NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Selingkuh
Popularitas:46.3k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Pernikahan yang Ayra perjuangkan selama bertahun-tahun ternyata hanyalah kebohongan yang dibungkus cinta.
Dia begitu mencintai Arga, suaminya. Pria itu terlihat sempurna dimatanya—dewasa, perhatian, dan selalu mampu membuat Ayra merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia. Hingga suatu hari, semuanya hancur dalam sekejap.
Ayra menemukan fakta menyakitkan yang selama ini disembunyikan rapat-rapat oleh Arga. Suaminya ternyata memiliki wanita lain dibelakangnya. Bukan orang asing… melainkan sekretaris pribadinya sendiri.
Yang lebih menghancurkan, hubungan terlarang itu telah melahirkan seorang anak laki-laki.
Anak yang selama ini Ayra rawat sepenuh hati. Anak yang dia peluk setiap malam. Anak yang dia anggap sebagai pelipur lara karena rumah tangganya belum juga dikaruniai buah hati.
Namun nyatanya… putra kecil itu adalah darah daging suaminya bersama wanita simpanannya.
Hati Ayra runtuh seketika. Semua kasih sayang, pengorbanan, bahkan cintanya terasa dipermainkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24 ~ Kejutan

Mobil Arga baru saja berhenti didepan rumah pagi itu. Bahkan sebelum pria itu sempat masuk ke dalam, Nyonya Ratna sudah lebih dulu berjalan cepat menghampirinya.

“Arga!”

Arga yang baru turun dari mobil langsung menghela napas pelan. Kepalanya masih terasa berat karena berbagai masalah yang belum juga selesai.

“Ada apa lagi, Ma?”

“Ada apa lagi katamu?! Kamu tau tidak? Gara-gara Oma Gloria membekukan kartu kredit Mama, Mama sampai dipermalukan didepan banyak orang kemarin!” pekik Nyonya Ratna kesal.

Arga mengerutkan keningnya. "Apa?!"

“Iya! Di toko perhiasan, Arga! Mama sudah memilih berlian, tapi semua kartu Mama ditolak! Pokoknya kamu harus bicara pada Wanita itu secepatnya agar mengembalikan uang Mama!"

“Ma, sekarang perusahaan juga sedang bermasalah, aku tidak bisa langsung menyelesaikan semuanya.” jawab Arga lelah.

“Terserah! Pokoknya Mama tidak mau tau, uang mama harus kembali secepatnya!” potong Nyonya Ratna.

Arga tertawa hambar.

“Bagaimana caranya, Ma? Mereka sampai menyewa pengawal untuk menjaga rumah. Aku bahkan tidak bisa masuk menemui Ayra.”

“Kalau begitu hubungi Ayra! Suruh dia datang kesini!” bentak Nyonya Ratna lagi.

Rahang Arga mengeras. “Aku sudah mencobanya. Tapi Ayra tidak mau menjawab teleponku.”

“Apa?!...” Tatapan Nyonya Ratna melebar. “Ayra benar-benar keterlaluan! Kalau saja dia mau menerima semuanya dan tinggal bersama kita dengan damai, apa susahnya sih?”

Tepat saat itu, Shella yang baru turun dari lantai atas berjalan mendekat.

"Jadi kamu benar-benar menemuinya, Mas?!"

Arga diam. Tatapannya seperti orang yang bingung. "Iya,"

"Dan kamu tidak berhasil?!" tuding Shella.

Arga memang tidak kembali kekantor setelah gagal menemui Ayra. Dia bahkan baru pulang pagi ini.

"Tidak. Ayra menolak untuk bertemu denganku."

Bibir Shella mengeras. Menatap penuh kekecewaan. Ayra memang suka sekali mencari perhatian Arga, agar pria itu selalu memikirkannya, tanpa ada tempat bagi Shella.

"Lalu kita harus bagaimana sekarang?!" tekan Nyonya Ratna frustasi. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan semua yang terjadi.

Hening. Semua tampak mendapatkan jalan buntu untuk masalah ini. Sampai akhirnya tiba-tiba Shella membuka suaranya.

"Jika mbak Ayra menolak menemui mas Arga.. mungkin kita harus mencari cara lain."

"Maksudmu?" tanya Nyonya Ratna cepat.

Shella menatap ke arah kamar bermain, dimana saat ini Samuel tengah bermain berdua dengan Bi Imah.

"Samuel." ucapnya singkat. "Kita bisa memanfaatkannya.."

Tatapannya beralih ke nyonya Ratna dan juga Arga. "Mbak Ayra sangat menyayangi Samuel. Kalau Samuel yang meminta bertemu, mungkin Mbak Ayra akan datang."

Tatapan Arga langsung menajam. "Tidak! Apa kamu sudah gila! Dia anak kecil. Tidak sepantasnya kamu membawanya dalam masalah ini!"

"Tapi Mas, ini satu-satunya cara agar—"

"Aku bilang tidak." bentak Arga keras.

"Jangan ada yang berani melakukan apapun! Aku tidak mau menambah masalah!"

Hening. Pria itu langsung bergegas pergi dan naik kekamarnya.

Sementara Nyonya Ratna mendengus kesal sambil menatap punggung Arga yang semakin jauh. "Bagaimana ini, Shella?"

"Mama tenang saja, kita akan tetap menjalankan rencana ini, dengan ataupun tanpa mas Arga." balas Shella, lengkap dengan senyuman liciknya.

Tentu saja, Shella juga tidak mau sampai perusahaan Arga bangkrut, jika itu sampai terjadi maka ini juga akan berdampak pada dirinya. Shella tidak mau jadi gembel. Tidak.

Shella akan melakukan apapun, meskipun itu artinya dia harus mengorbankan Samuel sekalipun.

••

••

Siang itu suasana butik Ayra terlihat cukup ramai. Beberapa pelanggan sedang melihat koleksi terbaru yang dipajang didalam etalase.

Sementara Ayra duduk diruang kerjanya sambil memeriksa beberapa sketsa desain.

Drrrt...

Ponselnya bergetar. Nama Shella muncul dilayar

Ayra hanya melirik sekilas lalu kembali fokus pada pekerjaannya.

Drrrt...

Drrrt...

Panggilan itu kembali masuk untuk kedua kalinya. Namun lagi-lagi Ayra mengabaikannya.

Tak lama kemudian sebuah pesan masuk.

Ting! Ayra mengernyit pelan saat melihat nama pengirimnya. Shella.

Dengan enggan, wanita itu membuka pesan tersebut.

Sebuah foto langsung muncul dilayar. Samuel. Bocah itu sedang duduk dikamarnya sambil memeluk mainan dinosaurus kesayangannya.

Dadanya sempat terasa sesak sesaat. Namun Ayra tetap diam.

Beberapa detik kemudian pesan lain kembali masuk. ["Ada yang ingin aku bicarakan denganmu sebentar. Ini tentang Samuel."]

Ponsel Ayra kembali berdering. Namun kali ini wanita itu segera mengangkatnya.

"Ada apa? Cepat katakan?" suara ayra terdengar begitu dingin.

"Mbak Ayra, beberapa hari ini Samuel terus menanyakanmu. Dia pasti rindu padamu.. Bisakah kamu datang untuk menemuinya?"

Ayra terdiam. Dia tau, ini pasti siasat licik dari Shella. Mereka mulai kehilangan ketenangan setelah sang Oma bertindak, akhirnya mereka menggunakan jurus menjijikkan seperti ini.

Tapi kalau Shella ingin bermain. Maka tentunya ayra juga akan meladeninya dengan senang hati.

"Baiklah. Kapan kita bisa bertemu?"

Shella langsung bangga, akhirnya perangkapnya termakan juga. Shella tidak menyangka akan semudah itu membohongi Ayra.

"Sore nanti.. kita bertemu di taman bermain. bagaimana?"

"Tentu. Aku akan siapkan kejutan."

Setelah mengatakan hal tersebut. Ayra langsung mematikan telfonnya. Dia langsung menghubungi Bima detik itu juga.

"Bima, bisa ke butikku sekarang?"

"Baik Nona.."

Ayra tersenyum simpul. Lalu kembali menutup telfonnya.

"Kita lihat saja Shella. Siapa yang akan masuk ke dalam perangkap?"

••

Sore itu Shella dan Nyonya Ratna datang ke taman kota bersama Samuel. Bocah itu terlihat diam sejak tadi. Bahkan Samuel sempat menolak untuk pergi bersama Shella dirumah.

Tapi setelah dibujuk beberapa kali, akhirnya Samuel mau ikut bersama mereka.

“Oma, kita mau kemana?” tanyanya penasaran.

Nyonya Ratna tersenyum tipis. “Kita mau bertemu Mama Ayra. Kamu senang, kan?”

Mata Samuel langsung berbinar. “Iya! Aku senang!” serunya girang.

“Kalau begitu tunggu yang manis ya.”

Mereka pun duduk di salah satu bangku taman. Sementara Samuel asyik bermain pasir dan menyusun mainan dinosaurus kecil miliknya.

Sepuluh menit berlalu.

Dua puluh menit.

Tiga puluh menit. Namun sosok Ayra tak kunjung terlihat.

Wajah Shella mulai berubah kesal. “Kenapa lama sekali?” gumamnya.

Nyonya Ratna juga mulai kehilangan kesabaran. “Jangan-jangan dia sengaja mempermainkan kita.”

Tepat saat itu sebuah mobil hitam perlahan berhenti tidak jauh dari tempat mereka.

Mata Nyonya Ratna langsung berbinar. “Itu mobil Ayra!”

Shella buru-buru berdiri. “Akhirnya datang juga.”

Namun harapan mereka langsung sirna saat pintu mobil terbuka. Bukan Ayra yang turun, melainkan Bima.

Pria itu berjalan tenang mendekati mereka.

“Selamat sore.”

Alis Shella langsung berkerut. “Mana Mbak Ayra?”

Bima tersenyum sopan. “Maaf. Saya diutus langsung oleh Nona Ayra untuk menjemput Tuan Samuel.”

Deg.

“Apa maksudnya?” tanya Nyonya Ratna tajam.

“Mana Ayra? Bukankah dia bilang akan datang?”

“Maaf, Nyonya. Nona Ayra tidak bisa hadir. Beliau hanya meminta saya membawa Tuan Samuel untuk menemuinya.”

Wajah Shella langsung berubah. “Jadi dia mempermainkan kami?!”

Namun Bima sama sekali tidak menanggapi. Sebaliknya ia justru berjongkok di depan Samuel.

“Tuan kecil.”

Samuel langsung menoleh. “Om Bima!”

“Mama Ayra sedang menunggu.”

Mata Samuel langsung berbinar. “Benalkah?!”

“Benar. Ayo ikut Om sekarang..”

“Iya, aku mau ikut!” Tanpa ragu Samuel langsung berdiri dan berlari menghampiri Bima.

Melihat itu, Shella hanya bisa mengepalkan tangannya kesal.

Beberapa menit kemudian mobil Bima pergi membawa Samuel . Meninggalkan Shella dan Nyonya Ratna yang duduk dengan wajah muram.

“Kurang ajar...” geram Nyonya Ratna.

“Dia mempermainkan kita.” Shella yang masih kesal langsung meraih ponselnya dan menghubungi Ayra.

Tak butuh waktu lama, panggilan itu terangkat.

“Kamu ingkar janji, Mbak!” serunya penuh emosi.

Suara Ayra terdengar tenang dari seberang sana. “Aku ingkar janji?”

“Iya! Mbak bilang akan datang!”

“Aku tidak merasa berbohong.”

Shella langsung terdiam sesaat.

“Bukankah yang ingin bertemu denganku hanya Samuel?” lanjut Ayra santai. “Dan bukankah sekarang dia sedang dalam perjalanan menemuiku?”

“Tapi Mbak bilang kita akan bertemu di taman!”

Ayra terkekeh pelan. “Memangnya apa lagi yang kamu inginkan, Shella?”

“Mas Arga?” lanjut Ayra. Wajah Shella langsung berubah.

“Bukankah aku sudah memberikannya padamu? Tenang saja.. Karena sebentar lagi aku juga akan mengurus surat perceraian secara resmi. Jadi kamu tidak perlu khawatir. Tidak ada lagi yang akan menghalangi hubungan kalian.”

Wajah Shella langsung memucat. Karena yang dia ingin bukan hanya Arga, tapi tenang beberapa dana perusahaan dan juga tentang semua kartu kredit yang dibekukan. Termasuk miliknya.

Shella pikir dia bisa menekan Ayra lewat Samuel. Tapi nyatanya wanita itu lebih cerdas dari yang dia pikirkan. Sial!

Sebelum Shella sempat membalas, suara Ayra kembali terdengar.

“Aku tidak memiliki banyak waktu, Shella. Lebih baik kalian segera pulang. Ada kejutan lain yang sedang menunggu kalian dirumah.”

“Maksudmu?”

Tut-

Sambungan telepon langsung terputus. Shella dan Nyonya Ratna saling menatap, firasat buruk mulai muncul dihati mereka.

1
You `ka
kamu marah Arga? nggak inget apa yang sudah kamu buat juga ke ayra..? sama Ga.. 🤣🤣🤣🤣
You `ka
salah paham gimana Shella? semua buktinya sudah ada.. makannya jadi wanita itu jangan gampangan..🤣🤣🤣
You `ka
rasakan! sudah tidak bisa lari lari atau mengelak. pasrah saja, akui kesalahan kalian berdua..😝😝😝
sunaryati jarum
Kamu sama Shela sama Arga , sama-sama pengkhianat.Nah itu juga yang dirasakan Aira,Arga.Bahkan kau lebih kejam, menjadikan Aira mengasuh bayi selingkuhan kamu.🤣🤣👋 rasain
sunaryati jarum
Tolong saja selingkuhan kamu itu Arga,jika Samuel anak Andre makin dalam penyesalan Andre
sunaryati jarum
Pertanggung jawabkan semua perbuanmu Shela.Untung Samuel tidak kau bawa,maka nasibnya seperti apa? Bagaimana Arga setelah tahu bahwa Shela punya pria lain, bahkan mencuri uang di perusahaan kamu.Bodoh amat kamu memelihara pencuri dan menikahinya
You `ka
rasakan itu! sebentar lagi kejahatan akan terbongkar! siap-siap mendekam di penjara..


Lisa si ulat bulu, dia pikir gampang taklukkan Tristan. dia nggak kayak kakak kamu yah.. no no...☝️
You `ka
keren Tristan! lanjutkan!
sunaryati jarum
Lisa sudah dihadang saat baru mau menggoda Tristan
sunaryati jarum
Tamat riwayat Andre dan Shela bagaimanakah reaksi Arga jika Shela pernah sering tidur dengan Andre.Ssmuel semoga anak Andre.
sunaryati jarum
nah gitu satset,nah itu Lisa pelakor baru
sunaryati jarum
Benar segera kalian menikah
You `ka
gasss lah Tristan. cepat nikahi Ayra, supaya si Lisa tidak bisa lagi menggatal ..🤣🤣🤣🤣
You `ka
kamu nggak sadar Lisa... Rama itu orang kepercayaannya Tristan.. nggak bisa seenaknya gitu yah... dasar!😏😏
Zhao_Xena: lupa diri dia kak..🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
ayo cepat tangkap saja Tristan. nggak usah kasih waktu lagi.. semakin lama malah nanti buat mereka jadi kabur lagi..

dan Lisa... Ndak tau malu kamu yaah.. mau kamu dapat nasib kayak Shella?!😤
elfanaya 💞
apa sam anak arga sama shella 🤔
Zhao_Xena: langsung maraton aja kak... biar tau jawabannya...🤣🤣
total 1 replies
You `ka
dengerin itu Lis... jaga batasan! kalau masih nggak tau.. Yo wess! tamatlah riwayatmu..🤣🤣🤣😏😏
You `ka
tangkap saja semuanya Tristan.. biar Shella juga kapok! juga Lisa.. jangan berharap apa2 deh, kerja aja.. nggak usah jadi ulet bulu..🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Lisa lupa untuk menjaga batas, karena tujuannya selain kerja ingin menggaet Tristan.Itu yang akan merugikan dirimu sendiri nanti,Lisa.
sunaryati jarum
Pelakor baru di hidup Aira,namun tidak kawatir Tristan tidak akan tertarik pada Lisa.Sudah tahu persembunyian Shela,kok tidak segera tertangkap,apa ingin mengungkap siapa sebenarnya Shela, Tristan.
Zhao_Xena: biar Arga tau sekalian Mak, kalau Shella tidak sesetia itu padanya..🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!