NovelToon NovelToon
Hati Dingin Istriku

Hati Dingin Istriku

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Percintaan Konglomerat / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:271.9k
Nilai: 5
Nama Author: MS.Tika

Ada apa dengan istriku?
Tak seperti biasanya istriku terlihat diam tak banyak bicara lagi, seolah bukan orang yang kukenal selama ini.

Diam bukan berarti tak mengerti apapun - Luna.

Maafkan, sungguh diriku menyesali semua itu - Akbar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MS.Tika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Luna berjalan santai ke arah lift yang tak jauh dari resepsionis berada, naik menuju lantai 25 tingkatan paling tertinggi digedung tempat ruangan presdir perusahaan berada.

Ting..

Pertanda tiba dilantai yang dituju Luna, dirinya berjalan lurus dan tepat didepan ruangan Edward mendengar beberapa suara seperti sedang ada meeting penting di dalam.

Tok..tok..tok..

"Masuk.."teriak Edward dari dalam ruangan.

"Halo kak Edward, apa aku mengganggu?"tanya Luna

Luna masuk dengan santai ke dalam dan melihat ada beberapa orang sedang meeting begitu pun Edward yang duduk di tengah meja kecil dibuat diskusi tersebut.

"Sama sapa kesini?"tanya Edward.

"Bawa mobil sendiri kak, are you busy brother?"ucap Luna pada Edward.

"No, wait five minute."ucap Edward tangannya memberi arah menunjuk ke meja kerjanya untuk Luna duduk di sana lebih dulu.

"Ok.."Tangan Luna memberi tanda.

Edward segera menyelesaikan meeting dengan divisi keuangan, dirinya tak ingin membuat adiknya menunggu lama.

"Sudah bagus semua hasilnya pertahankan laporan seperti ini, kalian boleh kembali keruangan masing-masing. Meeting selesai."kata tegas Edward pada orang - orang di depannya.

Meeting pun berakhir setelah itu, dan Edward langsung menghampiri Luna yang udah menunggu di meja kerjanya.

"Maaf lama Lun, udah makan siang?"tanya Edward.

"Belum kak, ayo makan siang bersama. Di kantin perusahaan sini aja enggak masalah ingin merasakan masakan kantin perusahaan itu seperti apa kak."jawab Luna.

"Yakin mau makan disitu?"kata Edward.

"Yakinlah kak, ayo.."ucap Luna sambil menarik tangan Edward.

"Iya sebentar Lun.."kata Edward.

Lalu Edward telepon lewat interkom kepada seketarisnya.

"Nanti jika ada yang cari saya bilang, saya keluar makan siang lebih dulu."ucap perintah  Edward dengan seketarisnya.

Lalu Edward berjalan disamping Luna dan membawanya ke kantin perusahaan yang letaknya di lantai 15.

Ting..

Banyak pasang mata melihat mereka berdua yang berjalan saling beriringan satu sama lain.

"Siapa itu yang disebelah presdir kita?"ucap salah satu karyawan

Banyak karyawan berbisik-bisik melihat presdir dengan wanita cantik.

"Abaikan aja mereka itu, jangan di ambil hati jika ada yang mengatakan hal tak menyenangkan buatmu."ucap Edward pada Luna yang disampingnya.

"Baik kak, ternyata kakak sangat di kagumi di sini."kata Luna.

Edward hanya tersenyum aja menanggapi omongan Luna.

Kantin perusahaan yang sangat luas di lantai 15 itu banyak menyediakan makanan yang sangat lezat banyak pilihan yang bisa dipilih tentu itu membuat Luna semakin betah berada di sana.

"Banyak sekali pilihan makanan kak, aku mau itu dan itu."ucap Luna dengan menunjuk tenant-tenant apa aja yang akan dia makan.

"Baik princess, tunggu di pojok sana. Kakak akan pesankan lebih dulu."ucap Edward.

Edward pun menuju tenant yang dipilih Luna dan memesan makanan yang diminta. Setelah itu duduk kembali di depan Luna.

"Ada apa sebenarnya kamu kesini, enggak mungkin cuma main aja?"tanya Edward.

Sepertinya dirinya enggak bisa membohongi kakaknya kalau dirinya masih kepikiran masalah rumah tangganya.

"Mudah ketebak ternyata kak, padahal udah mencoba menutupi sebaik mungkin."kata Luna dengan menunduk kepala.

"Kakak lebih tau gimana dirimu."kata Edward.

"Sepertinya aku akan memberi kesempatan lagi untuk suamiku tapi aku juga masih ragu kalau dirinya akan berubah."kata Luna sendu.

"Permisi pak, ini makanan yang dipesan."ucap pelayan yang mengantar makanan ke meja Luna dan Edward berada.

"Lebih baik makan dulu, nanti lanjutkan ceritanya setelah selesai."kata Edward.

Luna pun mulai melahap makanan yang ada diatas meja begitu juga Edward, dengan banyak pasang mata melihat ke arah meja yang ditempati mereka berdua.

Drrt..drrrt...

Berdering ponsel Luna pertanda adanya panggilan.

"Halo, ada apa?"tanya Luna.

"Iya, have fun"ucap balas datar Luna.

Panggilan pun mati, Luna hanya berdiam diri dengan banyak pertanyaan dalam dipikirannya saat ini.

"Siapa yang menelepon?"tanya Edward.

" Suami Luna, katanya dirinya pulang telat ada janji temu dengan klien."kata Luna.

"Udah biarkan jangan terlalu dipikiran, mungkin memang sedang sibuk saat ini suamimu."kata Edward.

Setelah selesai makan siang bersama, mereka kembali keruangan Edward.

"Lanjutkan soal tadi, apa kamu yakin akan memberikan kesempatan untuk suamimu?"tanya Edward.

Luna tampak berpikir sejenak dan memejamkan matanya.

"Iya kak, aku udah yakin namun jika terbukti masih berkhianat tolong bawa aku pergi jauh dari sini kak."jawab Luna penuh yakin namun tersirat kesedihan di mata.

Melihat adik kecilnya seperti itu membuat dirinya sangat yakin jika suaminya membuat kesalahan fatal ia tak segan akan membawa Luna pergi jauh dari sini dan tak ada bisa mencarinya sekalipun itu orang tua Luna. Semenjak kejadian dimana Luna mengalami trauma ditinggalkan ibunya pergi dari kehidupannya Luna menjadi pribadi menyimpan masalahnya sendiri dengan ditutupi oleh sikapnya seolah tak ada masalah apapun yang dihadapi.

"Kakak akan bawa dirimu pergi jauh jika sampai itu terjadi nantinya tapi tolong adik kecil kakak jangan bersedih lagi sudah cukup kesedihanmu selama ini meskipun kakak tidak berada disampingmu tapi kakak akan selalu mendukung dirimu apapun yang terjadi."ucap Edward sambil mengelus kepala Luna dengan lembut.

"Terima kasih kak Edward mau mendengarkan apa yang menjadi beban pikiranku. Apa kabar kakek disana kak?"tanya Luna.

Yah, Edward masih memiliki kakek yang berada di London tempatnya tinggal diluar negeri selama ini hanya tinggal kakeknya orang paling terdekat bagi Edward selain orang tuanya yang sudah meninggal tentunya.

"Kakek baik-baik aja, nanti liburan kita main kesana kakek kadang menanyakan tentangmu tentunya ikut mencari keberadaanmu juga." kata Edward

"Jadi merindukan kakek, apa masih menyebalkan seperti dulu kak?"tanya Luna.

"Kamu tau sendiri gimana karakter kakek jadi tak ada berubah dari beliau. Kesini bawa mobil sendiri atau perlu kakak anterin kamu pulang?"kata Edward.

"Luna bawa mobil sendiri kak, enggak perlu pulang nanti Luna mau mampir ke minimarket dekat rumah ada yang mau dibeli sebelum pulang ke rumah."kata Luna.

"Baikla, everything it's be okay."kata Edward.

Luna hanya mengganguk aja tanpa menjawab, tak berasa waktu mulai sore Luna pun ijin pulang lebih dulu dan Edward melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.

"Luna balik dulu kak, hari udah mulai sore takut dicari mama nanti kalau lama-lama di sini."kata Luna.

"Hati-hati dijalan, kabarin kakak kalau udah dirumah."kata Edward.

Luna berjalan keluar dari ruangan Edward dan turun menuju arah parkiran mobil yang terparkir di sana.

"Sepertinya aku butuh cemilan manis, toko seperti biasanya mungkin masih buka jam segini."gumam Luna dengan melihat arah jam tangan.

1
Anonim
Berharap Luna menikah dengan Edward..
Punkpunk 234
mobil nyentrik neech.. pake bell.. 😂😂
ayu cantik
🩶 suka
Memyr 67
𝗏𝖾𝗋𝗌𝗂 𝗇𝗍 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗇𝗈𝗏𝖾𝗅 𝖽𝗂 𝖺𝗉𝗅𝗂𝗄𝖺𝗌𝗂 𝖿. 𝗍𝗂𝖻𝖺 𝗍𝗂𝖻𝖺 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂𝗄𝗎 𝖽𝗂𝖺𝗆
Jetva
Anak org itu Akbaaaar....lu jd laki payah...😔😔
Jetva
LAH LU SELINGKUH TAPI GA MERASA BERSALAH..???
fatmiatun sahono
agak bertele2 ya ceritanya JD ga fokus tu Luna nya🙏
Pichaacha
lagian pke acara posting segala, gausah org mah
Punkpunk 234: iyaa kann.. jadi gampang dilacak.. egob c Luna ikh.. 🤭
total 1 replies
mieta jtn
perasaan makan mulu tidur mulu. apakah luna hamil...? 🤭
Siti Saodah
bukan nya dari awal udah tau yah klo Akbar gak pernah cinta sama kamu,, dan berhianat kok sekarang kesan nya kaya gak pernah tau sama sekali
Siti Saodah
jadi males lanjutin baca thor 🙏 kenapa pemeran utama nya di bikin oon sih
Punkpunk 234: udahan akh.. kirain bagus ceritanya..
total 1 replies
Siti Saodah
susah emang klo cewek nya yang terlalu cinta,,bisa di bodohi,,atau mungkin si Luna yng bodoh
Punkpunk 234: yg satu bulol.. satu lagi pelakor matre..
total 1 replies
Siti Saodah
harus nya kalo si Edward kasihan ke Luna kasih tau dong kelakuan suami nya
Siti Saodah
semakin kesini cerita nya bikin bosan gak nyambung
Siti Saodah
kirain Edward bajak calon nya Luna,,ternyata cuma kakak angkat nya
Siti Saodah
dasar egois pake ngomong kenapa ada apa sama Luna,,apa gak nyadar udah selingkuh,, meskipun Akbar ngira Luna gak tau
Siti Saodah
sama istri bilang boros,,sama selingkuhan aja mau apapun di kasih,,dasar laki ga ada otak
Hariyanti
hah.... gimana sih🤦🤦🤦
Rika Andesla
laki bini tolol semua, yg perempuan juga oon bnget msh mau aja
I Love you,
biye biye
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!