NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Cerai
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Pernikahan yang Ayra perjuangkan selama bertahun-tahun ternyata hanyalah kebohongan yang dibungkus cinta.
Dia begitu mencintai Arga, suaminya. Pria itu terlihat sempurna dimatanya—dewasa, perhatian, dan selalu mampu membuat Ayra merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia. Hingga suatu hari, semuanya hancur dalam sekejap.
Ayra menemukan fakta menyakitkan yang selama ini disembunyikan rapat-rapat oleh Arga. Suaminya ternyata memiliki wanita lain dibelakangnya. Bukan orang asing… melainkan sekretaris pribadinya sendiri.
Yang lebih menghancurkan, hubungan terlarang itu telah melahirkan seorang anak laki-laki.
Anak yang selama ini Ayra rawat sepenuh hati. Anak yang dia peluk setiap malam. Anak yang dia anggap sebagai pelipur lara karena rumah tangganya belum juga dikaruniai buah hati.
Namun nyatanya… putra kecil itu adalah darah daging suaminya bersama wanita simpanannya.
Hati Ayra runtuh seketika. Semua kasih sayang, pengorbanan, bahkan cintanya terasa dipermainkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24 ~ Kejutan

Mobil Arga baru saja berhenti didepan rumah pagi itu. Bahkan sebelum pria itu sempat masuk ke dalam, Nyonya Ratna sudah lebih dulu berjalan cepat menghampirinya.

“Arga!”

Arga yang baru turun dari mobil langsung menghela napas pelan. Kepalanya masih terasa berat karena berbagai masalah yang belum juga selesai.

“Ada apa lagi, Ma?”

“Ada apa lagi katamu?! Kamu tau tidak? Gara-gara Oma Gloria membekukan kartu kredit Mama, Mama sampai dipermalukan didepan banyak orang kemarin!” pekik Nyonya Ratna kesal.

Arga memijat pelipisnya.

“Di toko perhiasan, Arga! Mama sudah memilih berlian, tapi semua kartu Mama ditolak!”

“Ma, sekarang perusahaan juga sedang bermasalah...” jawab Arga lelah.

“Terserah! Pokoknya Mama tidak mau tau. Kamu harus bicara dengan Oma Gloria!” potong Nyonya Ratna.

Arga tertawa hambar.

“Bagaimana caranya? Mereka sampai menyewa pengawal untuk menjaga rumah. Aku bahkan tidak bisa masuk menemui Ayra.”

“Kalau begitu telepon Ayra! Suruh dia datang kesini!” bentak Nyonya Ratna lagi.

Rahang Arga mengeras. “Aku sudah mencobanya. Tapi Ayra tidak mau menjawab teleponku.”

“Astaga...” Nyonya Ratna menggeleng kesal. “Ayra benar-benar keterlaluan! Kalau saja dia mau menerima semuanya dan tinggal bersama kita dengan damai, apa susahnya sih?”

Tepat saat itu, Shella yang baru turun dari lantai atas berjalan mendekat.

“Ada apa ini, Ma?”

Nyonya Ratna langsung mendengus. “Ayra! Dia menolak menemui Arga!”

Shella menoleh pada Arga.

“Jadi kemarin Mas belum berhasil bertemu Mbak Ayra?”

Arga menggeleng singkat. “Belum.”

Shella memang tidak bertemu dengan Arga lagi setelah pria itu memutuskan untuk menemui Ayra kemarin. Bahkan tadi malam Arga baru saja kembali kekantor dan sengaja tidak pulang, memilih untuk tidur disana.

Shella terdiam sesaat seolah sedang berpikir keras.

"Kalau begitu... mungkin kita harus mencari cara lain."

"Maksudmu?" tanya Nyonya Ratna cepat.

Shella menatap ke arah Samuel.

"Samuel."

Alis Arga langsung berkerut.

"Apa maksudmu?"

"Mbak Ayra sangat menyayangi Samuel." jawab Shella pelan. "Kalau Samuel yang meminta bertemu, mungkin Mbak Ayra akan datang."

Mata Nyonya Ratna langsung berbinar. "Itu benar!"

"Tidak." Arga langsung memotong tegas. "Aku tidak akan menyeret Samuel ke masalah orang dewasa."

Shella mengepalkan tangannya diam-diam.

"Tapi Mas—"

"Aku bilang tidak."

Suara Arga terdengar dingin. "Aku tidak mau memanfaatkan perasaannya hanya untuk memaksa Ayra kembali."

Hening. Pria itu langsung bergegas pergi dan naik kekamarnya.

Sementara Nyonya Ratna mendengus kesal sambil menatap punggung Arga yang semakin jauh. "Kalau begitu sampai kapan kita harus begini?"

"Mama tenang saja, kita akan tetap menjalankan rencana ini, dengan ataupun tanpa mas Arga." balas Shella, lengkap dengan senyuman liciknya.

Tentu saja, Shella juga tidak mau sampai perusahaan Arga bangkrut, jika itu sampai terjadi maka ini juga akan berdampak pada dirinya. Shella tidak mau jadi gembel. Tidak.

Shella akan melakukan apapun, meskipun itu artinya dia harus mengorbankan Samuel sekalipun.

••

••

Siang itu suasana butik Ayra terlihat cukup ramai. Beberapa pelanggan sedang melihat koleksi terbaru yang dipajang didalam etalase.

Sementara Ayra duduk diruang kerjanya sambil memeriksa beberapa sketsa desain.

Drrrt...

Ponselnya bergetar. Nama Shella muncul dilayar

Ayra hanya melirik sekilas lalu kembali fokus pada pekerjaannya.

Drrrt...

Drrrt...

Panggilan itu kembali masuk untuk kedua kalinya. Namun lagi-lagi Ayra mengabaikannya.

Tak lama kemudian sebuah pesan masuk.

Ting! Ayra mengernyit pelan saat melihat nama pengirimnya. Shella.

Dengan enggan, wanita itu membuka pesan tersebut.

Sebuah foto langsung muncul dilayar. Samuel. Bocah itu sedang duduk dikamarnya sambil memeluk mainan dinosaurus kesayangannya.

Dadanya sempat terasa sesak sesaat. Namun Ayra tetap diam.

Beberapa detik kemudian pesan lain kembali masuk. ["Ada yang ingin aku bicarakan denganmu sebentar. Ini tentang Samuel."]

Ponsel Ayra kembali berdering. Namun kali ini wanita itu segera mengangkatnya.

"Ada apa? katakan?" suara ayra terdengar begitu dingin.

"Mbak Ayra, beberapa hari ini Samuel terus menanyakanmu. Dia pasti rindu padamu.. Bisakah kamu datang untuk menemuinya?"

Ayra terkekeh pelan. Dia tau, ini pasti siasat licik dari Shella. Mereka mulai kehilangan ketenangan setelah sang Oma bertindak, akhirnya mereka menggunakan jurus menjijikkan seperti ini.

Tapi kalau Shella ingin bermain. Maka tentunya ayra juga akan meladeninya dengan senang hati.

"Baiklah. Kapan kita bisa bertemu?"

Shella langsung girang. Akhirnya Ayra percaya padanya. Semudah itu membohongi wanita itu.

"Sore nanti.. kita bertemu di taman bermain. bagaimana?"

"Tentu. Aku akan siapkan kejutan."

Setelah mengatakan hal tersebut. Ayra langsung mematikan telfonnya. Dia langsung menghubungi Bima detik itu juga.

"Bima, bisa ke butikku sekarang?"

"Baik Nona.."

Ayra tersenyum simpul. Lalu kembali menutup telfonnya.

"Kita lihat saja Shella. Siapa yang akan masuk ke dalam perangkap?"

••

Sore itu Shella dan Nyonya Ratna datang ke taman kota bersama Samuel. Bocah itu terlihat diam sejak tadi. Bahkan Samuel sempat menolak untuk pergi bersama Shella dirumah.

Tapi setelah dibujuk beberapa kali, akhirnya Samuel mau ikut bersama mereka.

“Oma, kita mau kemana?” tanyanya penasaran.

Nyonya Ratna tersenyum tipis. “Kita mau bertemu Mama Ayra. Kamu senang, kan?”

Mata Samuel langsung berbinar. “Iya! Aku senang!” serunya girang.

“Kalau begitu tunggu yang manis ya.”

Mereka pun duduk di salah satu bangku taman. Sementara Samuel asyik bermain pasir dan menyusun mainan dinosaurus kecil miliknya.

Sepuluh menit berlalu.

Dua puluh menit.

Tiga puluh menit. Namun sosok Ayra tak kunjung terlihat.

Wajah Shella mulai berubah kesal. “Kenapa lama sekali?” gumamnya.

Nyonya Ratna juga mulai kehilangan kesabaran. “Jangan-jangan dia sengaja mempermainkan kita.”

Tepat saat itu sebuah mobil hitam perlahan berhenti tidak jauh dari tempat mereka.

Mata Nyonya Ratna langsung berbinar. “Itu mobil Ayra!”

Shella buru-buru berdiri. “Akhirnya datang juga.”

Namun harapan mereka langsung sirna saat pintu mobil terbuka. Bukan Ayra yang turun, melainkan Bima.

Pria itu berjalan tenang mendekati mereka.

“Selamat sore.”

Alis Shella langsung berkerut. “Mana Mbak Ayra?”

Bima tersenyum sopan. “Maaf. Saya diutus langsung oleh Nona Ayra untuk menjemput Tuan Samuel.”

Deg.

“Apa maksudnya?” tanya Nyonya Ratna tajam.

“Mana Ayra? Bukankah dia bilang akan datang?”

“Maaf, Nyonya. Nona Ayra tidak bisa hadir. Beliau hanya meminta saya membawa Tuan Samuel untuk menemuinya.”

Wajah Shella langsung berubah. “Jadi dia mempermainkan kami?!”

Namun Bima sama sekali tidak menanggapi. Sebaliknya ia justru berjongkok di depan Samuel.

“Tuan kecil.”

Samuel langsung menoleh. “Om Bima!”

“Mama Ayra sedang menunggu.”

Mata Samuel langsung berbinar. “Benalkah?!”

“Benar. Ayo ikut Om sekarang..”

“Iya, aku mau ikut!” Tanpa ragu Samuel langsung berdiri dan berlari menghampiri Bima.

Melihat itu, Shella hanya bisa mengepalkan tangannya kesal.

Beberapa menit kemudian mobil Bima pergi membawa Samuel . Meninggalkan Shella dan Nyonya Ratna yang duduk dengan wajah muram.

“Kurang ajar...” geram Nyonya Ratna.

“Dia mempermainkan kita.” Shella yang masih kesal langsung meraih ponselnya dan menghubungi Ayra.

Tak butuh waktu lama, panggilan itu terangkat.

“Kamu ingkar janji, Mbak!” serunya penuh emosi.

Suara Ayra terdengar tenang dari seberang sana. “Aku ingkar janji?”

“Iya! Mbak bilang akan datang!”

“Aku tidak merasa berbohong.”

Shella langsung terdiam sesaat.

“Bukankah yang ingin bertemu denganku hanya Samuel?” lanjut Ayra santai. “Dan bukankah sekarang dia sedang dalam perjalanan menemuiku?”

“Tapi Mbak bilang kita akan bertemu di taman!”

Ayra terkekeh pelan. “Memangnya apa lagi yang kamu inginkan, Shella?”

“Mas Arga?” lanjut Ayra. Wajah Shella langsung berubah.

“Bukankah aku sudah memberikannya padamu? Tenang saja.. Karena sebentar lagi aku juga akan mengurus surat perceraian secara resmi. Jadi kamu tidak perlu khawatir. Tidak ada lagi yang akan menghalangi hubungan kalian.”

Wajah Shella langsung memucat. Karena yang dia ingin bukan hanya Arga, tapi tenang beberapa dana perusahaan dan juga tentang semua kartu kredit yang dibekukan. Termasuk miliknya.

Shella pikir dia bisa menekan Ayra lewat Samuel. Tapi nyatanya wanita itu lebih cerdas dari yang dia pikirkan. Sial!

Sebelum Shella sempat membalas, suara Ayra kembali terdengar.

“Aku tidak memiliki banyak waktu, Shella. Lebih baik kalian segera pulang. Ada kejutan lain yang sedang menunggu kalian dirumah.”

“Maksudmu?”

Tut-

Sambungan telepon langsung terputus. Shella dan Nyonya Ratna saling menatap, firasat buruk mulai muncul dihati mereka.

1
Anonim
BUNUH ARGA
You `ka
sekarang tinggal takut sendiri kan, Arga?? makannya jangan jadi orang bodoh!😡
sunaryati jarum
Laporkan Arga pada pihak yang berwajib atas tindakan kekerasan
Zhao_Xena: siap Mak/Good/
total 1 replies
Ma Em
Biar saja Ayra keguguran agar TDK punya anak keturunan dari Arga dan bisa lepas bebas tdk ada hubungan lagi dgn Arga , semoga nanti Ayra hamil lagi setelah menikah dgn lelaki yg baik dan bertanggung jawab juga cinta dan sayang pada Ayra .💪
gina altira
Arga kamu jahat
Zhao_Xena: marahin aja kak...🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Arga ini suami macam apa sih! tega banget buat ayra kesakitan seperti itu 😡😡
Zhao_Xena: macam-macam kak..🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Tristan datang tepat waktu!💪
sunaryati jarum
Sebelum mobil bergerak Bima sudah datang menyelamatkan dan menangkap pelakunya
You `ka
ayo Bima cepat sampai. ayra dalam bahaya /Determined/
Zhao_Xena: nunggu minjem kostum Batman dulu kak.. biar bisa terbang..💃💃💃🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
enak banget Nyonya Ratna bicara seperti itu... dasar wanita picik!😤😤
You `ka
waduh.. bahaya sekali mamanya Tristan ini 😭😭🤣🤣
You `ka
calon mantu niih.. senggol dong..🤣🤣
You `ka
waaahh.... duren niih..🤣🤣
Ma Em
Oma jgn mau terbujuk oleh rayuan Bu Ratna karena Bu Ratna tdk mau hdp nya susah setelah Arga berpisah dgn Ayra makanya Bu Ratna tdk ada ngin Arga bercerai dgn Ayra , lbh baik Ayra secepatnya bisa berpisah dgn Arga karena Ayra sdh dapat kenalan baru untuk menjadi pengganti Arga yaitu Tristan .
sunaryati jarum
Calon jodoh sepertinya,doa mama Wijaya terkabul , bahkan nanti dapat bonus , karena Aira sedang hamil
Zhao_Xena: sepertinya begitu 🤣🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Bagus
Zhao_Xena: terimakasih banyak untuk bintang sempurnanya....🥰🥰
total 1 replies
sunaryati jarum
Bravo Aira sudah benar apa yang kamu lakukan, dibicarakan baik- baik Arga? Apa saat kamu akan menikahi Shella kamu bicarakan dengan Aira? Kalian egois tidak memikirkan perasaan Aira.Sekarang rasakan akibatnya.Numpang hidup mewah saja berani selingkuh.Dan Ratna sok- Sokan berkuasa.
Ma Em
Makanya Bu Ratna , Lisa kalau hdp mewah mu dari harta orang lain jgn sombong sok berkuasa sedangkan uang yg kalian untuk senang2 beli ini itu uang dari perusahaan milik Ayra dan setelah diambil sama yg punya nya kamu jadi gembel , sekarang kalian rasakan menyesal pun sdh tdk ada gunanya lagi .
sunaryati jarum
Kalian mau kembali ke asal 🤣🤣🤣🤭
sunaryati jarum
Nikmati saja buah dari perbuatan kalian, karena dilimpahi kemewahan kalian lupa diri asal ada harta melimpah hingga berani membohongi orang yang sangat berjasa pada kalian.
Zhao_Xena: kacang lupa kulitnya 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!