Yuexin, seorang gadis dari dunia modern yang di abaikan okeh keluarga kandung nya demi sang anak angkat, ia harus mengalami nasib sial. Dirinya mati karena sengaja di dorong oleh saudara angkat nya, bukan nya mati jiwa nya terlempar ke zaman kuno dan masuk ke dalam tubuh seorang gadis miskin yang tidak memiliki keluarga.
lanjut bac yuk ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uyuuun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bagian 17
Kaisar mempersilahkan bagi para tamu untuk menikmati hidangan, Song Yanxue menarik tangan tangan Yuexin untuk menikmati kue - kue yang telah tersedia. Menteri song pun mendekatkan diri ke pejabat - pejabat lain sambil mengucapkan selamat.
"Apakah nona Yuexin anak menteri song ? " tanya kaisar memastikan.
"Saya berharap demikian tapi jika di teliti lagi nona tersebut tidak memiliki kalung turun temurun keluarga kami. Jadi sangat di sayangkan ". ucap menteri song berpura - pura.
Mendengar itu salah seorang di sana merasa cukup lega, namun raja Zhao jelas tahu bahwa Yuexin merupakan anak kandung menteri song entah apa alasan nya raja Zhao tidak berniat ikut campur.
"Bagaimana apakah kue ini enak ? Kue - kue ini berasal dari kedai makan Maiyaizu yang paling di sukai oleh orang - orang " jelas song Yanxue.
"Sangat enak " ucap Yuexin.
"Yuexin kau juga harus mencoba kue yang ini " ucap song Xuan sambil memberi suapan ke mulut Yuexin.
"Emmm tuan muda benar kue ini juga enak ". ucap Yuexin masih sedikit mengunyah.
"Yuexin kau juga harus mencoba yang ini ".
"Sebentar kakak, mulut ku masih penuh " ucap Yuexin membuat song Xuan merasa cemburu.
"Kenapa kau memanggil nya kakak sedangkan memanggil ku tuan muda " perkataan song Xuan membuat tenggorokan Yuexin yang seret menjadi semakin seret.
"Minumlah " pangeran mahkota memberikan Yuexin air dan Yuexin menerimanya.
"Terimakasih yang mulia ".
"Kau harus dengar aku Yuexin, kau harus memanggilku kakak juga " ucap song Xuan dan Yuexin menurutinya.
"Cih berani sekali gadis desa itu merayu pangeran mahkota, lihat saja aku akan membuat perhitungan dengan nya ". ucap Duan shinian dengan tangan mengepal.
"Yuexin kemarilah ! " panggil tuan Zubei dan Yuexin datang namun dengan sengaja Duan shinian mengulurkan kaki nya membuat Yuexin tersandung.
Pangeran Zhao yang berada di dekat situ dengan cepat menolong Yuexin dan Yuexin jatuh ke dalam pelukan pangeran Zhao. Semua gadis yang melihat merasa itu sangat romantis.
"Maaf pangeran ".
"Lain kali berhati - hati terkadang kau merasa tidak melakukan kesalahan apa pun, tapi bagi seseorang kau telah melakukan kesalahan dan berniat mencelakakan mu " ucap pangeran Zhao sambil menatap tajam ke arah Duan shinian.
"Baiklah, terimakasih pangeran ". Yuexin berjalan mendatangi tuan Zubei.
"Yuexin apa kau baik - baik saja ? apakah kalau terluka ? " tanya tuan Zubei dan Yuexin menggelengkan kepalanya.
"Aku baik - baik saja kakek ".
"Syukurlah, Yuexin ibu suri ingin berkenalan dengan mu ".
"Salam buat ibu suri, semoga ibu suri panjang umur dan dewa memberkati ".
"Jadi kau yang bernama Yuexin, Zubei telah banyak cerita padaku tentang makanan mu yang enak dan luar biasa." puji ibu suri.
"Terimakasih pujian nya ibu suri tapi makanan kakek juga luar biasa seperti kue - kue yang di hidangkan sekarang ini. Aku sangat menyukainya " ucap Yuexin dengan antusias.
Tanpa di sadari Yuexin berbicara dengan ibu suri dengan antusias sampai tuan Zubei dan ibu suri tersenyum.
"Aku akan mengajak kakek dan ibu suri berkeliling di desa Tiansheng, warga desa di sana sangat baik dan hidup rukun".
"Zubei memberiku buah ceri dan strawberry, ibu suri ini sangat menyukainya ".
"Kalau begitu tepat sekali " Yuexin mengeluarkan dua toples kaca yang berisi selai ceri dan selai strawberry yang rasanya asam manis.
"Ini selai sangat enak di makan pakai roti gandum tawar ". ucap Yuexin.
Mereka mencolek selai itu dan benar saja rasanya sangat enak dan pas jika di sanding dengan roti tawar.
"Salam yang mulia ibu suri dan tuan Zubei ". ucap kepala desa Bai yang datang bersama Bai shuyao.
"Nona saya ingin mengucapkan terimakasih karena nona telah menolong saya. Kalau bukan karena nona mungkin nyawa saya sudah tidak tertolong".
"Apa yang anda maksud kepala hakim ? ". Tanya ibu suri.
Kepala hakim Bai menceritakan semua nya, mereka terkejut mendengar bahwa Yuexin memberikan nya mata air surgawi yang legenda itu.
'Habislah sudah 'batin Yuexin.
"Bi - bisakah kakek , dan ibu suri merahasiakan nya " ucap Yuexin takut - takut.
"To - tolong jangan katakan pada siapa pun " ucap Yuexin lagi namun kaisar Zhang, raja Zhao dan keluarga menteri song sudah mendengarnya.
"A - aku tidak ingin keluarga ku tahu dan mereka akan bersikap canggung dengan ku." ucap Yuexin sambil memainkan jarinya.
"Tenang saja nak, kami tidak akan memberitahu hal ini kepada siapa pun ". ucap raja Zhao yang menepuk pundak Yuexin.
"Terimakasih yang mulia. " ucap Yuexin lalu membungkuk sopan.
Yuexin pun pamit untuk mencari udara segar, Yuexin keluar dari istana dan mendapati putri Zhang ran - ran yang tampak menangis di taman.
"Ambil lah " ucap Yuexin sambil memberikan sapu tangan.
"kau terlihat sangat cantik sekali, bahkan kau jauh lebih pantas menjadi putri kekaisaran di banding kan diriku sendiri " ucap putri Zhang ran - ran.
"Sebenarnya anda juga cantik putri, hanya saja berat badan anda yang berlebihan itu yang menyebabkan kecantikan anda tertutupi " ucap Yuexin dengan jujur.
"Jika anda berkenan hamba bisa membantu anda, anda cukup pesan makanan sehat dari saya. Saya jamin dalam waktu satu bulan anda bisa menurunkan berat badan, tapi anda juga harus berolahraga dengan berjalan kaki mengelilingi istana selama 1 jam saja ". ucap Yuexin. Yuexin ingin mencari pundi - pundi keuangan lagi.
"Apakah bisa ? " tanya putri ran - ran tidak yakin.
"Tentu saja, jika tidak turun makan uang anda akan hamba kembalikan ". Jawab Yuexin.
"Kalau begitu aku mau memesan nya dalam satu bulan ke depan ".
"Tapi harganya cukup mahal ".
"Tidak masalah asalkan aku bisa menurunkan berat badan ".
"Baiklah, terkadang berat badan yang berlebih membuat kita kurang percaya diri ". ucap Yuexin benar adanya.
"Salam yang mulia putri, sepertinya anda terlihat sedikit kurusan " ucap Duan shinian yang berupa sindiran.
"Sebagai seorang gadis kita memang harus pintar merawat diri, jika tidak seorang pria tidak akan mau mendekati kita apalagi kita penuh dengan lemak " perkataan Duan shinian memang menyakitkan namun putri Zhang ran - ran yang lemah dan gampang tertindas tidak berani mengadukan nya kepada kaisar dan permaisuri. Kepribadian nya yang tertutup membuat keluarga nya tidak mengetahui permasalahan nya, selama ini mereka pikir putri Zhang ran - ran bahagia.
"Nona benar kecantikan memang perlu dan merawat diri memang di anjurkan untuk para gadis, tapi dari semua itu ada yang lebih penting tapi tidak di terapkan oleh nona. Tata Krama, sepertinya nona tidak memiliki tata Krama ". ucap Yuexin, pangeran Zhao yang memperhatikan itu merasa Yuexin menarik di matanya.
"Kau berani sekali gadis desa seperti ku berbicara tidak sopan dengan ku ! " marah Duan shinian.
"Gadis desa ini belajar dari anda nona, bukan kah anda juga berbicara tidak sopan dengan tuan putri Zhang " balas Yuexin.
"Ayo kita pergi ". Ajak Duan shinian kepada pelayan pribadinya.
Namun dengan sengaja pelayan pribadinya menyenggol putri Zhang sehingga putri Zhang jatuh ke dalam danau buatan.
"Yang mulia putri ! " teriak Yuexin.
"Tolong ! tolong aku ".
Yuexin melompat ke dalam air dan berusaha membawa tubuh putri Zhang ran - ran ke pinggir danau. Semua orang yang berada di dalam istana keluar setelah mendengar suara teriakan mereka.
"Cepat tolong mereka ! " teriak kaisar Zhang.
Pangeran Zhao ikut lompat ke dalam air lalu berusaha membuat tubuh putri Zhang ran - ran naik ke daratan.
"Jika kita di tanya jawab seperti yang aku perintah "
"Baik nona ".
Yuexin di bantu pangeran Zhao juga untuk naik ke permukaan. Yuexin bergerak dengan cepat, ia memompa dada putri Zhang dan memberikan nafas buatan agar air yang di telan putri Zhang keluar.
"Cepat panggil tabib " perintah kaisar kepada pengawal.
Yuexin terus melakukan upaya agar putri Zhang ran - ran mengeluarkan air yang di telan nya. Sebagian orang mengatakan tindakan yuexin sangat tidak senonoh tapi setelah melihat putri Zhang ran - ran terbatuk sambil mengeluarkan air barulah mereka terdiam.
Putri Zhang ran - ran pun akhirnya sadar, Yuexin membantu putri Zhang ran - ran untuk duduk dan ia memberikan kain dari salah satu pelayan untuk menyelimuti tubuh putri Zhang ran - ran yang basah.
"Terimakasih " ucap putri zhang ran - ran lalu pelayan membawanya untuk mengganti pakaian.
Nyonya song memberikan kain juga untuk menyelimuti tubuh Yuexin yang basah, ia menangis takut akan kehilangan putrinya yang bahkan belum ia beritahu ke publik.
"Biarkan mereka berganti pakaian terlebih dahulu, setelah itu panggil mereka untuk di tanya mengenai kejadian hari ini ". ucap kaisar Zhang.
tp lw badan nduth gx bisa tuh😁😁😁