NovelToon NovelToon
Fy Unig

Fy Unig

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di mata tetangga apartemennya di Los Angeles, Faelynn Yosephine (26) hanyalah "perawan tua" pengangguran.

Namun, di balik pintu kamar, ia adalah penulis novel romantis papan atas yang memikat jutaan pembaca.

Dunia tenangnya terusik saat Kingsley Emerson (29 tahun), seorang agen elit CIA yang menyamar sebagai diplomat, mulai mengirim pesan misterius dengan nama akun Son_Roger.

Kingsley, yang baru saja kembali dari misi berdarah di luar negeri, terobsesi dengan detail taktik dalam tulisan Faelynn yang terlalu akurat.

Berawal dari debat teknis hingga gombalan tak terduga, Kingsley mulai memasuki hidup Faelynn, membawa bahaya nyata yang selama ini hanya Faelynn tulis di Novelnya.
.
.
Happy reading dear 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#30

Callista Zuri menarik napas panjang, berusaha menenangkan detak jantungnya yang masih memburu akibat pemandangan tawuran di bawah balkonnya tadi. Kamarnya yang luas dan tertata rapi kini terasa seperti pelabuhan yang aman. Ia adalah gadis berusia sembilan belas tahun yang sedang menempuh tahun pertama di jurusan desain.

Kreativitasnya sering kali tertuang dalam potongan kain, pola baju, dan sketsa-sketsa yang memenuhi meja belajarnya.

Ia mulai membereskan sisa-sisa pekerjaan sore itu. Gunting diletakkan di tempatnya, kain-kain perca yang berserakan di karpet dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam wadah. Saat itulah, ia teringat sesuatu. Ia merogoh tasnya dan mengeluarkan sebuah DVD yang diberikan oleh Melanie, teman kampusnya, siang tadi.

Sampul DVD itu tampak minimalis, namun entah kenapa, hanya dengan melihatnya saja sudah membuat pikiran Callista melanglang buana. Ia teringat bisikan Melanie dengan nada penuh rahasia.

"Coba tonton, Ta. Nanti dijamin lo bakalan ngerasain ada magic-nya. Sesuatu yang berbeda akan dirasakan oleh tubuh kita setelah menonton film itu."

Callista sebenarnya adalah gadis yang tampak polos di luar. Kata-katanya memang sering kali tajam dan ia tidak segan-segan mengonfrontasi hal yang dianggapnya salah, namun dalam urusan asmara, ia benar-benar buta. Ia tidak pernah pacaran.

Hidupnya selama ini hanya berputar di rumah besar ini bersama para pelayan, karena kedua orang tuanya adalah pebisnis sukses yang lebih sering menghabiskan waktu di luar kota atau luar negeri daripada di rumah.

Ia memperhatikan DVD itu lagi. Ini film atau apa? Drama rumah tangga? Kenapa perempuan di sampul ini tampak tersiksa tapi... seperti menikmati?

Dengan tekad yang bulat dan rasa penasaran yang memuncak, Callista memasukkan DVD itu ke dalam laptopnya. Film dimulai. Adegan dibuka dengan seorang wanita yang menerima tamu pria asing di apartemennya. Tak butuh waktu lama, narasi berubah menjadi aksi. Mereka langsung saling menyentuh satu sama lain dengan intensitas yang membuat napas Callista tertahan.

Bisa-bisanya mereka yang asing langsung berciuman sesengit itu? batin Callista heran.

Ia teringat lagi kata-kata Melanie. "Awalnya memang merasa jijik atau aneh, tapi setelahnya tubuh kita pasti akan terasa beda."

Dan benar saja. Callista merasakan sensasi aneh menjalar di perutnya. Panas yang tidak biasa, desiran yang membuatnya merasa tidak nyaman namun enggan untuk berpaling.

"Kok jadi aneh begini ya?" gumamnya pelan. Tangannya gemetar saat menekan tombol pause. Ia butuh waktu untuk mencerna apa yang baru saja ia lihat.

Namun, di tengah kesunyian kamarnya, sebuah suara muncul. Suara yang tadinya ia kira hanyalah gema dari batinnya sendiri.

"Lo pengen?"

Suara itu datang tiba-tiba. Berat, dingin, namun terdengar sangat dekat di telinga kanannya. Seperti bisikan makhluk halus yang menggoda di tengah kegelapan.

"Hu'um..." jawab Callista spontan, masih dalam pengaruh imajinasi liar yang dipicu film tadi.

"Gat*l ya rasanya? Mau gue bantu nggak?"

"Bantu apa?" tanya Callista, matanya masih menatap layar laptop yang membeku, setengah melamun.

"Ya kayak begituan. Adegan yang baru aja lo tonton."

Deg.

Kesadaran Callista menghantamnya sekeras godam. Ia tersentak hebat. Suara itu bukan berasal dari kepalanya. Suara batinnya tidak pernah terdengar selancang itu, dan yang paling penting, suara batinnya tidak memiliki hembusan napas hangat yang terasa nyata di tengkuknya.

Dengan gerakan kilat, Callista memutar kursi kerjanya. Jantungnya berdegup kencang, antara rasa takut dan insting bertahan diri jika memang ada maling yang menyelinap masuk. Namun, pemandangan di depannya membuat kata-kata tertahan di kerongkongan.

Seorang remaja laki-laki sedang rebahan santai di atas Ranjangnya.

Pria itu mengenakan jaket varsity hitam dengan kaus putih di dalamnya—seragam SMA yang tampak sangat akrab di mata Callista sebagai anak sekolah elit.

Matanya tajam, memindai sosok Callista dengan ketenangan yang sangat mengintimidasi. Wajahnya... Callista bersumpah ia belum pernah melihat pria senyata dan setampan itu. Garis rahangnya tegas, hidungnya mancung sempurna, dan ada kesan dingin yang membuat Callista terkesima selama beberapa detik.

Dia sangat tampan, batin Callista tanpa sadar.

Namun, pesona itu hanya bertahan sesaat. Jiwa Callista yang defensif segera mengambil alih. Ia menyambar sebuah penggaris besi panjang dan gunting kain yang tergeletak di meja belajarnya, menodongkannya ke arah pria itu.

"Kamu siapa?! Bagaimana bisa masuk ke kamarku?!" teriak Callista. Suaranya berusaha stabil meski tangannya sedikit bergetar.

Pria itu tidak tampak takut sedikit pun. Sebaliknya, ia justru tersenyum miring—sebuah senyuman yang tampak sangat provokatif. Ia bangkit dari posisi rebahan, duduk di tepi kasur sambil menumpukan kedua tangannya di lutut. Matanya menyipit, menatap Callista seolah-olah ia adalah penguasa ruangan ini.

"Gue kenal sama lo. Lo Callista, kan?"

Callista terdiam. Lidahnya kelu. Bagaimana orang asing ini tahu namanya? Dan kenapa gaya bicaranya terdengar begitu percaya diri, seolah-olah tembok rumah mewah ini bukan penghalang baginya?

"Jadi gimana?" pria itu meneruskan, suaranya kini terdengar lebih dalam dan menantang. Ia berdiri, dan Callista baru menyadari betapa tingginya pria ini. Tubuhnya atletis dan menjulang tinggi.

Pria itu melangkah satu tindak mendekati Callista, sama sekali tidak peduli dengan ujung penggaris besi yang masih tertuju padanya. "Mau nyoba nggak? Kalau mau, gass nih. Gue bisa kasih lebih dari apa yang ada di pikiran lo. Lebih dari apa yang lo tonton barusan."

Callista membelalak. Pria ini benar-benar tidak tahu sopan santun. Meskipun ia sempat terpesona, harga dirinya terusik.

"Mau gass apa, hah?! Keluar sekarang sebelum aku teriak!" ancam Callista. Di dalam hatinya, ia bertanya-tanya: Dia masuk dari mana? Lewat balkon?

Pria itu tertawa pendek, suara tawanya terdengar seperti melodi yang berbahaya namun candu di telinga Callista. Ia tidak bergerak mundur, justru semakin memangkas jarak hingga ujung penggaris besi menyentuh dada bidangnya yang terbalut jaket.

"Berteriaklah, Callista. Tapi kita berdua tahu, di rumah sebesar ini, dengan pelayan yang tidurnya di paviliun belakang... nggak akan ada yang dengar."

Callista menelan ludah. Siapa sebenarnya remaja laki-laki ini?

Dia adalah Jagad Emerson, putra dari sang legenda Kingsley Emerson, yang mewarisi kemampuan menyelinap ayahnya namun dengan sifat pemberontak yang jauh lebih liar.

"Namaku Jagad," ucap pria itu pelan, matanya menatap langsung ke dalam manik mata Callista. "Dan gue nggak suka ditolak."

Callista terpaku. Ini bukan lagi sekadar film atau imajinasi. Ini adalah realitas yang jauh lebih panas dan berbahaya dari apa pun yang pernah ia bayangkan.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
ren_iren
kembalikan king dan faelynn😂
Ros 🍂: maafkan author Buntu 😭🤣🙏🏼
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍
ren_iren
dan tetiba king and faelyn berubah jd gadis angkat jemuran... dirimu kak, ada2 aja.... 😂😂😂
Ros 🍂: Nanti saya revisi kak, biar masuk cerita nya, Makasih Kak 🫶🙏🥰
total 3 replies
winpar
lnjut thorrr
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍👍
Ros 🍂: ma'aciww kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!