" Cari tahu lebih banyak lagi tentang wanita pengganti itu,kalau sampai ada kecurangan,detik itu juga lenyap kan apapun yang mereka miliki."
" Siap Bro."
Kepala Arjuna berdenyut keras, keinginan untuk mewujudkan impian sang ibu tidak bisa berjalan dengan mulus.tapi dia tidak bisa menunda lebih lama lagi,ini adalah permintaan sang Ibu, wanita yang paling ia sayangi dalam hidup nya.
Sementara di tempat yang lain,sosok wanita pengganti itu sedang berdiri tak karuan, setelah mendengar percakapan kedua orang tua nya.
" Mau jadi apa hidup Aku ini,baru juga mau kuliah,udah di suruh nikah segala."
" Tchh....Apa Aku kabur aja ya?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oland sariyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kita Pulang Sekarang
Tok...Tok...Yura mengetuk pintu ruangan Arjuna . meskipun mereka adalah pasangan suami istri,namun Yura tidak lupa dengan perjanjian yang sudah mereka sepakati bersama.
Yura merasa gelisah.enggan bertemu dengan Arjuna di situasi seperti ini.ia merasa tak nyaman dan berpikir untuk kembali saja ke kelas ,soal tugas ini nanti akan dia serah kan sama yang lain.mungkin salah satu nya adalah Lia karena wanita itu pasti senang bila di minta datang ke ruangan Arjuna dosen kesayangan nya.
Namun belum sempat langkah nya terayun jauh.
Arjuna tiba-tiba keluar menangkap pergelangan tangan nya,menarik paksa tubuh nya masuk ke dalam ruangan itu.
Klik pintu di kunci dari dalam oleh pemilik ruangan.dalam sekejap Arjuna mendorong tubuh Yura hingga punggung nya menempel ke dinding.Yura tak sempat berkata apa-apa.hanya bola mata yang membulat kaget bertemu dengan tatapan tajam milik Arjuna
Sebelum melakukan protes,bibir Arjuna sudah menabrak bibir nya secara brutal dan tanpa ampun.seakan ingin menumpahkan kekesalan nya di balik diam nya tadi.tangan Arjuna sengaja mencengkram wajah Yura.membuat Yura tak lagi bisa mengelak.
Ciuman itu begitu dalam dan tanpa jeda.berhasil mengaduk-aduk perasaan Yura hingga membuat dada Yura bergemuruh hebat.
Yura awal nya berusaha menolak.mereka masih berada di lingkungan kampus.bagaimana jika ada yang datang dan memergokinya sedang bercumbu dengan sang dosen.tapi sayang ciuman itu semakin dalam dan memabukkan.membuat seluruh tubuh nya terasa lemah tak berdaya.
Yura bisa merasakan ada amarah yang tersirat di dalam ciuman Arjuna.
Setelah beberapa saat,Arjuna akhirnya melepaskan ciumannya.menatap wajah Yura yang terengah-engah dengan wajah memerah.
" Sayang...Aku minta maaf,tadi ..."Yura sengaja memanggil Arjuna seperti ini karena takut mendapatkan hukuman tambahan dari lelaki ini.
Suara Yura seperti sedang berbisik dengan perasaan yang campur aduk.mana bibir nya terasa bengkak lagi akibat ulah sang suami.
" Kamu masih memiliki hubungan dengan dia? Jadi ini alasan Kamu minta pernikahan kita di sembunyikan? Supaya Kamu bisa bebas melakukan apapun dengan dia?" tanya Arjuna dengan suara parau dan tatapan nya begitu dalam.
" Bukan begitu sayang,Aku tadi terpaksa naik mobil dia karena sudah lelah berjalan.lain kali Aku janji nggak akan melakukan nya lagi.jangan marah ya! Wajah Kamu serem banget tahu kalau lagi marah."ucap Yura menjelaskan.
" Kenapa Saya nggak boleh marah? Bukan nya sejak kemarin saya sudah mengatakan kepada Kamu untuk menjaga jarak dengan dia.Kamu ingin melihat sejauh mana saya bisa membuktikan ancaman saya kemarin? Hm?" tantang Arjuna dengan tangan merayap kemana-mana.padahal istri nya sendiri yang minta di turunkan cukup jauh dari kampus.tapi sekarang wanita ini malah mengatakan lelah berjalan.
" Saya tidak pernah main-main dengan ucapan saya ."
Sial...Baru seperti ini saja sudah membuat gairah nya melambung tinggi.niat hati ingin memberikan pelajaran kepada istri kecil nya,namun tak di sangka malah dia sendiri yang di beri kejutan.sekarang tubuh nya begitu sensitif jika berdekatan dengan Yura.
" Sayang...Please...Jangan di sini..."mohon Yura menggeleng pelan.
Sikap bar-bar nya menguap begitu saja berganti dengan rasa takut dan juga malu.tangan nya berusaha menepis tangan Arjuna di bawah sana.
" Kenapa ? Takut si ketua BEM itu melihat kalau Kamu adalah istri saya?" tanya Arjuna masih kesal.
Arjuna kembali mencium brutal bibir Yura bahkan dengan sengaja Arjuna menggigit leher jenjang Yura hingga menimbulkan bekas kemerahan yang begitu segar.
" Mas...Jangan ..." keluh Yura namun Arjuna sama sekali tidak perduli.
" Kita pulang sekarang." ajak Arjuna sudah hilang kendali.
Mata Yura tercengang mendengar ajakan suami nya.pulang? Yura lalu melirik jam yang menempel di dinding.baru satu jam lebih dia berada di kampus, setelah ini masih ada jadwal kuliah lain nya.tapi aneh nya Arjuna malah ngajak dia pulang.
" Nggak mau! Aku masih ada kelas Mas.marah nya di sambung nanti lagi.sumpah Kamu bikin Aku takut tau." Yura mencoba bersikap manis barangkali saja Arjuna bisa luluh.
Api kalau di balas dengan api maka bisa meledak.Yura pernah mendengar tentang istilah itu.sekarang ia sedang mati-matian membujuk suami nya yang sedang merajuk.
" Kalau tidak ingin Saya marah,jangan terima apapun dari ketua BEM itu, jauhi dia atau Kamu mau melihat Saya menendang dia keluar dari kampus ini." Tanya Arjuna sungguh mengerikan.
Yura spontan menggeleng tak setuju,jangan sampai masa depan Dimas hancur karena kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka berdua.
" Iya...Iya Aku nggak akan deket-deket dia lagi! " pasrah Yura seperti nya patuh saat ini adalah jalan terbaik .
" Bagus! Sekali lagi Kamu ketahuan jalan sama dia,Saya tidak akan tinggal diam.kapan perlu Kamu tidak usah kuliah lagi.saya tidak suka milik saya di sentuh oleh orang lain.semua yang sudah menjadi milik saya terlalu berharga untuk di bagi kepada orang lain! Camkan itu." Ucap Arjuna ketus.
Yura mengangguk patuh.ada rasa bahagia yang menyelinap di hati nya ketika mendengar Arjuna menganggap nya begitu berharga.
" Apa yang kalian lakukan di mobil itu tadi? Apa dia juga mencium bibir ini?" tanya Arjuna teringat ketika Dimas mendekat kan kepala nya kepada Yura.
Tangan Arjuna mengusap-usap bibir Yura yang masih basah dan bengkak akibat ulah nya.
Kaca mobil Dimas yang sedikit transparan membuat Arjuna bisa mengintip dengan jelas apa saja yang terjadi di dalam mobil.
" Nggak! Aku nggak pernah ciuman sama orang lain kecuali sama suami ku.jangan ngaco deh Kamu! Aku bukan wanita murahan." marah Yura tidak terima di tuduh seperti itu oleh suami nya sendiri.
Loh...Arjuna mengernyit bingung, sekarang kenapa malah Yura yang marah-marah kepada nya.harus nya sekarang Arjuna masih menguasai keadaan.
" Udah ah Aku mau balik ke kelas lagi.tuduhan Kamu itu bikin Aku kesel."
Yura segera keluar meninggalkan Arjuna yang masih bengong dengan rasa tak percaya nya, lagi dan lagi dia kalah dari istri nya.
" Awas saja Kamu nanti malam,akan saya buat Kamu tidak bisa berjalan lagi." ucap nya mengusap wajah yang sudah panas akibat gairah yang belum mereda.
Huft...
Arjuna menghela nafas panjang.setelah merapikan meja kerja nya,Arjuna bergegas keluar dengan membawa serta tas kerja nya .setelah ini ia tidak memiliki jadwal mengajar lagi.untuk itu Arjuna melajukan mobil nya menuju ke perusahaan milik keluarga Raharja.
Sedangkan di kediaman Bambang, pagi yang begitu tenang ini langsung di sambut Bambang dengan kemarahan yang memuncak.
" Setelah membuat perusahaan ku hancur, sekarang mereka malah mengambil asisten rumah tangga ku juga.pasti ini semua ulah anak nakal itu.apa yang sudah dia katakan kepada Arjuna sampai membuat Arjuna rela mengikuti semua keinginan nya." teriak Bambang penuh emosi.
Jam sarapan Bambang jadi berantakan karena sudah siang begini tapi belum ada makanan yang bisa dia makan.belum lagi di kamar atas Rahmi terus merengek-rengek karena tidak nyaman dengan tempat tidur yang begitu bau dan kotor.
Bambang saja sampai muntah-muntah tidak kuat mencium bau tidak sedap yang memenuhi kamar utama.tudak hanya buang air kecil,Rahmi juga membuang kotoran nya secara sembarangan.
Tangan Bambang yang terbiasa memegang pulpen seakan tidak Sudi menyentuh kotoran milik istri nya sendiri.mau minta bantuan asisten rumah tangga tapi ketiga asisten rumah tangga sudah lebih dulu meninggalkan rumah ini tanpa berpamitan kepada nya.
" Dasar anak sialan! Sekarang nomor nya malah tidak aktif lagi."
" Kamu ingin bermain-main dengan Aku? Hah...Kita lihat saja nanti,Aku akan menghabisi mu seperti Aku menghabisi orang tua mu,Aku tidak pernah takut sekali pun ada Arjuna di samping mu.Kamu tidak akan bisa bersenang-senang di atas penderitaan keluarga ku." kata Bambang dengan mata tajam bersiap-siap ingin mematikan lawan nya.
Prang...Prang...Semua piring melayang tak ada harga diri nya begitu juga dengan perabotan dapur lain nya.
" Brengsek...Tidak ada makanan yang bisa Aku makan." tukas nya ketika melihat lemari penyimpanan makanan dalam keadaan kosong melompong.
Bambang mana punya keahlian dalam mengolah makanan.bahkan merebus air pun ia tak pernah.
" Aaa.....Aa....." dari kamar atas.sayup- sayup suara tangis Rahmi masih terdengar hingga ke lantai bawah.
Keadaan Rahmi semakin memprihatinkan.untuk ke rumah sakit harus punya biaya yang cukup besar.Bambang jelas tidak rela mengeluarkan banyak uang untuk sesuatu yang tidak pasti.
Sekarang pikiran nya sedang di fokus kan pada pemulihan perusahaan.
" Mobil ku?"
Bambang teringat dengan mobil-mobil nya.sampai pagi ini belum ada laporan dari sang asisten mengenai penjualan mobil nya.
" Bagaimana Danu? Laku berapa mobil nya?" tanya Bambang to the point.
" Mobil nya sudah laku semua nya,tapi sekarang masalah nya orang yang Tuan pilih kan untuk membeli mobil itu belum kembali juga ke sini, padahal saya sudah sejak semalaman menunggu ia kembali menjemput uang." ujar sang asisten menjelaskan.
" Apa maksud Kamu? Jangan macam-macam Danu." bentak Bambang dari ujung sana.
" Saya tidak berani macam-macam Tuan,ini kenyataan nya.seperti nya Tuan sudah di tipu oleh mereka.setelah saya cek ternyata tidak ada showroom Delima di sekitar sini."
" Semua mobil beserta surat hilang begitu saja Tuan."
" Tidak...Mana mungkin Aku bisa salah, mereka adalah teman lama ku..Tapi..."
Aah....Mobil ku...
Bruk...
Bersambung.