NovelToon NovelToon
MANTAN ISTRI SATU MILIAR

MANTAN ISTRI SATU MILIAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:17.6k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Aliya mencintai Ibas dengan tulus, namun Ibas membalasnya dengan luka. Demi kekasihnya, Nadia, Ibas menceraikan Aliya secara rahasia. Ia kemudian membayar Aliya satu miliar rupiah agar tetap tinggal serumah demi menipu keluarga besar mereka.
​Namun, sandiwara itu justru membuat Ibas terjebak dalam rasa yang tak semestinya. Saat kebenaran terungkap dan Aliya memilih pergi selamanya, Ibas baru menyadari bahwa ia telah membuang permata demi kerikil.
​Kini, Ibas harus berjuang mengejar maaf Aliya. Sialnya, ia bukan lagi satu-satunya pria yang menunggu. Ada Aufar, sepupunya sendiri, yang sudah lama menyiapkan hati untuk melindungi Aliya.
​Siapakah yang akan Aliya pilih? Pria yang menghancurkannya, atau pria yang menyembuhkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nama yang familiar

"Jawab, Bas! Barusan lo tadi manggil nama siapa?" tanya Aufar sekali lagi.

"Nanti aja ngobrolnya, Far. Gue buru-buru," tukas Ibas yang memilih untuk pindah ke lift sebelah demi mengejar Aliya.

Ia abaikan kehadiran sang sepupu yang baru saja kembali ke tanah air. Padahal, mereka sudah dua tahun lebih tidak bertemu.

"Bas, mau kemana? Hei?" teriak Aufar memanggil.

Namun, pintu lift sudah tertutup. Membawa Ibas turun ke lantai bawah untuk mengejar Aliya. Sementara, Aufar masih berdiri di sana. Terlihat ragu, haruskah melanjutkan langkah menuju ke ruangan VIP yang disewa Raka untuk merayakan ulangtahunnya atau justru menyusul Ibas agar tahu apa yang sebenarnya terjadi.

"Mending, gue kasih selamat ke Raka dulu baru nyusulin Ibas," gumam Aufar mengambil keputusan.

.......

Aliya tak bisa menghentikan deras air mata yang mengalir. Dadanya terasa begitu sesak. Tangannya masih gemetar hebat setelah tadi memberi pelajaran kepada Raka.

Dengan langkah terseok-seok, dia berjalan ke pinggir jalan untuk menghentikan taksi. Yang ada didalam pikirannya saat ini hanya ingin segera menghilang dari tempat itu.

Dia ingin pergi sejauh mungkin dari tempat yang seolah memaksanya untuk berhenti bernapas itu.

"Aliya, tunggu, Al!" teriak Ibas panik.

Dia berlari sekencang mungkin. Namun, tetap saja dia terlambat. Aliya sudah terlanjur menaiki taksi dengan tujuan yang tidak diketahui Ibas.

"Sial!" geram Ibas penuh amarah.

Dia meninju udara kosong untuk melampiaskan kekesalannya. Wajahnya terlihat semakin memerah.

Tanpa pikir panjang, Ibas kembali ke dalam tempat karaoke. Dia masih memiliki perhitungan yang belum selesai dengan Raka dan juga Evan.

Brak!

Ibas membuka pintu dengan gerakan kasar. Semua orang didalam ruangan itu sontak membeku. Terutama, orang-orang yang jelas memiliki salah terhadap Aliya.

"Bas, akhirnya kamu balik. Kami udah nungguin kamu daritadi, loh," tutur Nadia yang mencoba mengabaikan ketegangan dihatinya karena ekspresi Ibas yang menyeramkan.

Gadis itu berdiri. Berjalan menghampiri Ibas kemudian menggandeng lengan pria itu dengan mesra.

"Kamu bisa minggir dulu, nggak, Nad?" tanya Ibas dengan suara rendah, sarat akan penekanan.

"Ke-napa?" tanya Nadia heran.

"MINGGIR!" hardik Ibas dengan suara keras.

Tak hanya Nadia yang tersentak kaget. Orang-orang yang ada didalam sana juga memperlihatkan ekspresi yang sama kecuali satu orang, Aufar.

"Bas, ada apa? Kenapa Lo marah?" tanya Aufar bingung.

Dia belum tahu soal masalah yang terjadi tadi. Saat dia datang, orang-orang sepakat untuk tidak membahas hal tadi. Bahkan, saat Aufar bertanya kenapa kepala Raka terluka, Raka hanya mengatakan jika dia tak sengaja terjatuh dari tangga saat baru saja datang ke tempat itu.

"Lo juga jangan ikut campur, Aufar!" peringat Ibas.

Kening Aufar tampak berkerut. Sebelum dia sempat mencerna situasi yang terjadi, dirinya dikejutkan dengan tindakan yang dilakukan oleh Ibas.

Ibas tiba-tiba menghajar Raka. Pukulannya keras, cepat, dan terarah. Dalam hitungan beberapa detik, wajah Raka sudah babak belur.

"Ampun, Bas!" kata Raka sambil meringis menahan sakit.

"Yang nyuruh lo ngerendahin dia, siapa, hah?" teriak Ibas murka.

"Maaf! Gue benar-benar nggak bermaksud kayak gitu. Gue khilaf, Bas!" jawab Raka dengan wajah yang tampak menahan tangis.

Bugh!

Ibas menendang perut Raka hingga pria yang seharusnya bahagia karena sedang berulang tahun itu justru malah kesakitan gara-gara dipukuli.

"Sekarang, giliran Lo, B@ngsat!" tunjuk Ibas ke arah Evan.

Glek!

Mata Evan melebar sempurna. Bibirnya tampak gemetaran. Kulitnya yang memang sangat putih tiba-tiba berubah pucat kemerahan.

"Sini Lo!" panggil Ibas sambil melambaikan tangannya.

"Bas, kita bicara baik-baik ya! Gue akan minta maaf sama Aliya. Kalau perlu, Gue bakal sujud di hadapan dia agar dia bisa maafin gue. Tapi, jangan pukul gue, please! Kalau muka gue babak belur, karir gue bisa hancur. Besok gue ada pemotretan penting, Bas."

Evan memohon. Tak hanya lewat sorot matanya tapi juga dari gestur tubuhnya.

Sayangnya, semua itu tidak ada gunanya sama sekali. Ibas mengabaikan permintaannya dan malah melangkah maju untuk mendekatinya.

"Bas, mau apa?" tanya Evan sambil melangkah mundur secara refleks.

"Bas, please jangan kayak gini! Gue udah ngaku salah. Bukannya, kita ini sahabat? Lo tega pukul sahabat lo sendiri?"

"Menurut Lo?" Ibas menyeringai sinis. Satu pukulan cepat langsung dia layangkan dan mendarat tepat sasaran di hidung Evan.

Arghh!

Evan memekik kesakitan. Hidungnya patah dalam sekali tinju.

"Bas, please! Udah," pinta Evan memohon. Satu tangannya memegang hidung yang berdarah sementara satu lagi mencoba menahan Ibas.

"Bas, apa-apaan, sih?"

Aufar memutuskan untuk ikut campur. Dia menahan Ibas agar tidak menyerang Evan lagi.

"Lepasin, Far! Bajingan-bajingan bermulut kotor ini harus dikasih pelajaran!"

"Nggak. Lo bisa dapat masalah kalau terus ngamuk kayak gini, Bas!" timpal Aufar.

"Lepas, Aufar! Jangan sampai, Lo kena pukul juga!" peringat Ibas dengan tatapan tajam.

"Pukul aja!" sahut Aufar. "Itu pun kalau lo bisa mukul gue."

Ibas berdecak kesal. Terpaksa, dia harus menyerah. Bukan karena dia tak bisa melawan Aufar. Hanya saja, sang sepupu mungkin ada benarnya.

Kalau Ibas terus menggila, kabar perkelahian ini pasti akan sampai ke telinga orangtuanya. Bagaimana kalau penyakit jantung sang Ibu kembali kambuh jika mendengar berita ini?

"Kali ini, kalian selamat! Lain kali, kalau ketemu gue lagi, mati kalian!" peringat Ibas sambil berlalu pergi.

"Bas, mau kemana?" teriak Nadia.

Dia ingin sekali menyusul Ibas tapi rasa takut didalam hatinya malah melarangnya. Dirinya adalah salah satu dari tiga tersangka yang sudah menghina Aliya. Mungkin, Ibas juga sangat marah terhadap dirinya.

"Sebenarnya, ada apa ini? Kenapa Ibas bisa semarah itu? Ada yang bisa jelasin?" tanya Aufar dengan tatapan frustasi ke semua orang.

Namun, hanya hening yang dia dapat. Tak ada yang berani menjawab hingga seseorang akhirnya memberanikan diri untuk angkat suara.

"Tadi... Raka sama Evan ngata-ngatain istrinya Ibas, Far."

Lagi, Aufar terkejut untuk yang ke sekian kalinya. "Apa!? Istri? Ibas udah nikah?" tanyanya agak syok.

Tak ada yang mengabarinya soal pernikahan Ibas. Selama ini, ternyata dia sudah ketinggalan banyak berita.

"Ibas nikah sama siapa? Nadia?" tanya Aufar sambil menatap Nadia.

Yang ditatap tampak membuang muka ke arah lain. Ekspresi teman-teman yang lain juga terlihat ganjil.

"Bukan, ya?" tebak Aufar. "Terus, kalau bukan sama Nadia, Ibas nikahnya sama siapa?"

"Namanya... Aliya. Aliya Naqiya."

Degh!

Satu nama itu membuat tubuh Aufar seolah baru saja di siram dengan seember es batu. Nama itu sangat familiar. Aufar sudah mengenal nama itu sejak lama sekali.

"Apa Ibas sudah ingat soal Aliya?" gumam Aufar dengan mata memerah.

1
Kar Genjreng
cinta di tolak bogem. bogem bertindak ya Bas,,,,jangan minta saja baik baik gitu ngomong secara baik jangan TREMOSI. juga ya sama Aufar. karena Aufar juga baik,,,bershujud Bas siapa tau dapat di mengerti oleh Aliya dan Aufar niatmu baik ya semoga ya ,,, tetapi luka Aliya memang dalam si Bas,,,,Yo berusahalah sekuat jiwa ragamu


👍😮👍👍👍💪
Ilfa Yarni
siapa yg bakal alya pilih augara atau balik ke iBas ya
sunaryati jarum
Tidak tahu malu dan menjilat ludahnya sendiri Ibas
Jangan sampai Aliya balikan sama Ibas.Seperti memperlakukan barang untuk uji coba, setelah dengan mantannya tidak enak mau coba istri yang telah dibuang dan dihina seperti barang dagangan dengan satu milyar, Alhamdulillah Aliya hanya mengambil 200 juta.
Kar Genjreng: kodrat kebanyakan laki laki kan seperti punya daya sendiri ,,,,setelah kehilangan baru lah menyesali,,,,
total 1 replies
partini
enak bener jadi Ibas,udah nyakitin menyesal minta rujuk
untung mantan istri cintanya tulus dan mulus jadi gampang rujuknya
Kar Genjreng
entah perasaan apa yang Aufar rasakan tetapi keliatan sangat menyayat hati,,,sedih campur lemes seketika. apakah nasibnya akan menjadi jomblo kembali dan cinta terpendam nya tidak pernah terealisasi 😭😭 tapi jodoh kadang kita tidak tahu,,,mungkin Ibas memang pernah gagal menjadi pasangan Aliya ,,, ya karena pengaruh dan belum tau rasanya kehilangan dan dalam keadaan terpuruk,,,nah sekarang baru menyadari ternyata wanita yang ada di samping nya dan telah di buang kini menjadi tempat untuk di rindukan,,,,maaf Aufar pasti akan ada gadis yang baik di tempat lain ,,,dan tentunya bisa menjadi rumah buat pulng untuk mu,,, biarlah asal. sepupu mu bisa bersatu ,,,kasih ultimatum bila menyakiti Aliya kembali tidak ada ampun,,, Ok lanjut
Ilfa Yarni
siapa yg akan dipilih alya aufar atau iBas penasaran
Aidil Kenzie Zie
nggak usah sok-sokan drama wong masalah ini kamu yang buat
Kar Genjreng
bas jangan TREMOSI dulu lo kan memang Aufar yang jaga Alya tetapi rupanya Aufar jaga adak
Kar Genjreng
😮 bagaimana ya kasih kesempatan tidak ya kalau ibas ngajak balikan,,,tapi kan tidak harus balikan to terserah juga si Aliya yg menguntungkan
Ilfa Yarni
.mknya bas jd laki2 itu jgn macam2 setelah sadar baru nyesel tp semua udah terlambat gmn sakit kan
Ilfa Yarni
bingung ya hrs milih siapa klo aku sih mending aufar tp ga tau jg kasian jg sebenarnya ibas
sunaryati jarum
Aufar nggak merebut tapi Aliya sudah kau lepaskan, lagian PD amat kamu jika.Aliya masih mau sama kamu
Kar Genjreng
cinta Aufar terkenzel kembali ya Allah melas men😄 deketin mantan sepupu nya di abaikan sekarang justru mantannya sedah berusaha sangat keras 💪 semangat Basss jangan kendor insyaf sudahan makanya lain kali punya wanita setia jangan di tipu dan ganjen abis haduuh rempes feh😮😮
Ilfa Yarni
m menyesalkan kmknya jd cowok itu yg benar iBas udah rasakan dulu apa yg dirasakan alya dulu
RaisyaMOM
Hai author mau nanya aja aku juga penulis dari 2020 waktu puncak jaya nya author ni mangatoon… sekarang masih kayak dulu gak si pambacanya 🥲 kangen nulis lagi
Kar Genjreng
ya karena Ibas sudah berubah dan ingin serius memperbaiki kembali bersama Aliya,,,,ya semoga saja Allah masih memberikan kesempatan buat orang yang sudah menyakiti tetapi sekarang sudah insyaf dan bertaubat. ,,,
Aidil Kenzie Zie
mana ada rebut Aliya dari kamu Bas kalian kan udah cerai
Arbaati
menarik, selalu ditunggu updatenya
Ilfa Yarni
imas knp dia sakit apa sebenarnya kasian jg iBas tp mau gmn lg itu udah konsekwensi dr perbuatannya pd alya dan skr baru menyesal
sunaryati jarum
Benar ikhlaskan Aliya itu konsekuensi dari perbuatamu padanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!