NovelToon NovelToon
My Boss, My Past, My Sin

My Boss, My Past, My Sin

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / Bad Boy / One Night Stand / CEO / Hamil di luar nikah / Cintapertama
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yudi Chandra

Tujuh belas tahun lalu, Ethan Royce Adler, ketua geng motor DOMINION, menghabiskan satu malam penuh gairah dengan seorang gadis cantik yang bahkan tak ia ketahui namanya.

Kini, di usia 35 tahun, Ethan adalah CEO AdlerTech Industries—dingin, berkuasa, dan masih terikat pada wajah gadis yang dulu memabukkannya.
Sampai takdir mempertemukannya kembali...

Namun sayang... Wanita itu tak mengingatnya.

Keira Althea.

Cerewet, keras kepala, bar-bar.
Dan tanpa sadar, masih memiliki kekuatan yang sama untuk menghancurkan pertahanan Ethan.

“Jangan goda batas sabarku, Keira. Sekali aku ingin, tak ada yang bisa menyelamatkanmu dariku.”_ Ethan.
“Coba saja, Pak Ethan. Lihat siapa yang terbakar lebih dulu.”_ Keira.

Dua karakter keras kepala.
Satu rahasia yang mengikat masa lalu dan masa kini.
Dan cinta yang terlalu liar untuk jinak—bahkan ol

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yudi Chandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

Keira menggigit bibirnya kuat-kuat, menahan guncangan yang terasa sampai ke ujung jari. Kata-kata Ethan tentang tujuh belas tahun lalu masih terngiang jelas di telinganya… dan kini segalanya menyatu seperti potongan puzzle yang selama ini hilang.

Ethan.

Pria itu.

Pria dari malam yang tak pernah ia lupakan—malam yang memberinya Aiden.

Dan itu berarti…

Aiden adalah putra kandung Ethan.

Keira menutup wajah dengan kedua tangannya, lututnya lemas. Bukan karena terkejut. Bukan karena malu.

Tapi karena takut.

Takut kehilangan segalanya.

Aiden bukan hanya putranya—Aiden adalah satu-satunya keluarga yang Keira punya. Satu-satunya alasan ia kuat selama ini. Satu-satunya orang yang memanggilnya “mama” sambil memeluknya setelah hari berat.

Dan Ethan…

Ethan punya kekuatan, uang, pengaruh—hal-hal yang bisa mengubah hidup seseorang dalam satu kalimat saja.

Jika Ethan tahu… kalau Aiden adalah anaknya…Ia bisa menuntut hak asuh. Ia bisa menarik Keira ke dalam dunia yang Keira tak siap hadapi. Ia bisa—cukup dengan satu keputusan dingin—memisahkan mereka.

Air mata menetes tanpa bisa ia cegah.

“Gue nggak bisa… gue nggak akan kehilangan Aiden,” bisiknya parau.

Ia mengusap air matanya cepat. “Nggak peduli siapa Ethan. Nggak peduli apa yang terjadi tujuh belas tahun lalu. Aiden… tetap milik gue.”

Tekad itu mengeras, menyatu dengan napasnya.

Ethan tidak boleh tahu.

Tidak sekarang. Tidak pernah—jika itu artinya mempertahankan Aiden di sisinya.

...----------------...

Suasana koridor mansion hening ketika Ethan melangkah kembali menuju kamarnya. Pertemuannya dengan Rowan hanya berlangsung sebentar, tapi pikirannya… tak pernah lepas dari Keira.

Dari tatapan itu.

Dari cara tubuhnya gemetar saat Ethan menyebut tujuh belas tahun lalu.

Ada sesuatu. Ethan bisa merasakannya.

Keira tahu sesuatu—atau mengingat sesuatu.

Perasaan itu mencengkeramnya sampai napasnya berubah berat.

Begitu pintu kamar terbuka, Ethan otomatis mencari Keira dengan tatapannya.

Dan di sana…

Di sofa dekat jendela… gadis cantik itu sudah terlelap.

Keira meringkuk dengan cardigan yang jatuh setengah dari bahunya, rambutnya berantakan namun terlihat begitu lembut. Napasnya pelan, ekspresinya tenang—jauh berbeda dari sikap bar-bar yang selalu ia tampilkan saat bangun.

Ethan terdiam beberapa detik. Tatapannya menghangat, tapi diselimuti sesuatu yang gelap.

Rasa memiliki.

Perlahan, ia menghampiri Keira.

Setiap langkahnya mengandung intensitas yang sama seperti saat ia mendekati sesuatu yang berharga—atau mematikan.

Ia duduk berlutut di depan sofa, memperhatikan wajah Keira dari dekat. Sangat dekat hingga hembusan napas gadis cantik itu menyentuh kulitnya.

Jantungnya berdegup keras.

"Dia ingat… aku tahu dia ingat."

Dengan hati-hati, tangannya terulur.

Ethan menyibakkan sedikit rambut Keira dari pipinya, jemarinya menyentuh kulit gadis cantik itu dengan lembut tapi penuh klaim. Ia menahan napas saat pemandangan tato elang di dadanya sempat memantul di kaca di belakang sofa.

“Elang itu…” gumam Ethan pelan, hampir seperti pengakuan. “Kamu melihatnya lagi hari ini, Keira.”

Keira tidak menjawab—masih tenggelam dalam tidur—tapi kelopak matanya bergerak, seolah tubuhnya merespons suara Ethan bahkan dalam mimpi.

Ethan menatapnya lama, intens, lalu mengusap pelipis Keira dengan punggung jarinya.

“Kamu selalu terlihat paling jujur saat tertidur,” bisiknya rendah.

Nada suaranya dalam, hampir menyentuh bahaya. “Dan kamu… terlihat berbahaya sekali untuk kewarasanku.”

Ia menelan keras, lalu perlahan memegang tangan Keira yang terkulai di samping tubuh. Jarinya menyelubungi tangan gadis itu—hangat, protektif, posesif.

“Kamu membuatku ingin… memilikimu sepenuhnya,” gumam Ethan.

“Hanya saja… kamu belum siap mengakuinya.”

Ethan berdiri beberapa detik, menatap Keira yang masih tertidur di sofa dengan ekspresi damai yang jarang ia lihat.

Ada tarikan kuat di dadanya—kombinasi rindu, marah, dan rasa memiliki yang selama ini ia tekan.

Perlahan, ia membungkuk dan menyelipkan satu tangan di bawah punggung Keira, satu lagi di belakang lututnya.

Tubuh Keira terangkat ringan di lengannya.

Ethan menahan napas.

Seolah dunia berhenti hanya untuk membiarkan momen itu terjadi.

Wangi rambut Keira, napasnya yang pelan di pundaknya, cara tubuhnya refleks bersandar di dada Ethan… semuanya membuat dada pria itu mengencang.

“Keira…” bisiknya rendah, nyaris serak. “Kamu benar-benar membuatku gila.”

Dengan langkah hati-hati namun mantap, Ethan membawa Keira ke ranjang king-size di tengah kamar. Ia meletakkan gadis cantik itu di atas kasur selembut mungkin—seolah takut Keira akan pecah jika ia salah gerak sedikit saja.

Begitu Keira berbaring, cardigan yang setengah menutupi bahunya terjatuh. Ethan otomatis meraih selimut dan menariknya pelan, menutupi tubuh Keira.

Tapi matanya tak bisa lepas dari wajah Keira.

Wajah yang dulu ia sentuh dalam gelap…

Wajah yang kini bisa ia lihat jelas setiap garisnya.

Wajah yang selama bertahun-tahun muncul dalam mimpinya—tanpa ia ketahui pemiliknya.

Ethan duduk di sisi ranjang, lalu memiringkan tubuhnya mendekat. Jemarinya menyusuri pelipis Keira, turun ke pipinya dengan sapuan sangat lembut… tapi penuh klaim.

“Kamu masih cantik seperti dulu,” ucap Ethan, nyaris berbisik.

“Dan masih… milikku.”

Ia menunduk.

Perlahan, sangat perlahan, bibir Ethan menyentuh kening Keira.

Ciuman hangat, lama, seakan ingin menandai Keira.

Ketika ia menjauh sedikit, nafasnya terdengar berat.

Ethan lalu berbaring di samping Keira—tak ragu, tak izin.

Ia meraih pinggang Keira dan menarik tubuh gadis itu ke dadanya, memeluknya erat dari belakang.

Keira bergeser sedikit dalam tidur, tanpa sadar mencari kehangatan Ethan.

Gerakan kecil itu… membuat ekspresi dingin Ethan mencair menjadi sesuatu yang jauh lebih rawan—dan berbahaya.

“Seharusnya kamu tidak tidur di sini,” gumam Ethan pelan, bibirnya dekat telinga Keira.

“Tapi aku… tidak bisa membiarkanmu jauh malam ini.”

Ia mengeratkan pelukannya, dagunya bertengger lembut di bahu Keira.

“Kamu tetap di sini,” bisiknya rendah, posesif.

“Di tempatmu.”

Lengan Ethan mengelilingi Keira, seolah ia takut gadis itu akan menghilang jika ia melepaskannya.

Dan tepat sebelum matanya terpejam, suara Ethan terdengar sekali lagi—dalam, berat, nyaris seperti janji yang menuntut:

“Mulai malam ini… aku tidak akan membiarkan siapa pun mengambilmu dariku. Termasuk masa lalu.”

...****************...

✨ Terima kasih sudah membaca bab ini!

Bagaimana menurutmu perjalanan Keira dan Ethan sejauh ini?

Jangan ragu untuk tinggalkan komentar—pendapatmu sangat berarti dan bisa membantu cerita ini berkembang lebih hidup.

Sampai jumpa di bab selanjutnya.

Siapkan hatimu, karena kisah “My Boss, My Past, My Sin” masih menyimpan banyak rahasia yang menunggu untuk terungkap. 💛✨

1
Pa Muhsid
membaca karyamu tor seperti karya yang udah level diamond
tutur bahasanya rapi halus tegas jarang tipo atau mungkin belum ada
semangat tor 💪💪💪
Yudi Chandra: huhuhu....makasi atas pujiannya.🙏🙏🙏😍😍😍
semoga selalu suka sama ceritanya.
kalo ada kritik dan saran bilang aja ya. biar cerita ini semakin berkembang dam banyak yang baca🤭🤭🤭🤭
salam kenal sebelumnya....
total 1 replies
Bu Dewi
seruu, lanjut kak
Yudi Chandra: okeeee👍👍👍👍
total 1 replies
Rohana Omar
1 bab lg la thorr
Yudi Chandra: besok yaaaa🤭🤭🤭🤭🤭🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Rohana Omar
buat la 2 bab 1 ari thorr
Yudi Chandra: hihihi🤭🤭🤭🤭 iya. diusahain💪💪💪
total 1 replies
Rohana Omar
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣bawa panci tu buat aq tergelak.....
Yudi Chandra: sama...🤭🤭🤭 namanya juga biar pinter🤣🤣🤣
total 5 replies
Pa Muhsid
anak anak anak 👨‍👩‍👧
Yudi Chandra: hahaha....anaknya siapa?🤣🤣🤣
total 1 replies
Pa Muhsid
anak lo
Yudi Chandra: hihihi....kan ethan nggak tau🤭🤭🤭
total 1 replies
Bu Dewi
lanjut kak,, hehehhehe
Yudi Chandra: pasti sayang. jangan lupa kasih bintang ya🤭🤭🤭.
biar semangat buat nulis lagi.😄
total 1 replies
Bu Dewi
lanjut kak
Yudi Chandra: pasti. jangan lupa kasih bintang 5 ya. 😁😁😁😁
total 1 replies
Akira Akira
lanjutttt
Akira Akira
lanjuttttttt
Felipa Bravo
Keren banget nih cerita, semangat terus author!
Yudi Chandra: huhuhu....makaciiiiiih😍😍😍
ini novel pertamaku di sini. biasanya di aplikasi oyen.

kasih kritik dan saran ya... biar aku makin semangat. terima kasih😍😍😍🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!