, sementara kapak Kuang Ren yang terbuat dari baja spiritual tingkat menengah mulai memunculkan retakan-retakan kecil.

"B-bagaimana mungkin..." Mata Kuang Ren membulat ngeri, tangannya yang memegang kapak mati rasa dan gemetar hebat akibat gaya balik (recoil) yang luar biasa.

Jian Chen menatapnya dingin. "Sudah kubilang. Kau terlalu lemah."

Dengan jentikan pergelangan tangannya, Jian Chen menghempaskan kapak itu ke samping, lalu melayangkan tendangan kilat tepat ke dada Kuang Ren.

BAM!

Tendangan itu terlalu cepat untuk dilihat. Dada Kuang Ren melesak ke dalam seiring dengan suara tulang rusuk yang patah. Pemuda beruang itu terpental seperti bola meriam, melayang sejauh dua puluh meter melewati tepi panggung, dan akhirnya jatuh menabrak salah satu pilar marmer alun-alun hingga pingsan tak sadarkan diri.

Satu serangan. Seorang jenius Tingkat Tujuh Awal dihancurkan dalam satu serangan tangan kosong!

Sembilan panggung lainnya seketika menghentikan pertarungan mereka. Semua tatapan beralih ke sosok iblis berjubah hitam di Panggung Nomor Satu. Penatua Zhao di paviliun utama sampai menahan napasnya, tidak mampu mempercayai matanya sendiri.

Jian Chen menatap kerumunan yang terdiam. "Ada yang lain?"

Kesunyian adalah satu-satunya jawaban. Bahkan tidak ada yang berani menelan ludah.

Namun, di tengah kesunyian mutlak itu, sebuah tawa serak dan perlahan terdengar bergema dari langit.

"Hahaha... Luar biasa. Kekuatan fisik yang melampaui monster, kecepatan tanpa celah, dan yang terpenting... Lautan Kesadaran yang telah terbuka sebelum Alam Jiwa."

Tekanan spiritual yang tak terbayangkan tiba-tiba turun dari langit seperti selimut awan tebal, menekan setiap kultivator di alun-alun hingga lutut mereka lemas. Penatua Zhao dan para penjaga ujian Akademi seketika berlutut dengan raut wajah penuh penghormatan dan ketakutan.

"Kami menyambut Tetua Tertinggi Feng!" teriak Penatua Zhao serempak bersama rekan-rekannya.

Dari udara kosong di atas alun-alun, sesosok pria tua dengan pakaian compang-camping dan rambut acak-acakan melayang perlahan turun. Ia memegang sebuah labu arak dari labu kuning usang. Meskipun penampilannya mirip pengemis jalanan, tekanan yang ia keluarkan—Alam Inti Emas (Golden Core) Tahap Menengah—membuat ruang di sekitarnya sedikit terdistorsi.

Pria tua itu mengabaikan Penatua Zhao dan langsung mendarat di Panggung Nomor Satu, berdiri hanya beberapa langkah di hadapan Jian Chen. Mata tuanya yang tajam menatap Jian Chen dengan binar ketertarikan yang luar biasa.

Menghadapi tekanan aura Alam Inti Emas yang bisa meremukkan tubuh kultivator Kondensasi Qi, Jian Chen tidak mundur selangkah pun. Darah Primordial di jiwanya secara otomatis meredam tekanan itu, membiarkan Jian Chen berdiri tegak dengan dagu sedikit terangkat.

"Bocah," kata Tetua Tertinggi Feng sambil menyesap araknya, tersenyum memamerkan giginya yang kekuningan. "Sekte kecil tidak akan bisa menampung naga. Jika kau masuk ke Pelataran Dalam sebagai murid biasa, itu hanya akan menunda potensimu. Aku, Feng Wuya, sudah lima puluh tahun tidak mengambil murid pribadi."

Seluruh alun-alun menahan napas. Tetua Tertinggi Feng?! Beliau adalah salah satu dari tiga pilar terkuat di Kerajaan Angin Langit! Menjadi murid pribadinya berarti memiliki status yang setara dengan pangeran mahkota kerajaan!

"Jadi, bagaimana menurutmu?" Feng Wuya menatap Jian Chen penuh harap. "Bersujudlah dan panggil aku Guru."

Di hadapan tatapan iri puluhan ribu pasang mata, Jian Chen justru tersenyum tipis. Ia tidak bersujud, bahkan tidak membungkukkan punggungnya.

"Menjadi muridmu?" Jian Chen menjawab dengan nada tenang namun mengandung arogansi absolut yang membuat jantung semua orang seakan berhenti berdetak. "Itu tergantung, Tetua Feng... Apakah sumber daya yang bisa kau berikan padaku cukup untuk memberatkan Pedang di punggungku ini?"

Mendengar respons yang sangat lancang itu, Penatua Zhao hampir pingsan karena jantungan. Beraninya bocah ini menawar syarat dengan seorang Tetua Tertinggi?!

Namun, alih-alih marah, Feng Wuya justru terdiam sejenak, menatap mata Jian Chen yang tanpa dasar, lalu tertawa meledak-ledak hingga alun-alun bergetar.

"HAHAHAHA! Sombong! Sangat sombong! Aku menyukainya!" Feng Wuya meminum araknya dengan gembira. "Ikut aku, Bocah! Mulai hari ini, seluruh Puncak Awan Awan di Akademi Angin Langit akan menjadi halaman bermainmu!"

1
selenophile
lagi
Nanik S
Aturan baru sang Monster👍👍👍
Nanik S
Paman dan keponakan yang rakus
Nanik S
Maaantaaap dapat harta karun
Nanik S
Dapat cincin Gratis
Nanik S
Mantap Pooool 👍👍👍
Bambang Widono
👍👍👍💯💯💯💯💯💯👍👍👍🙏🙏🙏🙏🙏
Optimus prime
cerita nya bagus...TPI lebih bagus ga ush pake bahasa inggris thor...👍👍
Nanik S
Pulang menghadapi Anjing dan pieraanya
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Hadir dan cukup menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!