Menceritakan tentang Davidson Mahendra seorang pria dengan sikap dingin dan perfeksionis yang tak sengaja di hadapkan dengan Nindi, gadis biasa yang pernah menjadi bagian dari masalalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18 : Restu
"Siapa yang kamu maksud dave?" Tanya surya pelan.
"Nindi yah" Ungkapnya.
Lelaki tua itu tak beraksi beberapa saat sebelum helaan napas yang terdengar berat ia hembuskan
"David bahagia sama nindi, David cinta sama dia" Katanya lagi
Keheningan menyelimuti keduanya, rumah besar yang biasa sepi kini semakin terasa sunyi, ada perasaan dari mereka yang tak bisa di jelaskan lain, namun dari sisi surya ia merasa sangat bahagia mendengar bahwa putranya akan menikah, apalagi melihat raut wajahnya yang berseri, ia tak ingat kapan David jadi sebahagia ini, namun yang mengganjal di hatinya adalah bahwa David tidak memilih Sarah sebagai calon istrinya, apa yang harus ia katakan pada sahabatnya nanti.
"Sejak dulu David cuma suka sama nindi, dia cinta pertama David" Ungkapnya.
Seharusnya surya menyadari mengapa David memaksanya untuk membuat nindi memiliki jabatan di kantor, ia pernah menduga sebelumnya, namun dugaan itu ternyata benar, putranya mencintai sekertaris baru itu.
"David janji sama papa kalo papa izinin David sama nindi David bakalan jadi lebih baik, David janji pa" Katanya.
Dan untuk kali pertama ia melihat David menangis, ia tak ingat kapan terakhir pemuda itu menangis, mungkin sekitar 10 tahun yang lalu dimana istri yang tak lain adalah ibunya meninggal dunia.
Dan kali ini ia melihat ketulusan cinta putranya pada seorang wanita yang ternyata bukan pilihannya.
Rasanya sangat membingungkan, surya akan sangat merasa bersalah ketika harus memaksakan perjodohan David dan Sarah, sementara anaknya itu menaruh hatinya pada gadis lain.
"Restuin David pa" David meraih sebelah tangan ayahnya, mencium nya dan meminta permohonan.
"Dave sudah cukup" Katanya pelan.
David mendongak, ia ingin melihat reaksi yang di berikan ayahnya, surya masih terlihat tenang.
"Papa ngerti, papa bakalan ngomongin ini ke om rudi, papa gak bisa terus maksa kamu" Balasnya.
David memeluk ayahnya erat dan tak lama surya juga membalasnya, ia merasa sangat lega dengan keputusan yang di ambil sang ayah.
"Terimakasih pa, terimakasih banyak! david sayang sama papa"
"Iya papa tau, cari kebahagiaan kamu nak, papa gak berhak menghancurkan itu"
"Terimakasih pa!"
...****************...
"Ayah kaget pas buka mata ngeliat kamu ciuman sama cowok gitu"
Nindi melotot, ia merasa sangat malu mendengar ayahnya berbicara tentang ciuman kemarin.
"Ayah udah ih nindi malu!" Katanya.
Lelaki tua itu tertawa kecil melihat bagaimana pipi nindi terlihat bersemu merah karena ucapannya.
"David orang baik kan?" Tanyanya.
Nindi mengangguk setuju, sebenarnya ayahnya sudah mengetahui lelaki itu sejak dulu, namun ia tak menyangka bahwa keduanya masih berhubungan hingga saat ini.
"Yang kamu nangis waktu hujan hujan itu, gara gara dia bukan?" Tanyanya pelan.
Ternyata ayahnya masih mengingat kejadian 4 tahun silam.
"Bukan" Sangkalnya.
"Kamu gak bisa bohongin ayah nindi, ayah ini kenal sekali sama kamu" Katanya.
"Dia baik ayah, dia gak akan nyakitin nindi"
"Ayah tau"
"Terus kenapa ayah bisa berfikir kalau dia yang buat nindi nangis pas hujan hujan waktu itu?"
"Ayah kan gak bilang itu salah David, itu salah kamu kan?" Tanyanya.
Nindi menoleh ke arah lain, air matanya berlinang ketika mengingat masa lalunya bersama david, ia menyesali perbuatannya.
"Gak sepenuhnya salah kamu, kamu emang baik dan rela berkorban demi temen kamu, makanya deh begitu" Lanjutnya.
"Coba aja nindi nerima cinta dia waktu itu, pasti dia gak bakalan nyebelin!" Sesalnya.
Ayahnya tertawa, mendengar gerutuan putrinya, lucu sekali jika mengingat tentang hal itu.
"Yang penting sekarang udah sama sama lagi kan? kalian emang di takdirkan bersama nindi, makanya kalian ketemu lagi"
Nindi mengangguk setuju.
"Bilang sama dia kalo kamu juga cinta, dia pasti akan seneng banget" kata ayahnya.
"Masa dia gak tau?" Nindi cemberut malas.
"Ya kalo gak bilang gimana bisa tau, lagian ayah itu kenal sama kamu, gengsinya setinggi langit, orang bisa salah paham, ayah takut nanti David juga salah paham, ayah harap kamu ngerti dengan apa yang ayah bilang ya?"
"Iya ayah"
"Kapan kamu pergi ke kantor lagi?"
"Lusa, nindi tunggu keadaan ayah stabil dulu"
"Ayah udah gak papa kok, bentar lagi juga boleh pulang"
"Iya ayah, ayo makan dulu" Nindi mulai menyendok makanan dan menyuapkannya pada sang ayah.
...****************...
David menuruni satu persatu anak tangganya dengan semangat, ia akan menemui nindi di rumah sakit hari ini, namun langkahnya semakin pelan saat di bawah sana ia melihat kehadiran keluarga Sarah, apa yang mereka lakukan hingga datang sepagi ini?
"Dave sini nak!" Panggil ayahnya pelan.
David menghampiri semua orang di sana, ia menyapa kedua orang tua Sarah dengan ramah.
"Pagi om tante" Sapanya.
"Pagi David, apa kabar?" Tanya ibu Sarah.
"Baik tante"
"Syukur deh"
David ikut mendudukkan dirinya di sofa dan bergabung dengan semua orang.
"Ada apa ya om datang sepagi ini?" Tanya David hati hati
"Maaf kalo kesannya om ini menganggu kerja kamu" ucap Rudi.
"Saya gak pergi ke kantor hari ini, saya mau jenguk ayah teman saya" Jujur David
Surya hanya membiarkan David mengatakan apa yang ingin di katakannya.
"Om kesini mau ngomongin tentang pertunangan kalian" Katanya
"Kalian?" ucap David seolah bertanya siapa yang di maksud dengan kalian.
"Sarah dan kamu" Ungkapnya.
Di tengah tengah orang tuanya Sarah tampak tersenyum mengarah padanya.
"sebagai orang tua om rasa ini sudah waktunya kalian melakukan pertunangan, aku berharap kamu ngerti maksud aku sur, usia David sudah cukup dan Sarah membutuhkan kepastian" Katanya.
David menoleh pada ayahnya, surya masih bersikap santai, ayahnya itu bahkan sedikit tersenyum menanggapi ucapan sang sahabat.
"Sebelumnya aku mau minta maaf sama kamu rudi" Ucap surya membuka suara.
"Minta maaf untuk apa?"
"Aku minta maaf karena pernah memperkenalkan Sarah sebagai tunangan David tapi tidak pernah benar benar merealisasikan nya" Katanya.
"Aku ngerti, kita masih belum terlambat dan memiliki waktu untuk menjadikan mereka pasangan, it's okay surya" balas ayah Sarah.
"Iya, walaupun kami bilang Sarah ingin cepat menikah tapi dia bisa menunggu, Sarah hanya meminta kepastian saja" Lanjut ibu Sarah.
"Itu dia masalahnya" Kata surya.
David semakin merasa percaya diri, seperti nya ayahnya tak berbohong dengan ucapannya untuk terus mendukungnya.
"Apa ada masalah lain sur?"
"David tidak akan menikahi Sarah, dia tidak mencintainya" Ungkap surya.
Tentu saja ucapan itu membuat kedua orang tua Sarah kaget, jika David yang mengatakannya ia mungkin akan bisa mencernanya, namun kali ini surya lah yang mengatakan hal itu.
"Om bercanda kan?" Tanya Sarah tak percaya.
"Om serius Sarah"
"Papa!" Sarah memanggil ayahnya dengan nada keras, ia ingin ayahnya mengatakan sesuatu.
"Apa alasannya surya?"